
Ketika para murid peserta ujian sedang menyerang dan mengepung Fan Xinglou, Ryan hanya berdiri diam di tempat dan menyaksikan pertarungan yang terjadi di udara.
Boom Boom Boom Boom
Di bawah tatapan Ryan, ledakan demi ledakan terjadi dan menciptakan tekanan angin yang kuat.
Tentu saja, ledakan ini bukanlah sebuah bom tak terlihat yang meledak, melainkan gerakan Fan Xinglou yang memecah pembatas suara.
Meski tidak terlalu jelas, tapi kali ini Ryan berhasil melihat gerakan Fan Xinglou.
Ryan melihat bahwa kaki Fan Xinglou terus-menerus menghentak ruang kosong di udara, merangsang tekanan angin yang kuat, dan bergerak seperti laser dari satu tempat ke tempat lain.
"Efek seperti ini nggak mungkin terjadi jika dia hanya mengandalkan kecepatannya saja …"
Ryan sama-samar dapat merasakan bahwa dalam setiap gerakan Fan Xinglou, ada aliran Prana yang berkumpul di telapak kakinya. Dengan begitu Fan Xinglou mampu meningkatkan daya ledak kecepatannya.
“Jika bukan karena teknik pengendalian Prana yang lihai, maka kecepatan dan kelincahan saja nggak akan cukup."
Dengan kata lain, pada saat ini, Fan Xinglou sedang mendemonstrasikan tiga kekuatannya, yaitu kecepatan, kelincahan, dan juga teknik pengendalian Prana.
Hal ini tentu membuat Ryan lebih tertarik lagi dalam mempelajari Seisenjutsu.
"Keputusanku memilih Institut Ketujuh Jie Long benar-benar tepat!"
Salah satu alasan Ryan memilih Institut Ketujuh Jie Long sebagai kubunya adalah karena sekolah ini melatih muridnya dengan teknik bela diri yang digabungkan dengan teknik pengendalian Prana yang disebut Seisenjutsu.
Ryan percaya bahwa Jie Long akan membuatnya lebih kuat dari sebelumnya. Maka dari itu, Ryan rela menyisihkan Akademi Seidokan dan memilih Institut Ketujuh Jie Long.
Alasan kedua adalah keberadaan Fan Xinglou. Walau Ryan tidak ingin menjadikannya sebagai anggota haremnya, tapi melihat keimutannya saja sudah cukup untuk membuat hati Ryan bahagia.
Untuk mengapa Ryan tidak ingin menjadikannya sebagai anggota harem, hal ini disebabkan Fan Xinglou adalah monster yang telah hidup ribuan tahun. Ia tidak yakin bisa menghadapinya.
Terlebih lagi, sekarang umur Fan Xinglou masih 9 tahun. Jika Ryan tetap berusaha menjadikannya anggota harem, ini jelas tindakan kriminal.
Selain faktor keimutan Fan Xinglou, faktor pengalaman juga menjadi alasan terkuatnya. Selama ribuan tahun, Fan Xinglou telah mengajar banyak murid dan juga memiliki pengetahuan bela diri yang banyak.
Jika Ryan berhasil menjadi muridnya, maka Ryan yakin kemampuannya akan dapat berkembang lebih jauh lagi.
Memikirkan berbagai keuntungan yang Ryan dapatkan, Ryan bergumam, "Selama aku bisa menyentuhnya ya …"
Ryan menatap Fan Xinglou dengan serius. Tak lama kemudian, mata Ryan berubah menjadi biru sedingin es.
Dalam sekejap, dunia di mata Ryan berubah.
__ADS_1
Garis kematian yang seperti retakan menyebar ke seluruh penjuru dunia, dan satu per satu murid yang masih berusaha menyentuh Fan Xinglou di langit terlihat seolah-olah terkoyak. Ini pemandangan yang sangat mengerikan.
Namun, Ryan mengabaikan semua itu dan hanya menatap sosok Fan Xinglou.
Walau gerakan Fan Xinglou begitu cepat, akan tetapi Mystic Eyes of Death Perception masih berhasil menangkap garis kematian tubuh Fan Xinglou.
Tapi, semua ini masih tidak cukup untuk melihat arah geraknya.
“Aku harus bersabar dan menunggu kesempatan …”
“Kemungkinan, aku hanya memiliki satu kesempatan saja untuk bisa mendekati Fan Xinglou. Jadi aku harus fokus!”
Sambil menunggu kesempatan, Ryan perlahan mengeluarkan Prana dari dalam tubuh, menyatukannya ke telapak kaki dengan kecepatan yang sangat lambat.
Untuk Ryan yang baru saja menjadi Genestella dan menerima kekuatan dari Prana, ia hanya bisa menggunakan metode kasar dan memakan waktu ini untuk dapat meningkatkan kecepatan seperti halnya Fan Xinglou.
Tentu saja, jika Ryan berada dalam pertempuran yang sebenarnya, cara seperti ini tidak akan berhasil sama sekali.
Tapi sayangnya, saat ini bukanlah pertempuran. Sehingga Ryan memiliki cukup waktu untuk menghimpun Prana.
Sampai akhirnya, kesempatan yang telah ditunggu-tunggu tiba.
Sama halnya seperti tadi, Fan Xingluo kembali berhenti di udara setelah mengalahkan semua murid yang mengepungnya.
Seketika itu juga, angin di sekitar Ryan naik.
"Flashing Dash: Reflected Moon (Sensō: Hansha Shita Tsuki)!"
Dengan pecahnya sejumlah besar Prana di bagian kakinya, sosok Ryan berubah menjadi meteor, meroket, meluncur dengan keras, dan terbang ke arah Fan Xinglou.
Swoosh
“Un?” Mendengar suara yang membelah langit ini, Fan Xinglou menoleh dengan cepat ke arah sumber suara tersebut.
Salam sekejap, sosok Ryan sudah berada di depan Fan Xinglou. Mystic Eye of Death Perception terlihat jelas di depan mata Fan Xinglou. Hal ini membuat matanya membulat besar.
"Flashing Sheath: One Wind (Sensa: Ippū)!"
Sambil menjaga kecepatannya, Ryan langsung mengarahkan tangannya ke arah Fan Xinglou yang ada di depannya.
Melihat aksi Ryan ini, Fan Xinglou merasa sedikit terhibur. "Hooo~"
Terlepas dari keterkejutannya sekilas tadi, Fan Xinglou bergerak bagaikan angin sepoi-sepoi. Ia mengepak dan bergerak menyamping untuk menghindari gapaian tangan Ryan.
__ADS_1
Tanpa kenal menyerah, Ryan berusaha menepuk Fan Xinglou yang berjarak kurang dari 10 centimeter di depannya.
Di saat yang sama, mulut Ryan perlahan terangkat menyeringai.
Setelah Ryan melewati tubuh Fan Xinglou, Ryan jatuh dari udara dan mendarat di atas lantai membelakangi semua orang dengan suara pendaratan yang cukup nyaring.
Taap
Sekarang, para murid yang telah jatuh tadi berdiri dan memandang ke arah Ryan.
Di udara, Fan Xinglou juga melihat ke bawah dan menatap Ryan. Wajah lembut dan imut itu dipenuhi dengan senyuman.
Senyuman itu penuh kejutan dan juga kegembiraan.
Suasana pun mendadak menjadi sunyi.
Ryan juga perlahan berbalik, menghadap Fan Xinglou yang masih tetap melayang di udara, dan mengangkat kepalan tangannya. Ia lalu membuka telapak tangannya dengan perlahan.
Di tangan Ryan ada sebuah lencana sekolah bergambar Naga Kuning.
Lencana tersebut adalah milik Fan Xinglou
Melihat hal ini, semua murid peserta ujian terdiam di tempat.
Seperti anak kecil, Fan Xinglou mengeluarkan tawa polos. "Hahahahaha ..."
Plok Plok Plok Plok
Sambil bertepuk tangan, Fan Xinglou berkata dengan gembira, “Aku tidak menyangka seseorang di sini benar-benar bisa mengambil lencana sekolah milikku. Ini benar-benar berkah tersembunyi."
Di kota Akademi Asterisk, arti dari lencana sekolah sangat besar.
Benda sekecil itu dapat digunakan untuk aplikasi dan penentuan duel. Selain itu, lencana sekolah juga berfungsi untuk mengirimkan data pertempuran ke komputer server.
Dengan adanya sistem komputer dalam lencana, hal ini setidaknya dapat meminimalisir terjadinya kecurangan
Karena di kota Akademi Asterisk, seorang Genestella dapat mengubah statusnya melalui duel. Semakin tinggi peringkat seseorang di dalam Named Chart, semakin dihormati orang tersebut.
Dan untuk memenangkan duel, salah satu peserta duel harus merebut atau menghancurkan lencana sekolah.
Setelah lencana sekolah dihancurkan, maka tidak peduli seberapa unggul lawan dalam duel, ataupun kekuatan yang dimiliki lawan lebih besar, maka hal itu tetap dianggap kalah.
Dan hari ini, lencana sekolah milik Fan Xinglou telah direbut oleh Ryan.
__ADS_1