Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Serangan ke Istana Pangeran Pandu II


__ADS_3

Melihat tiga temannya terjatuh bahkan ada yang pingsan, Nyi Manis terlihat tidak peduli. Keadaan temannya itu satu kali pun tidak dilihatnya.


Nyi Manis lebih tertarik pada lawannya. Matanya menatap tajam wajah Puguh.


"Heeehhh he he he he ... ! Hebat juga kau prajurit. Aku baru kali ini melihat ada prajurit setampan kau !" kata Nyi Manis sambil tertawa.


"Nenek, apa tujuanmu masuk ke istana ini tanpa ijin ?" tanya Puguh.


"Aku sebenarnya ingin membunuh seseorang ! Tetapi akan aku urungkan, jika kau mau pergi bersamaku ! Heeehhh he he he he .... !" jawab Nyi Manis.


Nyi Manis memang mempunyai kelainan. Sejak masih muda, dia memang gemar mencari pemuda pemuda tampan.


Setelah dia gunakan sebagai pemuas nafsunya, pemuda pemuda yang menjadi korban nafsunya itu, dia gunakan untuk korban ritualnya.


Nyi Manis mempunyai kebiasaan ritual yang sangat keji. Dia secara berkala mengorbankan nyawa satu orang pria muda untuk dia bunuh kemudian dia minum darahnya saat menjalankan ritualnya. Dalam setiap melakukan ritual, tenaga dalam Nyi Manis mengalami peningkatan.


"Kelihatannya kau salah bertemu orang, terpaksa aku akan menangkapmu !" kata Puguh pelan.


"Heeehhh he he he he ... ! Kau prajurit rendahan ! Bagaimana caramu menangkap aku !" jawab Nyi Manis sambil tertawa mengejek.


Kemudian, tanpa menunggu lagi, Puguh melesat cepat menerjang Nyi Manis.


Karena masih meremehkan, mengira Puguh adalah seorang prajurit biasa, Nyi Manis menangkis datangnya pukulan Puguh. Di luar dugaannya, pukulan prajurit di depannya itu mampu membuatnya terdorong mundur selangkah dan pukulan yang kedua mengenai bahunya.


Plaaakkk !


Buuuggghhh !


Merasakan nyeri pada bahunya, Nyi Manis sejenak berhenti dengan mata mendelik menatap Puguh.


"Siapa kau sebenarnya !" tanya Nyi Manis dengan agak menjerit.


"Aku prajurit penjaga istana Pangeran Pandu !" jawab Puguh.


Mendengar jawaban Puguh, hati kecil Nyi Manis sedikit merasa lega.


"Mungkin aku terlalu meremehkan prajurit ini, sehingga menjadi lengah," gumam Nyi Manis.


Kemudian, dengan serius, Nyi Manis memasang kuda kudanya. Sesaat kemudian, tubuhnya melesat cepat ke arah Puguh. Dalam sekali serangan, Nyi Manis sudah melakukan beberapa kali totokan dengan ujung tongkat.

__ADS_1


Mendapatkan serangan cepat dari Nyi Manis, Puguh segera melenting ke atas. Namun, seperti mempunyai mata, ujung tongkat Nyi Manis terus mengejar ke arah manapun Puguh menghindar. Hingga saat mendarat di tanah, Puguh langsung menjejakkan kakinya sehingga tubuhnya kembali melayang ke atas sambil kakinya melakukan tendangan ke arah bahu dan leher.


Wuuuttt ! Wuuuttt !


Dua tendangan Puguh tipis lewat di atas kepala Nyi Manis, saat Nyi Manis menghindar.


Merasa bisa lolos dari serangan lawannya, Nyi Manis kembali menyerang. Kali ini tongkatnya digerakkan memutar yang menimbulkan suara menderu.


Sementara itu, begitu mendarat di tanah, Puguh pun segara mencabut senjata pedangnya untuk menangkis datangnya hantaman tongkat.


Sraaattt !


Taaakkk !


Dalam benturan senjata itu, tongkat Nyi Manis terpental kembali ke belakang. Tangan kanannya terasa bergetar hebat. Bahkan tongkatnya hampir terlepas dari genggamannya.


"Anak muda ini bukan prajurit biasa. Bahkan pedangnya tidak patah berbenturan dengan tongkatku !" kata Nyi Manis.


Kemudian dengan meningkatkan aliran tenaga dalamnya, Nyi Manis mencoba mengurung Puguh dengan totokan totokan ujung tongkat dari berbagai arah dengan gerakan yang lebih cepat lagi.


Mendapatkan serangan itu, Puguh memapaki sedangan Nyi Manis dengan tebasan dan tusukan pedang.


Tak ! Tak ! Tak !


Traaakkk ! Traaakkk !


Namun seperti tadi, tongkat Nyi Manis selalu terpental ke belakang, setiap membentur pedang Puguh. Membuat Nyi Manis terus bergerak mundur untuk mengimbangi daya dorong tongkatnya saat terpental.


Akhirnya hanya dalam beberapa jurus, Puguh bisa mendesak Nyi Manis. Hingga pada suatu saat, pedang Puguh berhasil membuat goresan di dagu Nyi Manis disusul kemudian, pukulan tangan kiri Puguh mengenai dada Nyi Manis.


Sreeettt !


Buggghhh !


Terkena pukulan tepat di dadanya, membuat Nyi Manis terlempar ke belakang hingga beberapa meter dan kemudian terhempas di tanah.


Dengan cepat, Nyi Manis berusaha bangkit lagi. Setelah dengan susah payah berdiri, Nyi Manis merasakan seluruh tubuhnya nyeri. Dadanya terasa panas dan nafasnya berat.


Setelah berdiri tegak, tangan kiri Nyi Manis segera merogoh kantong jubahnya. Kemudian dengan cepat tangan kirinya melemparkan sesuatu berbentuk serbuk berwarna hitam yang menyebar ke arah Puguh.

__ADS_1


Setelah melemparkan serbuk hitam itu, Nyi Manis sedikit mendekat ke arah Puguh sambil tongkat hitamnya diputar dengan kedua tangan.


Dari tongkat yang berputar cepat itu, keluar pusaran angin yang mengendalikan gerakan serbuk hitam itu dan membuat serbuk hitam berubah menjadi seperti asap hitam dan semakin bertambah banyak dan bertambah pekat.


Setelah asap yang terbentuk dari serbuk hitam itu menyelimuti Puguh hingga tubuhnya tidak terlihat, Nyi Manis berhenti memutar tongkatnya. Kemudian dengan cepat tangan kanannya melemparkan sesuatu berbentuk bola bola hitam kecil ke arah Puguh. Lalu, Nyi Manis pun melesat dengan sangat cepat, meninggalkan pertarungan. Saat berlari cepat itu, Nyi Manis merasakan dadanya semakin panas dan nafasnya semakin sesak. Selama berlari, Nyi Manis sempat memuntahkan darah beberapa kali.


Asap hitam itu dengan cepat mengepung Puguh. Untuk menjaga segala kemungkinan, Puguh menutup pernafasannya dan meningkatkan aliran tenaga dalam ke seluruh tubuhnya, sambil memutar pedangnya dengan sangat cepat untuk menghalau asap hitam itu. Selain itu, Puguh juga merasakan desiran datangnya benda benda kecil yang meluncur sangat cepat ke arahnya. Dengan memutar pedangnya, Puguh menepis luncuran benda benda kecil berbentuk bola bola hitam itu hingga menimbulkan suara berdentingan.


Triiinnnggg ! Triiinnnggg ! Triiinnnggg !


Setelah beberapa waktu, asap hitam itupun perlahan memudar terbawa angin, hingga kemudian lenyap tak berbekas.


Namun, Puguh tidak melihat Nyi Manis di depannya. Kemudian, Puguh melihat ke arah tiga orang lawannya yang tadi pingsan dan tergeletak di tanah.


Setelah didekatinya, ketiga laki laki paruh baya itu telah tewas semuanya dengan dahi dan dada yang melepuh menghitam. Saat Puguh memeriksanya, ketiga laki laki paruh baya itu terkena bola bola hitam yang mengandung racun.


"Seorang ahli racun lagi. Betapa berbahayanya, bila ilmu silat disertai penggunaan senjata beracun," gumam Puguh.


Kemudian, selain membersihkan tempat itu, Puguh juga mengubur ketiga laki laki paruh baya yang telah tewas itu.


----- * -----


Menjelang malam hari, Pangeran Pandu dan Pangeran Panji dengan diiringi beberapa prajurit kerajaan, tiba di istana mereka masing masing.


Pangeran Pandu yang diam diam diikuti oleh Ki Dwijo dan Rengganis, pada malam harinya segera mengundang Puguh dan Ki Dwijo serta Rengganis, untuk membicarakan hal hal yang telah mereka alami.


"Pangeran, sepertinya ada seseorang yang berusaha untuk membunuh Pangeran, dengan mengirimkan benerapa orang pembunuh," kata Puguh.


"Beberapa kali penyerangan yang dialami oleh Pangeran, memiliki ciri yang sama. Mereka bersenjata belati. Kemungkinan itu juga berkaitan dengan usaha membunuh Pangeran," kata Ki Dwijo menambahkan.


Dalam pertemuan itu, Ki Dwijo menyarankan pada Pangeran Pandu, untuk menambah jumlah prajurit kerajaan dan juga mengundang pendekar pendekar yang bisa dipercaya untuk menjaga keselamatan Pangeran Pandu.


"Kalau meminta penambahan prajurit untuk menjaga istana ini, sepertinya tidak mungkin, Ki Dwijo. Selain ayahanda Prabu yang sedang sakit, juga akan terlihat aneh dan menimbulkan kecurigaan, tiba tiba meminta penambahan prajurit. Tetapi kalau mengundang pendekar, mungkin bisa. Aku serahkan pada Ki Dwijo, untuk mencari dan menghubungi pendekar yang bersedia diajak kerja sama," jawab Pangeran Pandu.


Akhirnya, diputuskan akan dilakukan beberapa rencana. Ki Dwijo akan mengundang beberapa sahabat sahabatnya yang sangat bisa dipercaya, untuk datang ke istana Pangeran Pandu.


Kemudian Puguh akan menyelidiki ke istana pangeran Panji yang terlihat semakin banyak orang berdatangan.


__________ ◇ __________

__ADS_1


__ADS_2