Reincarnation Room

Reincarnation Room
Konser Idol


__ADS_3

Kota Akademi Asterisk secara garis besar dibagi menjadi Distrik Luar dan Distrik Pusat.


Distrik Luar sendiri terdiri atas kawasan perumahan yang menjadi tempat tinggal warga kota, kawasan pelabuhan, dan juga enam sekolah. Sarana transportasi utama di distrik ini adalah kereta trem, yang dapat menghubungkan kawasan pelabuhan dan kawasan perumahan di pinggirnya serta enam sekolah.


Sementara itu, Distrik Pusat sendiri dibagi menjadi dua, yaitu kawasan komersial dan kawasan administratif.


Pada Distrik Pusat, sarana transportasi utama yang digunakan adalah kereta bawah tanah. Tampaknya, semua ini telah dirancang untuk mencegah macetnya lalu lintas yang diakibatkan duel mendadak.


Pada Distrik Pusat, para murid dari keenam akademi memang diberi kebebasan untuk berduel di jalanan.


Maka dari itu, sarana transportasi utama di Distrik Pusat adalah kereta bawah tanah. Bahkan kendaraan pribadi pun tidak disarankan melintas di sini, agar tidak terlibat dalam duel mendadak yang dapat menimbulkan kecelakaan. 


Akibat kebebasan berduel ini, jalan-jalan di Distrik Pusat hanya dilalui oleh pejalan kaki, dan kendaraan pribadi juga sangat jarang terlihat.


Hari ini adalah hari libur, dan kendaraan yang biasanya jarang melintas, sekarang mulai memenuhi jalanan.


Namun, dibandingkan dengan arus kendaraan pribadi, arus orang yang berjalan kaki di sini jauh lebih padat.


Apalagi, di salah satu jalan, konsentrasi padatnya orang-orang di jalan tersebut bahkan mencapai titik di mana kerumunan itu bisa disebut sebagai lautan manusia.


Masing-masing orang yang berada dalam lautan manusia memegang tongkat pijar. Mereka berbicara satu sama lain dengan gembira sambil berjalan dengan pelan menuju sebuah panggung berbentuk telur raksasa.


Semua orang yang ada dalam lautan manusia itu datang untuk menonton sebuah konser.


Dan di dalam lautan manusia ini, Ryan dan Zhao Hufeng terlihat turut berjalan memasuki area konser.


"Apa yang sebenarnya terjadi?"


Di kerumunan, Zhao Hufeng mengerutkan dahinya dan tampak sangat bingung. Ia lalu melihat ke arah Ryan yang ada di sampingnya. 


"Bagaimana mungkin kamu tiba-tiba mengundangku untuk datang menonton sebuah konser?"


"Apakah ini hal yang aneh?" Ryan berjalan dengan santai dan berkata, "Aku baru saja tiba di kota ini dan sudah lama ingin berjalan-jalan mengelilingi kota."


"Akan tetapi, sudah satu bulan ini aku terus berlatih di sekolah. Jadi ini adalah kesempatan langka aku bisa keluar."


"Dan setelah aku mendengar ada sebuah konser besar di sini, aku nggak mau melewatkannya."


“Dengan kata lain, kamu berencana untuk membuatku sebagai penunjuk jalanmu?" Kerutan di dahi Zhao Hufeng semakin dalam.


Dengan nada yang dipenuhi kejengkelan dan ketidakpuasan, Zhao Hufeng berkata, "Aku sangat sibuk! Selain aku harus bekerja sebagai sekretaris pribadi Guru, aku juga harus memimpin latihan bela diri dari Faksi Kayu!"


"Benarkah?" Ryan menatap Zhao Hufeng yang masih mengenakan seragam Jie Long dan tersenyum. 


"Tapi Kakak Senior sepertinya sangat bahagia." ucapnya sembari melihat kedua tangan Zhao Hufeng yang sedang memegang dua tongkat pijar.


Melihat arah tatapan Ryan, wajah Zhao Hufeng pun sedikit tersipu malu. "Bukannya aku suka menonton konser seperti ini. Tapi ini adalah konser Sylvia-san! Dan aku menaruh hormat padanya. Jadi sungguh tidak sopan jika aku tidak melakukan hal ini!"


Mendengar kata-kata yang biasa diucapkan oleh seorang Tsundere ini, Ryan hanya bisa tersenyum dan melihat ke arah layar hologram yang ada di atas panggung berbentuk telur raksasa.


Di dalam layar hologram itu, tampil seorang gadis remaja berseragam Akademi Puteri Queenvail.


Sylvia Lyyneheym, itulah nama gadis tersebut.


Dia adalah Ketua OSIS Akademi Putri Queenvail, dan juga peringkat pertama Page One di sekolahnya. Dia juga dikenal sebagai Diva dan Strega paling terkenal di dunia.

__ADS_1


Bisa dibilang, Sylvia Lyyneheym adalah seorang murid dan juga seorang idol.


Ini bukanlah sesuatu yang aneh. Meski Akademi Putri Queenvail adalah sebuah sekolah, akan tetapi sekolah ini hanya merekrut murid yang memiliki paras wajah cantik.


Terlebih lagi, perusahaan yang berada di belakang sekolah ini adalah perusahaan yang bergerak di bidang entertainment.


Bagi murid sekolah ini, Akademi Putri Queenvail itu sendiri setara dengan panggung hiburan.


Jika penampilan seorang murid di sini sangat bagus, maka murid tersebut dapat menjalani debut sebagai Idol.


Sylvia Lyyneheym adalah salah satu yang terbaik dari orang-orang ini. Tidak hanya peringkat satu, tetapi juga idol terkenal dunia. 


Selain cantik dan memiliki suara indah, ia juga sangat kuat sehingga ia mendapat julukan Sigrdrifa.


Zhao Hufeng adalah penggemar berat Sylvia. Ia hanya malu untuk mengakuinya.


Karena hal ini lah Ryan mengajak Zhao Hufeng menonton Konser Sylvia bersama.


"Jujur saja aku juga menyukai lagu-lagu dari Sigrdrifa." Ryan berkata terus terang.


"Ketika aku mendengar Sylvia-san mengadakan konser, aku begitu bersemangat dan tidak ingin melewatkannya."


"Aku tahu Kakak Senior adalah penggemar Sylvia-san, makanya aku membeli dua tiket. Dengan begitu kita bisa datang bersama-sama."


Meski di Jie Long Ryan sibuk berlatih, namun di saat istirahat Ryan terkadang menggunakan ponselnya untuk menelusuri berbagai website dan berita menarik.


Belum lama ini, Ryan secara tidak sengaja melihat berita bahwa Sylvia Lyyneheym berencana mengadakan konser di kota Asterisk. Tanpa ragu, Ryan langsung membeli dua tiket untuk konser tersebut.


Apalagi, uang yang digunakan untuk membeli adalah uang Fan Xinglou.


Awalnya, Fan Xinglou agak sedikit terkejut melihat Ryan yang gemar berlatih ternyata membeli tiket konser menggunakan uangnya. Tapi karena ia menganggapnya menarik, Fan Xinglou membiarkannya.


Kalau tidak, Ryan benar-benar tidak memiliki uang untuk membeli tiket konser.


"Selain itu, aku nggak mau Kakak Senior membenciku karena hal-hal selama latihan." jelas Ryan.


Tentu saja semua ini hanya alasan. Ryan sama sekali tidak mempedulikannya. Ia hanya butuh seseorang sebagai penunjuk jalan.


"Aku tidak berpikiran sesempit itu!" balas Zhao Hufeng. 


Akan tetapi, tak lama kemudian Zhao Hufeng kembali berbicara dengan nada provokatif. "Tapi, di lain waktu aku pasti akan menang melawanmu."


"Aku sangat menantikannya." senyum Ryan.


Suasana di antara Ryan dan Zhao Hufeng kini akhirnya agak mereda dan tidak lagi penuh ketegangan seperti sebelumnya.


~***~


Di lokasi konser saat ini, Ribuan penonton telah berkumpul di venue yang diselimuti cahaya terang.


Para penonton tersebut memegang tongkat pijar di tangan mereka, dan melambaikan tangan sambil bersorak.


Ryan yang berada di tengah kerumunan, menyaksikan Zhao Hufeng bersorak dan melambaikan tongkat pijarnya 


"Aku nggak menyangka, ternyata Kakak Senior memiliki sisi yang seperti ini." gumam Ryan.

__ADS_1


Tak lama kemudian, cahaya di seluruh venue tiba-tiba memudar.


Di depan panggung, seorang gadis muda perlahan muncul dari bawah menggunakan lift.


Dalam waktu singkat, semua cahaya seolah menyatu ke tubuh gadis itu, sehingga seluruh penonton bersorak keras.


Rambut ungu cerah seindah langit fajar, wajah menawan bagaikan peri, dan tubuh yang luar biasa indah.


Dia adalah Diva terkenal, seorang idol papan atas di seluruh kota Asterisk, dan bahkan di seluruh dunia.


"Sylvia Lyyneheym …" 


Bersamaan dengan suara gumaman rendah Ryan, di atas panggung, gadis bernama Sylvia itu menunjukkan senyum sempurna kepada penonton. Dia membuka tangannya dengan lebar, bagaikan sayap yang membentang.


Lampu-lampu mulai kembali bersinar menyilaukan.


Beberapa saat kemudian, gadis itu dengan ringan mengangkat bibirnya, menyebabkan suara nyanyian tiba-tiba terdengar.


Nyanyian itu terdengar lembut dan indah, bagaikan wine manis yang mampu memabukkan para pendengarnya.



Satu per satu penonton tanpa sadar mulai menutup mata mereka, seakan mereka sedang bermimpi indah, dengan ekspresi memabukkan di wajah mereka.


Bahkan Zhao Hufeng juga ikut memejamkan mata sambil tersenyum bahagia.


Hanya Ryan yang tetap membuka matanya dengan tenang sambil menikmati kecantikan gadis yang sedang bernyanyi di atas panggung.


Sebagai Strega, Sylvia memiliki Kemampuan Khusus. Kemampuan ini disebut Supremacy.


Kemampuan ini memungkinkan Sylvia mengendalikan mana menggunakan nyanyian yang lagunya harus ia tulis sendiri. Jika lagu yang ia nyanyikan bukan hasil tulisannya sendiri, maka kemampuan ini tidak akan aktif.


Selama Sylvia memiliki Prana yang cukup, dia bisa membuat mana untuk melakukan apapun, kecuali penyembuhan.


Tentu saja, memanipulasi Mana untuk mempengaruhi pikiran juga bisa Sylvia lakukan.


Oleh karena itu, beberapa pihak yang iri dengan popularitas Sylvia sempat membuat propaganda bahwa Sylvia menggunakan kemampuannya untuk mempengaruhi penonton konsernya agar meraih popularitas tinggi.


Namun, setelah Ryan mendengar suara Sylvia secara langsung, Ia pun yakin dengan satu hal. "Nyanyian ini benar-benar asli …"


Memastikan tidak adanya aliran Mana ataupun Prana yang mencurigakan dari Sylvia, Ryan memilih untuk menikmati lagu yang dinyanyikan sambil menutup matanya 


Konser tersebut terus berjalan hingga langit mulai gelap, yang menandakan berakhirnya konser akbar ini.


Dari dalam Venue, satu persatu orang berjalan keluar dengan ekspresi puas. Banyak orang yang masih membicarakan betapa kerennya konser ini.


"Lagu Sylvia-san benar-benar sangat indah ..." ucap Zhao Hufeng yang duduk di tepi jalan dengan ekspresi puas.


Di tangan dan tubuh Zhou Hufeng, terdapat banyak aksesori Sylvia yang baru saja ia beli. 


Zhaou Hufeng benar-benar menjelma menjadi seorang Wibu. Ia menjadi orang yang sangat berbeda dibanding ketika hari-hari biasa di Jie Long.


Akan tetapi, Ryan juga agak memahami suasana hati Zhao Hufeng dan berkata sambil tersenyum,  "Aku akhirnya mengerti mengapa Diva itu begitu populer."


"Di konser selanjutnya, ayo kita menonton bersama lagi, Kakak Senior Zhao."

__ADS_1


"Tidak masalah." jawab Zhao Hufeng dengan semangat, seakan ia telah menemukan soulmate yang memahami hobinya.


__ADS_2