Reincarnation Room

Reincarnation Room
Misi Berhadiah 20.000 Poin


__ADS_3

Di lorong rumah sakit, Ryan bersandar ke dinding dan menempelkan ponsel di telinganya. Akan tetapi, Apa yang didengarnya hanya nada sibuk.


Setelah beberapa saat, Ryan mematikan panggilan telepon dan menutup ponselnya. Ekspresinya Ryan benar-benar dipenuhi kekalutan.


"Shirayuki ..."


Ryan sudah beberapa kali mencoba menghubungi Shirayuki, namun tidak ada jawaban darinya. Ryan akhirnya harus mengakui, bahwa Shirayuki telah diculik.


"Pantas saja akhir-akhir ini aku tidak menerima SMS apapun dari Shirayuki."


Biasanya, Shirayuki akan mengirimi Ryan SMS hampir setiap hari. Jika Ryan tidak membalasnya, maka Shirayuki akan terus-menerus mengirimkan ribuan SMS kecuali Ryan membalasnya.


Setelah insiden bus, Ryan dan Shirayuki masih saling berkirim pesan. Bahkan Ryan sempat bercerita mengenai insiden bus. 


Akan tetapi, beberapa hari terakhir ini, Shirayuki tidak lagi mengiriminya SMS. Awalnya, Ryan mengira Shirayuki sedang sibuk berlatih, jadi Ryan tidak ingin mengganggunya. Tapi, tampaknya Ryan salah.


"IU …"


Tangan Ryan yang memegang ponsel itu sangat kuat.


Krak


Dengan suara krispi, ponsel di tangan Ryan retak. Hawa membunuh Ryan pun berkobar-kobar memenuhi lorong rumah sakit.


Hawa dingin mencekam dan menyesakkan membuat para perawat yang kebetulan lewat di lorong langsung jatuh pingsan.


Pada saat yang sama, Riko yang mengenakan pakaian pasien keluar dari kamar, dan memandang Ryan yang sedang bersandar sambil memancarkan tekanan yang sangat kuat.


Dengan susah payah, Riko mendekati di tengah tekanan yang Ryan terus pancarkan. Tanpa ragu, Riko memeluknya. "Ri-Ri …"


Mendapat pelukan, Ryan langsung terbangun dari renungannya. Begitu melihat wajah Riko yang pucat dan beberapa perawat yang tergeletak di lantai, akhirnya Ryan sadar atas perbuatannya.


"Riko, kamu nggak apa-apa?" Ryan merasa bersalah sekaligus khawatir.


"Riko tidak apa-apa kok. Riko tahu Ri-Ri sangat marah, tapi cobalah berpikir dengan tenang terlebih dahulu."


"Ugh, maafkan aku, Riko." Ryan memeluk erat tubuh Riko. Sensasi kenyal dua gunungan melon yang menempel ke tubuhnya benar-benar membuat Ryan rileks.


Setelah beberapa menit, Riko pun melepaskan pelukannya. Ia lalu berkata pada Ryan mengenai informasi yang baru ia dapatkan.


"Berdasarkan informasi yang telah Riko gali, eksekutor penculikan Shirayuki dalam misi ini adalah Durandal."

__ADS_1


Mendengar nama itu, Ryan menatap Riko dengan serius. "Durandal? Durandal yang itu? Dia juga anggota IU?" 


Bagi Ryan, nama ini sudah tidak asing lagi. Karena nama itu sudah menjadi legenda perkotaan yang cukup terkenal.


Durandal adalah sebutan untuk seorang pelaku penculikan yang hanya menculik orang-orang dengan Kemampuan Khusus.


Orang ini selalu membawa pedang dalam setiap aksinya. Maka dari itu dia dipanggil Durandal, sang pedang iblis.


Sosok Durandal menjadi legenda perkotaan, karena tidak ada bukti mengenai keberadaannya. Tidak ada saksi mata yang pernah melihatnya secara langsung. Jadi, cerita tentang Durandal akhirnya dianggap hanya sebuah legenda perkotaan.


Tapi, berdasarkan informasi Riko, sosok Durandal itu nyata. Terlebih lagi, ia adalah anggota IU dan juga pelaku penculikan Shirayuki.


"Durandal bukanlah seorang petarung murni. Dia lebih sebagai seorang ahli taktik. Maka dari itu, tingkat keberhasilannya dalam menculik mencapai 100%."


"Karena Durandal telah berhasil mendapatkan target, kemungkinan sekarang Hotogi Shirayuki telah dibawa kembali ke IU. Riko takut, Ri-Ri tidak akan bisa melihatnya kembali, kecuali dia setuju untuk bergabung dengan IU." jelas Riko.


Mendengar penjelasan Riko, Ryan menutup matanya.


Setelah beberapa saat, Ryan membuka matanya dan menatap Riko. "Katakan padaku, di mana markas IU berada?"


"Apakah Ri-Ri ingin pergi ke markas IU untuk menyelamatkan Hotogi Shirayuki?"


Dengan tegas dan tekad yang kuat, Ryan menjawab, "Tentu saja! Bagaimanapun juga, Shirayuki adalah pacarku! Aku nggak akan membiarkan satu orang pun menyakitinya, bahkan jika itu IU sekalipun!"


"Riko, kamu juga adalah milikku! Jadi, jika kejadian yang sama juga terjadi padamu, maka aku akan menyelamatkanmu, walau nyawa taruhannya!"


Pernyataan Ryan ini membuat hati Riko tersentuh. Ia pun menjadi semakin mencintai Ryan. "Terima kasih …"


"Jadi, bisa kamu berikan informasi mengenai IU padaku?"


Riko mengangkat kepalanya dan melihat langsung mata Ryan. "Sebelumnya, Riko ingin memberikan Ri-Ri sedikit peringatan. Karena Riko tidak mau orang yang Riko cintai mati."


"Dalam IU, ada banyak pengguna Kemampuan Khusus yang lebih kuat dariku. Bahkan, ada orang yang jauh lebih kuat dari Vlad. Orang itu menyebut dirinya, Profesor …"


"Profesor …" Ryan berusaha menanamkan nama itu di dalam ingatannya.


"Profesor adalah pemimpin IU saat ini." Riko tidak menyembunyikannya dan memilih untuk memberi tahu semuanya.


"Satu-satunya alasan mengapa Vlad hanya disebut sebagai orang nomor dua di IU adalah karena Vlad tidak pernah bisa mengalahkan Profesor. Pria itu benar-benar mengerikan."


"Walau Ri-Ri dapat mengalahkan Vlad dengan mudah, Profesor pun dapat melakukan hal yang sama."

__ADS_1


"Riko hanya takut, Ri-Ri tidak sanggup melawan Profesor dan berakhir tewas."


"Riko tentu tidak ingin hal itu terjadi!" Tangan Riko gemetaran sambil menggenggam erat lengan baju Ryan. "Riko tidak ingin sendirian lagi …"


Ryan mengusap-usap kepala Riko dengan lembut. "Aku pasti akan menang, aku janji. Selama ini, aku tidak pernah mengingkari janjiku."


Riko menatap Ryan dengan mata penuh kesedihan. Namun, ia mencoba untuk percaya pada pria yang dicintainya tersebut. "En, Riko akan coba untuk percaya pada Ri-Ri."


Bagaimanapun juga, Ryan sudah menjalani kehidupan yang damai selama satu tahun lebih. Ia pun merasa sudah waktunya mengakhiri liburan panjang ini.


Terlebih lagi, orang yang diculik kali ini adalah pacar pertama Ryan di dunia ini. Tentu saja Ryan tidak sabar untuk menghancurkan organisasi yang telah menculiknya.


Jika tidak ada restriksi untuk membunuh, ia pasti akan melakukan pembantaian di markas IU.


Dengan tubuh mungilnya, Riko kemudian bersandar di samping Ryan dan mendekatkan mulutnya ke telinga Ryan. Hembusan nafas Riko yang hangat membuat telinga Ryan merah.


"Riko akan mengirimkan semua informasi tentang IU ke dalam email Ri-Ri. Riko harap Ri-Ri dapat menyelamatkan Hotogi-san dan kembali dengan selamat."


"Dan jangan lupa untuk membayar biaya informasi yang Riko berikan pada Ri-Ri setelah ini, hehehe …" senyum Riko dengan licik.


Setelah mengatakannya, Riko berbalik dan langsung kembali ke kamarnya.


Ryan tahu bahwa Riko sebenarnya tidak serius meminta biaya jasa informasi. Riko hanya ingin menghibur Ryan dengan candaannya itu.


Di sisi lain, apa yang Riko lakukan merupakan pengkhianatan terhadap IU. Jadi, Riko hanya berpura-pura berkhianat demi uang, bukan demi pria yang ia cintai.


Ryan pun hanya bisa tersenyum setelah mengetahui apa yang Riko pikirkan. Namun, tiba-tiba terdengar suara notifikasi.


Ding


[Nomor Serial 124.888 telah memicu misi sampingan tingkat A+, -Menyerang Organisasi Kriminal IU-]


______________________________________________________________________


Misi : Menyerang Organisasi Kriminal IU


Keterangan :


Menyerang markas IU dan mengalahkan pemimpin IU saat ini.


Hukuman : Tidak Ada

__ADS_1


Hadiah : 20.000 poin


______________________________________________________________________


__ADS_2