
Setelah Zhao Hufeng mengutarakan semua pendapatnya, suasana seluruh Star Room menjadi sangat berat dan tegang.
Fan Xinglou hanya hanya berdiri terdiam di tempatnya. Entah apa yang ada dalam pikirannya, namun tampak mulut Fan Xinglou terangkat ke atas.
Ryan juga terdiam mendengar ucapan Kakak Seniornya itu. Ryan begini karena apa yang dikatakan Zhao Hufeng benar.
Ryan adalah seorang pembantai berdarah dingin. Ia adalah orang yang sangat berbahaya jika dibiarkan berkembang.
Walau begitu, Ryan tidak pernah sekalipun membunuh tanpa alasan. Semua yang ia bunuh, selalu berkaitan dengan orang tersayang ataupun misi.
Dan sikap Ryan ini sangat bertentangan dengan prinsip Zhao Hufeng.
Bagi Zhao Hufeng, seorang praktisi bela diri mendedikasikan hidupnya hanya untuk berlatih dan menjadi kuat.
Selain itu, Praktisi bela diri juga tidak boleh menggunakan kekerasan dengan sengaja, kecuali untuk melindungi diri sendiri atau menegakkan keadilan. Itulah prinsip dan moral integritas dari Zhao Hufeng.
Dengan prinsip dan moral integritas seperti itu, secara alami Zhao Hufeng tidak bisa mengabaikan sosok Ryan yang sangat berbahaya.
Beberapa saat kemudian, Ryan berkata kepada Zhao Hufeng. "Mohon maaf Kakak Senior, tapi aku tidak setuju dengan ucapan Kakak."
"Saya tidak butuh persetujuanmu!" Zhao Hufeng lalu melihat ke arah Fan Xinlou. " Saya hanya butuh persetujuan dari Guru seorang. Selain itu, saya tidak memperdulikannya!"
"Jika itu masalah ya, maka Kakak jadi lebih nggak menghargai Guru." Ryan tersenyum pada Zhao Hufeng.
"Karena Kakak Senior seharusnya lebih tahu, bahwa Guru adalah orang yang paling berbahaya dibandingkan dengan diriku ini."
"Apa?" Zhao Hufeng akhirnya melihat ke arah Ryan.
"Hoo~" Fan Xinglou sepertinya tidak menyangka bahwa Ryan akan berkata seperti itu. Ia pun menunjukkan ekspresi ketertarikan atas apa yang akan dilakukan Ryan selanjutnya.
"Kakak Senior, bukankah Kakak tahu tujuan Guru merekrut banyak murid berbakat dan mengajari mereka Teknik Bela Diri di Jie Long?"
Ryan menatap Zhao Hufeng dengan serius. "Guru melakukan semua ini adalah demi untuk menciptakan lawan yang dapat bertarung secara seimbang, bahkan mengalahkan Guru. Dengan munculnya lawan seperti itu, Guru tidak akan bosan lagi."
"Hidup di puncak dunia ini sangatlah sepi, dan Guru sangat membutuhkan lawan yang bisa menemaninya di puncak tersebut."
__ADS_1
"Cara yang dilakukan Guru ini mungkin hampir sama seperti seorang peternak yang menggemukkan hewan ternaknya dan kemudian menyembelihnya."
"Kamu!" Wajah Zhao Hufeng memerah penuh kemarahan.
Akan tetapi, semua yang dikatakan Ryan benar.
Sebagai murid langsung ketiga Fan Xinglou, bagaimana mungkin Zhou Hufeng tidak memahami Gurunya.
Fan Xinglou memang sangat berbahaya. Terlebih lagi, jika itu untuk memuaskan keinginannya sendiri, Fan Xinglou bahkan tidak akan ragu untuk menghancurkan dunia.
Ryan yang baru saja menjadi murid langsungnya saja, langsung mendapat tatapan mengerikan dari Fan Xinglou, seakan ia adalah hewan ternak yang kapan saja siap untuk dimangsa.
Bagi Fan Xinglou, tidak peduli siapapun lawannya, asal dia kuat, Fan Xinglou akan dengan senang hati bertarung dengannya.
"Hahahaha, Aku tidak menyangka kamu berani mengatakan hal seperti itu di depanku, wahai murid ke-52."
Fan Xinglou tidak bisa menahan tawa kerasnya. Walau begitu, tidak ada jejak kemarahan dalam nada suaranya. Sebaliknya, ia terlihat kagum.
Namun, setelah mengatakannya, tatapan mata Fan Xinglou berubah menjadi serius dan berbahaya.
"Semua yang aku lakukan adalah untuk menciptakan lawan tangguh untuk diriku sendiri. Maka dari itu, aku rela menghabiskan waktuku untuk mengajari murid-muridku teknik bela diri."
"Selain itu, aku tidak peduli siapapun orang tersebut, jika dia bisa menjadi lebih kuat dan sanggup bermain melawanku, aku tidak akan segan untuk menerimanya sebagai murid."
Justru karena sikap Fan Xinglou seperti ini, akhirnya murid-murid Fan Xinglou terbagi menjadi dua Faksi, yaitu Faksi Kayu dan Faksi Air. Kedua Faksi inipun selalu berselisih bagaikan air dan api.
Dalam hal ini, Fan Xinglou, sebagai seorang Guru, sama sekali tidak peduli.
Selama mereka rajin berlatih untuk menjadi kuat dan mau bermain melawannya, maka Fan Xinglou memberi mereka kebebasan
"Guru …" Zhao Hufeng membuka mulutnya, tetapi ia tidak tahu harus berkata apa.
Melihat Zhao Hufeng seperti itu, Ryan kembali berbicara. "Kakak Senior, seorang praktisi bela diri seperti Kakak memang tidak akan melakukan tindak kekerasan kepada yang lebih lemah."
"Akan tetapi, Kakak memiliki kekuatan yang kuat juga sebuah fakta! Jika Kakak mau, Kakak juga bisa membunuh orang lain dengan kekuatan Kakak."
__ADS_1
"Aku ... aku tidak akan pernah melakukannya!" Zhao Hufeng menjawab dengan keras.
"Ya, Kakak Senior … Kakak tidak akan pernah melakukan itu.” Ryan tersenyum dan berkata, "Tapi, bagaimana aku tahu kalau Kakak benar-benar nggak akan membunuh orang? Bisa saja Kakak menyembunyikannya kan?"
Nafas Zhao Hufeng mendadak menjadi pendek seakan ia sedang kehabisan nafas.
"Memiliki kekuatan itu tidak salah. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita menggunakan kekuatan tersebut."
Ryan menatap lurus ke arah Zhao Hufeng dan berkata dengan suara yang sangat tenang, "Meskipun aku sudah biasa dalam hal membunuh, namun bukan berarti aku akan membunuh siapapun dengan sembarangan."
"Aku membunuh pun karena aku memiliki alasan yang jelas. Seperti ketika ada orang yang dengan sengaja menyakiti orang tersayangku, itu jelas aku akan menghukumnya dengan sebuah kematian."
"Maka dari itu, aku nggak akan membunuh orang-orang yang tidak bersalah secara sembarangan"
Mendengar hal ini, Zhao Hufeng terdiam.
"Jadi bagaimana? Apakah ada yang perlu kamu katakan lagi, Hufeng?" tanya Fan Xinglou sambil tersenyum.
"Semua yang dikatakan Adik Seperguruanmu itu adalah realita. Adik Seperguruanmu saja bisa memahami semua ini, jika kamu sebagai Kakak Senior masih tidak fleksibel, maka kamu benar-benar tidak pantas menjadi muridku."
"Saya mengerti, Guru. Saya mohon maaf atas pandangan saya yang masih terlalu sempit ini." ucap Zhao Hufeng pada Fan Xinglou. Ia kemudian berbalik ke arah Ryan.
"Adik Seperguruan, saya meminta maaf karena telah menyinggungmu. Maafkan saya."
Ryan mengangkat bahunya dan tertawa. "Hahahaha … Kakak Senior terlalu serius."
"Baiklah, perdebatan ini cukup sampai di sini. Dengan ini, Ryan Herlambang secara resmi menjadi murid langsungku ke-52. Keputusan ini bersifat Final dan tidak bisa diganggu gugat lagi!"
Mendengar ini, Zhao Hufeng kembali berlutut. "Siap Guru!"
"En." Fan Xinglou mengangguk puas dengan semua ini
'Kupikir dia hanya seorang Genestella yang telah dipoles. Tapi ternyata dia masih belum benar-benar dipoles. Aku tidak menyangka mendapat berkah tersembunyi seperti itu.'
'Sepertinya, era ini akan sangat menarik.' gumam Fan Xinglou dalam hati.
__ADS_1