Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Ledakan Keras Di Hutan Perbatasan


__ADS_3

Sejak tiga hari yang lalu, hingga hari ini menjelang petang, istana dan seluruh wilayah Kerajaan Banjaran Pura tetap tenang dan tenteram. Para penduduk dan prajurit serta yang lainnya bahkan sudah mulai terlelap dalam ketenangan itu.


Tetapi, tepat saat matahari menarik seluruh sinarnya dari wilayah Kerajaan Banjaran Pura dan wilayah Kerajaan Kisma Pura, tiba tiba terdengar dua suara ledakan dari arah Hutan Perbatasan yang sangat keras disertai guncangan yang mengejutkan semua orang.


Dbaaannnggg ! Dbaaannnggg !


Mendengar suara ledakan dan merasakan guncangan itu, Puguh bersama Rengganis, segera melesat ke arah Hutan Perbatasan.


"Kakang Puguh ! Kenapa tidak bisa kita rasakan munculnya getaran kekuatan terlebih dahulu ?" tanya Rengganis sambil terus melesat di samping Puguh.


"Entahlah adik Rengganis ! Mungkin mereka memang sengaja memagari atau menyembunyikan getaran kekuatan mereka, selama mereka bersembunyi !" jawab Puguh.


"Adik Rengganis ! Sepertinya suara ledakan itu berasal dari arah Hutan Perbatasan ! Sebisa mungkin kita hadang mereka di perbatasan atau di hutan itu ! Jangan sampai mereka lebih dahulu masuk ke kotaraja Kerajaan Banjaran Pura !" sambung Puguh.


"Baiklah kakang Puguh !" jawab Rengganis.


Tidak berapa lama, dengan kecepatan ilmu meringankan tubuh mereka berdua yang sudah berada pada tingkat sangat tinggi, Puguh dan Rengganis sampai di pinggir Hutan Perbatasan.


Dari arah tengah hutan, Puguh dan Rengganis merasakan adanya dua getaran kekuatan yang sangat tinggi. Getaran kekuatan yang sangat menekan.


"Kita masuk ke hutan ! Kita datangi mereka ! Tetap hati hati adik Rengganis ! Dan selalu berada di dekat kakang !" kata Puguh sambil beranjak ke arah tengah hutan.


Melihat Puguh melangkah masuk ke dalam Hutan Perbatasan, Rengganis segera mengikutinya.


Beberapa saat kemudian, Puguh dan Rengganis melihat suatu hal yang sangat mengejutkan, sekaligus membuat mereka berdua geram.


Tepat di depan mereka, terlihat hamparan pohon pohon yang sudah roboh, bahkan banyak yang hingga tercerabut akarnya. Hingga membentuk dataran terbuka yang sangat luas.


Puguh dan Rengganis melihat, Pangeran Langit Barat dan Ki Naga Kecil, berdiri tepat ditengah dataran terbuka itu.

__ADS_1


"Haahhh ha ha ha ha ! Guru ! Rasanya sudah tidak sabar untuk membunuh manusia !" kata Pangeran Langit Barat.


"Haahhh hah hah hah hah ! Seperti sudah tidak ada yang bisa menandingimu, Pangeran Langit Barat !" sahut Ki Naga Kecil.


"Haahhh ha ha ha ha ! Semua berkat bimbingan Guru ! Guru yang hebat akan menghasilkan murid yang hebat pula !" jawab Pangeran Langit Barat.


"Guru, sepertinya ada dua kerikil yang harus aku singkirkan dulu, karena menghalangi langkah kita !" sambung Pangeran Langit Barat.


Sesaat kemudian, terjadi lonjakan getaran kekuatan dari dalam tubuh Pangeran Langit Barat, hingga menggetarkan tanah di sekitarnya.


"Jangan gegabah muridku ! Sepertinya mereka berdua tidak sejinak yang kau duga !" kata Ki Naga Kecil mengingatkan.


"Aahhh ! Kita berjumpa lagi, Pendekar Puguh !" kata Pangeran Langit Barat.


"Benar Pangeran ! Kali ini kalian harus mempertanggung jawabkan semua yang telah kalian lakukan pada negeri ini !" jawab Puguh, "Atau kalian tidak akan bisa lagi kembali ke negeri kalian !"


"Kalau kalian punya kemampuan, cobalah untuk menghalangi aku !" kata Pangeran Langit Barat sambil memasang kuda kudanya.


Begitu tiba di dekat Puguh, bola api bola api itu membesar dan berubah wujud menjadi kepala siluman harimau, yang langsung menyambar tubuh Puguh dan Rengganis.


Melihat serangan yang mendadak dan sangat cepat itu, sesaat sebelum wujud kepala siluman harimau itu mengenai tubuh mereka, Puguh dan Rengganis melesat ke atas untuk menghindar.


Blaaammm ! Blaaammm !


Blaaammm ! Blaaammm !


"Adik Rengganis ! Pangeran ini biar kakang yang menghadapi ! Adik Rengganis berjaga saja, jangan sampai gurunya pergi dari tempat ini !" kata Puguh sambil kembali melesat turun ke tanah dan kemudian mencabut senjata pedang dari sarungnya.


"Aahhh ! Pendekar Puguh ! Kita buktikan siapa yang lebih unggul ! Hadanglah aku kalau kau mampu !" kata Pangeran Langit Barat sambil menyeringai lebar.

__ADS_1


Kemudian, dengan kedua telapak tangan membentuk cakar, Pangeran Langit Barat melesat sangat cepat ke arah Puguh, diikuti dengan gerakan mengayunkan kedua tangannya.


Dari kedua telapak tangannya, kembali keluar dua bola api merah kehitaman yang mendahului melesat ke arah Puguh, yang kemudian membesar dan berubah wujud menjadi kepala siluman harimau dan kepala siluman naga. Disusul kemudian, dengan meluncurnya tendangan Pangeran Langit Barat ke arah dada Puguh.


Sesaat kemudian, terdengar suara ledakan beruntun, ketika Puguh menebaskan senjata pedangnya ke arah wujud dua siluman binatang. Lalu, dengan sedikit melayang mundur ke belakang, dari punggung Puguh muncul dua sayap transparan yang langsung mengepak menghempas ke depan, menangkis tendangan Pangeran Langit Barat.


Blaaammm ! Blaaammm !


Dbaaannnggg !


Terkena tebasan senjata pedang Puguh, wujud kepala siluman binatang itu langsung terbelah menjadi dua.


Tubuh Puguh dan Pangeran Langit Barat pun sama sama terdorong ke belakang, saat kedua sayap Puguh menghadang tendangan Pangeran Langit Barat.


Sedangkan wujud kepala siluman binatang yang terbelah itu, segera kembali mengecil dan masuk ke telapak tangan Pangeran Langit Barat.


"Pendekar muda bernama Puguh ini, belum juga bisa kuukur, seberapa tinggi tingkat kesaktiannya. Tapi sepertinya, dia sudah melewati tingkatan dari Pendekar Pengendara Elang !" gumam Ki Naga Kecil yang menyaksikan pertarungan dari bawah.


Sementara itu, merasa serangannya masih bisa ditahan oleh lawannya yang seperti tidak terpengaruh jurus pantulan tenaga dalam yang digunakan, Pangeran Langit Barat pun melesat ke atas, terbang dengan sangat cepat ke arah Puguh. Kedua tangannya mengayun beberapa kali kedepan.


Dari kedua telapak tangannya, melesat beberapa bola api. Bola api bola api itu melesat beriringan ke arah Puguh, kemudian dengan cepat membesar dan berubah menjadi wujud kepala siluman.


Dalam posisi terbang melayang, Puguh melihat cukup banyak wujud kepala siluman harimau dan kepala siluman naga yang dengan sangat cepat mendekat ke arahnya.


"Dari getaran kekuatan yang aku rasakan, bola api itu terbentuk dari kekuatan siluman binatang yang digabungkan dan dikendalikan dengan kekuatan tenaga dalamnya. Pangeran ini bisa membuat lebih dari satu sekaligus wujud siluman binatang. Artinya dia mengeluarkan kekuatan tenaga dalam yang cukup besar dan dalam jumlah yang cukup banyak. Tetapi, setelah cukup banyak wujud siluman binatang itu terbelah terkena tebasan senjata pedangku, kenapa kekuatan siluman binatang dan kekuatan tenaga dalamnya seperti tidak pernah berkurang ?" kata Puguh dalam hati.


Namun, Puguh harus menghentikan pengamatannya, saat cukup banyak wujud kepala siluman binatang memberondong ke arah tubuhnya.


Segera saja Puguh mengayunkan berkali kali senjata pedangnya yang mengeluarkan pendaran sinar hijau terang, diikuti dengan kepakan kedua sayap transparan yang tumbuh di punggungnya.

__ADS_1


Kedua sayap itu membuat gerakan menghentak yang mengakibatkan beberapa wujud kepala siluman binatang terhempas ke belakang dan berubah lagi menjadi wujud bola api berwarna merah kehitaman.


---------- ◇ ----------


__ADS_2