
Hai, teman-teman!
Terima kasih banyak atas dukungan yang sudah teman-teman berikan kepada Za dan Hendra dari awal hingga kisah mereka berakhir, ya. Untuk setiap like, rating, komentar, vote, hadiah, juga tip, aku ucapkan banyak terima kasih.
Walaupun popularitas karya ini tidak menyentuh angka jutaan, aku senang bisa menghibur dan menyentuh hati banyak pembaca melalui setiap peristiwa yang dialami oleh kedua tokoh utama. Aku minta maaf apabila ditemukan banyak kekurangan pada karya ini. Semoga saja bisa aku perbaiki melalui karyaku berikutnya.
Aku mohon waktu istirahat sejenak karena ada karya lain yang membutuhkan perhatian. Bila waktunya sudah tepat, aku akan melanjutkan kisah Hazel dan Kieran pada karyaku berjudul Lepas dari Belenggu yang juga ada di NovelToon. 4 bab awal sudah aku publikasikan, tetapi jangan dibaca dahulu agar tidak penasaran dengan lanjutannya.
Sampai bertemu pada karyaku yang lain. Terima kasih banyak atas cinta teman-teman kepada Za dan Hendra. Sayaaang teman-teman semua.
Meina H.
__ADS_1
...*******...
...Sisipan Pesan...
~Za~
Haaiii …! Terima kasih banyak sudah membaca cerita tentang aku, ya. Walaupun ada giliran Hendra, Mama Naava, atau siapa saja yang mendadak menyusup, tokoh utama buku ini tetaplah aku. Jadi, aku terima setiap amarah, kebencian, juga ejekan yang ditujukan kepadaku. Kak Mei menugaskan aku untuk menjadi pemeran wanita yang begitu.
Untuk yang sempat berpikir dan berkomentar ingin Hendra jadi suaminya, mohon maaf, ya, Hendra itu milikku dan aku tidak punya rencana untuk melepaskannya. Ehem. Ini termasuk juga pesan untuk Kak Mei. Tolong, hentikan hashtag Hendra kesayanganku. Penulis, kok, jatuh cinta dengan tokoh yang diciptakannya. Ada-ada saja.
Akhir kata, aku sangat menghargai setiap bentuk dukungan yang diberikan kepadaku. Semoga kita bisa bertemu pada karya Kak Mei yang lain. Tenang saja. Cerita tentang Hadi dan Dira sudah dirancang. Tetapi aku tidak boleh ikut dalam pertemuan mereka. Habis manis sepah dibuang, nih, Kak Mei.
__ADS_1
...※※※※※...
~Hendra~
Hai, para pembaca yang baik hati. Terima kasih sudah membaca kisah tentang istriku Za. Jangan marah lagi kepadanya, ya. Dia sebenarnya istri yang baik, hanya sedikit susah move on dalam urusan asmara. Vivaldo memang sudah berengsek (maaf) dari sananya, seenaknya saja memanfaatkan kelemahan istriku.
Aku juga mengucapkan terima kasih sudah sabar mengikuti kisah kami yang penuh lika-liku ini. Aku mewakili penulis meminta maaf karena kami telah membuat pembaca geregetan, menangis, penasaran, atau tegang. Oh, iya. Rambutku sudah tumbuh dan sudah dipangkas sesuai gaya yang disukai oleh istriku.
Anak ketiga kami juga sudah lahir dengan selamat. Hadi mendapatkan adik yang dia inginkan. Oke. Aku tidak bisa berlama-lama. Si kecil menangis dan aku tidak mau Za terbangun karena tangisannya. Sampai jumpa di lain kesempatan, ya.
...♥♥♥...
__ADS_1