Reincarnation Room

Reincarnation Room
Corpse Retriever


__ADS_3

Ucapan Ryan ini, meski tidak membawa nada permusuhan, tapi membuat udara di sekitarnya sedikit lebih tegang.


Namun, Crimson Denizen yang dikenal sebagai Corpse Retriever itu, tidak mempedulikannya. Ia malah menjawab pertanyaan Ryan dengan jujur. 


"Kamu boleh memanggilku Lamies. Setidaknya, dalam situasi seperti ini, semua orang memanggilku dengan nama itu."


Mendengar jawaban Lamies, Ryan tetap fokus menatap medan pertempuran di depannya dan menyaksikan api teratai merah yang terus menerus meledak melawan api biru tua. 


Ryan kemudian berkata tanpa melihat ke samping, "Kalau begitu, aku akan memanggilmu Lamies sampai kamu keluar dari Torch ini."


Pria tua bernama Lamies mengangguk heran dengan ucapan Ryan. Ia lalu berkata, "Aku tak menyangka kamu dapat melihat bahwa aku bersembunyi dalam tubuh Torch ini. Kamu benar-benar bukan manusia biasa."


"Nggak kok, ini bukan sesuatu yang mengejutkan." jawab Ryan dengan nada acuh tak acuh.


Setelah itu, Ryan perlahan menoleh dan  melihat ke arah Lamies.


"Lagipula, aku dapat melihat dengan jelas, ada garis lain yang sangat berbeda dengan garis Torch asli."


Dengan jatuhnya perkataan Ryan ini, rasa dingin menggigil menyerang hati Lamies. 


Di saat yang sama, Lamies melihatnya. Ia melihat sepasang mata biru es Ryan.


Tatapan mata ini seakan dapat melihat langsung titik lemah Lamies.


'Tidak! Itu bukan titik lemah yang dapat dilihat oleh mata itu!'


'Aku yakin mata itu memiliki kekuatan yang melampaui hal tersebut!'


'Kalau tidak, tidak ada cara untuk menjelaskan mengapa hatiku terasa sangat dingin ketika ditatap dengan mata itu.' gumam Lamies.


"Seperti generasi sebelumnya, Flame-Haired Burning-Eyed Hunter generasi ini sepertinya sangat menyukai pria aneh yang kuat."


Flame-Haired Burning-Eyed Hunter sebelum Shana, Mathilde Saint-Omer, jatuh cinta dengan kontraktornya sendiri, Alastor. Ini adalah hubungan yang cukup aneh, dimana tidak pernah ada Flame Haze yang jatuh cinta dengan Crimson Lord yang melakukan kontrak dengannya.

__ADS_1


Lamies kemudian menurunkan topi di kepalanya, dan berusaha menutupi matanya, seakan-akan ia ingin menyembunyikan ekspresinya. 


Dengan pose seperti itu, Lamies berkata, "Sepertinya aku mengerti mengapa Reiji Maigo ada di tanganmu."


Ryan mengerutkan dahinya sedikit begitu mendengar ucapan Lamies. Ia kemudian mencoba mengingat kembali informasi mengenai Lamies berdasarkan Anime-nya. Samar-samar, Ryan mengingat nama asli dari Lamies. 


Spiral Organ, itulah nama asli Lamies, sekaligus nama Crimson Denizen yang menciptakan Fuuzetsu pertama kali di dunia. Selain Fuuzetsu, masih ada banyak Mantra Tak Terbatas yang telah diciptakan oleh Crimson Denizen ini.


Corpse Retriever hanya sebutan untuk Lamies yang bersembunyi di dalam tubuh Torch. Ia telah mengumpulkan banyak Power of Existence yang berasal dari Torch selama ratusan tahun.


Alasan Lamies melakukan semua ini adalah karena Lamies ingin memperbaiki sebuah lukisan peninggalan orang yang pernah dicintainya. 


Ratusan tahun yang lalu, setelah peristiwa The Great War yang menewaskan Flame-Haired Burning-Eyed Hunter sebelum Shana, Spiral Organ kembali dari perang tersebut dan pergi mengunjungi rumah orang yang dicintainya. Orang tersebut adalah seorang pelukis dan juga seorang manusia biasa.


Akan tetapi, begitu Spiral Organ tiba di rumah orang tersebut, ternyata orang tersebut telah meninggal karena usia tua. Orang tersebut, hingga akhir hayatnya masih menunggu dengan setia Spiral Organ untuk kembali. Sembari menunggu, dia melukis wujud Spiral Organ dalam sebuah kanvas. 


Namun sayang, saat Spiral Organ menemukannya, lukisan tersebut dalam keadaan rusak. Untuk itulah Spiral Organ berusaha memulihkan lukisan tersebut ke bentuk semua.


Butuh waktu ratusan tahun bagi Lamies untuk menciptakan Mantra Tak Terbatas yang dapat memulihkan benda. Tapi, Mantra Tak Terbatas ini membutuhkan Power of Existence yang sangat besar.


Karena Lamies tidak ingin mencapai tujuannya dengan  menelan Power of Existence manusia seperti Crimson Denizen lainnya, dan juga menjadi tidak ingin menjadi buruan Flame Haze, akhirnya ia memilih untuk memakan Torch.


Tentu saja, dengan cara ini, Lamies tidak dapat lagi menampilkan wujud aslinya di dunia ini. Ia juga tidak lagi bebas menggunakan kekuatannya.


Oleh karena itu, Ryan sama sekali tidak khawatir dengan keberadaan Lamies. 


Namun, Ryan masih bingung, bagaimana Lamies tahu bahwa Ryan memiliki Reiji Maigo.


Jadi, Ryan kembali melihat ke arah Lamies. Tapi, kali ini, Ryan menatapnya dengan mata berwarna gelap, bukan lagi menggunakan Mystic Eye of Death Perception.


Melihat penampilan Ryan, Lamies memberinya senyuman penuh ketenangan. Akan tetapi, kata-kata yang akan diucapkan selanjutnya sama sekali tidak memberi Ryan rasa tenang.


“Sebenarnya, aku sedang menjalankan misi yang diberikan oleh Bal Masqué untuk memasang Mantra Tak Terbatas di kota ini. Jika misi ini berhasil, aku bisa mendapatkan banyak Power of Existence sebagai hadiahnya.”

__ADS_1


Informasi tak terduga ini membuat mata Ryan terbelalak sesaat. Setelah itu, Ryan hanya diam sambil menatap tajam Lamies, seolah-olah mendesaknya untuk memberi  Ryan informasi lebih lanjut.


“Aku tidak bisa memberitahumu efek Mantra Tak Terbatas apa yang telah aku pasang. Hal tersebut merupakan aksi pelanggaran kontrak. Tentu itu akan menjadi masalah yang cukup besar buatku jika sampai itu terjadi. Bisa-bisa aku tidak akan dibayar atas kerja kerasku ini.” jelas Lamies.


Setelah terdiam beberapa detik, Lamies kembali berbicara. “Karena aku tidak mau bermusuhan dengan manusia sepertimu, akan aku beri tahu satu hal.”


“Mantra Tak Terbatas yang aku pasang ini memiliki kondisi tertentu untuk dapat aktif. Selama kondisi terpenuhi, Mantra Tak Terbatas ini akan menarik Power of Existence dari tubuhmu sebagai sumber energi aktivasinya, apa kamu paham?”


Walau Ryan tidak tahu efek apa yang ditimbulkan dari Mantra Tak Terbatas itu, tapi Ryan dapat memahami dua hal yang sangat penting.


Yang pertama adalah ketika Mantra Tak Terbatas itu aktif dan melancarkan efeknya, maka Power of Existence Ryan akan tersedot. 


Hal ini tentu sangat berbahaya. Jika energi aktivasi yang dibutuhkan sangat besar, maka Power of Existence Ryan bisa tersedot habis. Dan itu artinya Ryan akan mati.


Lalu hal yang kedua adalah Bal Masqué, sebagai pihak yang ingin merebut Reiji Maigo, sepertinya tidak akan datang ke kota Misaki.


Karena jika mereka akan datang ke kota Misaki, tidak mungkin Bal Masqué akan meminta bantuan Lamies untuk memasang Mantra Tak Terbatas di kota ini. 


Entah apa tujuan Bal Masqué melakukan semua itu, tapi yang pasti Ryan merasa ia telah jatuh ke dalam perangkap Bal Masqué.


Perangkap yang telah ditata sangat rapi. Bahkan, kemunculan Margery di Kota Misaki sepertinya telah masuk dalam perhitungan Lamies.


Ryan ingin sekali memaksa Lamies untuk menceritakan apa tujuan Bal Masqué melakukan semua ini. Akan tetapi, setelah dipikir-pikir, Ryan merasa Lamies pasti akan menutup mulutnya rapat-rapat. Membunuhnya juga tidak ada untungnya bagi Ryan.


“Kenapa kamu mau memberitahuku semua ini?” tanya Ryan.


Lamies hanya bisa tertawa mendengar ini. “Sudah aku katakan sebelumnya bukan, aku tidak ingin bermusuhan denganmu. Lebih tepatnya, aku tidak mau bermusuhan dengan manusia yang diperlakukan dengan sangat hati-hati oleh Bal Masqué.”


Lamies lalu berkata dengan nada tulus, “Aku hanya ingin dapat meraih tujuanku dengan damai. Maka dari itu, aku tidak ingin bermusuhan dengan manusia sepertimu. Di saat yang sama, aku juga tidak mau bermusuhan dengan Bal Masqué.”


Dengan pernyataan tersebut, tubuh Lamies tiba-tiba berubah menjadi seekor burung.


Ryan hanya melihat bisa burung tersebut pergi menjauh dan tidak mengejarnya. Setelah Lamies menghilang, Ryan lalu duduk termenung memikirkan kembali semua informasi dari Lamies.

__ADS_1


__ADS_2