
Sebagai Flame Haze, Margery telah menjalin kontrak dengan Crimson Lord bernama Marchosias.
Di Crimson Realm, Marchosias terkenal sebagai maniak bertarung yang hebat. Dia memilih datang ke dunia manusia karena Marchosias ingin bertarung melawan Crimson Denizen lainnya.
Layaknya Crimson Denizen pada umumnya, Marchosias juga memiliki nama julukan. Di Crimson Realm, jika Alastor merupakan Dewa Penghukuman dan Penghakiman yang memiliki julukan Flame of Heaven, maka Marchosias memiliki julukan Claw and Fangs Violation.
Marchosias sendiri secara pribadi sangat menghargai kekuatan Alastor.
"Hahahaha!" Marchosias tertawa kegirangan dan berseru dengan keras, "Aku tidak menyangka Flame Haze yang akan kita hadapi adalah kontraktor dari Flame of Heaven!"
"Oh ..." Alastor membuat suara menjijikkan dan berkata, "Aku tak menyangka benar-benar bertemu si Maniak Bertarung brengsek itu di sini."
Dua tanggapan yang berkebalikan ini seakan memberi tahu semu orang bagaimana hubungan Alastor dan Marchosias.
Sementara Shana dan Margery, mereka berdua saling memandang satu sama lain.
"Jadi begitu, rupanya kamu adalah Flame-Haired Burning-Eyed Hunter generasi baru." Margery memandang Shana dengan penuh minat dan kemudian berkata dengan nada satir, "Aku tak menyangka gadis kecil sepertimu adalah Flame Haze dari Flame of Heaven. Jujur saja aku merasa kamu kurang layak."
"!!!"
Mata Shana langsung menjadi tajam begitu mendengar hinaan kecil itu.
"Oooh!" Marchosias berteriak seperti seorang maniak. "Tatapan mata yang tidak buruk, hahahaha!"
"Benarkah?" Margery menatap lurus ke arah Shana dengan tatapan seakan sedang melihat kelinci kecil. Ia kemudian berteriak dengan semangat tinggi, "Kalau begitu, izinkan aku untuk menilai kemampuanmu!"
Setelah itu, Margery melempar buku hardcover besar ke depan dan menangkapnya dengan satu tangan.
Di sekeliling tubuhnya, bubuk api biru tua mulai beterbangan. Aura yang sangat kuat melonjak dari tubuh Margery.
Merasakan aura kuat ini, mata Shana semakin terbakar dan bersiap untuk bertarung.
Namun, Alastor berusaha melakukan komunikasi terlebih dahulu.
"Tunggu sebentar!" Alastor bertanya, "Sebelum dimulai, katakan padaku terlebih dahulu, apa tujuanmu datang ke kota ini?"
__ADS_1
"Oke, tidak masalah aku memberitahumu." Margery langsung berkata, "Kami datang untuk mengejar Lamies brengsek itu."
"Lamies?" Shana tidak bisa menahan keterkejutannya.
"Maksudmu Corpse Retriever?" Alastor juga bingung.
Corpse Retriever, itu adalah Crimson Denizen yang cukup terkenal.
Alasan dia terkenal adalah karena Corpse Retriever tidak pernah memakan manusia, tetapi hanya memakan Torch sisa Denizen lain. Maka dari itu dia mendapat julukan Corpse Retriever. Dan nama asli dari Corpse Retriever adalah Lamies.
Karena Lamies tidak pernah melahap manusia dan hanya mengumpulkan Power of Existence dengan memakan Torch, baik Torch yang akan padam ataupun yang masih baru, distorsi yang diakibatkan Crimson Denizen ini pada dunia manusia hampir nol.
Jadi, bagi Flame Haze, Lamies adalah Crimson Denizen yang tidak perlu dimusnahkan.
Oleh karena itu, Alastor berkata, “Lamies tidak berbahaya. Mengapa kamu berusaha memusnahkannya?”
Saat perkataan ini keluar dari mulut Alastor, aura Margery tiba-tiba berubah menjadi menakutkan.
"Tidak berbahaya?" Margery dengan satir berkata, "Di mana ada Crimson Denizen yang tidak berbahaya? Karena dia adalah Crimson Denizen yang datang ke dunia ini, maka dia harus dihancurkan sepenuhnya!"
"Itu benar!" Marchosias juga bersikap radikal. “Siapa yang tahu jika Denizen itu merencanakan sesuatu secara diam-diam saat dia sedang mengumpulkan Torch?”
Mendengar semua hal tersebut, Shana dan Alastor pun mengerti, bahwa keduanya tidak akan mungkin bisa bernegosiasi dan mencapai kesepakatan dengan Marchosias beserta Kontraktornya, Margery.
Shana dan Margery Daw menjadi Flame Haze dengan alasan yang berbeda. Jika alasan Shana murni ingin melindungi dunia ini, maka alasan Margery menjadi Flame Haze karena murni ingin membalas dendam.
Akan tetapi, balas dendam ini bukan karena Crimson Denizen memangsa orang tuanya ataupun orang terdekatnya. Melainkan karena Crimson Denizen telah memangsa musuh sekaligus target balas dendam Margery saat ia masih menjadi manusia biasa.
Ratusan tahun yang lalu, Margery adalah seorang putri bangsawan yang hidup bahagia. Akan tetapi, hidup Margery berubah saat tentara musuh berhasil menduduki wilayahnya. Sebagai keluarga bangsawan, Margery pun ditangkap dan menjadi tawanan perang.
Saat dipenjara, salah satu tawanan perang memohon pada Margery untuk membantunya kabur. Dengan kecerdasannya, Margery berhasil kabur bersama para tawanan perang lainnya.
Akan tetapi, beberapa rekan Margery yang membantu merencanakan prison break ini berkhianat. Akhirnya, Margery kembali tertangkap dan dijual ke rumah bordil sebagai wanita penghibur.
Setelah melalui banyak pengkhianatan dalam hidupnya, Margery akhirnya memiliki kesempatan untuk membalas dendam pada orang-orang yang telah membuatnya menderita.
__ADS_1
Namun, ketika Margery akan membalas dendam, ternyata semua musuh Margery telah lenyap dimakan oleh Crimson Denizen. Bisa dibilang, satu kota itu menjadi korban Crimson Denizen tersebut.
Dengan matinya semua target balas dendam Margery, ia menjadi sangat marah. Ia merasa alasan hidupnya selama ini telah direbut paksa darinya.
Walau Margery menjalani hidupnya dengan penuh penderitaan, tapi, ia terus berusaha bertahan hidup menjalani semua itu, semuanya demi untuk membalas dendam.
Maka dari itu, ketika target dan alasan hidupnya telah direbut, Margery menjadi sangat marah. Ia pun bersumpah untuk memusnahkan semua Crimson Denizen. Dan secara kebetulan, keinginan kuat ini beresonansi dengan Marchosias, sehingga mereka akhirnya menjalin kontrak Flame Haze.
Seorang pembalas dendam, bergabung dengan maniak bertarung, bisa dibilang ini adalah kombinasi terburuk.
"Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya!”
Shana mengangkat tangannya, dan jubah hitam bernama Yogasa muncul di tangannya. Dengan segera, ia langsung mengenakan jubah hitam tersebut di tubuhnya.
Swiiiiiish
Dalam hembusan angin kencang, Shana mengeluarkan Nietono no Shana dari ruang dimensi Yogasa.
Shana kemudian mengangkat Nietono no Shana di tangannya dan mengarahkan ujung odachi-nya ke arah Margery. Sepasang mata terbakar dengan kemauan yang kuat dan pantang menyerah terus menatap Margery dengan serius.
"Lamies telah mengumpulkan sejumlah besar Power of Existence selama ratusan tahun. Jika kalian mengganggu Lamies dan membuatnya marah, maka dengan kekuatannya yang besar itu, dia bisa meratakan kota ini ke tanah!”
Shana berkata dalam argumen yang cukup polos, tapi juga kuat, “Kalau sampai itu terjadi, maka dunia ini akan terpengaruh dan menciptakan distorsi besar. Oleh karena ini, sebagai Flame Haze, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi!”
“Cuma itukah alasanmu?” Margery sedikit kesal dan tidak setuju, "Kalau ini masalahnya, apa yang akan kamu lakukan jika aku tetap memaksa?"
“Jadi kamu tidak mau menyerah?” Shana lalu membuat menyatakan deklarasinya pada Margery. “Kalau begitu, aku akan mengalahkanmu dan membuatmu patuh!”
Dengan deklarasi ini, pertempuran di antara dua Flame Haze ini tidak dapat lagi dihentikan.
“Baiklah, ini persis seperti yang aku harapkan!”
Begitu mengatakannya, api biru tua mulai membakar tubuh Margery.
“Fuuzetsu!”
__ADS_1
Dinding api berwarna biru tua mulai menutupi ruang di sekitar Margery dan Shana, menyebabkan hukum sebab-akibat terputus dengan dunia di luar dinding, sehingga waktu di dalam dinding benar-benar berhenti.
Akan tetapi, baik Shana maupun Margery, tidak menyadari, bahwa di dalam Fuuzetsu ini, ada dua orang yang sedang menonton semua ini dari jarak yang tidak jauh.