Reincarnation Room

Reincarnation Room
Kemunculan Vajra


__ADS_3

“Alisa, cepat lari!” teriak lagi salah seorang God Eater Pemula.


“Apa kau ingin mati!? Cepat mundur!”


Mendengar semua teriakan para God Eater Pemula itu, Alisa jadi sedikit muak. “Jika kalian takut dengan Aragami, lebih baik kalian berhenti menjadi God Eater!”


Setelah mengatakannya, Alisa langsung berlari ke depan sambil terus menembaki Aragami yang ada di depannya.


Para God Eater Pemula itu pun tercengang dengan ucapan Alisa. Tak lama kemudian, mereka semua marah.


"Cih, mentang-mentang kamu Tipe Baru (New-Type), kamu jadi sombong!" 


"Kamu pikir kamu ini siapa, hah!"


"Ayo pergi, mari kita biarkan orang itu mati sendiri di tempat ini."


"Betul, ayo tinggalkan dia!"


"Oke, kalau begitu ayo kita mundur sendiri. Lagi pula Alisa sudah tidak mematuhi perintah dari atasan, itu artinya dia telah berkhianat."


Tanpa ragu, satu persatu God Eater Pemula langsung naik ke dalam helikopter dan mulai melarikan diri.


Alisa tak mempedulikan rekan-rekannya yang telah kabur, Alisa mengangkat God Arc-nya dan menarik stang.


Klek


Dalam sekejap, God Arc miliknya bertransformasi kembali dari senapan mesin menjadi pedang besar berwarna merah.


"Alisa Ilinichina Amiella! Apa kamu ingin menentang perintahku!?"


Suara teriakan penuh amarah terdengar dari ujung alat komunikasi


Namun, Alisa tidak mempedulikannya. Ia pun segera maju dan mulai membunuh para Aragami.


Bagaikan petir yang menyapu ribuan pasukan, God Arc Alisa menjelma menjadi senjata yang mematikan.


Slash Slash Slash Slash


Dengan cepat, ia memotong empat Kepala Aragami yang mengepung beberapa tentara.


"Kita selamat!"


"Ayo pergi …"


"Terima kasih …"


Setelah Itu, Alisa mulai menyelamatkan satu persatu tentara dari ancaman Aragami. Para tentara pun akhirnya dapat mundur dengan selamat 


Tapi, ada satu orang tentara yang tidak panik, walaupun ia kini berada dalam kepungan Aragami.


Alisa melihat orang tersebut dengan serius. "Orang itu benar-benar orang yang sama dengan penyusup itu!"


Sekumpulan Aragami terlihat mengepung Ryan secara bersamaan. Beberapa Aragami berbentuk telur mengepungnya dari dari udara, sementara Aragami berkepala ogre dengan ekor besarnya mengepung Ryan di darat. Mereka semua mengepungnya tanpa meninggalkan celah sedikit pun.


Dalam situasi seperti ini, seorang God Eater biasa pasti tidak akan selamat. Seandainya selamat pun, pasti ia akan menderita luka yang berat.


Namun, aksi Ryan kali ini benar-benar diluar logika pada umumnya.


Dengan ganasnya, Aragami yang mengepung Ryan mulai menyerangnya. Tanpa ada rasa takut di matanya, Ryan bergerak dan berakselerasi hingga mencapai batas kecepatannya dalam beberapa detik.


Bagaikan hantu yang tidak memiliki tubuh fisik, Ryan terus bergerak ke kiri, ke kanan, maju, berjongkok, dan melompat. Dengan semua gerakan itu, ia berhasil menghindari semua serangan Aragami.


Perlahan, gerakan Ryan semakin mendekati gerakan asli milik Tohno Shiki.

__ADS_1


'Aku nggak nyangka mereka akan mengorbankan begitu banyak tentara hanya untuk membunuhku. Itu artinya, rahasia yang cabang Rusia sembunyikan sangatlah penting!' 


Saat Ryan sedang berpikir sambil terus menghindar, mendadak dari atas, sebuah pedang merah jatuh dan menusuk salah satu Aragami yang mengepung Ryan.


Croot


Pedang merah itu membuat kepala Aragami tersebut menancap di tanah. Darah pun mulai mengalir dan mewarnai tanah di sekitarnya.


Ryan melihat ke arah pendatang baru tersebut. Di atas kepala Aragami, berdiri seorang wanita dengan berambut panjang dengan pakaian yang cukup terbuka. Siapa lagi kalau bukan Alisa.


Alisa kemudian mencabut pedangnya dari kepala Aragami dan mulai menyerang Aragami lainnya. Sambil terus bertarung, Alisa bertanya kepada Ryan.


"Apa tujuanmu sebenarnya? Kenapa kamu menyamar sebagai tentara biasa?"


Ryan tersenyum mendengar pertanyaan Alisa. Saat Ryan akan menjawab, dari kejauhan mendadak muncul sesosok Aragami berukuran besar. Aragami itu dengan cepat langsung melompat ke arah Alisa.


"Cepat menghindar!"


BOOM


Tubuh Aragami yang besar itu menghantam tanah dengan keras. Angin kencang bercampur dengan banyaknya debu menyebar ke segala arah. Jasad Aragami yang Alisa bunuh tadi langsung hancur.


Untuk menghindari gelombang kejut yang diakibatkan hantaman keras itu, Ryan langsung bergerak mundur. Ryan mundur dengan sedikit terombang-ambing terkena gelombang tersebut.


Sementara itu, Alisa berhasil menghindari hantaman tersebut dengan jarak yang tipis. Akibatnya ia pun terpental bagaikan layang-layang yang terbang dalam badai.


"Alisa, kamu nggak apa-apa?" Ryan langsung menghampiri Alisa.


"Aku tidak apa-apa." jawab Alisa dengan dingin.


Perlahan, dari dalam asap debu, sebuah bayangan besar terlihat berjalan mendekat selangkah demi selangkah


Pada saat asap debu menghilang, terlihat sesosok Aragami berukuran sangat besar yang memiliki bentuk seperti harimau. Ia memiliki tanduk di kepalanya, gigi taring yang panjang, dan jubah emas kekuningan di punggungnya.



"Vajra …" gumam Alisa dengan wajah serius.


Vajra adalah nama salah satu Aragami bertipe Besar. Jumlahnya sangat banyak di wilayah tenggara benua Eropa dan Asia.


Karena tubuh dan kekuatannya yang besar, Vajra termasuk salah satu entitas yang ditakuti oleh God Eater.


Untuk melawan Vajra, biasanya God Eater akan membentuk tim berisi 3 orang untuk mengalahkannya.


"GROAAR!"


Setelah ia mengaum, Vajra langsung bergerak maju ke tempat Ryan dan Alisa berdiri.


Swoosh


Gerakan spontan Vajra ini memicu suara kencang nan tajam dan juga angin kencang di sekitar tubuhnya.


Melihat hal ini, tanpa pikir panjang, Ryan dan Alisa langsung menghindar. Tapi sayang, gerakan Vajra sangatlah cepat. Mereka pun tidak bisa sepenuhnya menghindar.


BOOM


Aragami berbentuk harimau besar itu menukik tajam dan menghantam tanah. Guncangan pun terjadi dengan hebat. Gelombang kejut pun tercipta bagaikan badai yang menyapu pepohonan di sekitarnya.


Ryan dan Alisa yang terkena efek gelombang kejut langsung terlempar hingga berguling-guling di tanah beberapa kali. Ini kedua kalinya Alisa terlempar oleh gelombang kejut Vajra.


"Ugh … jadi ini kekuatan tipe Aragami Besar?" gumam Ryan sambil mengepalkan tangannya. Ia kemudian bangkit berdiri dan melihat ke arah Vajra yang tubuhnya dipenuhi debu.


'Menurut estimasiku, kekuatan serang Vajra masih lebih lemah dari Fused Colony di dunia Kabaneri The Iron Fortress. Jika aku menilainya menggunakan atribut sistem, maka nilai atribut ATK, AGI, dan VIT milik Vajra masing-masing mencapai 30 poin. Ini artinya ia setara dengan puncak Reincarnator Tingkat Authority 5.' pikir Ryan.

__ADS_1


"Vajra memang lawan yang sulit, tapi bukan tidak mungkin untuk dikalahkan!"


Seakan mendengar ucapan Ryan, Vajra melihat ke arah Ryan dengan tatapan yang tajam. karena hal ini, Vajra mengabaikan Alisa. 


Dudududududu


Suara deru senapan mesin terdengar menggemparkan. Kilauan cahaya jingga muncul dari moncong God Arc Alisa, menemani keluarnya peluru yang dilontarkan. 


Ratusan peluru jatuh seperti tirai hujan dan mendarat di tubuh Vajra. Bulu tebal Vajra memerah dipenuhi percikan darah.


"GROOAR"  


Vajra mengaum dan menunjukkan ekspresi kesakitan. Ia kemudian melihat ke arah Alisa dengan penuh emosi.


"Lawanmu adalah aku!" ucap Alisa dengan tegas.


"GROOOAAAAR!"


Dengan penuh emosi, Vajra menungging ke belakang. Sesat kemudian, jubah emas kekuningan di belakangnya memancarkan kilatan listrik. 


Melihat kilatan listrik di punggungnya, Ryan paham apa yang akan dilakukan Vajra. "Ini Gawat!"


Vajra dalam bahasa sansekerta berarti petir dan intan. Dalam mitologi Hindu, Dewa Petir Indra menggunakan senjata yang bernama Vajra untuk memanggil petir.


Aragami besar di depannya ini diberi nama Vajra karena memiliki kemampuan yang sama seperti senjata milik Indra. Yaitu kemampuan untuk melepaskan serangan petir.


Setelah Vajra selesai mengumpulkan energi, maka ia dapat melepaskan serangan energi listrik yang kuat. Kalau serangan itu sampai mengenai Ryan ataupun Alisa, maka ini akan berakibat fatal.


"Sepertinya nggak ada jalan lain lagi!"


Di tangan Ryan, tiba-tiba muncul sebuah belati yang berkilau seperti cahaya bulan. 


Warna pupil mata Ryan yang biasanya berwarna gelap pun kini berubah menjadi biru. Dalam sepersekian detik, identitas Ryan bukan lagi seorang tentara biasa, melainkan hanya seorang Pembantai biasa.


Ryan kemudian melaju dengan cepat menuju Vajra. Pada saat yang sama, Vajra mulai melepaskan energi besar yang telah di kumpulkannya.


Jedeer Jedeer


Bagaikan petir yang jatuh dari langit, energi petir yang berpusat pada Vajra meraung di langit dan menyebar ke segala arah.


Akibat serangan energi ini, tanah di sekitarnya terkikis sedikit demi sedikit seperti coklat yang dimakan. Suhu udara juga naik seperti air panas mendidih yang mengeluarkan banyak uapnya.


Melihat serangan ini, Alisa langsung mengubah senapan mesinnya menjadi sebuah pedang besar berwarna merah. Ia kemudian menahan serangan petir Vajra menggunakan pedang.


Energi petir yang menyambar dengan deras langsung mengenai tubuh Alisa. Tak ayal, Alisa pun berteriak kesakitan. "ARGHH!"


Di sisi lain,  Ryan juga menghadapi situasi yang sama. Hanya saja, Ryan gerakan Ryan sangat cepat.


Jedeer Jedeer


Walau begitu, di bawah suara sambaran petir yang keras, kilatan energi petir yang dikeluarkan Vajra tetap saja mengenai tubuh Ryan.


Ryan bagaikan manusia lemah yang ingin menantang Dewa Petir. Sosok kurus itu terlihat begitu kecil di bawah petir tebal itu.


Namun, ekspresi Ryan sama sekali tidak berubah. Tidak ada keragu-raguan di matanya. Yang terpenting bagi Ryan saat ini adalah mengamati.


Hanya ada satu target yang ada di mata Ryan, yaitu petir yang terus mengamuk bagaikan cambuk Dewa.


Seberapa cepat kecepatan serangan petir tersebut, Ryan sama sekali tidak memikirkannya.


Oleh sebab itu, Ryan meninggalkan pertahanan, mengabaikan penghindaran, dan memusatkan semua konsentrasinya pada matanya untuk melakukan pengamatan.


Dalam kondisi konsentrasi tinggi, Ryan mulai merasa aliran waktu di sekitarnya menjadi lambat.

__ADS_1


Kemudian, dengan kekuatan Mystic Eye of Death Perception, Garis Kematian menyerupai retakan terlihat melayang di atas petir yang kuat.


"Di sana!"


__ADS_2