
"Cepat ke arah barat!"
"Ayo cepat! Dia ada di sana!"
Di Seireiden, berbagai macam Crimson Denizen mulai pergi ke arah di mana Ryan telah melakukan pembantaian. Hal ini menyebabkan langkah kaki berantakan bercampur dengan suara teriakan yang kacau membuat suasana lorong menjadi sangat ekstrim.
Namun, ketika tim bantuan mulai bergerak ke arah barat, Ryan perlahan keluar dari belakang sudut lorong di sisi timur.
Ryan terus memantau keberadaan para Crimson Denizen yang bergerak ke arah lain tersebut menggunakan aliran angin. Setelah merasa bahwa mereka semua sudah semakin menjauh, Ryan dengan santai menarik nafas lega, dan melepas tangannya yang sejak tadi memegangi dadanya.
"Sepertinya darah yang mengalir dari lukaku sudah berhenti."
Dengan nilai VIT-nya, ketahanan dan regenerasi tubuh Ryan jelas melebihi manusia biasa.
"Sekarang, sebagian besar Bal Masqué telah berkumpul di sisi lain. Kini aku jadi punya waktu untuk melarikan diri."
Ryan bukan hanya membunuh dan bersembunyi saja di Seireiden. Ia terus berputar-putar di dalam Seireiden memancing banyak Tim sehingga Ryan mulai paham tentang medan di dalamnya.
Pada saat ini, ada jendela di sisi lorong tempat Ryan berada. Hanya saja, di luar jendela, ada tim Crimson Denizen yang menjaga seluruh Seireiden.
Ryan, yang bersembunyi di dekat jendela, melihat keluar jendela dan menatap serius ke satu arah.
Di sana, ada sebuah celah dalam pengepungan.
Melihat celah kecil yang hampir tak terlihat pada pengepungan ini, mulut Ryan perlahan terangkat.
"Ini benar-benar sesuai yang aku harapkan."
Ryan memang tidak hanya sekedar membunuh hanya untuk menunjukkan perlawanan. Tapi ia melakukannya untuk mengurangi jumlah Crimson Denizen yang berjaga di luar gedung.
Setelah Crimson Denizen di dalam Seireiden berkurang, untuk menangkap Ryan secepat mungkin, orang yang mengatur para Crimson Denizen ini pasti akan merekrut Denizen yang berjaga di luar untuk ikut mencari jejak Ryan. Alhasil, jumlah penjaga yang berpatroli di luar akan terus berkurang.
Akibatnya, semakin banyak Ryan terbunuh di Seireiden, semakin banyak Waches yang terus mengisi kembali tim Wanderers demi mengejar Ryan.
Dan hasilnya cukup memuaskan. Seperti yang Ryan sedang lihat sekarang, ada celah dalam penjagaan di luar gedung.
"Ini adalah kesempatanku untuk melarikan diri." gumam Ryan dalam hati sembari perlahan menutup matanya.
Pada titik ini, Ryan hanya memiliki satu kesempatan saja. Jika dia gagal, maka Bal Masqué pasti akan sadar dengan rencana Ryan dan memperketat penjagaan di luar gedung Seireiden.
Oleh karena itu, Ryan terus menyembunyikan diri di sudut jendela, seraya mengeluarkan Prana dari dalam tubuhnya dan mengumpulkannya di bawah kakinya. Ia terus diam dan memejamkan matanya untuk mencari waktu yang tepat.
~***~
Swiiish
Angin malam yang sejuk membawa sedikit debu berhembus melewati Seireiden.
Treasure Tool (Hogu) bernama Seireiden adalah sebuah benteng berjalan yang sangat luas. Benteng ini terdiri atas banyak bangunan yang saling terhubung.
Sebagian besar eksekutif dan staf Bal Masqué, termasuk Trinity, selalu beraktifitas di sebuah kastil yang terletak di pusat Seireiden.
__ADS_1
Dengan kastil sebagai pusatnya, terdapat banyak bangunan tinggi dan megah di sekelilingnya, membentuk kompleks bangunan yang sangat besar.
Skala Seireiden hampir setara dengan kota kecil. Ruang lingkup pencarian yang sangat luas ini membuat Fecor perlu mengirim banyak Crimson Denizen untuk mencari Ryan.
Selain ukurannya yang besar, Seireiden juga memiliki keunikan, yaitu langit yang selalu malam .
Tentu saja, itu bukanlah langit malam yang sebenarnya, melainkan sebuah lapisan penghalang bernama Crypta.
Lapisan penghalang ini mengelilingi seluruh Seireiden, dan memiliki kemampuan untuk menyembunyikan keberadaan serta aura Seireiden.
Dengan penghalang ini, orang luar tidak bisa mendeteksi keberadaan Seireiden.
Dan untuk melarikan diri dari benteng bergerak ini, Ryan perlu menghancurkan penghalang tersebut.
Swiiish
Angin malam yang dingin menerpa lagi dan menimbulkan debu yang lebih pekat.
Di bawah terpaan angin berdebu, banyak Crimson Denizen yang sedang berjaga, memejamkan matanya.
Di saat yang sama, mata Ryan tiba-tiba terbuka. 'Sekarang!'
Swooosh
Di bawah suara membelah langit, sosok Ryan benar-benar berubah menjadi anak panah yang bergegas keluar dari jendela.
Pada saat ini, Ryan telah berakselerasi hingga mencapai batas kecepatannya.
Seperti bulan di atas permukaan air yang gelap, sosok Ryan berubah menjadi seperti ilusi.
Bersamaan dengan badai angin malam bercampur pasir bertiup, Ryan berlari ke satu arah di mana pada titik tersebut, hanya ada satu Crimson Denizen dan puluhan Rinne yang berjaga.
Jadi, ketika Ryan melesat mendatangi para tim tersebut, mereka bahkan tidak memiliki waktu untuk berkedip.
Dalam sepersekian detik, kilatan cahaya belati dingin melintas dengan cepat dan menjadi pemandangan terakhir yang mereka lihat.
Slash
Itu adalah suara tebasan yang sangat rapi.
Di bawah cahaya belati yang tajam, Crimson Denizen dan puluhan Rinne tertebas pada saat yang bersamaan.
"Aaaaaah!"
Jeritan terdengar di langit malam.
"!!!"
Jeritan kesakitan itu membuat tim lain yang ada di sekitar mereka kaget dan membanting kepala mereka untuk melihat sumber suara tersebut.
Segera, semua orang melihatnya. Di sana, potongan daging yang tak terhitung jumlahnya tumpah dari langit dan berubah menjadi api biru samar dan akhirnya menghilang.
__ADS_1
Sesosok bayangan buram berubah menjadi kilatan yang sangat cepat, terbang lurus ke langit bagaikan laser.
Melihat ini, para Waches dan juga Wanderers yang berjaga di luar gedung langsung bereaksi.
"Apakah itu manusia yang dicari?"
"Manusia itu keluar!"
"Tangkap dia!"
"Jangan biarkan dia melarikan diri!"
Satu per satu anggota Bal Masqué marah seraya membuat raungan udara. Mereka kemudian memimpin Rinne yang mereka buat, membentuk pasukan besar, dan mengejar ke arah Ryan.
"Oooooooooooooooh!"
Suara menderu dan teriakan besar terdengar di seluruh Seireiden. Bagaikan kawanan burung, pasukan yang tak terhitung jumlahnya itu satu demi satu terbang ke langit dan mengejar sosok Ryan yang terbang sendirian itu.
Namun sayang, Ryan adalah petarung bertipe kecepatan. Tentu hal ini menyulitkan para Crimson denizen dan juga Rinne yang mengejarnya.
Oleh karena itu, Ryan yang sedang terbang ke langit sama sekali tidak melihat gemuruh yang mengejar di belakangnya.
Saat Ryan terus terbang naik ke atas, Ryan mengangkat matanya dan melihat langit malam.l
Mystic Eye of Death Perception muncul.
Ryan dengan erat memegang belati yang ada di tangan kanannya.
Saat ini, Ryan membutuhkan serangan dengan jangkauan yang besar untuk memecah pemandangan malam. Ryan memerlukan serangan besar untuk memotong garis-garis seperti retakan yang hampir tersebar di seluruh langit malam.
"Flashing Seath: Ten Lives (Senso: Jū no Inochi)!"
Itu adalah tebasan dengan jarak terbesar yang pernah dilancarkan oleh Ryan sejauh ini.
Seolah-olah semua kekuatan disatukan menjadi satu pukulan, cahaya pedang besar tiba-tiba muncul, seperti bulan sabit, menyapu langit malam.
Dengan segera, bulan sabit besar jatuh menghantam langit malam.
Boom
Seperti cermin yang pecah, langit malam yang dihantam langsung oleh bulan sabit besar, berubah menjadi retakan dan akhirnya pecah berkeping-keping.
Setelah langit malam tersebut hancur, langit biru yang luas muncul dalam penglihatan Ryan.
'Aku berhasil!'
Ryan tidak bisa tidak merasa bahagia, dan segera bergegas terbang menuju ke langit biru.
Begitu Ryan hendak keluar dari Crypta, sesuatu tiba-tiba terjadi.
BOOM
__ADS_1
Tekanan yang sangat menakutkan tiba-tiba menyeruak dan menekan seluruh ruang.