
Tiba-tiba saja, sesosok bayangan besar dengan aura suram dan dingin itu bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Hanya dalam satu kedipan mata, bayangan gelap besar itu sudah berada di atas tiga Vajra yang sedang memakan puing-puing itu. Ia kemudian menghantam salah satu Vajra itu.
Croot
Darah pun menyembur ke udara.
Dua Vajra lainnya tidak dapat bereaksi apa-apa. Mereka terlihat sangat takut dengan keberadaan sosok hitam tersebut.
Tanpa menunggu aba-aba, tubuh Vajra kedua langsung dibanting keras oleh sosok hitam besar itu. Kepala Vajra itu diinjak-injak dengan kasar. Menggunakan cakar depannya, sosok hitam besar itu langsung menebas kepala Vajra kedua.
Croot
Kepala Vajra kedua menggelinding turun dari gunungan puing-puing.
"Groooar!"
Melihat kedua kawannya mati, Vajra terakhir tidak ingin bernasib sama dengan kawannya. Ia berusaha melawan balik sosok hitam itu. Namun sayang, gerakan sosok hitam itu lebih cepat dari Vajra.
Croot
Kali ini, sosok hitam itu menggigit leher Vajra terkahir dengan kejam. Ia mematahkan dan mengoyak-ngoyak leher Vajra terakhir tersebut hingga patah. Gemercik darah dari ketiga Vajra itu membasahi puing-puing reruntuhan mansion tersebut.
Setelah puas membunuh ketiga Vajra, sosok hitam yang suram dan dingin itu mengangkat kepalanya. Ia lalu mengeluarkan auman yang memekakkan telinga.
"GROAAAR!"
Auman itu seakan menarik keluar ketakutan dari hati manusia yang terdalam. Di bawah suara auman itu, jantung Ryan berdetak dengan sangat kencang.
Di sisi Ryan, Alisa, yang baru saja tenang, menatap dengan tatapan kosong ke sosok hitam besar itu. Alisa seolah-olah sedang mengalami guncangan mental yang tak terbayangkan.
Ryan akhirnya sadar identitas Aragami tersebut setelah melihatnya lebih dekat. Sosok Aragami ini mirip dengan Vajra. Berbeda dengan Vajra, Aragami ini memiliki warna hitam.
Kepala Aragami ini tidak menyerupai harimau seperti Vajra pada umumnya. Melainkan seperti wajah orang tua dengan jenggot putih.
'Aragami Deusphage, Dyaus Pita (Heavenly Father)!' gumam Ryan dalam hati.
Ryan kemudian melihat ke arah Alisa. 'Ini benar-benar gawat! Kondisi mental Alisa sedang tidak baik!'
Dyaus Pita (Heavenly Father) sekarang berdiri di tengah genangan darah dan juga mayat-mayat Vajra yang telah rusak. Ia tampak seperti iblis yang muncul dari jurang kematian dan menebarkan terornya.
Deg Deg Deg Deg
__ADS_1
Detak jantung yang kuat seperti drum terdengar keras dari tubuh Alisa.
Alisa masih menatap Dyaus Pita (Heavenly Father) dengan tatapan kosongnya. Ingatan buruk tentang kejadian buruk yang menimpanya mulai menyeruak keluar.
Dalam ingatan itu, Alisa hanyalah seorang gadis kecil yang riang dan lucu.
Pada saat itu, kedua orang tua Alisa masih hidup. Meskipun keluarga Alisa tidak kaya, tetapi ia memiliki keluarga yang bahagia.
Pada hari itu, untuk membuat orang tuanya yang seharian sibuk bekerja memperhatikan dirinya, Alisa kecil bersembunyi di dalam lemari. Ia berharap orang tuanya akan panik dan segara mencarinya. Saat itu terjadi, Alisa akan keluar dari lemari, dan mengejutkan mereka.
Pada akhirnya, orang tua Alisa mencoba mencari Alisa di dalam lemari. Alisa dengan polos, sangat menantikan momen di mana ia bakal ditemukan.
Saat ia sangat menantikannya, tiba-tiba atap rumah Alisa hancur. Dari sana, muncul sosok hitam besar yang langsung melahap kedua orang tuanya. Semua itu terjadi hanya dalam satu detik. Dan semua itu terjadi tepat di depan mata Alisa.
Di depan Alisa, terlihat mulut Aragami tersebut penuh dengan noda darah. Wajah Aragami itu juga menyerupai kakek-kakek yang sedang tersenyum jahat. Wajah dan figur Aragami itu pun tertanam dengan jelas pada benak Alisa kecil.
Dengan nafas tersengal-sengal, kenangan yang sangat menyakitkan itu berhenti. "Haah haah haah …"
Tangan Alisa menggenggam pegangan God Arc dengan sangat keras hingga mengeluarkan darah.
Kini, hanya ada satu kata yang ada di dalam benak Alisa.
"Akhirnya aku menemukanmu …"
"DYAUS PITA!"
Di saat yang sama, Alisa menarik tangannya dengan paksa dari cengkraman erat Ryan di pergelangan tangannya. Ia kemudian berlari maju ke depan.
"Alisa! Berhenti!" teriak Ryan. Tapi kondisi mental Alisa tidak memungkin Alisa untuk mendengarkan ucapan Ryan.
"Ahhhh~" sambil terus berteriak, Alisa mengubah bentuk God Arc-nya dari mode pedang menjadi mode senapan mesin. Tapa ragu, Alisa menekan pelatuknya.
Dudududududududu
Dalam serangan yang sengit, ratusan peluru sel Oracle meluncur menembus udara dan menghujani tubuh Dyaus Pita (Heavenly Father) dengan kecepatan yang tidak dapat ditangkap oleh mata telanjang.
Dihadapkan dengan rentetan tembakan yang kuat, Dyaus Pita (Heavenly Father) langsung bereaksi dan melompat mundur.
Boom Boom Boom
Peluru yang tak terhitung jumlahnya datang dengan ganasnya, menghujani tanah hingga meninggalkan lubang satu demi satu di tanah.
Dari semua itu, tidak ada satupun peluru yang berhasil mengenai tubuh Dyaus Pita (Heavenly Father).
Seakan ia dapat melihat arah dan jalur peluru, Dyaus Pita (Heavenly Father) terus menghindari semua tembakan Alisa dengan kecepatan tinggi. Ia bisa melompat, bergerak zig-zag, dan melakukan gerakan akrobatik lainnya.
__ADS_1
Ini tidak seperti gerakan Aragami pada umumnya. Melainkan seperti perilaku yang akan diambil oleh makhluk hidup dengan kecerdasan tinggi.
Dalam situasi ini, Dyaus Pita (Heavenly Father) dengan luwes menggerakkan tubuhnya yang besar, menghindari rentetan peluru, dan menjauh dari Alisa.
"Tidak akan ku biarkan kau melarikan diri!"
Alisa segera mengubah God Arc-nya dari mode senapan mesin menjadi mode pedang. Mata Alisa menatap Dyaus Pita (Heavenly Father) dengan penuh kemarahan dan kebencian yang teramat sangat dalam.
Alisa kemudian bergerak maju dan menebas wajah Dyaus Pita (Heavenly Father) dengan kekuatan penuh. Bahkan kekuatan tebasan ini itu sudah melampaui batas Alisa.
Slash
Namun, Dyaus Pita (Heavenly Father) tidak lagi menghindar. Ia seakan mengejek Alisa yang terlalu percaya diri dengan mengangkat ujung mulutnya.
Dengan cepat, sebuah cakar hitam melintas di udara. Bagaikan pedang berwarna hitam, ia beradu dengan God Arc milik Alisa.
Clang
Suara tabrakan yang terdengar seperti lonceng, menyebar ke segala arah. Gelombang suara pun tercipta, dengan pusat pada pedang panjang dan cakar yang saling bertabrakan.
Dengan mudah, serangan Alisa dapat ditahan oleh Dyaus Pita (Heavenly Father).
Namun, ternyata Dyaus Pita (Heavenly Father) tidak hanya menahannya saja. Dari ujung kukunya, mengalir percikan listrik yang semakin lama semakin membesar.
Tak lama kemudian, arus listrik itu membesar dan berubah menjadi petir yang mengamuk dengan buas. Petir itu kemudian jatuh menghancurkan segalanya.
Boom Boom Boom
Hantaman dahsyat ini kemudian menghancurkan tanah yang ada di sekitarnya serta menerbangkan tubuh Alisa hingga ia menabrak batu yang tidak jauh dari situ.
Brak
"Uhuk uhuk …" Alisa tidak bisa lagi menahan batuk. Darah terlihat keluar dari dari mulutnya. Sekujur tubuh Alisa terasa sakit dan juga mati rasa.
Melihat hal ini, ekspresi di wajah Dyaus Pita (Heavenly Father) semakin mirip manusia. Ia tampak menikmati melihat penderitaan Alisa.
Perlahan, Dyaus Pita (Heavenly Father) membuka mulutnya ke arah Alisa.
Blitz Blitz Blitz
Arus petir yang tak terhitung jumlahnya tiba-tiba berkumpul di mulut Dyaus Pita (Heavenly Father). Arus petir tersebut kemudian terkondensasi menjadi kumpulan bola plasma yang bersinar menyilaukan.
Tanpa ragu, Dyaus Pita menembakkan kumpulan bola plasma itu. Bola-bola yang tampak mempesona itu dengan buas meluncur ke arah Alisa.
Menghadapi serangan seperti ini, Alisa yang baru saja mengalami hantaman arus petir dahsyat mencoba untuk menghindar. Akan tetapi, seluruh tubuh Alisa mengalami mati rasa, sehingga ia sama sekali tidak bisa bergerak.
__ADS_1
Alisa pun akhirnya hanya bisa menyaksikan bola-bola plasma itu bergerak semakin mendekat ke arahnya.