Reincarnation Room

Reincarnation Room
Target IU


__ADS_3

Dari Kata-kata Riko ini, akhirnya Ryan  paham mengapa Riko begitu terobsesi ingin mengalahkan Aria, dan membuktikan bahwa dirinya bisa melampaui kakek buyutnya.


Seperti yang dikatakan Riko sendiri sebelumnya, semua ini untuk kebebasan. Suatu hal penting yang telah direnggut darinya sejak berusia 8 tahun.


"Kamu sudah cukup menderita, Riko." Di saat Ryan mengucapkannya, Ryan langsung mendekap tubuh Riko.


"Sekarang kamu sudah bebas, Riko. Aku akan mengusahakan kamu bisa menjalani hukumanmu lebih ringan."


Mendengar suara lembut Ryan, dan juga kehangatan dari dekapan Ryan ini, Riko menangis tersedu-sedu.


"Huaaaaaa …"


Ini bukan tangisan kesedihan, akan tetapi tangisan kebebasan. Semua beban berat yang ada di hati Riko akhirnya terlepas.


Ryan hanya bisa membelai lembut rambut Riko dan membiarkan Riko menangis dalam pelukannya.


Walau Riko punya latar belakang yang menyedihkan, tapi tetap saja Riko adalah Butei Killer, yang dikenal telah membunuh banyak Butei. Hal ini tentu merupakan kejahatan yang sangat berat.


Bagaimanapun juga, dunia ini memiliki hukum tersendiri, tidak seperti dunia Kabaneri The Iron Fortress dan God Eater, di mana hukum yang berlaku adalah hukum rimba. 


Maka dari itu, secara hukum yang berlaku,  Riko tetap harus membayar atas semua yang telah dia lakukan.


Ryan sendiri bukanlah orang yang bersih. Sudah banyak manusia yang telah Ryan bunuh di dua dunia sebelumnya. 


Jadi, Ryan tidak mau menjadi orang munafik yang menyalahkan Riko atas perbuatannya. 


Lagipula, jika tidak ada aturan bahwa seorang Butei tidak boleh membunuh dalam keadaan apapun, Ryan pasti sekarang sudah terkenal sebagai seorang pembantai.


Setelah satu jam lamanya Riko menangis, akhirnya ia mulai tenang.


"Ri-Ri … terima kasih …" bisik Riko.


Ryan kemudian melepas pelukannya dan menatap langsung mata Riko. "Riko, jadilah pacarku!"


Mata Riko terbelalak mendengar pernyataan cinta Ryan. Ia tidak menyangka, pria yang sudah lama ia idam-idamkan akan menyatakan perasaannya padanya. Terlebih lagi, Riko sudah berkali-kali melakukan hal buruk padanya.


"Apakah kamu mau menerima diriku yang kotor ini?" ucap Riko dengan ekspresi sedih.


"Apa maksudmu kotor?"


"Kamu ingat, Riko hanya dianggap sebagai hewan ternak oleh Vlad, dengan tujuan menghasilkan keturunan Lupin yang lebih superior."


Mendengar penjelasan Riko, Ryan akhirnya sadar apa yang telah diperbuat oleh Vlad. Makanya Riko menyebut dirinya kotor.


'Aku benar-benar ingin membunuhnya! Dia telah menodai Riko hanya untuk mendapatkan gen superior!'


Perasaan ingin membunuh yang meluap-luap ini membuat hawa membunuh yang biasa Ryan tekan menyeruak keluar.

__ADS_1


Seisi kamar Rumah Sakit ini pun mendadak menjadi dingin. Riko sampai tidak bisa bernafas mendapat tekanan seperti ini. "Ri-Ri, apa yang terjadi? Kenapa aku tiba-tiba sesak?"


Mendengar suara Riko, Ryan akhirnya sadar apa yang telah ia perbuat. Ryan langsung menekan kembali hawa membunuhnya. Dalam sekejap, suasana kamar tempat Riko dirawat kembali normal.


"Maafkan aku, Riko. Aku hanya marah atas perbuatan Vlad padamu."


"Tapi, aku tidak akan pernah menganggapmu kotor. Jika ada yang berani mengatakannya, aku akan menghajarnya hingga cacat!" tegas Ryan.


Riko tersentuh dengan ucapan Ryan. Sambil meneteskan air mata, Riko berkata, "Jika Ri-Ri tidak masalah dengan diriku yang kotor ini, maka jawabannya adalah 'Ya'. Riko bersedia menjadi pacar Ri-Ri."


Riko tersenyum ketika mengucapkannya. Tapi kali ini bukan lagi senyum palsu yang diperlihatkan Riko, melainkan senyum bahagia yang benar-benar tulus dari hatinya yang terdalam.


Ryan lalu menggaruk-garuk hidungnya san berkata, "Aku juga berharap kamu mau menerima fakta bahwa aku telah memiliki banyak wanita."


"Riko mau menerima Ri-Ri apa adanya. Sudah sewajarnya laki-laki kuat seperti Ri-Ri menarik banyak perhatian lawan jenis. Yang terpenting, jangan tinggalkan Riko sendirian."


Suasana di antara mereka berdua benar-benar menjadi hangat. Hingga tanpa sadar, keduanya saling berciuman.


Setelah beberapa menit berciuman, mereka berdua akhirnya melepaskan ciumannya.


"Riko, aku akan mengusahakan hukumanmu seringan mungkin. Tapi kejahatan atas pembunuhan sangatlah berat. Aku akan berusaha semaksimal mungkin membantumu." ucap Ryan sambil menggenggam tangan Riko.


"Tapi, aku tidak membunuh siapapun. Selama menjalankan aksiku, aku tidak pernah sekalipun mengambil nyawa korbanku."


"Nama Butei Killer sendiri adalah nama yang masyarakat berikan padaku. Namun sesungguhnya, aku sama sekali tidak membunuh Butei satupun."


'Tidak membunuh siapa pun?'


'Bagaimana mungkin?!'


'Berdasarkan berita dan juga hasil olah Tempat Kejadian Perkara, sudah sangat jelas bahwa Butei Killer telah membunuh banyak Butei. Bahkan, banyak di antara para korbannya yang sudah dalam keadaan tidak utuh lagi.'


'Jika Riko tidak membunuh siapa pun, kemana perginya orang-orang ini?'


Memikirkan hal ini, dalam pikiran Ryan tiba-tiba terlintas sebuah ide. "IU."


Kata-kata Ryan terdengar jelas oleh Riko.


"Seperti yang diharapkan dari pacarku, kamu benar-benar seorang Butei peringkat S. Dengan mudahnya kamu menebaknya." 


"Apakah kamu tahu organisasi seperti apa IU itu?" tanya Riko.


Ryan menjawab berdasarkan informasi yang diberikan Aria. "Aku mendengarnya sedikit dari Aria. Katanya IU adalah organisasi kriminal yang ditakuti banyak negara."


Riko menggeleng-gelengkan kepalanya. "Sebenarnya bukan seperti itu."


"Memang di dalam IU, ada banyak pelaku kriminal yang bergabung. Tapi, pada awalnya, IU sebenarnya hanyalah sebuah Lembaga Pelatihan."

__ADS_1


"Dalam Perang Dunia kedua, Jepang dan Jerman bekerja sama menciptakan sebuah Lembaga Pelatihan Manusia Super, di mana pesertanya adalah orang-orang yang memiliki Kemampuan Khusus."


"Tujuan mereka menciptakan Lembaga ini adalah untuk memenangkan Perang Dunia kedua. Mereka ingin menciptakan sebuah pasukan yang berisi orang-orang berkemampuan khusus."


"Namun, setelah kalahnya Jerman dan Jepang, para anggota Lembaga Pelatihan ini melarikan diri dengan menggunakan Kapal Selam."


"Walau negara asal mereka sudah kalah, Lembaga Pelatihan tersebut tetap melanjutkan filosofinya, yaitu mengembangkan Kemampuan Khusus dari para anggotanya."


“Di IU, setiap orang akan saling bertukar Teknik dan juga Kemampuan Khusus mereka. Dengan teknologi genetika mereka yang lebih maju, mereka dapat melakukan hal seperti itu."


"Maka dari itu, aku bergabung dengan IU, dan berhasil mendapatkan Kemampuan Khusus manipulasi rambut."


"Dengan semakin bertambah kuatnya IU, banyak negara yang khawatir. Terlebih lagi, IU tidak memihak negara manapun. Jadi tidak ada lagi yang dapat membatasi perkembangan IU."


"Tanpa memperdulikan negara-negara dunia, IU terus mengumpulkan orang-orang berbakat demi meningkatkan kekuatan organisasi."


"Bahkan jika target perekrutan itu adalah seorang Butei, asalkan dia memiliki Kemampuan Khusus, maka IU pasti akan merekrutnya."


"Tapi, seorang Butei tidak boleh bergabung dengan organisasi seperti ini. Maka dari itu, kami menculik mereka dan memalsukan kematiannya."


"Kami hanya benar-benar membunuh ketika keadaanya tidak berjalan dengan baik."


Dengan kata lain, Butei Killer tidak benar-benar membunuh korbannya. Melainkan mereka hanya diculik dan dibawa ke IU.


"Pantas saja banyak negara-negara besar takut dengan organisasi ini." ucap Ryan.


"Inilah mengapa aku bergabung dengan IU." Riko menunduk dan berbisik, "Dengan organisasi sekuat itu, aku pasti bisa mempelajari banyak Kemampuan Khusus dan mengalahkan Vlad."


"Sayangnya, Vlad mengejarku dan ikut bergabung dengan IU. Dalam waktu yang singkat, Vlad menjelma menjadi orang nomor dua dalam IU."


"Saat Riko terus berlatih untuk menjadi kuat, Vlad juga banyak menghisap darah dari orang-orang berbakat di dalam IU, yang membuatnya semakin bertambah kuat."


"Tapi, Vlad sekarang dikalahkan olehmu." Riko menatap Ryan ekspresi bahagia. "Aku benar-benar berterima kasih padamu." Riko lalu menundukkan badannya di depan Ryan.


Melihat hal ini, Ryan tersenyum dengan hangat. "Sudah-sudah … sekarang, dan seterusnya, Vlad tidak akan muncul lagi dalam hidupmu." 


Mendengar ucapan Ryan, Riko jadi sedikit tidak enak. Ia lalu menatap Ryan dengan wajah serius. "Sebelumnya, aku ingin meminta maaf padamu."


"Sebenarnya, selain aku menantang kalian berduel, aku juga menjalankan misi dari IU. Yaitu untuk menjauhkanmu dari target penculikan Level 5."


"Setelah itu, anggota IU lainnya akan menculiknya selagi kamu tidak ada di dekatnya."


Mendengar ucapan Riko, Ryan mendapat firasat yang tidak enak.


Akan tetapi, ucapan Riko setelah ini membuatnya terkejut dan juga naik pitam.


"Target penculikan kali ini adalah murid terbaik divisi Supernatural Selective Research SMA Butei."

__ADS_1


"Hotogi Shirayuki."


__ADS_2