
Mendengar pernyataan Ryan ini, Hecate terdiam dan langsung menghentikan aktivasi kekuatannya.
“Apa?” Sydonay sedari awal sudah tidak begitu setuju dengan cara ini. Dan sekarang, Ryan tiba-tiba berbicara seperti itu. Hal ini membuat Sydonay sedikit menyindirnya. “Mungkinkah kamu takut?”
“Tentu saja aku nggak takut. Aku hanya nggak yakin dia bisa melakukannya.” jawab Ryan.
Bel Peol tersenyum ramah dan berkata, “Hecate adalah wadah yang dapat menampung objek apa pun. Dia memiliki kemampuan untuk berasimilasi dan bergabung dengan objek yang ditampungnya. Selama kamu berasimilasi dengan Hecate, maka semua yang ada di tubuhmu, termasuk jiwamu, akan menjadi milik Hecate.”
“Itulah mengapa aku menyarankannya untuk tidak melakukannya.” ucap Ryan dengan sikap acuh tak acuh.
Melihat ekspresi ketidakpedulian Ryan, Bel Peol mulai mengangkat alisnya dan mau tidak mau merenungkan arti kata-kata Ryan.
Bahkan, orang yang tidak memiliki emosi seperti Hecate, mulai penasaran dengan maksud Ryan. Ia menatap Ryan dan berbisik, “Mengapa?”
“Karena wadahmu terlalu kecil untuk dapat menampung semua yang aku miliki.”
Jawaban Ryan ini, membuat mata Sydonay dan Bel Peol terbelalak.
“Hahahahahaha!” Sydonay tertawa keras dan berkata, “Ini pertama kalinya aku mendengar bahwa wadah Hecate terlalu kecil, lucu sekali!”
Bel Peol juga tersenyum. Meskipun ia tidak tertawa secara langsung seperti yang dilakukan Sydonay, tapi ia juga memiliki pendapat yang sama dengan Sydonay.
Sementara Hecate, dengan nada tanpa emosi berbisik, “Aku bisa menelan Power of Existence sebanyak apapun. Wadahku tidak memiliki batasan sama sekali, jadi ucapanmu sangat tidak berdasar.
Ryan menundukkan kepala dan menatap gadis berukuran setinggi pinggangnya itu. “Mungkin secara ukuran, kamu memang memiliki wadah yang besarnya tidak terbatas. Tapi, bukan berarti jiwamu juga tidak terbatas.”
“Keterbatasan itu akan membuatmu mustahil untuk menelanku.”
Hecate kembali terdiam.
Bukan hanya Hecate. Bahkan Sydonay dan Bel Peol terdiam sembari mengerutkan alis mereka.
‘Itu tidak mungkin! Meski aku tidak mempercayai perkataan manusia itu, tapi sikapnya yang tenang ini sangat tidak wajar, Aku jadi sangat mengkhawatirkan Hecate.’ pikir Sydonay.
Di saat yang sama, Bel Peol juga menaruh kecurigaan pada sikap Ryan. ‘Apakah manusia itu memiliki cara untuk membalik kekuatan Hecate?’
Ketika Sydonay dan Bel Peol jatuh ke dalam pikirannya masing-masing, Hecate mulai membuka mulutnya. “Ukuran wadahku tidak terbatas. Tidak ada yang perna bisa mengisi penuh tubuhku.”
Suara Hecate terdengar seperti berasal dari tempat yang sangat jauh, dan ada sedikit kekosongan di dalamnya.
“Maka dari itu, hatiku juga selalu kosong dan tidak pernah terisi.”
Inilah esensi dari Hecate. Sebagai wadah yang secara teori dapat menampung Power of Existence tanpa batas, Hecate selalu merasa hampa. Selama bertahun-tahun, tidak ada yang bisa memuaskan jiwa dan juga tubuhnya.
Oleh karena itu, Hecate tidak sependapat dengan kata-kata Ryan. Karena hingga saat ini, ia sama sekali belum pernah melihat wadahnya penuh. Apapun itu, tidak peduli seberapa banyak jumlahnya, Hecate dapat menyerap semuanya.
__ADS_1
“Kamu hanyalah manusia. Hal itu tidak mungkin terjadi.” ucap Hecate dengan suara rendah.
Wuuush
Seketika itu, api berwarna biru langit mulai menyala dan membakar tubuh Hecate.
Nyala api itu terlihat sangat murni, seolah-olah sama sekali tidak tercemar oleh apapun.
Saat seluruh nyala api membakar sekujur tubuhnya, Hecate mulai menutup matanya. Api biru langit itu dengan cepat merambat ke tubuh Ryan dan juga membakarnya, hingga akhirnya baik Ryan maupun Hecate sama-sama diselimuti api biru langit.
~***~
Pada saat ini, Hecate dapat merasakan eksistensi yang mengalir seperti air, dan perlahan masuk ke dalam tubuhnya.
Hecate adalah wadah. Oleh karena itu, tahap pertama sebelum asimilasi adalah penyerapan, dimana Hecate akan menyerap hal-hal eksternal dan memasukkannya ke dalam tubuh.
Setelah Hecate menyerap seluruh eksistensi objek yang ia serap, maka semua itu akan diasimilasi dan menjadi milik Hecate.
Ketika Hecate berusaha melakukan asimilasi dengan Ryan, ia mendapati dirinya telah berdiri di suatu tempat.
Sepanjang mata memandang, yang ada di sekelilingnya hanyalah laut hitam tak berujung.
Hecate cukup terkejut dengan pemandangan yang tersaji di depannya. Karena warna laut pada umumnya adalah biru. Akan tetapi, warna laut di sini adalah hitam pekat yang terasa sangat dalam dan juga murni.
"Di mana ini?" Hecate bingung.
Jiwa juga merupakan objek yang akan diserap oleh Hecate. Maka dari itu, Hecate tak ragu mulai melahap lautan tak berujung ini secara perlahan.
BOOM
Seluruh laut hitam tiba-tiba bergetar, menghasilkan ombak besar yang menerjang ke arah Hecate.
Laut yang mengamuk telah menciptakan lautan gelombang yang bergejolak, memungkinkan air laut membengkak di sekitar Hecate dan secara bertahap menjadi pusaran air besar.
Tak lama kemudian, Hecate melihatnya. Ia dapat melihat semua rekaman yang tersimpan di dalam lautan ini.
Ini jelas bukan lautan biasa. Dan air di lautan ini juga bukan air laut biasa.
Di laut hitam ini, setiap tetes air merekam satu hal. Dan itu adalah kematian.
Kematian karena tua, racun, terbakar hidup-hidup, kelaparan, terbunuh, dan lain sebagainya. Semua bentuk kematian itu terekam dalam setiap tetes air laut tersebut.
Bukan hanya kematian manusia saja yang terekam, tetapi juga kematian atas benda, binatang, tanaman, dan segala sesuatu yang bisa mati.
Hecate dengan abai menyerap semua air laut tersebut.
__ADS_1
"!!!"
Jantung Hecate tiba-tiba tersentak.
Dengan menyerap semua air itu, Hecate dapat merasakan kematian dari semua yang terekam dalam air tersebut.
Karena hal itulah, Hecate akhirnya dapat merasakan emosi yang telah dibawa oleh kematian.
Itu adalah emosi yang bernama ketakutan, dan juga keputusasaan.
Alasan mengapa Ryan dapat menanggungnya adalah karena Ryan memiliki Mystic Eye of Death Perception.
Namun, Hecate yang tidak memiliki Mystic Eye of Death Perception malah menyerap tubuh Ryan berserta lautan yang dipenuhi rekaman kematian.
Alhasil, Hecate pun berteriak ketakutan.
~***~
"Aaaaarghhhh!"
Di atas altar, di antara nyala api biru langit, suara teriakan yang sangat keras tiba-tiba terdengar. Akibatnya, nyala api yang mengelilingi Ryan dan Hecate langsung padam.
"!!!"
Perubahan yang mendadak ini membuat ekspresi Bel Peol berubah. Dengan segera, ia langsung bergegas pergi ke dalam altar.
"Hecate!" Tanpa ada keraguan, Sydonay langsung menghampiri tubuh Hecate.
Di sana, Hecate telah terduduk di tanah sembari terus memegangi kepalanya, seolah-olah ia telah mengalami mimpi buruk yang tak terbayangkan, membuat seluruh tubuhnya gemetaran.
Berbeda dengan Hecate, Ryan masih tetap berdiri kokoh dengan rantai yang membelenggunya. Ia hanya menatap Hecate yang duduk di depannya dengan ekspresi tenang.
“Hecate.” Bel Peol berjongkok memeluk Hecate dan dengan cepat bertanya, "Apa yang terjadi?"
Hecate tidak menjawab sama sekali. Ia hanya terus gemetaran sembari memegangi kepalanya. Bahkan ia juga memejamkan matanya dengan erat, seperti orang yang sedang kesakitan dan juga ketakutan.
"Aku tidak mau lagi!"
"Tolong jangan masuk ke tubuhku!"
Penampilan Hecate yang biasanya tampak suci dan tidak memiliki emosi, kini telah berubah 180 derajat. Hal ini membuat mata Bel Peol dipenuhi fluktuasi amarah yang kuat.
Melihat semua ini, Sydonay tak lagi bisa menahan emosinya.
Kreek
__ADS_1
Dengan suara renyah, leher Ryan langsung dicekik oleh tangan Sydonay yang entah sejak kapan telah berubah menjadi tangan harimau.
Kuku-kuku tajam itu perlahan menembus kulit leher Ryan dan membuat darah dari lehernya menetes keluar.