Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Pangeran Langit Barat


__ADS_3

Sambil berjalan pelan melintasi lebat dan gelapnya Hutan Perbatasan, Puguh sengaja tidak menutupi getaran kekuatan yang keluar dari tubuhnya.


Tidak menunggu terlalu lama dan Puguh belum terlalu jauh masuk ke dalam hutan, tiba tiba Puguh merasakan adanya beberapa hawa siluman yang mengeluarkan getaran kekuatan sangat tinggi yang melesat mendekat dengan sangat cepat ke arahnya.


Dammm ! Dammm ! Dammm !


Dammm ! Dammm ! Dammm !


Tiba tiba, didepan Puguh berdiri beberapa siluman binatang seperti siluman harimau, siluman ular, siluman macan kumbang, siluman kera, siluman badak dan siluman kerbau. Mereka semua masih dalam wujud ukuran seperti binatang yang sebenarnya.


"Ggrrrhhh ! Anak manusia ! Dari mana saja kau ? Akhirnya kau muncul juga !" kata siluman harimau.


"Aahhh maaf kawan ! Kalau kedatanganku mengganggu ketenteraman kalian semua, Hutan Perbatasan ini !" jawab Puguh.


"Ggrrrhhh ! Puguh ! Segeralah pulang ke negerimu ! Negerimu sekarang seperti rumah tak berpenghuni, semenjak kedatangan beberapa orang yang mengaku berasal dari Kerajaan Menara Langit !" kata siluman harimau.


"Hhmmm ! Jadi tiga orang yang menemuiku itu berasal dadi Kerajaan Menara Langit !" gumam Puguh pelan.


"Ssttt ! Jadi, kau sudah bertemu dengan mereka ?" tanya siluman ular.


"Ada tiga laki laki muda yang menghadang perjalananku. Bahkan mereka sempat menyerangku satu gebrakan. Salah satu dari mereka mengatakan hal yang sama dengan yang kalian sampaikan, agar aku segera kembali ke negeriku. Mereka mengatakan, aku ditunggu oleh Tuan Muda mereka. Aku belum tahu, apakah ini ada kaitannya dengan yang kalian sampaikan !" jawab Puguh.


"Sepertinya, ketiga orang yang menemuimu itu memang mereka yang datang ke negerimu. Maka saranku, Puguh, segeralah kau menengok negerimu !" kata siluman harimau.


"Baiklah ! Terimakasih atas sarannya. Aku permisi dulu !" kata Puguh berpamitan.


Sesaat kemudian, Puguh melesat dengan sangat cepat, menyusuri gelapnya Hutan Perbatasan.


Perjalanan Puguh menyeberangi Hutan Perbatasan berjalan dengan sangat lancar. Seakan seluruh siluman penghuni Hutan Perbatasan, menyingkir untuk memberikan jalan pada Puguh.


"Anak manusia itu, kekuatan dan kemampuannya meningkat sangat pesat. Dia sengaja membiarkan getaran kekuatannya bisa ditangkap oleh kita semua. Bisakah kalian mengukur tingkat kekuatannya ?" kata siluman harimau.


Mendengar pertanyaan siluman harimau, para siluman binatang yang lainnya terdiam dan hanya menggelengkan kepalanya. Karena, diam diam, sejak tadi mereka merasa tercekat dengan kekuatan Puguh yang mereka rasakan dari getaran kekuatan yang keluar dari tubuh Puguh. Terlebih saat Puguh sedang berbicara pada mereka, ada hawa yang dirasakan sangat menekan mereka semua.


"Grawww ! Untungnya bocah manusia itu, tidak dalam posisi bermusuhan dengan kita !" kata siluman macan kumbang.

__ADS_1


----- * -----


Sementara itu, tidak sampai setengah hari, Puguh sampai di wilayah Kerajaan Banjaran Pura. Puguh terus saja menuju istana Kerajaan Banjaran Pura.


Sesampai di dekat benteng Kerajaan Banjaran Pura, Puguh dihadang oleh dua orang perempuan muda yang cantik dan berpakaian serba putih.


"Berhenti !" teriak salah seorang perempuan muda itu.


"Kau yang bernama Puguh itu ya ?" tanya perempuan muda yang satunya lagi.


Puguh baru saja hendak menjawab, saat tiba tiba kedua perempuan muda itu sudah melesat menerjang ke arahnya.


Entah kapan mencabutnya, tiba tiba tangan kanan mereka sudah memegang pedang yang sangat indah, dengan ronce ronce di ujung gagangnya.


Gerakan kedua perempuan muda itu sangat lemah lembut. Namun, dibalik kelembutan gerakan mereka, pedang mereka menusuk dan menebas bertubi tubi mengarah ke bagian bagian tubuh yang berbahaya.


Mendapatkan serangan mendadak dan bertubi tubi, tidak membuat Puguh menjadi panik. Dengan meliukkan tubuhnya di antara sambaran pedang kedua perempuan cantik itu.


Puguh belum memahami maksud serangan kedua perempuan cantik itu. Namun, Puguh tidak ingin kehabisan waktu. Sambil melesat dengan sangat cepat, segera diloloskannya pedangnya, dan digerakkannya untuk menghadang kemanapun senjata pedang kedua perempuan cantik itu.


Trang ! Trang ! Trang ! Tang !


Kedua perempuan itu belum mengembalikan kuda kuda mereka, saat Puguh tiba tiba sudah berada depan mereka dengan melakukan tebasan pedang dari atas ke bawah beberapa kali untuk menepis senjata pedang lawannya.


"Kalian berdua hanya memperlambat dan menghambat, gerakanku !" kata Puguh pelan.


Setelah berhasil membuat senjata pedang kedua lawannya terpental beberapa kali, Puguh membuat gerakan menghentak yang membuat senjata pedang kedua perempuan itu terlepas dari genggamannya.


Traaannnggg ! Traaannnggg !


Suara benturan senjata baru saja berhenti, ketika tiba tiba Puguh sudah di dekat mereka sambil melayangkan tendangan.


Tanpa bisa dihindari lagi, tendangan Puguh mendarat di punggung mereka.


Paaaccckkk ! Paaaccckkk !

__ADS_1


Tubuh kedua perempuan cantik itu terjengkang ke depan hingga harus bergulingan.


Saat kedua perempuan cantik itu berhenti berguling dan melihat ke depan, mereka berdua sudah tidak melihat Puguh berdiri di depan mereka.


Namun, sesaat kemudian, mereka melihat kelebatan tubuh Puguh, memasuki pintu gerbang Istana Kerajaan Banjaran Pura.


Begitu melewati pintu gerbang, Puguh tiba di halaman depan Istana Kerajaan Banjaran Pura yang sangat luas.


Puguh melihat, di tengah tengah halaman depan Istana Kerajaan Banjaran Pura, berdiri seorang laki laki muda berpakaian ringkas serba putih. Mimik muka laki laki muda itu terlihat sangat serius.


Tangan kiri laki laki muda itu memegang sarung pedang yang sangat panjang, yang panjangnya melebihi pedang pada umumnya.


Begitu panjangnya sarung pedang itu, hingga ujungnya menempel ke tanah.


Dari tubuh laki laki muda itu, Puguh merasakan getaran kekuatan yang sangat dahsyat.


"Diakah yang dimaksud dengan sebutan Tuan Muda itu ? Kekuatan yang dimilikinya sangat besar !" kata Puguh dalam hati.


Sementara itu, begitu merasakan getaran kekuatan yang keluar dari tubuh Puguh, laki laki muda itu tersenyum menyeringai.


Tangan kirinya bergerak maju sedikit, sehingga ujung sarung pedang itu terseret maju.


"Aahhh ! Kesabaranku menunggu kedatanganmu tidak sia sia. Akhirnya kau datang juga. Perkenalkan, namaku Pangeran Langit Barat !" kata laki laki muda itu.


"Apa maksudmu dengan menungguku ?" tanya Puguh.


"Aku menunggumu, untuk mengajakmu mengadu ilmu silat dan kesaktian !" jawab Pangeran Langit Barat.


"Kalau cuma itu maksudmu, kenapa tidak langsung mencariku ? Kenapa mesti harus membuat teror ketakutan di negeri ini ?" tanya Puguh.


"Aahhh ! Ini tidak seberapa menakutkan. Mereka merasa ketakutan, karena mereka tidak punya kemampuan untuk melindungi diri mereka sendiri. Tetapi, tahukah kau, kalau datangnya berita berita tentang kau di dunia persilatan, sudah mengakibatkan teror tersendiri di dunia persilatan di berbagai negeri ! Sehingga, untuk mengakhiri teror itu, aku harus mencari dan menantangmu mengadu ilmu !" jawab Pangeran Langit Barat.


"Apa yang kau lakukan pada Raja dan seluruh punggawa Istana Kerajaan Banjaran Pura ?" tanya Puguh.


"Aku tidak melakukan apa apa pada mereka semua. Karena ternyata, mereka semua tidak memiliki kemampuan untuk melawan kami !" jawab Pangeran Langit Barat.

__ADS_1


"Ayo kita mulai ! Aku sudah tidak sabar untuk memulai pertarungan ini !" sambung Pangeran Langit Barat.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2