
Puguh menanyakan pada kedua kera raksasa itu, dimana bisa menemui Pemimpin Tertinggi bangsa manusia dan bangsa manusia setengah kera.
"Kau tanyakan saja pada salah seorang kepala suku dari bangsa mereka. Hanya para kepala suku yang mengetahui keberadaan Pemimpin Tertinggi bangsa mereka !" jawab kera raksasa yang lebih besar.
Akhirnya Puguh membebaskan kedua kera raksasa itu, setelah kedua kera raksasa memberitahukan cara menemui Pemimpin Tertinggi bangsa manusia dan bangsa manusia setengah kera.
"Kalian aku bebaskan. Namun tubuh kalian sudah aku tandai, sehingga apabila kalian melakukan penyerangan pada bangsa manusia atau pada bangsa manusia setengah kera, aku akan mengetahuinya dan aku akan segera mencari dan membunuh kalian !" kata Puguh mengancam.
Kemudian, dengan cepat Puguh melesat meninggalkan kedua kera raksasa, menuju ke arah perkampungan suku yang dipimpin oleh kakek tua.
Kepada kakek tua itu, Puguh mengatakan akan menemui Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera.
"Tidak sembarang orang bisa menemui Pemimpin Tertinggi kami. Namun jangan khawatir, aku akan mengantar kamu menemui Pemimpin kami !" kata kakek tua kepala suku itu.
Keesokan harinya, Puguh dengan diantar kakek tua kepala suku, melesat keluar perkampungan menuju ke tempat Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera.
Hampir satu hari penuh Puguh dan kakek tua kepala suku berlari menuju ke pusat Negeri Tanah Dewa.
Hingga menjelang petang, mereka tiba di suatu kota yang sangat besar dengan pemukimannya yang padat, berderet deret di tepi jalan raya yang sangat lebar.
Oleh kakek tua kepala suku, Puguh diajak ke istana Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera.
Memasuki istana yang sangat luas itu, Puguh merasakan banyak getaran tenaga dalam tingkat tinggi. Saat melewati lorong lorong besar dan beberapa ruangan, Puguh bertemu banyak sekali manusia setengah kera yang memiliki kekuatan yang tinggi.
"Kakek, kenapa di istana ini ada banyak sekali pendekar dengan tingkat kekuatan yang tinggi ? Sepertinya mereka bukan prajurit ? Apakah akan ada perang ?" tanya Puguh sambil berjalan di samping kakek tua kepala suku.
"Mereka memang bukan prajurit, melainkan pendekar yang didatangkan dari berbagai suku dari bangsa manusia setengah kera. Tetapi, itulah alasan sebenarnya yang menyebabkan semua suku kekurangan pendekar laki laki, karena semua ditarik ke istana !" jawab kakek tua kepala suku.
"Kenapa semua pendekar ditarik ke istana ?" tanya Puguh lagi.
"Aku tidak tahu apa alasan sebenarnya dari Pemimpin Tertinggi, menarik hampir semua pendekar ke dalam istana," jawab kakek tua.
Akhirnya mereka berdua sampai di ruangan Pemimpin Tertinggi berada. Karena sejak memasuki gerbang menuju istana, kehadiran mereka sudah dilaporkan pada Pemimpin Tertinggi, maka Pemimpin Tertinggi sudah menunggu di ruangan itu.
__ADS_1
Puguh sedikit terkejut saat bertemu dan berdekatan dengan Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera itu.
Walau lebih tua dari kakek tua kepala suku, namun wajah Pemimpin Tertinggi itu terlihat lebih muda. Selain itu, samar samar Puguh merasakan getaran kekuatan yang luar biasa.
Setelah berbasa basi sebentar, Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera menanyakan maksud kedatangan mereka.
"Anak muda dari bangsa manusia, namamu Puguh ya ? Aku mendapat kabar, kau hendak membantu kami memerangi bangsa kera raksasa ? Apa yang akan kau lakukan ?" tanya Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera.
"Maaf Pemimpin Tertinggi, bukan membantu memerangi bangsa kera raksasa, tetapi membantu mencegah terjadinya peperangan lagi !" jawab Puguh.
Kemudian Puguh menceritakan pada Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera, tentang pembicaraannya dengan dua kera raksasa yang dikalahkannya. Bahwa beberapa kera raksasa yang memasuki Negeri Tanah Dewa hanya ingin meminta kembali Pemimpin Tertinggi mereka, hidup atau mati
"Haahhh ha ha ha ha ! Biarkan mereka mencari Pemimpin Tertinggi mereka, karena mereka hanya akan mengantarkan nyawa mereka ! Kita punya banyak pendekar yang siap mati demi menjaga keamanan.dan ketenteraman Negeri Tanah Dewa !" kata Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera menimpali cerita Puguh.
"Pemimpin Tertinggi, kalau ada cara yang tidak menimbulkan korban, kenapa tidak kita lakukan ?" tanya Puguh.
"Hhhmmm ! Kau punya cara lain ?" tanya Pemimpin Tertinggi sambil berdiri dari duduknya.
"Kita bebaskan dan kita serahkan Pemimpin Tertinggi mereka, mereka akan pulang ke Negeri mereka dengan membawa Pemimpin Tertinggi mereka. Dengan begitu, kita tidak harus mengorbankan nyawa para pendekar kita !" jawab Puguh.
Bruuaaakkk !!!
"Anak muda, dengarkan ! Aku, Indravanara, Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera ! Tidak akan pernah melepaskan tahanan yang sudah dengan susah payah kami kalahkan !" teriak Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera yang mengaku bernama Indravanara itu.
Kemudian, dengan cara dan kecepatan yang tidak terlihat lagi oleh mata, Indravanara melesat dan menerjang ke arah Puguh.
Puguh yang sudah bersiap sejak awal masuk ke dalam istana bangsa manusia setengah kera, segera menangkis terjangan Indravanara.
Benturan dua tenaga dalam tingkat sangat tinggi itu menimbulkan ledakan yang keras dan membuat guncangan dalam ruangan tempat mereka berada. Bahkan kakek tua kepala suku yang berada disitu, tubuhnya ikut terlempar hingga jatuh bergulingan.
Ddbbaaammm !!!
Sesaat setelah suara ledakan itu, tubuh mereka berdua terlihat terdorong ke belakang hingga dua langkah.
__ADS_1
Merasa tersaingi, Indravanara semakin murka. Dari dalam tubuhnya terjadi lonjakan kekuatan yang sangat hebat, kekuatan yang tadi samar samar Puguh rasakan.
"Paman Indravanara, aku tidak berniat melawanmu ! Aku hanya ingin membantu bangsa kalian !" kata.Puguh agak keras.
"Anak muda, kau telah membuatku marah !" teriak Indravanara sambil tubuhnya kembali melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh.
Tubuh yang tiba tiba sudah berada di depan Puguh itu, segera melayangkan dua pukulan beruntun. Pukulan yang sagera disambut Puguh dengan pukulan juga. Hingga menimbulkan suara ledakan lagi.
Dbammm ! Dbammm !
Kembali tubuh mereka berdua terdorong mundur. Dorongan yang membuat Indravanara semakin murka.
"Paman Indravanara, apakah kau tetap akan mengorbankan para pendekar dari bangsamu, untuk menahan serangan bangsa kera raksasa yang hanya ingin meminta kembali Pemimpin Tertinggi mereka ?" tanya Puguh.
"Semua bangsa manusia setengah kera, siap mengorbankan nyawanya untuk membela bangsanya !" jawab Indravanara.
"Mengorbankan nyawanya demi apa ? Demi perasaan tenang Pemimpin Tertingginya ? Ingat paman Indravanara, rakyatmu juga butuh ketenangan. Dengan kau ambil semua pendekar di suku suku mereka, itu berarti kau telah mengambil ketenangan mereka. Ketenangan rakyatmu demi ketenangan dirimu sendiri !" kata Puguh lagi.
"Kau tidak tahu apa apa tentang rakyatku ! Mereka dengan sukarela mengirimkan para pendekarnya untuk melindungi PemimpinnTertingginya !" teriak Indravanara.
Mendengar teriakan Indravanara, Puguh menoleh ke arah kakek tua kepala suku.
"Paman kakek tua ! Kau sudah mendengar sendiri perkataan Pemimpin Tertinggi kalian !" kata Puguh pada kakek tua kepala suku.
"Anak muda ! Kau terlalu banyak tahu tentang urusan bangsaku ! Kau harus ditangkap dan dipenjarakan !" kata Indravanara.
Kemudian, Pemimpin Tertinggi bangsa manusia setengah kera itu melesat dengan sangat cepat, kembali menerjang Puguh dan melakukan serangan beruntun.
Melihat serangan itu, Puguhpun kembali meningkatkan aliran tenaga dalamnya. Dan sesaat kemudian, terdengar suara ledakan berkali kali saat pukulan dan tendangan mereka bertemu.
Dbammm ! Dbammm ! Dbammm !
Blanggg ! Blanggg !
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_