Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Ilmu Baru Pangeran Langit Barat


__ADS_3

Melihat hadirnya Roro Nastiti, Puguh teringat kisah perjalanannya bersama Roro Nastiti.


"Emm ... Roro Nastiti, apakah senjata sepasang pedang pendek masih bersama dirimu ?" tanya Puguh.


"Senjata pedang itu akan selalu bersamaku, Puguh ! Karena, itu pemberian dari guruku !" jawab Roro Nastiti.


"Roro, bolehkah aku meminjam pedang itu untuk beberapa waktu ?" tanya Puguh.


"Puguh, selama hal itu bisa membantu menyelesaikan masalah di negeri kita, silahkan pakai kapanpun kau membutuhkan !" jawab Roro Nastiti.


"Terimakasih Roro Nastiti. Besok saja saat kita menghadapi kembali Pangeran Langit Barat dan Ki Naga Kecil gurunya !" kata Puguh lagi.


Setelah mereka semua berbincang cukup lama di salah satu ruangan di Istana Kerajaan, Puguh dan Rengganis berpamitan. Sebelum pergi keluar meninggalkan Istana Kerajaan Banjaran Pura, Puguh dan Rengganis menengok keadaan Iswara Dhatu yang bersemedi di salah satu ruangan di dalam Istana.


Karena harus menunggui neneknya, Kartika Dhatu tidak ikut bersama Puguh dan Rengganis untuk berjaga di luar komplek istana.


"Adik Kartika Dhatu, bagaimana Bibi Iswara Dhatu bisa terluka ?" tanya Puguh.


Kemudian, Kartika Dhatu pun menceritakan pertempurannya bersama dengan Rengganis.


     ----- * -----


Saat itu, Rengganis dan Kartika Dhatu dibuat terkejut dan sedikit kebingungan dengan tehnik bertarung Pangeran Langit Barat.


Dengan kedua lengannya yang bisa memanjang dan memendek dengan cepat dan kedua telapak tangan yang berwujud kepala harimau di tangan kanan dan kepala naga di tangan kiri, serta bisa berubah ukuran, membesar dan mengecil dengan cepat, membuat Rengganis dan Kartika Dhatu pada awal awalnya sedikit kerepotan.


Karena, wujud kedua siluman itu, setiap terluka atau tertebas senjata mereka berdua, segera pulih dengan cepat.


Selain itu, dengan gerakan yang kedua lengannya bisa memanjang dan memendek, membuat serangan Pangeran Langit Barat sulit diduga dari mana arahnya. Karena tubuh Pangeran Langit Barat bisa menjauh dan mendekat dengan cepat.


Hal itu membuat beberapa kali tubuh Rengganis dan Kartika Dhatu terpental saat menahan serangan ataupun saat menghindari serangan.

__ADS_1


Iswara Dhatu yang masih di bawah, karena baru saja mengalami luka, melihat Rengganis dan Kartika Dhatu beberapa kali terpental mundur, bahkan sempat terhempas.


Iswara Dhatu mengira, Kartika Dhatu dan Rengganis sudah terdesak oleh Pangeran Langit Barat.


Maka dari itu, Iswara Dhatu yang sudah berhasil mengatur kembali tenaga dalamnya, segera melesat ke atas untuk membantu Rengganis dan Kartika Dhatu.


Melihat Iswara Dhatu tiba tiba melesat masuk ke dalam pertarungan, membuat Rengganis dan Kartika Dhatu sangat terkejut dan khawatir.


"Nenek ! Nenek istirahat dulu ! Biar kami yang menghadapi pangeran ini !" teriak Kartika Dhatu.


"Bibi Iswara Dhatu ! Mundurlah ! Ini tidak seperti yang Bibi lihat !" teriak Rengganis.


Keterkejutan dan kekhawatiran Rengganis dan Kartika Dhatu itu, dikarenakan sebenarnya mereka berdua sedang menjalankan sebuah rencana.


Rengganis dan Kartika Dhatu, pada awal awal pertarungan, ternyata mereka sepemikiran. Mereka berdua memang membiarkan Pangeran Langit Barat untuk menyerang.


Mereka berdua terlihat seperti terdesak, karena mereka ingin melihat sebanyak mungkin pola serangan dan tehnik serangan yang digunakan oleh Pangeran Langit Barat, agar secepatnya mereka berdua bisa menemukan cara menghadapinya.


Kemudian, dengan cepat Rengganis dan Kartika Dhatu mengambil arah yang berbeda dalam menghindar. Terkadang mereka berdua saling menjauh dalam menghindar. Kadangkala, Rengganis dan Kartika Dhatu saling mendekat dalam menghadapi serangan Pangeran Langit Barat.


Mereka berdua sengaja memancing agar Pangeran Langit Barat menyerang mereka berdua dalam setiap posisi. Karena mereka sedang mempelajari dan mencari titik lemah ilmu kesaktian yang dipergunakan oleh Pangeran Langit Barat, yang bisa kedua lengannya memanjang dan memendek dengan sangat cepat.


Namun, teriakan Rengganis dan Kartika Dhatu seperti tidak berguna. Karena, begitu Iswara Dhatu mendekat dan ikut menyerang, membuat Pangeran Langit Barat, dengan kedua wujud siluman binatang di kedua lengannya yang masih menyerang Rengganis dan Kartika Dhatu, tiba tiba mendekat dan menyambut serangan Iswara Dhatu dengan sambaran kakinya.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Pangeran Langit Barat mencecar Iswara Dhatu dengan serangkaian tendangan. Kemudian menghilang lagi dengan cepat, dan berganti salah satu siluman binatang yang mendekat menyambar tubuh Iswara Dhatu.


Masuknya Iswara Dhatu ke dalam pertarungan, membuat Rengganis dan Kartika Dhatu kesulitan mempelajari pola serangan dan tehnik yang digunakan oleh Pangeran Langit Barat.


Hingga pada suatu waktu, saat Rengganis dan Kartika Dhatu menghadapi serangan siluman binatang, Iswara Dhatu kembali mendapatkan serangan yang cukup panjang. Serangkaian tendangan beruntun yang mengandung tenaga dalam sangat tinggi itu beberapa kali bisa dihindari dan ditangkis oleh Iswara Dhatu. Namun, tiga tendangan beruntun berikutnya berhasil mengenai dada dan perut Iswara Dhatu.


Duuaaakkk ! Duuaaakkk ! Duuaaakkk !

__ADS_1


Terkena tendangan yang sangat cepat, yang mengandung tenaga dalam tingkat sangat tinggi, membuat Iswara Dhatu seketika muntah darah dan tubuhnya melayang ke belakang, hingga akhirnya ditangkap oleh Puguh yang bertepatan tiba di tempat pertarungan itu.


Sementara sesaat setelah itu, saat Pangeran Langit Barat masih menghadapi gempuran serangan sari Rengganis dan Kartika Dhatu, tiba tiba muncul sosok Ki Naga Kecil yang langsung menyambar Pangeran Langit Barat dan diajak meninggalkan pertampuran.


"Muridku ! Cepat tinggalkan pertempuran sebelum terlambat !" kata Ki Naga Kecil yang mendekat dengan sangat cepat ke arah Pangeran Langit Barat. Karena, kalau Ki Naga Kecil sudah memanggilnya dengan 'muridku', itu artinya Ki Naga Kecil sedang tidak mau dibantah.


Mendengar hal itu, Pangeran Langit Barat yang merasa sudah di atas angin dalam pertarungannya, ingin membantah, namun segera dipaksa oleh Ki Naga Kecil gurunya.


Kemudian, tubuh mereka berdua meluncur ke atas hingga sangat tinggi dan kemudian melesat ke arah wilayah Hutan Perbatasan.


Rengganis dan Kartika Dhatu yang melihat hal itu, mencoba mengejar. Namun entah mengapa, mereka berdua cepat sekali kehilangan jejak Ki Naga Kecil dan Pangeran Langit Barat.


     ----- * -----


Di bagian terdalam Hutan perbatasan, terlihat Pangeran Langit Barat yang sangat penasaran, menanyakan pada Ki Naga Kecil, tujuan mengajaknya meninggalkan pertarungan.


"Guru, kenapa guru menahan dan mengajakku pergi, saat aku sudah bisa menguasai pertarungan ?" tanya Pangeran Langit Barat.


"Pangeran Langit Barat muridku ! Dengarkan, ilmu baru yang sedang kita pelajari, belum sempurna, terutama dirimu. Kita harus menyempurnakan dulu. Jangan sampai, karena ketidak sabaranmu, bisa berakibat fatal. Tubuhmu bisa dikuasai dan dikendalikan oleh makluk siluman binatang yang berada di dalam tubuhmu !" jawab Ki Naga Kecil.


"Tetapi kenapa harus saat bertarung tadi, guru ?" tanya Pangeran Langit Barat lagi.


"Muridku, selama belum menyatu sepenuhnya dengan kekuatan tenaga dalammu dan belum sepenuhnya kau menguasai dan mengendalikannya, kekuatan siluman binatang itu akan menurun banyak saat siang hari. Kekuatan siluman binatang itu baru bisa keluar secara maksimal di malam hari. Aku sangat tahu siapa dirimu. Saat kekuatan siluman binatang yang ada di dalam tubuhmu menurun, kau pasti akan mengeluarkan kekuatan tenaga dalammu lebih banyak lagi, bahkan mungkin hingga puncaknya. Saat kau sudah mengeluarkan seluruh kekuatanmu, bersamaan dengan itu tubuh dan jiwamu mulai lelah, saat itulah siluman binatang akan menekan jiwamu dan akhirnya bisa menguasai dan mengendalikan tubuhmu !" jawab Ki Naga Kecil menjelaskan.


Mendengar penuturan Ki Naga Kecil gurunya, Pangeran Langit Barat untuk beberapa saat terdiam.


Namun kemudian, Pangeran Langit Barat menarik nafas panjang dua kali.


"Terimakasih banyak guru, telah menyelamatkan diriku !" kata Pangeran Langit Barat.


"Sudahlah ! Ayo seharian ini kita gunakan untuk berlatih, agar secepatnya kita bisa menyempurnakan ilmu yang kita pelajari !" jawab Ki Naga Kecil.

__ADS_1


          ---------- ◇ ----------


__ADS_2