Reincarnation Room

Reincarnation Room
City Devourer


__ADS_3

Meskipun Shana meninggalkan kamar apartemen Ryan, nyatanya ia tidak pergi terlalu jauh. Malahan, kini Shana sedang duduk di atap sebuah gedung yang berada tidak jauh dari apartemen Ryan. Ia juga memilih gedung dengan posisi yang memudahkannya melihat secara langsung kamar Apartemen Ryan.


Tak lama kemudian, suara Alastor keluar dari liontin yang dikenakan Shana. “Ini tidak seperti kamu yang biasanya. Kamu yang biasanya tidak akan se-emosional ini pada manusia, apalagi memperdulikannya”


Benar, Shana yang biasanya tidak akan se-emosional ini. 


Walaupun Shana menggunakan alasan untuk melindungi Reiji Maigo dari para Crimson Denizen, namun jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ia hanya ingin melindungi Ryan. Hanya saja, Shana tidak mau jujur dengan hal ini.


Melihat Ryan sedang memasak sebungkus mie instan untuk mengisi perutnya, Shana hanya bisa menatap Ryan penuh kebencian. Beberapa saat kemudian, ia bergumam, “Aku benar-benar sangat membencinya.”


~***~


Pada hari berikutnya, Ryan pagi-pagi sekali meninggalkan kamarnya dan pergi keluar gedung Apartemen.


Di atap gedung yang dekat dengan Apartemen Ryan, Shana berdiri tegak di tengah hembusan angin pagi. Ia terus menatap sosok Ryan yang berjalan perlahan di jalur pejalan kaki. Tatapan penuh pergolakan tampak di mata Shana.


Mungkin, bagi orang lain, Ryan tampak hanya sedang berjalan-jalan menikmati udara pagi.


Namun, Shana dapat melihat bahwa Ryan tidak hanya sedang berjalan-jalan tanpa tujuan. Dengan sangat tersembunyi dan cepat, sebuah kilatan cahaya menyerupai bulan sabit keluar.


Kilatan cahaya ini selalu keluar saat Ryan berpapasan dengan orang-orang yang memiliki ekspresi wajah agak lesu.


Orang-orang tersebut adalah Torch yang akan padam dalam waktu kurang dari tiga hari.


Setiap Ryan melewati satu atau dua Torch secara bersamaan, tangan Ryan akan tampak sedikit gemetar. Hal ini disebabkan Ryan telah melakukan tebasan berkecepatan tinggi untuk memotong garis kematian Torch yang ada di dekatnya.


Tak lama kemudian, Torch yang telah terpotong garis kematiannya itu langsung terbakar habis menjadi abu dan menghilang di udara.


Ryan terus melakukan pekerjaan semacam ini dan terus membunuh Torch yang ia lihat di Kota Misaki.


"Orang itu …" Shana mengerang dengan suara yang rendah,  "Apa yang ingin kamu capai dengan melakukan hal seperti itu?"


“Kemarin, orang itu sepertinya berkata bahwa jika dia menyingkirkan semua Torch yang diciptakan Hunter, maka Hunter akan keluar dengan sendirinya.” jawab Alastor, “Mungkin itulah alasan orang itu membunuh banyak Torch hari ini.”

__ADS_1


“Tapi, kenapa membunuh Torch yang Friagne buat akan memancingnya keluar?” tanya Shana.


Keberadaan Torch awalnya dimaksudkan untuk mencegah matinya sejumlah besar manusia yang menyebabkan distorsi di dunia ini.


Namun, ini adalah masalah yang hanya perlu dikhawatirkan oleh Flame Haze. Jika Crimson Denizen peduli dengan masalah ini, maka mereka tidak akan datang dari Crimson Realm ke dunia manusia.


Oleh karena itu, Crimson Denizen tidak punya alasan untuk mengkhawatirkan masalah Torch. Mereka hanya akan meninggalkan beberapa residu setelah menelan Power of Existence dan membuatnya menjadi Torch untuk menghindari distorsi dunia yang akan menarik kedatangan Flame Haze.


Dengan kata lain, Flame Haze dan Crimson Denizen sama-sama akan menciptakan Torch dengan sisa-sisa Power of Existence dengan tujuan yang berbeda. Flame Haze membuatnya untuk menjaga keseimbangan dunia, sedangkan Crimson Denizen membuatnya untuk menghindar dari kejaran Flame Haze.


Walau begitu, kedua entitas tersebut sama sekali tidak peduli dengan kelangsungan hidup Torch.


Tapi, Friagne malah terobsesi dengan Torch, dan hal itu sangatlah aneh. Ini artinya, Torch-Torch tersebut memiliki kegunaan bagi Friagne.


Maka dari itu, ketika Ryan melenyapkan Torch sebelumnya, Friagne tidak hanya mengirim Rinne dalam jumlah besar untuk menyelidikinya, tetapi ia juga datang secara langsung ke lokasi.


Berdasarkan aksi Ryan hari sebelumnya yang terbukti berhasil, aksi Ryan hari bisa dianggap sebagai hal yang wajar.


“Tapi, apa sebenarnya tujuan Hunter menggunakan Torch-Torch itu?” bisik Shana pada dirinya sendiri.


Tiba-tiba saja, Alastor berbicara. "Dahulu kala, di wilayah perbatasan barat, pernah ada Crimson Lord yang sangat kuat. Crimson Lord tersebut menelan manusia dan meninggalkan banyak Torch. Dalam Torch yang dia buat, ia meninggalkan sebuah segel sihir yang tak terlihat."


Penjelasan Alastor yang terlalu mendadak ini, membuat Shana sedikit terkejut.


Namun, tanpa memperdulikan ekspresi Shana Alastor tetap melanjutkan perkataannya. 


"Peran segel sihir semacam itu adalah untuk mengendalikan semua Torch yang memiliki segel dan mengubahnya menjadi Power of Existence secara bersamaan."


"Semua Torch?" Shana segera bereaksi dan berkata dengan wajah penuh keheranan. "Bukankah jika itu dilakukan, maka akan tercipta distorsi yang sangat besar?"


Meskipun peran Torch adalah untuk meredakan konflik dan memperlambat distorsi dunia, tapi jika sejumlah besar Torch kehilangan wujudnya dalam waktu yang sama dan berubah menjadi Power of Existence, maka efeknya akan sama seperti manusia yang telah ditelan oleh Crimson Denizen.


Hal ini tentu akan menyebabkan distorsi dunia. Dan jika jumlah Torch seperti ini sangat banyak dan tersebar di seluruh kota, maka …

__ADS_1


"Itu akan membuat seluruh kota seperti bola salju raksasa yang sepenuhnya terbuat dari Power of Existence yang sangat besar dan murni."


Alastor dengan nada suara yang berat, memberi pernyataan seperti itu.


"Kami menyebut Mantra ini dengan nama City Devourer."


City of Devourer adalah Mantra Tak Terbatas Rahasia yang dapat mengubah seluruh penduduk kota menjadi Power of Existence dengan kemurnian tinggi.


"Jika Mantra Tak Terbatas Rahasia ini berhasil dilakukan di kota ini, maka kota Misaki tidak hanya akan hilang selamanya, akan tetapi juga akan terjadi distorsi besar di dunia ini."


"Selain itu, Crimson Lord yang berhasil mengkonsumsi semua Power of Existence tersebut tentu akan menjadi sangat kuat" jelas Alastor.


Shana kemudian bertanya, "Apa yang terjadi pada Crimson Denizen yang menggunakan City Devourer sebelumnya?"


"Waktu itu, ada banyak Flame Haze dan bahkan juga Crimson Lord, bergabung bersama melawannya. Kami membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mengalahkannya." Alastor berkata, "Saat itu, dia telah menyerap semua Power of Existence dari seluruh kota. Dia pun menjelma menjadi Crimson Denizen terkuat saat itu."


"Jika tidak banyak Crimson Lord yang terlibat dalam pertempuran besar itu, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dunia ini …"


"Lalu …" Shana bertanya secara langsung, "Apakah Hunter juga akan melakukan hal yang sama?"


"Aku belum bisa memastikannya. Tapi yang pasti, Friagne membutuhkan sejumlah besar Torch. Dan jika dilihat dari kegilaannya kemarin saat ia ingin merebut Reiji Maigo, tidak diragukan lagi, bahwa rencana yang dilakukan Hunter membutuhkan banyak Power of Existence." jelas Alastor.


Meskipun Reiji Maigo hanya dapat memulihkan Power of Existence pemiliknya setiap tengah malam, tapi efek sederhana ini tidak memiliki batas atas sama sekali.


Itu artinya, jika pemiliknya memiliki Power of Existence yang sangat besar, maka Reiji Maigo juga akan memulihkan Power of Existence sebesar itu.


Jika Friagne benar-benar membutuhkan banyak Power of Existence, maka Reiji Maigo jelas merupakan jalan pintas untuk mencapai tujuannya.


"Jadi begitu." Shana mengangguk. "Jika itu masalahnya, maka perilaku Friagne dalam membuat banyak Torch dapat dijelaskan."


"Kalau hanya itu saja, aku tidak akan peduli." Nada suara Alastor menjadi serius. "Jika City Devourer benar-benar terjadi, maka distorsi yang disebabkan akan menjadi sangat serius. Maka dari itu, kita tidak boleh membiarkannya berhasil!"


"Ya …" Shana menjawab, "Tentu saja. Aku tidak akan membiarkan itu terjadi."

__ADS_1


__ADS_2