
Sama seperti Crimson Denizen yang keberadaannya ditolak oleh dunia, Flame Haze juga memiliki situasi yang sama.
Karena untuk menjadi Flame Haze, Crimson Lord harus memasuki tubuh kontraktor agar mereka dapat memberikan kekuatannya.
Keberadaan Crimson Lord dalam tubuh Flame Haze inilah yang membuat keberadaan Flame Haze juga ditolak oleh dunia.
Oleh karena itulah, Friagne, Sydonay, dan Ryan dapat merasakan kedatangannya.
Tak lama kemudian, dari kejauhan, sebuah api merah menyerupai teratai, terbang menghampiri tempat Ryan berdiri seperti sebuah meteor.
"Api teratai merah?"
Di jembatan Misaki, ekspresi Sydonay yang berdiri di atas rangka besi langsung berubah. "Flame-Haired Burning-Eyed Hunter?!"
Crimson Lord yang tadinya bersikap santai itu pun menjadi sedikit tegang.
Ini adalah hal yang wajar. Mungkin, para Denizen banyak yang tidak tahu banyak mengenai Flame-Haired Burning-Eyed Hunter. Karena jarak antara generasi baru Flame-Haired Burning-Eyed Hunter dengan generasi lama cukup jauh. Walau begitu, Sydonay mengetahui hal ini dengan sangat jelas.
Sebagai Crimson Lord di zaman modern ini, Friagne memang tidak banyak tentang legenda Flame-Haired Burning-Eyed Hunter. Maka dari itu ia sangat merendahkan Shana.
Namun, sebagai Crimson Lord dari zaman kuno hingga sekarang, Sydonay tahu betapa kuatnya Kontraktor Alastor sebelum Shana. Ia menganggap Shana juga sama kuatnya dengan Flame-Haired Burning-Eyed Hunter generasi sebelumnya.
"Aku sungguh tidak berharap untuk bertemu dengan kontraktor Dewa Pembalasan di sini …"
Ekspresi Sydonay mulai semakin serius.
Sesaat kemudian, meteor api merah itu jatuh tepat di samping Ryan. Debu api yang menari mengelilingi tubuh Shana. Rambut api merah nan indah tampak bergelombang terkena hempasan angin.
Melihat Friagne melayang di atas Sungai Mana dan Sydonay berdiri di atas rangka baja jembatan Misaki, Shana bertanya pada Alastor, "Bukankah itu Thousand Changes?"
Alastor dengan berkata dengan serius, "Itu benar. Berhati-hatilah, dia adalah sosok yang kuat dan berpengaruh di kalangan Crimson Denizen."
Jika Friagne termasuk dalam peringkat lima besar Crimson Lord di zaman modern, maka Sydonay masuk ke dalam peringkat lima besar Crimson Lord terkuat di zaman kuno.
Dibandingkan dengan Friagne, Sydonay jauh lebih kuat. Hanya saja, ia sudah tidak seaktif dulu.
Di satu sisi adalah Crimson Lord terkuat di zaman kuno dan modern.
Sedangkan di sisi lainnya adalah manusia misterius dan Flame Haze muda.
__ADS_1
Tidak perlu dijelaskan sisi mana yang lebih unggul. Setidaknya, menurut Alastor, pertarungan ini diperkirakan cukup sulit.
Walau begitu, Ryan dan Shana masih tetap tenang.
"Bukankah kamu sudah berjanji tidak akan ikut campur dalam pertarunganku?" ucap Ryan tanpa melihat ke arah Shana.
Shana juga tidak melihat ke arah Ryan dan berkata, "Aku tidak akan ikut campur. Tapi, jika menurutku kamu akan kalah, aku akan langsung turun tangan."
Setelah perbincangan singkat itu, keduanya tidak berkata apa-apa lagi. Mereka hanya bersiap menantikan pergerakan dua Crimson Lord di depannya.
"Hahahahaha … karena semua sudah berkumpul, mari kita akhiri lelucon ini." ucap Friagne. Ia lalu melihat ke arah Sydonay dan berkata, "Aku mohon bantuanmu untuk melawan Flame-Haired Burning-Eyed Hunter, Thousand Changes …"
"Aku?" Sydonay menyesap rokok di sela jari telunjuknya dan menghembuskan asapnya saat ia berbicara. “Apa kamu yakin? Kamu telah memilih lawan yang sangat tidak menguntungkan buatmu. Jujur saja, ini sangat mengejutkan.”
“Aku tahu itu.” jawab Friagne singkat.
Selain terkenal dengan sebutan Hunter, Friagne juga terkenal dengan sebutan Flame Haze Killer, di mana ia telah membunuh banyak Flame Haze.
Secara logika, jika Friagne harus memilih lawan, tentu saja Friagne seharusnya memilih Flame Haze sebagai lawannya.
Namun, dalam hal ini, Friagne hanya berkata, "Flame Haze dan manusia, di antara keduanya, sudah jelas bukan, pihak mana yang paling lemah. Jadi, aku tidak perlu menjelaskannya lagi padamu.”
Setelah kata-kata tersebut jatuh, tiba-tiba Sydonay meraung, dan seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya menyilaukan. “GROOOAR!”
Di bawah cahaya menyilaukan ini, sosok jangkung Sydonay mulai berubah bentuk dan ukurannya menjadi semakin besar.
Sosok manusia paruh baya sebelumnya, benar-benar menghilang, tergantikan oleh tubuh binatang buas yang terlihat brutal.
Setelah transformasi Sydonay selesai, kini tampak jelas wujud barunya.
Di atas rangka besi jembatan Misaki, berdiri sesosok Chimera yang tergabung dari berbagai binatang buas.
Tubuhnya terdiri atas badan harimau yang sangat besar, kaki elang dengan cakar tajam, sayap lebar kelelawar, dan juga ekor ular yang panjang.
Di kepalanya, terdapat sebuah tanduk panjang yang cukup tajam.
Seperti Chimera dalam mitologi Yunani, sosok ini memiliki ukuran setara dengan rumah satu lantai.
__ADS_1
Di sekitar tubuhnya, Power of Existence yang sangat kuat berkobar seperti api, menyebabkan riak di ruang sekitarnya.
Ini adalah mode bertarung dari Sydonay. Dengan Mantra Tak terbatas yang ia miliki, Sydonay dapat dengan bebas mengubah penampilannya dan menyesuaikannya sesuai situasi pertempuran yang sedang dihadapinya
Oleh karena itu, Crimson Lord ini memiliki julukan Thousand Changes.
Seketika itu, suasana di dalam Fuuzetsu menjadi sangat berat.
Sydonay yang berubah menjadi Chimera, mengarahkan pandangannya ke arah Ryan dan Shana.
“Hati-hati!” suara peringatan Alastor terdengar sangat keras.
Akan tetapi, tepat sebelum Alastor berteriak, Ryan dan Shana telah melompat ke arah kiri dan kanan.
Pada saat yang sama, mulut Chimera itu terbuka. Dari dalam rongga mulutnya, tiba-tiba muncul apa ungu yang terkompresi menjadi sebuah gumpalan bola api besar. Seperti sebuah meriam yang ditembakkan, bola api ungu itu langsung menyembur dengan keras ke depan, dan mendarat di antara Ryan dan Shana.
BOOM
Gumpalan bola api ungu gelap itu langsung menghantam tanah dan memicu ledakan yang kuat, menyebabkan api ungu menyapu seperti gelombang dan mengguncang seluruh tepian sungai Mana.
Shana yang telah melompat tinggi, melihat gelombang api ungu yang menyebar di bawahnya dengan penuh keterkejutan. “Aku tak menyangka serangannya akan sekuat ini!”
Saat sedang bergumam dengan perasaan seperti itu, mendadak Shana merasakan sebuah aura kuat yang muncul tepat dibelakangnya.
Clang
Dalam suara renyah seperti lonceng, cakar elang yang tajam jatuh dengan keras di atas bilah Odachi panas.
Shana dengan sigap berhasil menahan serangan cakar yang datang secara tiba-tiba dengan mengangkat Nietono no Shana ke atas kepalanya.
Setelah itu, Shana dan Sydonay terbang menjauh dari tempat Ryan sambil terus bertukar serangan.
Melihat hal ini, Ryan juga ikut terbang ke langit menggunakan efek Sepatu Talaria. Akan tetapi, Ryan terbang bukan untuk mengejar Shana dan Sydonay.
Ryan kemudian menatap Friagne yang sedang tersenyum ke arahnya dengan senyum ramahnya.
Di sekeliling tubuh Friagne, satu per satu boneka muncul dengan tenang. Jumlahnya yang sangat banyak membuat langit merah terang tertutupi oleh pasukan boneka itu.
Tanpa menunggu kesiapan Ryan, beberapa boneka dari pasukan tersebut langsung meluncur ke arah Ryan.
__ADS_1
Boom