
"Aku tidak bisa memberitahukanmu tentang hal ini."
Aria mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Ryan. Pada wajahnya yang imut nan menawan, tampak tatapan mata penuh keseriusan.
"Mereka adalah Organisasi yang menjadi ancaman bagi banyak negara besar. Namun, negara-negara tersebut bersepakat merahasiakan hal ini dari masyarakat luas."
"Jika sampai informasi ini bocor dan terdengar oleh pihak terkait dari negara ini, maka kamu bisa ditangkap."
"Benarkah?" Ryan perlahan mengerutkan dahinya. "Aku jelas nggak mau berurusan dengan biro terkait."
"Akan tetapi, Ibumu telah didakwa atas kejahatan yang tidak ia lakukan. Apalagi, yang menjebaknya adalah sebuah Organisasi berbahaya seperti itu."
"Jadi, apa yang ingin kamu lakukan pada mereka jika kamu berhasil menemukannya?” tanya Ryan dengan serius.
"Tentu saja, tidak perlu ditanya lagi! Aku akan menangkap mereka!" Aria berkata tanpa ragu, "Aku harus menangkap semua pelaku yang telah menyakiti ibuku dengan tuduhan yang tidak beralasan."
"Aku akan membuat mereka mengakui kejahatan yang telah mereka perbuat sehingga Ibuku bisa dibebaskan!"
"Itu artinya, sebagai partnermu, aku juga akan berhadapan dengan mereka.” Ryan menatap Aria dan berkata dengan senyum tipis, "Jadi, kamu nggak punya alasan lagi untuk menolak berbagi informasi mengenai organisasi itu."
Mendengar ucapan Ryan, Aria tak bisa berkata-kata. Ia hanya duduk di sofa dan menatap Ryan dengan sepasang mata merah. "Apakah kamu menyesalinya?"
Akan tetapi, respon Ryan tidak sesuai dengan ekspektasi Aria.
Ryan malah tertawa mendengarnya. Dan ini adalah tawa yang sangat tulus. “Hahahahaha …”
Ryan tiba-tiba berdiri menghadap Aria yang duduk di sofa. Ia lalu menggebrak sofa dengan tangan kanannya dan menyudutkan Aria. Wajah Ryan dan Aria pun menjadi sangat dekat. Bahkan Aria dapat merasakan hembusan nafas hangat milik Ryan.
“Ry-Ryan! A-Apa yang kamu lakukan?! Ma-mau aku lubangi kepalamu?!” ucap Aria dengan suara yang terbata-bata. Ia terlihat panik dan berusaha meraih pistol yang ada di balik punggungnya.
Dengan kecepatan yang tinggi, Ryan menghentikan kedua tangan Aria. Posisi Ryan dan Aria menjadi benar-benar ambigu, seakan Ryan sedang memaksa Aria melakukan tindakan tidak senonoh.
Dengan tatapan serius, Ryan berkata, "Aria, ingatlah ini … Aku nggak akan menyesal atas keputusan yang telah aku ambil.”
“Aku nggak ingin membiarkan gadis seimut kamu berjuang sendirian.”
__ADS_1
“Aku nggak ingin melihat gadis yang aku sukai terluka.”
“Terlebih lagi, aku telah berjanji menjadikanmu sebagai Butei terhebat di dunia. Jika kita dapat meringkus organisasi yang membuat banyak negara takut, bukankah itu sama saja kita menjadi Butei terhebat di dunia?”
Mendengar semua ucapan Ryan, mata Aria sedikit memerah. “I-ini …”
“Jadi, percayalah padaku, Aria …” Perlahan, wajah Ryan semakin mendekat. Bibir mereka berdua pun akhirnya saling bersentuhan.
Aria sangat terkejut dengan aksi Ryan ini. Ia pun berusaha meronta, namun kekuatan Ryan lebih besar. Akan tetapi, lama kelamaan Aria menikmati semua ini.
Setelah beberapa menit, Ryan melepaskan ciumannya.
Wajah Aria kini tampak sangat merona dan juga imut. Melihat Aria seperti ini, Ryan tak dapat menahan deru nafsunya yang telah menggebu-gebu.
Walaupun tubuh Aria tidaklah seksi dan dadanya tidaklah besar, namun Ryan tidaklah mempedulikannya. Bagi Ryan, selama dia adalah wanita cantik, imut dan menawan, ia dapat menerimanya.
Ryan lalu menggendong tubuh Aria dengan gaya princess carry dan membawanya ke kamar. Aria pun hanya bisa terdiam pasrah. Lebih tepatnya, ia juga merasakan apa yang Ryan rasakan.
Mereka pun akhirnya melakukan kegiatan bercocok tanam dengan sangat hebat. Bahkan suara erangan Aria sampai terdengar dari kamar sebelah.
Kinji yang sedang tertidur nyenyak pun terganggu dengan suara ini. “Sepertinya hari ini adalah hari sialku. Tadi pagi aku terjebak dalam drama pengeboman, dan sekarang, aku tidak bisa tidur karena temanku yang busuk ini sedang berolahraga malam!”
Setelah Ryan dan Aria selesai melakukannya, mereka kini terbaring tanpa busana di tempat tidur Ryan dengan keringat yang cukup banyak. Ryan tak menyangka, dengan tubuh yang kecil seperti itu, Aria ternyata menyimpan stamina yang cukup kuat.
Aria yang tidur di dada Ryan, berkata dengan nada yang rendah. “Ryan, kamu tidak akan meninggalkanku kan?”
“Aku nggak akan meninggalkanmu, Aria. Bagaimanapun juga, kita kini telah menjadi partner sehidup dan semati.” jawab Ryan dengan lembut.
“Kapan kamu akan menjelaskan hubungan kita dengan Shirayuki? Apakah dia mau menerimaku?”
Ryan membelai rambut Aria dengan penuh afeksi. “Mungkin ini akan membutuhkan sedikit waktu. Tapi aku akan berusaha meyakinkan Shirayuki mengenai hubungan kita. Jadi, sementara, cobalah untuk merahasiakan semua ini.”
“En …” angguk Aria.
Ryan mendadak teringat kembali mengenai Organisasi Kriminal yang sedang Aria kejar. “Oh ya, kamu masih belum memberitahuku mengenai informasi Organisasi Kriminal yang sedang kamu kejar ini. Setidaknya, beritahu aku apa nama Organisasi tersebut.”
__ADS_1
Mendengar ini, Aria memanjakan diri sejenak, lalu perlahan membuka mulutnya. "IU."
"IU …" Ryan memejamkan matanya sejenak, seakan-akan berusaha menanamkan nama itu dalam-dalam di kepala.
Kemudian, Ryan berkata kepada Aria: "Jadi, pertama-tama, target kita adalah Butei Killer."
Aria tampak bingung dengan ucapan Ryan.
Melihat Aria seperti ini, Ryan tersenyum dan mencoba menjelaskannya lebih detail. "Untuk bisa menggali informasi lebih dalam mengenai IU, kita harus menangkap Butei Killer. Selain demi menggali informasi, tertangkapnya Butei Killer akan membuat Ibumu dibebaskan.”
“En …” Aria tersenyum dengan sangat imut mendengar rencana Ryan.
Tentu saja, Ryan bersedia melakukan semua ini, bukan hanya demi Aria, namun juga demi misi.
‘Keberadaan Organisasi kriminal bernama IU ini, bisa jadi adalah target Misi Tersembunyi dari Reincarnation Room.’
‘Dan mungkin, di dalam IU, ada seorang kriminal yang bukan seorang manusia.’
Dalam setahun ini, Ryan sudah berusaha mencari penjahat non-human untuk menyelesaikan misi ketiganya. Namun Ryan tidak menemukannya. Maka dari itu, keberadaan IU adalah angin segar bagi Ryan.
‘Selain itu, di sana juga kemungkinan memiliki banyak anggota yang memiliki Kemampuan Khusus. Jadi aku juga bisa sekalian mengambil sampel darah mereka dan menyelesaikan misi keempat.’ pikir Ryan.
Ryan bisa saja mengambil sampel darah Kinji, Shirayuki, dan orang-orang berkemampuan khusus lainnya di SMA Butei. Tapi, melakukan hal tersebut bisa membuatnya dicap sebagai seorang kriminal. Oleh karena itu, sampai hari ini ia belum menyelesaikan misi keempat.
Memikirkan hal ini, Ryan benar-benar ingin tertawa keras. Tapi ia menahannya.
Tak terasa, pagi hari pun tiba. Aria membangunkan Ryan yang sedang tidur disampingnya untuk membuatkannya makanan.
Ternyata Aria tidak bisa memasak. Ia pun merengek-rengek seperti anak SD karena perutnya sudah sangat lapar. Terlebih lagi, mereka telah bercocok tanam dengan durasi yang cukup lama. Jadi wajar saja jika Aria sangat kelaparan.
Ryan akhirnya bangun sambil menguap dan segera membuat sarapan.
‘Kenapa aku merasa seperti sedang merawat seorang anak SD?’ batin Ryan sambil mengoleskan selai pada Roti panggang yang telah ia buat.
Akan tetapi, Ryan cukup senang melihat senyumannya saat Aria memakan roti panggang buatannya.
__ADS_1
Pada saat Ryan dan Aria keluar dari kamar Asrama untuk berangkat ke sekolah, di saat yang sama, pintu kamar sebelah juga terbuka.
“Eh?” Kinji yang baru keluar dari kamarnya sambil menguap tiba-tiba membeku begitu melihat Ryan dan Aria keluar dari kamar asrama. Tampak lingkar mata seperti panda pada sekeliling mata Kinji.