Reincarnation Room

Reincarnation Room
Star Room


__ADS_3

"Selama kamu menjadi murid wanita tua ini, aku tidak akan membatasi kebebasanmu. Aku hanya akan mengajarimu teknik bela diri."


"Jika kamu membuat banyak kemajuan, maka secara alami wanita tua ini akan sangat senang."


"Selama kamu bisa menjadi lebih kuat, wanita tua ini bisa mengajarkan apa saja padamu."


Semua ini Fan Xinglou lakukan bukan untuk orang lain, tapi untuk dirinya sendiri.


Pada dasarnya, Fan Xinglou adalah orang yang sangat egois. Ia tidak mempedulikan apapun kecuali keinginannya.


Setelah mengatakan semua itu, Fan Xinglou tiba-tiba menghentikan langkahnya. Ia menghadap ke sebuah pintu yang ada di sampingnya dan membukanya.


Kreak


Dari balik pintu, muncul sebuah ruangan yang mirip ruang latihan.


Fan Xinglou kemudian masuk ke dalam ruangan tersebut. Melihatnya masuk, tanpa sadar Ryan juga mengikutinya.


Namun, saat Ryan melangkah masuk tubuh Ryan tiba-tiba terasa sangat berat.


Boom


Gaya gravitasi yang sangat mengerikan menekan tubuh Ryan dengan dahsyat ke tanah. Tubuh Ryan pun dipenuhi rasa sakit yang hebat.


"Ughh!" 


Ryan menggertakkan giginya menahan rasa sakit yang ada dan melihat ke arah depan.


Di sana, Ryan melihat Fan Xinglou tampak baik-baik saja seakan tidak terpengaruh gaya gravitasi ruangan ini. Ia berdiri diam di sana dan tersenyum nakal sambil menyaksikan Ryan yang terkapar di tanah.


"Apa kamu baik-baik saja? Kekuatan gaya gravitasi di dalam Star Room ini dapat menghancurkan batu."


"Tapi tentu saja orang biasa tidak akan memicu fenomena ini ketika mereka masuk."


Fan Xinglou berkata dengan suara lembut, "Fenomena ini hanya akan mempengaruhi orang yang memiliki Prana, yaitu Genestella."


"Kecuali kamu dapat sepenuhnya mengontrol aliran Prana dan dengan bebas mengendalikannya, maka kamu dapat menghentikan fenomena yang memicu gaya gravitasi Star Room."


Mendengar penjelasan Fan Xinglou, Ryan akhirnya mengerti maksud dari semua ini.


"Ya, tempat ini adalah tempat yang akan kamu gunakan untuk melatih kontrol Prana."


Fan Xinglou dengan dingin mendengus pada Ryan. "Hump! Kamu sebenarnya bibit yang bagus, akan tetapi kontrol Pranamu masih terlalu kasar."


"Kamu masih belum bisa menggunakannya dengan cermat sehingga Prana dalam dirimu hilang sepanjang waktu dan terbuang sia-sia."


"Kamu juga tidak tahu seberapa besar kekuatanmu. Kamu benar-benar seperti bayi yang baru lahir, sangat kacau."


Ryan hanya bisa tersenyum dalam hatinya mendengar penilaian Fan Xinglou. Karena apa yang dikatakannya memang benar. 


Ryan baru saja menjadi Genestella dengan bantuan sistem. Bisa dibilang, Ryan memang baru terlahir sebagai Genestella.


"Star Room ini sangat sensitif dengan pergerakan Prana. Jika kamu bisa mengendalikan Prana sedikit demi sedikit, maka gaya gravitasi di dalam Star Room akan berkurang."


"Jadi, untuk saat ini, kamu tinggallah di sini dan terus berlatih untuk mengendalikan Pranamu sendiri." 


Setelah mengucapkannya, Fan Xinglou langsung pergi meninggalkan Ryan yang sedang mengerang kesakitan sendirian di dalam Star Room.


"Sepertinya saat ini aku nggak memiliki waktu untuk beristirahat!" gumam Ryan sambil berusaha mengendalikan aliran Prana dalam tubuhnya.

__ADS_1


~***~


Kuil Naga Kuning, ruang audiensi.


Di sinilah Fan Xinglou biasanya menangani pekerjaannya.


Sebagai Ketua OSIS Institut Ketujuh Jie Long, Fan Xinglou memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Meskipun itu semua hal biasa, Fan Xinglou cukup menikmatinya.


Saat ini, di ruang audiensi, sudah ada orang yang menunggu kedatangan Fan Xinglou di sana.


Dia adalah seorang murid yang mengenakan seragam dari Jie Long.


Perawakannya agak mungil, berpenampilan lembut dan lurus serta berambut panjang. Ia terlihat cukup cantik dan terlihat seperti gadis yang imut.



Namun, murid ini adalah pria yang menduduki peringkat kelima dalam Named Charts Institut Ketujuh Jie Long, Zhao Hufeng.


Dia juga adalah murid langsung ketiga Fan Xinglou dan memiliki julukan Tenka Musou. 


Walau Zhao Hufeng terlihat seperti gadis pendek dan lucu, akan tetapi ia memiliki kekuatan yang cukup tinggi.


Di kota akademi Asterisk, Zhao Hufeng dikenal sebagai murid dengan kecepatan paling tinggi di antara sekolah lainnya.


Selain itu, murid Fan Xinglou terbagi menjadi dua faksi. 


Faksi pertama adalah Faksi Kayu yang berpusat pada Taijutsu. Sedangkan faksi lainnya adalah Faksi Air, dimana faksi ini berkonsentrasi pada Seisenjutsu dalam latihannya.


Zhao Hufeng adalah pemimpin dari Faksi Kayu. Di antara murid Fan Xinglou, selain ia adalah murid nomor satu, Faksi Kayu adalah yang terkuat. 


Selain sebagai murid Fan Xinglou, ia juga membimbing murid-murid Jie Long lainnya yang berada dalam Faksi Kayu. Ia mengajarkan berbagi Taijutsu yang telah ia pelajari.


Tujuan Zhao Hufeng melakukan semua ini benar-benar murni. Ia tidak ingin membuat gurunya terbebani dengan semua pekerjaan ini.


Dalam keadaan seperti itu, Zhao Hufeng dengan tenang dan sabar menunggu kedatangan Fan Xinglou di ruang audiensi.


Tak lama kemudian, Fan Xinglou akhirnya tiba.


Melihat sang guru telah tiba, Zhao Hufeng segera berjongkok dengan satu lutut dan memberi salam penghormatan ala China ke arah Fan Xinglou.


"Oh, Hufeng, ternyata kamu sudah datang." ucap Fan Xinglou kepada Zhao Hufeng dengan senyum polosnya, "Maaf, maaf, aku terlambat."


"Saya sudah mendengarnya." Zhao Hufeng berkata dengan nada hormat, “Guru tampaknya telah membuka ujian penerimaan bagi murid baru Jie Long yang ingin menjadi murid Guru.”


“Ya, itu benar.” Fan Xinglou mengangguk.


“Hari ini adalah hari pertama sekolah. Maka dari itu, akan ada banyak murid baru yang masuk. Aku berpikir bahwa mungkin saja ada bibit yang bagus di antara mereka.”


“Memikirkan hal itu, wanita tua ini pun sangat bersemangat dan tidak sabar untuk menguji mereka.” senyum Fan Xinglou.


“Tapi, tidak peduli bagaimana Guru mengatakannya, murid baru yang baru saja mendaftar sepertinya tidak akan berhasil melewati ujian yang Guru berikan!” 


“Bahkan murid senior pun tidak berani mengikutinya, apalagi para murid-murid baru itu! Ini terlalu sulit untuk mereka.” ucap Zhao Hufeng sambil terus berlutut.


Sebagai murid langsung ketiga Fan Xinglou, yang juga dipuji sebagai murid tercepat di Enam Sekolah, Zhao Hufeng mengakui bahwa jika Fan Xinglou benar-benar serius, maka dirinya pun tidak akan bisa menyentuhnya.


Selain itu, Fan Xinglou memiliki Mantra yang disebut Teknik Ground Shrink, yang juga dapat mendistorsi ruang sampai batas tertentu. 


Karena itu, murid Fan Xinglou sejauh ini hanya ada sekitar 50 orang. Dibandingkan dengan murid Jie Long, jumlah ini sangatlah sedikit..

__ADS_1


Namun, tidak diragukan lagi bahwa mereka yang bisa menjadi murid Fan Xinglou semuanya adalah jenius yang langka. Dan mereka semua dapat menggunakan teknik yang diajarkan Fan Xinglou hanya dalam beberapa sesi pelatihan.


Dalam hal ini, orang-orang yang ingin menjadi murid Fan Xinglou sangatlah banyak. Namun hanya sedikit orang yang dapat melewati ujiannya. Ini terbukti dari jumlah murid yang Fan Xinglou miliki dalam tiga tahun hanya sekitar 50 orang.


Oleh karena itu, Zhao Hufeng telah terbiasa mendengar keluhan Fan Xinglou tentang tidak adanya murid yang berhasil melewati ujiannya.


Namun, tepat setelah Zhao Hufeng berkata demikian, Fan Xinglou menunjukkan senyuman bahagia.


“Tidak, kali ini ada seseorang berhasil lulus.”


“Ada orang yang berhasil lulus?!” Zhao Hufeng sedikit terkejut. "Dengan kata lain, apakah Guru menerima murid baru?"


“Benar.” Fan Xinglou berjalan ke kursi yang menyerupai singgasana.


Fan Xinglou lalu melompat dan duduk sambil terus tersenyum bahagia. “Ini adalah bibit yang sangat aneh. Jika aku melatihnya dengan baik, mungkin dia bisa mengejar ketertinggalannya dengan Xiaofei."


“Ini?!” Zhao Hufeng tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut.


‘Ini tidak mungkin.’ batin Zhao Hufeng.


Sebagai murid Fan Xinglou, Zhao Hufeng tahu persis siapa yang disebut oleh Fan Xinglou itu.


Wu Xiaofei, di adalah murid nomor satu Fan Xinglou.


Di Jie Long, hanya ada satu orang yang bisa bertindak sebagai lawan latihan Fan Xinglou. Walau Fan Xinglou tidak pernah serius saat melawannya, tapi ia cukup puas dengan perkembangannya.


Bahkan Zhao Hufeng tidak berpikir ia bisa menang melawan Kakak Seperguruannya itu.


Bahkan, murid langsung Fan Xinglou lainnya juga tidak ada yang bisa mengalahkan Wu Xiaofei, terkecuali Fan Xinglou sendiri.


“Bisakah dia mengejar Kakak Pertama?” Zhao Hufeng dengan cepat bertanya, "Mungkinkah dia adalah seorang jenius yang langka?"


Mendengar ucapan Zhao Hufeng, Fan Xinglou langsung menggelengkan kepalanya. “Tidak, anak itu jelas bukan jenius.”


“EH!” Zhao Hufeng terkejut lagi.


Melihat ekspresi muridnya itu, Fan Xinglou menyeringai dan berkata, “Bakat alaminya sangat biasa, dan akarnya juga tidak bagus.” 


“Jika dia seorang praktisi bela diri, walau dia sudah berlatih selama sepuluh tahun pun, dia tidak akan lebih baik darimu, apalagi mengejar Xiaofei.”


“Bagaimana mungkin Guru menerima murid seperti itu?” Zhao Hufei tampak bingung.


Tak lama kemudian, Zhao Hufei menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak, tidak … bukan begitu! Yang lebih aneh adalah mengapa bakat biasa seperti itu bisa melewati tantangan Guru?"


“Itulah yang aneh.” Fan Xinglou berkata dengan penuh ketertarikan, “Bakatnya sangat biasa, tetapi kualitas fisik bocah itu sangat bagus. Teknik pengendalian Prananya sangat kacau, namun dia memiliki kecepatan yang melebihi dirimu, Hufeng …”


"Lebih cepat dariku?" Zhao Hufeng mengangkat alisnya.


Fan Xinglou lalu melanjutkan perkataannya. "Yang lebih anehnya lagi, adalah teknik yang digunakan oleh anak itu. Ia tampaknya menggunakan semacam teknik membunuh, dan ia sangat ahli dalam menggunakannya." 


"Seharusnya bakat seperti itu tidak mungkin dimiliki oleh orang biasa, akan tetapi dia bisa menggunakannya hampir sempurna, seolah-olah dia dilahirkan untuk menjadi pembunuh."


“Intinya, jika dia belajar teknik bela diri, aku yakin anak itu tidak akan bisa menguasainya dengan sempurna seumur hidupnya." 


"Namun, jika itu terbatas pada teknik membunuh, dia adalah seorang jenius."


Padahal Fan Xinglou dan Ryan baru saja bertemu, namun Fan Xinglou dapat memahami Ryan dalam waktu yang singkat 


"Aku jadi sangat menantikannya. Sampai sejauh apa tingkatan yang bisa dicapai murid baruku itu." ucap Fan Xinglou sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2