Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kedekatan Ryan dan Cecily


__ADS_3

Di ruangan yang telah porak-poranda ini, Cecily yang sedang berbaring di tanah menyeringai. "Hahaha … sudah lama aku tidak bertarung seperti ini."


"Meski kamu baru bergabung, tapi kamu sudah mampu mengimbangiku."


"Andai saja kamu bergabung saat aku bersama Zhao Hufei baru bergabung, mungkin kamu sekarang dapat bersaing seimbang dengan Kakak Senior Pertama." ucap Cecily dengan nada sedikit sedih.


“Tapi dalam urusan bercocok tanam, Kakak masih belum mampu mengimbangiku. Bahkan di ronde keempat, Kakak sudah meminta ampun karena sudah nggak sanggup lagi, hehehehe …” canda Ryan yang sedang berbaring di sisi lain.


Mengingat kejadian itu, wajah Cecily menjadi merah padam. Ia pun menutup wajahnya dengan kedua tangannya sambil menggelengkan kepalanya. “Ugh … tolong jangan bahas itu lagi, Ryan-kun.”


Ryan menoleh ke arah Cecily Wong dan berkata lembut. “Kakak sangat imut kalau bertingkah seperti itu.”


“Hau~” Asap putih yang panas mulai keluar dari kepala Cecily. Ini adalah pertama kalinya ia mendapat pujian dari seorang lelaki. Apalagi, dengan sikapnya yang menyebalkan, banyak pria yang menjauhinya.


Setelah puas menggoda Cecily Wong, Ryan mengganti topik pembicaraannya. “Oke-oke, mari kita ganti topik.”


“Berdasarkan cerita Kakak dan juga Kakak Senior Zhao, Kakak Senior Pertama sangatlah kuat. Apakah itu benar?"


Mendengar pertanyaan Ryan, Cecily yang tadi bersikap malu-malu akhirnya kembali normal dan menjawab pertanyaannya. “Tentu saja, Kakak Senior Pertama sangatlah kuat. Bahkan ketika aku melawannya bersama Hufeng, kami sama sekali tidak memiliki peluang untuk menang."


“Bahkan Kakak yang telah bekerja sama dengan Kakak Senior Zhao Hufeng nggak memiliki peluang untuk menang?” Ryan terkejut.


Di mata Ryan yang telah bertarung melawan Cecily Wong dan juga Zhao Hufeng, mereka berdua adalah lawan yang cukup kuat. 


Terlebih lagi, hasil latih tanding antara Cecily Wong dan Ryan berakhir seimbang. Ini menandakan, secara nilai atribut, mereka berdua setara dengan Ryan.


“Ini bukanlah hal yang aneh. Aku dan Hufei menjadi murid Guru tiga tahun yang lalu. Pada saat itu, Guru juga baru saja masuk ke Jie Long.” 


“Tapi, Kakak Senior Pertama adalah murid Guru sebelum Guru datang ke Jie Long.”


“Guru berkata bahwa Kakak Senior Pertama itu sangat jenius. Ia memiliki bakat bela diri di atas Hufeng, dan bakat Seisenjutsu di atasku.”


“Dengan fakta bahwa Kakak Senior Pertama telah lebih lama berlatih bersama Guru dibanding kami, bisa dibayangkan betapa kuatnya dia saat itu.” jelas Cecily.


Menurut konsep bela diri Timur, untuk menjadi seorang praktisi bela diri yang hebat, sebaiknya orang tersebut memulai latihannya sejak masih kecil untuk meletakkan dasar yang kokoh.


Wu Xiaofei telah mengikuti Fan Xinglou sejak ia muda. Jadi sudah dipastikan bahwa Wu Xiaofei telah membuat dasar yang kokoh. Ditambah dengan bakat alaminya, pertumbuhan Wu Xiaofei pun berkembang dengan pesat.

__ADS_1


"Singkatnya, Kakak Senior Pertama sama sekali tidak sejajar dengan kita!"


Nada bicara Cecily terlihat enggan untuk mengatakan hal ini, tapi itulah kenyataan yang ada.


Walau begitu, Cecily Wong tampak semakin termotivasi. “Tapi itu tidak menyurutkan motivasiku untuk meraih impianku!"


"Impian?" tanya Ryan penasaran.


"Aku hanya memiliki dua impian yang ingin aku raih. Yang pertama adalah aku ingin suatu saat nanti dapat melampaui Kakak Senior Pertama dalam hal Seisenjutsu."


"Sedangkan yang kedua adalah aku ingin bisa melampaui Guru dan mengalahkannya!"


Ucapan Cecily Wong ini membuat Ryan menyadari sisi lain dari Kakak Seniornya itu. 'Aku nggak nyangka, dibalik sifatnya yang malas dan acuh itu, ternyata dia menyimpan ambisi yang cukup besar. Terlebih lagi, keinginan untuk mengalahkan Fan Xinglou, itu adalah ambisi yang sangat besar dan sulit.'


Setelah memikirkan semua itu, Ryan tersenyum. ia kemudian bangkit dan berjalan ke arah di mana Cecily Wong terkapar.


"Adik seperguruan akan selalu mendukung Kakak untuk meraih mimpinya." ucap Ryan sambil mengulurkan tangannya ke Cecily Wong.


Mendengar ini, Cecily juga tertawa sambil mengulurkan tangannya dan meraih tangan Ryan.


Setelah Cecily berdiri dengan bantuan Ryan, mereka saling memandang dan tertawa.


~***~


"Hehehehe."


Di ruang audiensi, Fan Xinglou melihat ke layar transparan yang melayang di depannya sambil menggenggam erat kedua tangannya.


"Tampaknya mereka sekarang dapat bekerja sama dengan baik. Bahkan hubungan mereka semakin dekat."


"Aku sangat menantikan performa seperti apa yang akan mereka tunjukkan nanti, hahahaha …"


Dalam tawa itu, ada kepuasan dan juga ada keinginan bertarung yang kuat.


"Ini adalah era yang menarik. Dengan banyaknya bibit yang sangat bagus ini, aku tidak menyesal memilih datang ke Jie Long lebih awal."


Bagi Fan Xinglou, tidak ada hal yang lebih menarik selain bertarung.

__ADS_1


Orang-orang selalu menganggap bahwa sebelum Invertia, tidak ada yang namanya kekuatan super. Namun, setelah dunia berubah, mulai muncul manusia jenis baru yang disebut Genestella.


Nyatanya, sejak jaman dahulu, dunia telah menyambut Invertia berkali-kali. Hanya saja, saat itu skalanya tidak sebesar Invertia terakhir. 


Karena Invertia sudah pernah terjadi sebelumnya, itu artinya Mana yang dibawa oleh Invertia sudah ada di Bumi sejak jaman dahulu.


Alhasil, kelahiran Genestella tak terhindarkan.


Di era Fan Xinglou, keberadaan Mana sangat langka.


Oleh karena itu, kelahiran Genestella sangatlah sulit, dan jumlahnya sangat sedikit sehingga banyak masyarakat yang tidak menyadari keberadaan mereka.


Para Genestella jaman kuno ini ada yang sengaja menyembunyikan kekuatannya, dan ada yang memperlihatkannya pada masyarakat luas.


Karena kekuatan ajaib yang mereka miliki, banyak yang menganggap mereka sebagai mitos.


Orang Timur menyebut Genestella sebagai Immortal. Sedangkan bagi orang Barat, mereka menyebut Genestella sebagai Penyihir. 


Dan Fan Xinglou adalah salah satunya.


Dengan mengandalkan latihan selama bertahun-tahun, Fan Xinglou akhirnya mencapai titik di mana orang-orang menyebutnya Immortal. 


Milenium demi milenium pun sudah Fan Xinglou lewati. Namun, selama itu, ia sama sekali belum bertemu lawan yang sepadan.


Hingga akhirnya, Fan Xinglou menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, terjadinya Invertia berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di abad ke-20.


Sejak saat itu, mulai lahirlah Genestella-Genestella baru dalam jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.


"Di era ini, keberadaan Mana sangatlah kaya. Banyak orang berbakat lahir satu demi satu. Jika aku melatih merek dengan baik maka saat tubuh ini dewasa, aku tidak perlu khawatir untuk bosan."


Mata Fan Xinglou terlihat terbakar emosi yang membara.


Mengingat hal ini, Fan Xinglou sama sekali tidak akan membedakan antara yang baik dan yang jahat. Akan tetapi ia hanya akan melihat bakat alami seseorang dan mengajarinya Bela Diri muridnya tanpa syarat apapun.


Tujuannya hanya untuk membuat mereka semakin kuat. Dan itu termasuk Ryan.


"Apakah lebih baik memberikan Itu padanya?" gumam Fan Xinglou yang masih dengan senyum polosnya

__ADS_1


__ADS_2