Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Melawan Dua Kera Raksasa


__ADS_3

Puguh baru saja akan memeriksa kera raksasa yang menjadi lawannya tadi, saat kemudian telinganya samar samar menangkap suara pertarungan dan teriakan dari arah dalam perkampungan.


Segera saja Puguh melesat dengan sangat cepat menuju ke tengah perkampungan.


Begitu sampai di tengah kampung, Puguh mendapati pertarungan yang mirip dengan yang terjadi di depan gerbang masuk perkampungan tadi.


Kali ini akibat yang dihasilkan oleh pertarungan di tengah kampung itu lebih parah.


Kakek tua kepala kampung terlihat tergeletak terluka parah. Beberapa pasukan inti bangsa manusia setengah kera yang Puguh lihat saat bertarung dengan rombongan anak anak dari Arcamanik, juga terlihat beberapa tergeletak tidak bergerak, beberapa terluka dan tidak bisa melanjutkan pertarungan.


Kera raksasa itu baru akan menyerang sisa sisa pasukan inti saat tiba tiba didengarnya suara.


"Kera besar ! Bagaimana kalau aku yang melawanmu ?" kata Puguh sambil berjalan mendekat.


Kera raksasa itu menoleh dan membalikkan badannya dengan cepat.


"Grrrhhh ... ! Ternyata ada bangsa manusia juga ! Baiklah ! Siapapun kalian, aku akan membunuh kalian semua !" ucap kera raksasa itu sambil menggeram.


Kemudian dengan gerakan yang sangat cepat, tubuh besar kera raksasa itu sudah tiba di depan Puguh dan melayangkan serangkaian serangan.


Melihat kera raksasa itu menyerang, sambil menambah aliran tenaga dalamnya, Puguh setiap serangan yang datang.


Plakkk ! Plakkk ! Plakkk !


Packkk !


Dbammm !


Tubuh kera raksasa itu terhuyung huyung ke belakang hingga beberapa langkah, saat kedua tangannya beberapa kali berbenturan dengan tangan Puguh.


"Kera raksasa ini kekuatan dan tenaga dalamnya setengah tingkat lebih tinggi dari kera raksasa yang di pintu gerbang !" kata Puguh dalam hati.


Merasakan hal itu, Puguh pun meningkatkan aliran tenaga dalamnya. Kemudian dengan sangat cepat tubuhnya melesat ke arah kera raksasa yang sudah bersiap lagi, untuk mengurung kera raksasa itu dengan serangkaian pukulan dan tendangan.


Puguh berniat menyudahi pertarungan yang berlangsung di tengah perkampungan itu secepatnya, agar tidak menimbulkan korban lebih banyak lagi.


Sementara itu, kera raksasa yang sudah merasakan kekuatan Puguh itu segera mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menahan serangan Puguh.


Hingga benturan pukulan dan tendangan yang dilapisi tenaga dalam tingkat tinggi tidak terhindarkan lagi.

__ADS_1


Packkk ! Packkk ! Packkk ! Packkk !


Dalam setiap benturan serangan, tubuh kera raksasa itu selalu terdorong mundur, hingga akhirnya, sebuah pukulan tangan kanan Puguh berhasil mengenai dada kera raksasa itu.


Jdammm !


Tubuh kera raksasa itu terlempar ke belakang cukup jauh kemudian jatuh terhempas di tanah. Dan dengan cepat Puguh mendekatinya dan kemudian menotok beberapa titik jalan darahnya sehingga kera raksasa itu tidak bisa bergerak lagi.


Kemudian saat kakek tua kepala suku dan beberapa prajurit inti yang sudah bangkit lagi walau masih menahan sakit, mendekati tubuh kera raksasa itu dengan membawa rantai besar, Puguh segera mendahuluinya dan kemudian dengan ringannya mengangkat tubuh kera raksasa dengan tangan kirinya.


"Maaf kakek, untuk menjaga hal hal yang tidak baik, aku akan membawa kera raksasa ini ke dalam hutan !" kata Puguh.


"Tapi ... !" jawab kakek tua itu.


"Tidak apa apa kek. Agar tidak terjadi korban lagi !" kata Puguh lagi.


Kemudian, dengan menotolkan ujung kaki kirinya, tubuh Puguh melenting ke atas, lalu melesat melayang menuju ke hutan dengan tangan kiri menyangga tubuh kera raksasa.


Ketika melewati pintu gerbang, Puguh melihat, beberapa prajurit bangsa manusia setengah kera sedang berusaha membawa tubuh kera raksasa yang tergeletak di dekat gerbang.


Segera saja Puguh menyambar tubuh kera raksasa yang sudah terikat rantai besar itu dan membawanya melayang menuju ke dalam hutan.


Setelah beberapa waktu, Puguh tiba di dalam hutan yang tidak terlalu banyak ditumbuhi pepohonan dan kemudian meletakkan kedua tubuh kera raksasa di bawah sebuah pojon besar.


Lalu dengan beberapa kali sentuhan pada tubuh kedua kera raksasa itu, Puguh membuat kedua kera raksasa itu siuman walaupun tubuh keduanya tetap tidak bisa bergerak.


Perlahan kesadaran kedua kera raksasa itu kembali. Karena tubuh mereka tidak bisa merasakan apa apa, maka mata mereka pun melihat kesana kemari hingga penglihatan mereka terpaku pada sesosok tubuh bangsa manusia, yang terlihat masih sangat muda.


"Ggrrrhhh .. Bangsa manusia, kenapa tidak kau bunuh saja kami !" kata kera raksasa yang lebih besar dan lebih kuat kekuatan dan tenaga dalamnya.


"Aku tidak bisa asal membunuh tanpa ada alasan yang jelas !" jawab Puguh.


"Kalau begitu ayo kita bertarung lagi dan aku yang akan membunuhmu !" sahur kera raksasa itu.


"Itu kalau kau yang memenangkan pertarungan. Bagaimana kalau aku yang memenangkan pertarungan ?" tanya Puguh sambil berdiri lagi.


"Ggrrhhh ... ! Kalau kau yang menang, kau boleh melakukan apa saja pada kami !" jawab kera raksasa itu.


"Termasuk bertanya apapun pada kalian ?" tanya Puguh lagi.

__ADS_1


"Terserah apapun yang akan kau lakukan !" jawab kera raksasa itu.


"Baiklah ! Kalian akan aku bebaskan kemudian kita bertarung. Kalau kalian yang menang, pastinya kalian akan membunuhku. Tetapi kalau aku yang menang, kalau aku bertanya apapun pada kalian, kalian harus menjawab dengan jujur. Kalian setuju ?" kata Puguh.


"Terserah apapun yang kau katakan !" jawab kera raksasa itu lagi.


Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat, Puguh membuka totokan pada tubuh kedua kera raksasa itu.


"Sekarang kalian bisa bergerak bebas lagi !" kata Puguh.


Perlahan kedua kera raksasa itu bangun dan kemudian berdiri. Selama beberapa waktu, mereka menggerak gerakkan tubuh mereka untuk kembali melancarkan peredaran darah mereka.


Kemudian, tanpa ada aba aba dan tanpa peduli dengan kesiapan lawannya, mereka berdua melenting dan melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh.


Begitu sampai di dekat Puguh, mereka melayangkan pukulan dan tendangan berkali kali yang mengarah ke seluruh bagian tubuh Puguh.


Puguh yang sudah bisa mengukur kekuatan mereka, segera meningkatkan aliran tenaga dalam dan mengedarkan ke seluruh tubuh, kemudian memapaki serangan dua kera raksasa itu.


Hingga sesaat kemudian, terdengar ledakan berkali kali saat terjadi benturan pukulan atau pun tendangan. Ledakan juga ditimbulkan oleh pukulan ataupun tendangan yang menghantam tanah.


Dbammm ! Dbammm ! Dbammm !


Dbanggg ! Blammm !


Dalam setiap benturan serangan, tubuh kedua kera raksasa itu selalu terdorong mundur.


Hingga suatu saat, kedua kera raksasa itu saling menatap. Kedua kera raksasa itu, sudah saling memberi tanda untuk melarikan diri, setelah serangan mereka.


Kemudian keduanya kembali mengurung Puguh dengan rangkaian serangan yang menggunakan seluruh kekuatan mereka.


Sementara itu, tanpa kedua kera.raksasa itu sadari, Puguh sudah kembali menambah ailran tenaga dalamnya, karena Puguh tidak ingin berlama lama meladeni bertarung dengan kedua kera raksasa itu. Puguh pun menyambut serangan kedua kera raksasa itu dengan serangan pukulan pula.


Dbammm ! Dbammm !


Blanggg ! Blanggg !


Dalam benturan serangan kali ini, tubuh kedua kera raksasa itu terlempar ke belakang hingga menabrak pohon. Kemudian tubuh kera raksasa itu terjatuh dalam keadaan pingsan.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

__ADS_1


__ADS_2