Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Inti Kekuatan Tenaga Dalam yang Tercerai Berai


__ADS_3

Di pagi hari berikutnya, Kartika Dhatu memanfaatkan waktu, dengan terus menerus menyalurkan tenaga dalamnya untuk menyembuhkan neneknya.


Tanpa disadari oleh Iswara Dhatu, bahkan oleh Kartika Dhatu sendiri, tenaga dalam yang dialirkan oleh Kartika Dhatu bisa mengumpulkan dan menata kembali tenaga dalam Iswara Dhatu yang tercerai berai, walau baru sedikit sekali.


Hal itu karena, di dalam tenaga dalam Kartika Dhatu terdapat kekuatan Bunga Hitam, yang didapat saat Puguh menyembuhkan Kartika Dhatu.


Sementara itu, Puguh dan Rengganis yang tidak mau tinggal di dalam Istana Kerajaan Banjaran Pura, memilih berjaga di luar istana, sekaligus bisa berkonsentrasi untuk menyembuhkan Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


"Adik Rengganis, sebaiknya segera kau satukan dengan kekuatan yang ada di dalam tubuhmu, inti kekuatan siluman Serigala Mata Biru yang sudah dikembalikan padamu !" kata Puguh.


"Baiklah kakang ! Aku juga sudah menasaran dengan kekuatan siluman Serigala Mata Biru !" jawab Rengganis.


Maka, setelah menemukan tempat yang nyaman untuk bersemedi dan berlatih, Rengganis mulai melakukan semedi untuk menyerap inti kekuatan siluman Serigala Mata Biru.


Sementara itu, selama Rengganis bersemedi, Puguh menyempatkan diri untuk menjenguk Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


Pada kesempatan itu, Puguh mencoba mengobati Ki Dwijo dan Resi Wismaya, dengan menyalurkan tenaga dalamnya. Namun, ketika mencoba mengalirkan tenaga dalamnya, Puguh belum bisa merasakan munculnya tenaga dalam kedua gurunya.


Setelah beberapa kali mencoba, akhirnya Puguh bisa mengetahui apa yang terjadi pada tubuh kedua gurunya.


"Inti tenaga dalam guru berdua, tercerai berai. Kekuatan apa yang mampu menghancurkan inti tenaga dalam pendekar sekelas guru berdua ?" tanya Puguh dalam hati.


Kemudian Puguh menemui Ki Bhanujiwo yang dengan telaten, merawat Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


"Puguh, aku memang sengaja membuat Ki Dwijo dan Resi Wismaya, tidak sadarkan diri dulu. Kau pasti paham maksudku !" kata Ki Bhanujiwo.


"Aku bisa memahaminya, Ki Bhanujiwo. Kalau sadar dan mengetahui kalau inti tenaga dalamnya hancur, guru berdua pasti lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya. Hanya saja, yang masih menjadi pertanyaan, kekuatan apa yang mampu menghancurkan inti tenaga dalam, guru berdua !" jawab Puguh.


"Ngger Puguh ! Kalau berdasarkan tanda tanda pada tubuh kedua gurumu, yang kulihat dan kurasakan, kedua gurumu, kemungkinan besar terkena pukulan dengan tehnik pantulan tenaga dalam. Namun, tehnik pantulan tenaga dalam, seharusnya tidak sampai merusak inti tenaga dalam lawannya, hanya membuat lawannya merasa kehilangan atau cepat habis tenaga dalamnya. Tapi yang terjadi pada Ki Dwijo dan Resi Wismaya, inti tenaga dalam mereka pecah dan tercerai berai. Sangat besar kemungkinannya, tehnik pantulan tenaga dalam yang mengenainya, dilakukan dengan menggabungkannya dengan penggunaan inti kekuatan siluman binatang !" jawab Ki Bhanujiwo menjelaskan.

__ADS_1


"Aahhh pantas saja Ki Bhanujiwo. Pangeran Langit Barat menarik semua siluman binatang yang berada di Hutan Perbatasan ! Rupanya, dia berusaha menyerap inti kekuatan tenaga dalam semua siluman binatang yang dia tangkap !" kata Puguh.


"Kalau bertemu Pangeran Langit Barat dan Ki Naga Kecil, tidak akan kulepas lagi !" sambung Puguh dengan geram.


"Ngger Puguh ! Coba kau pinjam sepasang pedang pendek milik Roro Nastiti ! Siapa tahu bisa membantu saat kau berhadapan dengan Pangeran Langit Barat !" kata Ki Bhanujiwo.


"Terimakasih Ki Bhanujiwo !" jawab Puguh.


Sebelum pergi meninggalkan tempat pengobatan kedua gurunya, Puguh kembali mencoba untuk membantu menyembuhkan kedua gurunya.


Puguh mengalirkan tenaga dalamnya melalui telapak tangannya yang menyentuh telapak tangan Ki Dwijo. Sementara, Ki Bhanujiwo membantu memberikan totokan totokan di tempat tempat tertentu di tubuh Ki Dwijo, agar tenaga dalam Puguh bisa menerobos ke seluruh tubuh Ki Dwijo.


"Ngger Puguh ! Coba sekarang kau pusatkan tenaga dalammu ke arah pusar dan dada gurumu, lalu kumpulkan serpihan inti tenaga dalam gurumu ke arah pusar !" kata Ki Bhanujiwo memberi petunjuk.


Tanpa menjawab, Puguh langsung melakukan petunjuk yang diberikan oleh Ki Bhanujiwo.


Mengingat nasib dan keselamatan gurunya, Puguh tidak menyerah dan terus mengalirkan tenaga dalamnya.


"Anak ini mempunyai bakat dan kemampuan serta tenaga dalam yang istimewa ! Aku selama sehari penuh mencoba mengumpulkan dan membangkitkan inti kekuatan tenaga dalam Ki Dwijo, tetapi tidak bisa menahannya di daerah pusar Ki Dwijo ! Tetapi anak muda ini, hanya butuh sepenanak nasi, untuk bisa menggiring pecahan inti kekuatan tenaga dalam Ki Dwijo !" kata Ki Bhanujiwo dalam hati.


Akhirnya, setelah beberapa waktu, Puguh menghentikan penyaluran tenaga dalamnya ke tubuh Ki Dwijo.


Walau baru sedikit, namun Puguh berhasil mengumpulkan inti tenaga dalam milik Ki Dwijo.


Kemudian, Puguh mengulang semua yang telah dia lakukan tadi, ke tubuh Resi Wismaya.


Namun, sama seperti yang terjadi pada tubuh Ki Dwijo, inti tenaga dalam Resi Wismaya juga baru bisa terkumpul sedikit.


Namun, yang sedikit itu, tanpa Puguh sadari, telah membuat Ki Bhanujiwo kagum.

__ADS_1


"Ngger Puguh ! Walau tenaga dalam kedua gurumu sudah mulai muncul walau baru sedikit, tetapi mereka berdua biarlah tetap tidak sadarkan diri. Untuk mempermudah pengobatan mereka !" kata Ki Dwijo.


"Terima kasih Ki Bhanujiwo, telah merawat kedua guru !" jawab Puguh.


Kemudian, Puguh juga menyempatkan diri menengok keadaan Iswara Dhatu yang masih terus dirawat oleh Kartika Dhatu.


"Adik Kartika Dhatu, bagaimana keadaan Bibi Iswara Dhatu ?" tanya Puguh saat tiba di tempat Iswara Dhatu dirawat.


"Seperti yang kakang Puguh lihat, nenek belum juga sadar !" jawab Kartika Dhatu.


Kemudian, Puguh mencoba menyalurkan tenaga dalamnya melalui telapak tangan Iswara Dhatu.


Setelah beberapa waktu, Puguh menyimpulkan, kalau apa yang terjadi pada Iswara Dhatu, sama dengan yang dialami oleh kedua gurunya, yaitu Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


Di sisi lain, Puguh sedikit terkejut dan kagum, karena usaha keras Kartika Dhatu juga bisa mengumpulkan kembali, tenaga dalam Iswara Dhatu. Hal yang tanpa disadari oleh Puguh dan oleh Kartika Dhatu sendiri.


Selesai menjenguk ketiga tokoh tua dunia persilatan itu, Puguh kembali ke tempat Rengganis bersemedi. Tetapi sesampai di tempat Rengganis, Puguh menemukan, Rengganis masih bersemedi.


Melihat hal itu, Puguh pun segera berpamitan untuk melihat keadaan sekitar istana.


Kemudian dengan sangat cepat, Puguh melesat ke atas ke angkasa.


Dengan mengeluarkan getaran kekuatan tingkat sangat tinggi yang cukup besar, Puguh melihat keadaan dan situasi istana Kerajaan Banjaran Pura dan sekitarnya.


Setelah menebarkan pandangannya selama beberapa saat, Puguh segera melesat lebih tinggi lagi. Dikeluarkannya tenaga dalam yang lebih besar lagi.


"Pangeran Langit Barat ! Kau harus mempertanggung jawabkan semua yang telah kau lakukan ! Atau kau akan kubuat tidak pernah bisa kembali ke negerimu !" teriak Puguh mengeluarkan kegeramannya.


          ---------- ◇ ----------

__ADS_1


__ADS_2