Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Menuju ke Air Terjun Hutan Perbatasan


__ADS_3

Ketiga laki laki muda tangan kanan Pangeran Langit Barat itu sangat terkejut. Mendapatkan serangan mendadak dari tiga orang yang tenaga dalam dan kesaktiannya telah berada pada tingkatan yang sangat tinggi, bukanlah hal yang mereka harapkan. Hal itu membuat mereka bertiga terpontang panting menghadapinya.


Walau kemampuan tiga laki laki muda itu juga sudah masuk dalam tingkatan sangat tinggi, tetapi menghadapi Iswara Dhatu, Puguh dan Rengganis dengan satu lawan satu, sungguh sangat berat bagi mereka. Apalagi, karena mereka bertiga terbiasa menghadapi semua lawan dengan bekerja sama.


Laki laki muda yang melawan Iswara Dhatu yang menggunakan dua senjata selendang, berusaha memutar senjata pedangnya untuk menangkis patukan ataupun tebasan senjata selendang.


Taaakkk ! Taaakkk ! Taaakkk !


Namun, setelah bertarung dan laki laki muda itu memberikan perlawanan selama tiga puluh jurus, Iswara Dhatu mulai bisa menguasai pertarungan dan beberapa kali menyarangkan patukan selendangnya.


"Hentikan seranganmu ! Kami menunggu kalian tidak untuk bertarung ! Kami hanya ditugaskan untuk menyampaikan undangan !" teriak laki laki muda itu.


"Haahhh ! Menghentikan serangan ? Apakah saat kalian melakukan serangan ke Gunung Pedang kemudian menghancurkan perbukitan milik Trah Keluarga Asmara Dhatu, kalian juga berpikiran untuk menghentikan serangan ?" sahut Iswara Dhatu sambil kemudian semakin meningkatkan serangannya.


Mendengar jawaban Iswara Dhatu itu, laki laki muda itu hanya bisa menelan ludah.


Dan setelah lima puluh jurus berusaha bertahan, laki laki muda itu terlempar ke belakang hingga lima langkah, setelah terkena patukan dua ujung selendang, di dadanya dan di pahanya.


Tasssk ! Tasssk !


Tubuh laki laki muda itu jatuh terduduk dan sesaat kemudian memuntahkan darah segar.


Bersamaan dengan itu, nasib laki laki muda tangan kanan Pangeran Langit Barat yang lainnya lagi yang melawan Rengganis, juga sama.


Bertarung satu lawan satu dengan Rengganis yang kesaktian dan tenaga dalamnya sudah dalam tingkatan yang sangat tinggi sekali, membuat laki laki muda itu harus terpontang panting melindungi tubuhnya agar tidak terluka terkena serangan serangan Rengganis.

__ADS_1


Senjata pedangnya diputar sedemikian rupa untuk membentuk pertahanan yang sangat rapat.


Trang ! Trang ! Trang ! Trang !


Namun, setelah sekitar lima puluh jurus, kelebatan senjata pedang Rengganis yang mengeluarkan kilatan hitam pekat, dirasakan oleh laki laki muda itu, semakin cepat gerakannya dan semakin besar kekuatan yang digunakannya.


Sehingga, setelah usahanya untuk menangkis sudah maksimal, beberapa tebasan pedang mulai mengenai tubuhnya. Dan akhirnya, dalam keadaan tubuh yang penuh luka, sebuah tusukan pedang yang tepat mengenai jantungnya, menghentikan perlawanannya. Laki' laki muda itu tewas tanpa sempat mengetahui, siapa nama lawannya.


Naas bagi tiga laki laki muda yang menjadi tangan kanan Pangeran Langit Barat. Walau tingkat kesaktian dan tenaga dalam mereka bisa dikatakan hampir setingkat dengan para Panglima Perang berbaju keemasan, tetapi, menghadapi Puguh, Rengganis dan Iswara Dhatu, satu lawan satu, membuat mereka tidak bisa mengeluarkan tehnik andalan mereka. Karena, jurus jurus dari ilmu silat mereka, akan berkali lipat kekuatan dan keampuhannya, jika mereka mainkan bersama sama.


Sehingga akhirnya, laki laki muda yang berhadapan dengan Puguh pun mengalami nasib yang sama.


Walaupun menggunakan senjata pedang untuk melawan Puguh yang masih menggunakan tangan kosong, setelah Puguh secara bertahap meningkatkan aliran tenaga dalamnya, beberapa kali pukulan Puguh tidak mampu ditangkis atau dihindarinya.


Setelah menerima beberapa pukulan yang dengan telak mengenai dada, bahu dan perutnya, laki laki muda itu terlempar ke belakang dengan mata melotot, setelah sebuah pukulan tangan kanan Puguh tepat mengenai dadanya hingga membuat seluruh tubuhnya bergetar dengan nafas yang terasa berat dan dada terasa panas.


"Haahhh ha ha ha ha ! Ternyata tamu tamu yang aku undang, sudah melakukan pesta tanpa menunggu sambutanku !" kata sosok tinggi besar yang baru saja datang dan langsung berdiri di depan Puguh, Rengganis dan Iswara Dhatu.


Sementara itu, satu bayangan tubuh yang lainnya, segera menyambar tiga tubuh laki laki muda tangan kanan Pangeran Langit Barat, dan dengan gerakan yang sangat cepat, membawanya pergi menjauh dari tempat pertarungan.


"Pangeran Langit Barat ! Kekacauaan apa lagi yang hendak engkau lakukan ! Kembalilah ke negerimu, sebelum pasukan perangmu habis di negeri ini !" kata Puguh.


"Haahhh ha ha ha ha ! Pendekar Puguh, aku memang akan segera meninggalkan tanah ini, setelah aku mendapatkan apa yang aku cari di Tanah Jawadwipa ini !" jawab Pangeran Langit Barat.


"Pangeran keparat ! Serahkan kembali cucuku dalam keadaan yang baik baik saja ! Atau cincang tubuhmu di hutan ini !" sahut Iswara Dhatu.

__ADS_1


"Haahhh ha ha ha ha ! Iswara Dhatu, kau sudah datang ke sini, jadi kau sudah membawa apa yang aku inginkan, sebagai penukar nyawa cucumu ! Cepat serahkan Bunga Hitam padaku, dan kau akan mendapatkan kembali cucumu !" jawab Pangeran Langit Barat.


"Tidak ada yang akan aku serahkan padamu ! Justru nyawamu yang akan aku ambil !" teriak Iswara Dhatu sambil mengeluarkan dua senjata selendangnya. Getaran tenaga dalam yang sangat besar, terasa keluar dari seluruh tubuhnya.


"Bibi Iswara Dhatu, ingat tugas kita masing masing !" kata Puguh segera mengingatkan Iswara Dhatu.


"Adik Rengganis, tolong temani Bibi Iswara Dhatu dalam mencari cucunya. Pangeran ini biar aku yang menghadapinya !" kata Puguh sambil kemudian dengan sangat cepat, tubuhnya melesat dan tiba tiba sudah berhadapan dengan Pangeran Langit Barat.


"Haahhh ha ha ha ha ! Aku sangat suka dengan orang penuh semangat untuk bertarung. Tetapi, sayangnya tidak di sini ! Aku tunggu kalian di tanah lapang di dekat air terjun !" kata Pangeran Langit Barat yang kemudian, tubuhnya langsung melesat pergi ke arah perut Hutan Perbatasan yang lebih dalam lagi.


"Bibi Iswara Dhatu, adik Rengganis ! Kita kejar Pangeran Langit Barat. Bibi dan adik Rengganis tetap fokus mencari dan menyelamatkan adik Kartika Dhatu. Aku yang akan menghadapi siapapun lawan yang menghadang kita !" ucap Puguh cukup pelan.


Kemudian, setelah mereka bertiga saling melihat, mereka segera melesat ke arah perginya Pangeran Langit Barat.


Setelah berlari selama beberapa waktu, akhirnya telinga mereka menangkap suara gemuruh dari arah depan mereka.


"Sepertinya itu suara air terjun. Kita sudah hampir sampai di tempat yang dimaksud oleh Pangeran Langit Barat !" kata Puguh pelan.


"Bibi, begitu menemukan adik Kartika Dhatu, secapatnya segeda dibawa keluar dari Hutan Perbatasan ini. Tidak usah menunggu. Aku akan secepatnya menyusul. Adik Rengganis, tetap temani Bibi Iswara Dhatu !" sambung Puguh.


Sesaat kemudian, mereka bertiga sampai di suatu air terjun yang sangat tinggi. Suara air yang jatuh ke tanah hingga membentuk seperti kolam yang sangat besar, sangat bergemuruh seperti tidak ada putusnya.


Di sebelah kanan kolam yang airnya jernih dan mengalir deras dan membentuk sungai itu, terdapat tanah yang cukup datar dan tidak ditumbuhi pepohonan.


Di ujung tanah datar itu, di samping air terjun, terlihat Pangeran Langit Barat berdiri dengan tegap dan sedikit tersenyum.

__ADS_1


---------- ◇ ----------


__ADS_2