Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Mencari Pangeran Langit Barat


__ADS_3

Di markas darurat pasukan perang Kerajaan Kisma Pura dan Kerajaan Banjaran Pura, Ki Dwijo dan Resi Wismaya segera ditangani oleh Ki Bhanujiwo.


Namun, setelah beberapa waktu memeriksa dan mengobati kedua sahabatnya itu, Ki Bhanujiwo keheranan dan juga terkejut, dengan apa yang sedang dialami oleh kedua sahabatnya itu.


"Aneh sekali ! Kenapa tenaga dalam Ki Dwijo dan Resi Wismaya tidak ada sama sekali, seperti seseorang yang tidak pernah memiliki ilmu kesaktian ?" gumam Ki Bhanujiwo.


Hampir seharian penuh, Ki Bhanujiwo mencoba berbagai cara untuk memunculkan denyut tenaga dalam, tetapi belum berhasil juga. Karena itu, Ki Bhanujiwo sengaja membuat Ki Dwijo dan Resi Wismaya tetap tidak sadarkan diri.


Ki Bhanujiwo paham sepenuhnya. Bagi seorang pendekar, kekuatan dan tenaga dalam adalah segalanya. Sehingga apabila seorang pendekar kehilangan tenaga dalamnya, mereka merasa hidup mereka tidak berguna dan mereka akan lebih memilih kehilangan nyawanya daripada tetap hidup.


Melihat hampir satu hari penuh, Ki Bhanujiwo belum berhasil menyadarkan Ki Dwijo dan Resi Wismaya, Putri Cinde Puspita mengajak Pangeran Indra Prana untuk melihatnya. Karena, Putri Cinde Puspita tahu betul kemampuan Ki Bhanujiwo dalam hal obat dan pengobatan, sehingga heran dan penasaran sekaligus khawatir dengan kondisi Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


"Ki Bhanujiwo, apa yang terjadi dengan beliau berdua ?" tanya Putri Cinde Puspita sambil kedua tangannya menyentuh punggung tangan Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


Namun, seperti halnya Ki Bhanujiwo, Putri Cinde Puspita juga sangat terkejut mendapati keadaan Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


"Putri Cinde Puspita sudah tahu sendiri keadaan Ki Dwijo dan Resi Wismaya. Maka dari itu, memang sengaja aku buat belum sadarkan diri !" jawab Ki Bhanujiwo.


Sebenarnya, luka luka di tubuh Ki Dwijo dan Resi Wismaya tidak terlalu parah, sehingga hanya dalam waktu sebentar saja, Ki Bhanujiwo bisa mengobati lika luka tubuhnya dan menyadarkannya.


Karena belum bisa menemukan denyut tenaga dalam Ki Dwijo dan Resi Wismaya, Ki Bhanujiwo hanya mengobati luka luka tubuh kedua sahabatnya itu.


"Ki Bhanujiwo, kira kira apa yang bisa membuat beliau berdua kehilangan tenaga dalamnya ?" tanya Putri Cinde Puspita lagi, "Dan apakah ada cara untuk mengembalikan tenaga dalam beliau berdua ?"


"Sepertinya terkena serangan yang bersifat menyerap atau menyedot tenaga dalam, tapi nampaknya belum sempurna, sehingga Ki Dwijo dan Resi Wismaya tidak sampai terbunuh !" jawab Ki Bhanujiwo.

__ADS_1


"Kita belum tahu, apa atau siapa yang mengenai tubuhnya dan menyerap tenaga dalam Ki Dwijo dan Resi Wismaya, sehingga belum bisa melakukan sesuatu yang bisa menarik kembali tenaga dalam mereka berdua !" lanjut Ki Bhanujiwo.


Keadaan Ki Dwijo dan Resi Wismaya itu menambah keresahan Pangeran Indra Prana.


Menjelang sore, keresahan Pangeran Indra Prana semakin bertambah. Hingga akhirnya, Pangeran Indra Prana memerintahkan seluruh prajurit dan terutama para senopatinya untuk tetap berjaga, bersiap siap andaikata perkemahan darurat mereka mendapatkan serangan gelap lagi.


Bukan takut andaikata dirinya terluka atau tewas. Namun, Pangeran Indra Prana khawatir akan kehilangan lebih banyak lagi pasukan perang dan para pendekar yang selama ini ikut membantu pasukan perang Kerajaan Kisma Pura dan Kerajaan Banjaran Pura.


Saat Pangeran Indra Prana dan Putri Cinde Puspita sedang berkumpul dan berbincang dengan para pendekar, tiba tiba mereka semua merasakan datangnya empat getaran kekuatan yang sangat tinggi tingkatannya, bergerak ke arah markas darurat mereka. Hal itu seketika membuat mereka yang berada di tempat itu terdiam. Perasaan tegang terlihat di raut wajah mereka.


Pangeran Indra Prana dan Putri Cinde Puspita serta semua pendekar baru saja bersiap, ketika di depan mereka sudah berdiri empat orang yang membuat mereka semua terkejut sekaligus merasa senang dan lega.


"Puguh !" teriak Putri Cinde Puspita sambil berdiri dan menghampiri empat orang yang baru saja datang.


Putri Cinde Puspita hampir saja akan memeluk Puguh, namun sesaat kemudian diurungkannya.


Begitu leganya dan gembiranya perasaan Pangeran Indra Prana dan Putri Cinde Puspita serta para pendekar lainnya, hingga membuat mereka semua lupa untuk menanyakan kabar dan keadaan Puguh, Rengganis dan Iswara Dharu serta Kartika Dhatu.


Putri Cinde Puspita menceritakan semua yang telah terjadi, sejak dari penyerbuan pasukan perang Kerajaan Menara Langit ke Kerajaan Banjaran Pura, jatuhnya Istana Kerajaan Banjaran Pura serta ditahannya Prabu Pandu Kawiswara, hingga terlukanya Ki Dwijo dan Resi Wismaya.


Mendengar tentang kedua gurunya yang terluka, Puguh segera menoleh ke arah Ki Bhanujiwo.


Segera saja Ki Bhanujiwo mengajak Puguh dan Rengganis serta Iswara Dhatu dan Kartika Dhatu, menengok keadaan Ki Dwijo dan Resi Wismaya, sambil menceritakan semua yang diketahuinya.


Sesampainya di depan kedua gurunya terbaring, Puguh segera memeriksa keadaan kedua gurunya.

__ADS_1


"Ki Bhanujiwo, kalau yang bertarung melawan guru adalah Ki Naga Kecil, guru dari Pangeran Langit Barat, aku bisa mengerti penyebabnya ! Namun, kalau yang bertarung dengan kwdua guru adalah Pangeran Langit Barat, masih sulit digambarkan. Ilmu apa yang sedang dikembangkan oleh Pangeran Langit Barat !" kata Puguh.


"Itulah sebabnya, aku belum bisa mengatakan, apa yang terjadi dengan kedua gurumu, Puguh !" jawab Ki Bhanujiwo.


"Terimakasih atas pertolongannya pada guru, Ki Bhanujiwo !" kata Puguh lagi.


Kemudian, setelah mereka semua kembali ke tempat mereka berbincang, Puguh meminta ijin untuk melihat keadaan Istana Banjaran Pura dan pasukan perang Kerajaan Menara Langit.


Dengan ditemani oleh Rengganis, Puguh melesat ke arah Istana Kerajaan Banjaran Pura. Dengan melayang terbang, tidak memakan waktu lama, Puguh dan Rengganis tiba di tempat yang tidak terlalu jauh dari tempat pasukan perang Kerajaan Menara Langit.


Tanpa berpikir lagi, Puguh diikuti oleh Rengganis segera melesat turun di depan pos penjagaan, pasukan perang Kerajaan Menara Langit.


"Berhenti !" teriak komandan pasukan jaga yang sudah melenting menghadang arah jalan Puguh dan Rengganis.


"Katakan pada Pangeran Langit Barat ! Ada yang ingin menemuinya !" kata Puguh.


"Pangeran Langit Barat sedang tidak bisa ditemui ! Pergilah ! Saat ini sedang tidak boleh ada seorangpun yang datang ke istana !" kata komandan pasukan jaga itu.


Tidak ingin berurusan dengan para prajurit, Puguh dan Rengganis segera melesat pergi.


Dengan kecepatan ilmu meringankan tubuhnya, dan sedikit banyak sudah hafal dengan seluk beluk istana,Puguh dan Rengganis menyelinap ke tempat tempat lain untuk mencari keberadaan Pangeran Langit Barat atau Ki Naga Kecil.


Puguh dan Rengganis mencoba merasakan getaran kekuatan kedua orang yang mereka cari itu. Namun mereka tidak bisa menangkap adanya getaran kekuatannya.


"Kakang Puguh ! Aku tidak bisa menangkap getaran kekuatan Pangeran Langit Barat ataupun Ki Naga Kecil gurunya !" kata Rengganis.

__ADS_1


Karena tidak bisa.menemukan Pangeran Langit Barat dan Ki Naga Kecil, dan karena tidak ingin membunuh para prajurit, akhirnya Puguh dan Rengganis meninggalkan Istana Kerajaan Banjaran Pura, kembali ke markas darurat Pangeran Indra Prana.


---------- ◇ ----------


__ADS_2