Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kedatangan Flame Haze Baru


__ADS_3

Shiiiii


Cahaya lembut perlahan mekar, seperti mata air panas yang terseok-seok, dan menyelimuti seluruh ruangan.


Di tempat tidur, Ryan memegang sebuah Kristal, dan matanya terpejam dengan lembut.


Cahaya lembut keluar dari sela-sela jari-jemari tangan Ryan yang menggenggam kristal tersebut, seakan memberi tahu orang lain bahwa sumber cahaya itu adalah kristal di tangan Ryan.


Shana yang berada di samping Ryan, tubuhnya telah bermandikan sisa-sisa cahaya lembut itu, dan merasa seperti benar-benar berada di pemandian air panas. Kehangatan yang nyata menyelimuti tubuhnya.


Terakhir kalinya Shana terpapar cahaya ini, seluruh luka dan memar di tubuhnya dalam sekejap menghilang tanpa meninggalkan bekas.


Saat ini adalah tepat 24 jam Setelah Shana menggunakan Kristal Penyembuh untuk mengobati Ryan.


Oleh karena itu, Ryan tidak ragu untuk menggunakan Kristal Penyembuhan ini lagi.


Setelah menunggu cahaya memudar, Ryan membuka matanya.


Baru saat itulah Ryan merasakannya. Rasa sakit yang ada di lengan dan bahunya telah menghilang.


Ryan kemudian mengangkat kedua tangannya dan menggunakan sedikit kekuatannya.


Kraak


Diiringi suara renyah, perban yang melilit kedua lengannya, serta bahu bagian kanan, tiba-tiba robek.


Secara otomatis, potongan perban-perban tersebut jatuh ke atas tempat tidur dan memperlihatkan kondisi terkini lengan dan bahu Ryan.


Penasaran dengan kondisi Ryan, Shana langsung mengarahkan pandangannya ke bagian dimana Ryan sebelumnya terluka sangat parah.


Di sana, tepat di kedua lengan bagian atas dan bahu sebelah kanan, luka serius yang diperlihatkan kemarin telah hilang sama sekali, dan tidak ada bekas luka yang tersisa.


Ryan menggerakkan tubuhnya sedikit, dan merasakan tubuhnya sudah dalam kondisi prima. Aliran Prana yang kaya juga mengalir di tubuhnya seperti sungai yang deras. Dari sini sudah dapat disimpulkan bagaimana kondisi Ryan saat ini.


"Sepertinya aku sudah benar-benar pulih. Kini aku sudah siap untuk bertarung lagi, jadi kamu nggak perlu khawatir lagi." jelas Ryan pada Shana.


Tanpa penjelasan Ryan pun, Shana dapat mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi Ryan setelah menggunakan Kristal Penyembuhan.


Gadis muda itu dapat dengan jelas merasakan aura dalam tubuh Ryan tiba-tiba meningkat hingga mencapai batasnya. Bahkan aura Ryan terasa menjadi lebih kuat dari tadi pagi.


Jika dengan aura yang terpancar sekuat itu tapi luka Ryan belum sembuh, maka itu adalah hal yang aneh.


Melihat kondisi Ryan yang telah sembuh total, membuat Shana melirik ke arah Kristal Penyembuh yang ada di tangan Ryan. 

__ADS_1


"Itu benar-benar Treasure Tool (Hogu) yang sangat praktis." bisik Shana pada dirinya sendiri dengan nada sedikit iri.


Bagi Flame Haze seperti Shana, Kristal Penyembuh adalah Treasure Tool (Hogu) yang praktis. 


Walau Flame Haze jarang terluka dan juga memiliki kekuatan regenerasi, tapi begitu mereka terluka seperti Shana kemarin, mereka akan membutuhkan waktu paling lama satu minggu untuk benar-benar pulih. Kecuali jika pemulihannya menggunakan bantuan Mantra Tak Terbatas.


Sementara Ryan, hanya dengan mengandalkan Kristal Penyembuh, ia dapat sembuh kembali hanya dalam dua hari.


Bahkan efek Kristal tersebut mampu memulihkan tubuh Shana juga.


Jadi, bagi Shana yang tidak tahu cara menggunakan Mantra Tak Terbatas dari kelas penyembuhan, Kristal Penyembuh adalah benda paling berguna.


Saat ini, Mantra Tak Terbatas yang paling sering Shana gunakan hanyalah Fuuzetsu. Selain itu, Shana tidak dapat menggunakannya.


Oleh karena itu, Ryan berkata pada Shana dengan nada bercanda. "Seandainya kamu adalah seorang ahli dalam Mantra Tak Terbatas, mungkin aku bisa sembuh lebih cepat lagi."


Shana pun hanya diam mengacuhkan ucapan Ryan ini. Karena mempelajari Mantra Tak Terbatas adalah kelemahan Shana.


Tanpa sadar Ryan dan Shana sadari, seorang yang disebut ahli Mantra Tak Terbatas, yang berspesialisasi dalam Mantra Tak Terbatas, telah datang ke Kota Misaki.


~***~


Swiiiish


Hembusan angin canggung menyapu ke udara, menyebabkan suhu udara tiba-tiba turun drastis.


Suara seperti itu datang dari atas pilar besi di Jembatan Misaki. Meskipun itu adalah tempat yang sangat sulit dijangkau dan sangat mustahil orang biasa akan muncul di situ, tapi nyatanya di tempat itu telah berdiri sesosok wanita cantik.


Wanita yang tampak berusia lebih dari 20 tahun itu memiliki wajah seperti orang Eropa. Ia juga miliki tubuh yang cukup tinggi, yaitu sekitar 173 meter.


Wanita cantik itu memiliki kulit yang putih, dan rambut panjang berwarna kuning kecokelatan yang diikat menjadi kuncir kuda. Sekarang, wanita itu sedang mengenakan rok setelan biru seperti pekerja kantoran. 



Dengan penampilan dan temperamennya yang seperti itu, membuat wanita itu terasa seperti seorang supermodel.


Hanya saja, wanita feminin seperti itu kini berdiri di atas tiang jembatan dengan ekspresi yang terbilang ganas daripada serius. Dengan tatapan mata tajam berbalut kacamata tanpa bingkai, ia terus melihat ke depan.


Selain pemilihan tempat ia berdiri cukup tidak biasa, wanita tersebut juga membawa barang yang membuatnya semakin terlihat aneh.


Barang tersebut adalah sebuah buku hardcover tebal dengan tali yang mengikat buku tersebut.


Ukuran buku aneh itu cukup besar, seukuran tas selempang. Menggunakan tali pengikat itu, wanita tersebut mengenakannya di bahunya seakan-akan sedang membawa tas selempang.

__ADS_1


"Apa yang sebenarnya terjadi di kota ini? Kenapa ada banyak sekali Torch?" ucap wanita cantik tersebut dengan nada yang cukup kasar sembari memandangi panorama gemerlap area bisnis kota Misaki.


"Tidak heran Jika Corpse Retriever akan datang ke kota terpencil seperti ini." respon buku besar yang wanita itu bawa.


Benar, suara dengan nada yang vulgar dan menusuk telinga ini berasal dari buku hardcover tebal itu.


"Apalagi, hal yang paling disukai orang itu adalah memakan Torch. Bukankah tempat ini surga adalah baginya? Hahahaha!"


Suara vulgar yang menusuk telinga itu tertawa dan bergumam, "Kalau begitu, wadahku yang cantik, Margery Daw, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


"Tentu saja memancing orang itu keluar dan membunuhnya. Aku lelah mengejar seorang Denizen kecil sepertinya setelah sekian lama." Margery berkata dengan sangat tidak senang, "Apakah kamu keberatan, Marchosias?"


"Bagaimana mungkin, hahahaha …" Marchosias mengeluarkan tawa yang tidak senonoh. Suara itu begitu penuh kekerasan. 


Marchosias lalu berkata, "Orang semacam apapun itu, selama itu Denizen, aku dengan senang hati membunuh, menginjak-injak, dan membakar mereka semua. Aku bangga memilih maniak bertarung sepertimu, Margery Daw."


"Diam! Marcho bodoh!" Nada bicara Margery masih kasar, tapi senyum indah mempesona tercetak di wajah cantiknya.


"Benar! Selama orang itu adalah Denizen, bunuh semuanya! Bunuh sampai tidak ada yang tersisa!" ucap Margery dengan penuh kebencian.


Dari semua perilaku wanita bernama Margery Daw ini, sudah jelas bahwa dia adalah seorang Flame Haze.


Dan juga, dia adalah Flame Haze klasik yang masih terbakar api amarah balas dendam.


"Kalau begitu mulailah menggunakan Mantra Tidak Terbatas di sini sekarang. Mari kita lihat apakah kamu dapat menemukan Corpse Retriever itu atau tidak, hahahahaha …" tawa Marchosias.


"Oh ya, jangan bilang aku tidak memperingatkanmu, bahwa sepertinya sudah ada Flame Haze di kota ini. Situasi ini terlalu kacau sehingga telah menarik banyak pihak, Ahli Mantra paling brilian milikku, Margery Daw."


"Tidak masalah." Margery lalu berkata dengan tidak sabar. "Aku akan membersihkan semua serangga yang menghalangiku, bahkan jika itu Flame Haze."


Setelah itu, Margery mengangkat jarinya tinggi-tinggi ke langit dan mulai merapalkan mantra. 


“Watashi no beddo no yottsu no tsuno ni megutte nozoke ya shi-ri no tenshi.” (Peep around the four corners of my bed, four angels.)


“Hitori wa mihari/ nokori mo mihari!” (One is on the lookout / The rest are on the lookout!)


Weeeng


Mantra Tak Terbatas tiba-tiba keluar dari ujung jarinya dan berangsur-angsur melebar.


~***~


"Ini?!"

__ADS_1


Di kamar apartemen, Ryan dan Shana langsung menoleh ke satu arah yang sama pada saat bersamaan.


Mereka dapat merasakan dengan jelas, ada seseorang yang dengan gamblangnya menggunakan Mantra Tak Terbatas di dalam kota.


__ADS_2