
Walau Ryan telah resmi menjadi murid Fan Xinglou ke-52, tapi Ryan tetap tinggal di dalam Star Room.
Dan di bawah pengaturan Fan Xinglou, Ryan menjalani beberapa latihan yang ketat.
"Meski kamu berpengalaman dalam Teknik Membunuh, tapi kamu tidak dapat menggunakan tubuhmu dengan baik."
"Selain itu, cara menggunakan kekuatanmu masih belum sempurna, dan juah perpindahan antara gerakan satu ke gerakan lainnya masih kasar. Jelas sekali kamu mempelajari semua ini sendiri."
"Agar kamu bisa berkembang, kamu harus meningkatkan ketiga kekuranganmu itu. Dengan begitu, Teknik membunuhmu akan dapat jauh berkembang." jelas Fan Xinglou.
Untuk itu, Fan Xinglou menyiapkan dua Immortal Tool sebagai lawan latih tanding Ryan.
Dan seperti sebelumnya, Immortal Tool yang diberikan Fan Xinglou adalah sosok raksasa kayu.
Hanya saja, kali ini, Fan Xinglou melarang Ryan menggunakan Mystic Eyes of Death Perception. Ryan hanya diperbolehkan menggunakan Teknik miliknya untuk bertarung dengan kedua Immortal Tool ini.
Setelah melakukan pertarungan dengan kedua raksasa itu, Ryan akhirnya sadar bahwa mereka tidak dapat dikalahkan dengan cara biasa.
Hanya dengan menggunakan Prana dalam menyerang barulah serangan Ryan berefek pada kedua Immortal Tool tersebut
Selain itu, Ryan juga harus tetap menjaga kontrol Prananya. Jika tidak, maka gaya gravitasi di dalam ruangan akan menekan tubuh Ryan. Dan ini juga turut menyulitkan Ryan.
Akhirnya, Ryan tidak lagi menyerang kedua Immortal Tool secara sembarangan. Ia memilih untuk terus menghindar sembari terus mengamati gerakan mereka.
Selain itu, Ryan mulai belajar mengatur aliran energi dalam tubuhnya sehingga ia dapat mengatur output serangannya secara fleksibel dan juga presisi.
Ryan juga terus-menerus melatih Teknik Membunuh Nanaya agar di setiap pergantian gerakannya tidak lagi kasar.
Dan semua ini hanyalah latihan pagi Ryan.
"Kamu memiliki bakat dalam hal Taijutsu. Akan tetapi, aku menilai kamu tidak memiliki bakat yang bagus dalam memanipulasi Prana, jadi aku tidak akan mengajarkanmu Seisenjutsu."
"Maka dari itu, aku ingin kamu terus mengembangkan kekuatanmu dan terus berlatih Teknik Membunuh. Membunuh adalah satu-satunya bakatmu, jadi membuangnya adalah sebuah kebodohan."
Setelah mengatakan ya, Fan Xinglou memberi Ryan sebuah Gulungan.
Dalam Gulungan itu, ada banyak teknik bela diri yang sangat bagus dengan serangan mematikan. Bisa dibilang, teknik dalam gulungan ini adalah kumpulan Teknik Membunuh.
__ADS_1
Ini bukan sesuatu yang aneh.
Meskipun saat ini banyak orang menjunjung hak asasi manusia dan tidak menganjurkan pembelajaran teknik yang digunakan untuk membunuh, bukan berarti teknik tersebut tidak ada.
Seperti halnya Integrated Enterprise Foundation, mereka diam-diam mendirikan sebuah kelompok tempur yang bertanggung jawab atas pekerjaan kotor dan gelap. Tentu saja teknik yang dipelajari orang-orang ini adalah Teknik Membunuh.
Apalagi di era sebelumnya, tujuan ilmu bela diri tidak begitu murni.
Oleh karena itu, sebagai Monster Immortal yang hidup selama ribuan tahun, Fan Xinglou juga mahir dalam semua jenis teknik bela diri yang mematikan.
Pelatihan Ryan pada siang hari adalah mempelajari gerakan yang ada dalam Gulungan tersebut. Dengan begitu, Ryan dapat menggunakan dan memodifikasi teknik tersebut sesuai dengan gaya Ryan.
"Tentu saja, latihan saja tidak cukup. Jika kamu benar-benar ingin menjadi lebih kuat, maka kamu harus bertarung."
"Berdasarkan keadaanmu sekarang, aku akan mengatur lawan untukmu. Kamu tidak perlu bersikap sungkan. Meskipun kamu membunuh lawan latihanmu, aku tidak mempermasalahkannya."
Untuk alasan ini, Fan Xinglou memerintahkan Ryan pergi ke salah satu ruangan di Kuil Naga Kuning hampir setiap hari.
Ruangan ini adalah sebuah kantong dimensi. Setiap Ryan memasuki ruangan ini, Ryan selalu berada di dunia yang berbeda. Ia pun diharuskan menghadapi lawan-lawan mengerikan dan berjuang mati-matian untuk tetap hidup.
Beberapa lawan yang Ryan hadapi adalah makhluk mengerikan yang hidup di pegunungan dalam dan hutan tua.
Kadang Ryan juga pernah melawan beberapa Immortal Tool yang telah lama tertidur di dalam Kuil Naga Kuning.
Bahkan, Ryan pernah dikirim ke sebuah medan pertempuran yang mengharuskan Ryan membantai semua orang di sana.
Hampir setiap hari, Ryan selalu dalam keadaan hidup dan mati. Jika Ryan tidak berhati-hati, ia benar-benar akan kehilangan nyawanya.
Apalagi, dalam latihan ini, Fan Xinglou dengan tegas melarang Ryan menggunakan Mystic Eye of Death Perception, sehingga Ryan berada di bawah tekanan yang sangat berat.
Akan tetapi, Ryan juga paham bahwa tekanan ini memang dibutuhkan agar ia bisa berkembang.
Untuk menu latihan Ryan di sore hari, Fan Xinglou memfokuskan pada pengendalian Prana.
Inilah alasan mengapa Ryan tetap tinggal di Star Room. Ruangan ini sepenuhnya menjadi kamar pribadi Ryan.
Berdasarkan ajaran Fan Xinglou, Ryan harus mengatur bisa nafasnya saat tidur. Sehingga, saat Ryan tidur, ia bisa terus melakukan Teknik Pernapasan tersebut sampai tubuhnya benar-benar mengingatnya dan dapat beroperasi secara tidak sadar.
__ADS_1
Menurut Fan Xinglou, metode latihan ini memiliki efek yang sama dengan meditasi, dan juga dapat memperlancar aliran Prana yang ada di dalam tubuh.
Teknik Pernapasan ini agak mirip dengan Teknik Pernapasan Tenaga Dalam yang ada di dunia asli Ryan.
Tentu saja, latihan semacam ini jauh lebih sulit daripada berlatih Teknik Membunuh.
Tapi untungnya, dengan bantuan Star Room, Ryan dapat menyesuaikan pernapasan dengan aliran Prana dalam tubuhnya untuk menemukan ritme yang tepat.
Dengan cara ini, Ryan melewati hari demi hari untuk berlatih sesuai arahan dan jadwal yang diatur oleh Fan Xinglou.
Dan tanpa terasa, Ryan telah menjalani semua itu selama satu bulan penuh.
~***~
Kuil Naga Kuning, Ruang Genbu.
Ruangan ini sangatlah luas dan sedikit remang-remang. Ada banyak pilar batu yang berdiri di ruangan ini
Langit-langit ruangan ini juga luar biasa tinggi.
Terlihat lantai ruangan ini tampak telah diinjak berkali-kali sehingga banyak lantai yang hancur dan lapuk.
Karena pencahayaan yang kurang, bagian dalam ruangan ini tampak gelap. Cahaya yang menempel pada pilar batu saja tidak cukup menerangi setiap sudut ruangan.
Ruang Genbu ini adalah salah satu ruang latihan favorit Fan Xinglou.
Di ruangan ini, ada dua sosok yang sedang bertarung sengit.
Salah satunya adalah Ryan. Dan orang yang menjadi lawannya adalah Zhao Hufeng.
Saat ini, kedua Genestella bertipe kecepatan ini saling bertarung dengan sangat cepat hingga menimbulkan efek Aurora dan meninggalkan banyak After Image hampir di setiap sudut ruangan.
"Haaaaat~"
Zhao Hufeng, dengan teriakannya yang nyaring, bergegas maju seperti angin dan menyerang Ryan dengan ganas.
Pukulan, tendangan, sikutan, dan serangan telapak tangan. Semua Zhao Hufeng lakukan dalan serangannya.
__ADS_1
Zhao Hufeng telah lama berlatih bela diri. Bahkan dalam urusan Taijutsu, ia hampir menggapai puncaknya. Maka dari itu, ia memiliki serangan cepat dan keras yang membuat udara bergetar dalam setiap serangannya.