Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Merebut Senjata Pusaka Kerajaan Banjaran Pura


__ADS_3

Di udara, Rengganis beberapa kali harus melenting berpindah tempat, untuk menghindari sambaran kepala siluman harimau dan kepala siluman naga yang seperti berebut untuk menerkamnya.


Sambil terus bergerak menghindar, Rengganis menunggu kesempatan untuk bisa meloncat ke belakang kepala kedua siluman binatang itu.


Hingga waktu memasuki larut malam dan seratus jurus pertarungan berjalan, pada suatu saat Rengganis berhasil menangkis terjangan kepala siluman naga.


Dengan sedikit meloncat ke samping kanan, tendangan Rengganis berhasil mendorong kepala siluman naga hingga sedikit oleng ke kanan, walau tubuh Rengganis juga terdorong mundur hingga beberapa langkah. Namun gerakan mundur itu, dimanfaatkan Rengganis menjadi tumpuan dengan menekan udara di belakangnya, hingga tubuhnya kembali melesat ke arah kapala siluman naga.


Siluman naga yang terdorong ke samping, tidak mengira jika manusia muda yang menjadi lawannya sudah melesat ke arahnya. Segera saja siluman naga itu memutar kepalanya untuk menghadang gerakan Rengganis.


Namun, baru saja kepala siluman naga itu menoleh, sebilah pedang yang berwarna hitam legam telah berkelebat ke arah lehernya.


Sesaat kemudian, senjata pedang hitam di tangan Rengganis berhasil mengenai leher siluman naga hingga putus.


Craaasss !


Melihat siluman naga yang keluar dari telapak tangan kirinya, putus terkena tebasan pedang Rengganis, Pangeran Langit Barat berteriak marah.


"Aarrrccchhh ! Kurangajar ! Aku balas kau !"


Segera saja, Pangeran Langit Barat mengeluarkan kekuatan tenaga dalamnya lebih besar lagi. Perlahan, dari telapak tangan kirinya keluar lagi siluman naga. Sedangkan potongan kepala siluman naga yang melayang jatuh, perlahan berubah menjadi transparan dan akhirnya lenyap.


Sesaat kemudian, Pangeran Langit Barat kembali menggunakan siluman naga yang telah pulih kembali dan siluman harimau untuk menyerang Rengganis.


Sementara itu, Rengganis yang sudah menemukan cara menghadapi dua siluman binatang yang menjadi senjata Pangeran Langit Barat, segera berkelebat dengan sangat cepat, mengincar leher kedua siluman binatang itu.


Senjata pedang hitam milik Rengganis, berkali kali berhasil menebas putus leher kedua siluman binatang itu. Namun, berkali kali pula, kepala siluman binatang yang terpenggal itu, muncul kembali dari telapak tangan Pangeran Langit Barat. Hal itu, sedikit banyak membuat Rengganis kewalahan dan terkuras tenaga dalamnya. Tetapi untungnya, Rengganis selalu bisa menyerap kekuatan tumbuhan yang berada di sekitar tempat pertarungan, sehingga tenaga dalamnya selalu bisa tergantikan.


Melihat kejadian itu, Kartika Dhatu yang telah selesai menyembuhkan Iswara Dhatu neneknya, segera melesat ke atas, untuk membantu Rengganis.


"Rengganis, akan aku hadang dua kepala siluman binatang ini ! Kau coba tebas lengan pangeran sialan itu !" teriak Kartika Dhatu sambil meloloskan keempat senjata selendang dari pinggangnya.

__ADS_1


"Aku juga sudah memperkirakan demikian ! Kalau kedua telapak tangannya terpisah dari tubuhnya, kemungkinan siluman binatang itu tidak akan muncul lagi !" jawab Rengganis.


Kemudian, dengan menggunakan empat buah selendang, Kartika Dhatu mulai memainkan jurus Tarian Dewi Kematian.


Dimainkan oleh Kartika Dhatu dengan menggunakan empat senjata selendang, ilmu Tarian Dewi Kematian, warisan dari Asmara Dhatu, menjadi semakin berbahaya dan semakin berlipat lipat keampuhannya.


Kerjasama yang bagus antara Rengganis dan Kartika Dhatu, berkali kali berhasil menebas leher siluman harimau dan siluman naga. Namun, selalu saja kepala siluman harimau dan kepala siluman naga tumbuh lagi dari kedua telapak tangan Pangeran Langit Barat.


Hingga suatu saat, Rengganis dan Kartika Dhatu mencecar Pangeran Langit Barat dengan serangan gabungan mereka. Pada kerjasama serangan itu, Rengganis berhasil menebas lengan kiri Pangeran Langit Barat pada pangkal lengannya.


Craaasss !


Begitu lengan kiri Pangeran Langit Barat terpotong, wujud siluman naga itu perlahan memudar dan akhirnya lenyap.


Tidak berhenti disitu, ketika melihat kepala siluman harimau terlilit oleh keempat senjata selendang Kartika Dhatu, Rengganis segera mengayunkan senjata pedang hitamnya hingga membuat tangan kanan Pangeran Langit Barat terpotong tepat pada pergelangan tangannya.


Craaasss !


Melihat kedua tangannya terpotong, sambil berteriak, tubuh Pangeran Langit Barat melenting ke atas kemudian melayang diudara.


Tiba tiba, dari kedua lengan yang sudah terpotong itu, tumbuh lagi lengan yang utuh. Kemudian perlahan lahan, telapak tangan kanan dan telapak tangan kiri Pangeran Langit Barat berubah menjadi kepala harimau dan kepala naga.


Kepala harimau dan kepala naga itu adalah wujud siluman harimau dan siluman naga yang telah menyatu dengan tubuh Pangeran Langit Barat.


Kemudian, Pangeran Langit Barat mengarahkan kedua lengannya ke atas depan. beberapa saat kemudian, kedua lengannya memanjang dan bertambah besar. Wujud kepala harimau dan kepala naga itu juga bertambah besar, dengan kedua bola matanya yang menjadi berwarna merah membara.


"Haahhh ha ha ha ha ! Ayo kita coba ! Apakah sekarang kalian bisa menerima seranganku !" kata Pangeran Langit Barat.


Kemudian, tubuh Pangeran Langit Barat melesat dengan sangat cepat ke arah Rengganis dan Kartika Dhatu. Kedua lengannya yang bisa memanjang dan memendek, mendahului berkelebat mengarah ke kedua gadis cantik itu.


     ----- * -----

__ADS_1


Saat turun kembali ke tanah, Puguh mendapati, Ki Naga Kecil sudah kembali bersiap dengan empat siluman binatang yang muncul dari punggung dan kepalanya.


"Ilmu apa yang digunakan oleh orangtua kecil ini, sehingga siluman binatang yang digunakan sebagai senjata bisa pulih dengan cepat !" kata Puguh dalam hati.


"Heehhh heh heh heh heh ! Anak muda, bersiaplah ! Akan aku ***** tubuhmu !" kata Ki Naga Kecil.


Begitu melihat Puguh turun ke tanah, Ki Naga Kecil segera menyambutnya dengan serangan.


Terlihat, empat siluman binatang yang muncul dari punggung dan kepalanya, melesat ke atas. Ukuran tubuh keempat siluman binatang itupun bertambah besar.


Kemudian, dengan sangat cepat empat siluman binatang itu meluncur ke arah Puguh.


Melihat ada empat siluman binatang yang melesat ke arahnya, Puguh yang baru saja turun ke tanah, segera menggerakkan senjata pedangnya untuk menangkis dan memapaki datangnya serangan para siluman binatang.


Sebenarnya Puguh sedikit terkejut. Ternyata, begitu dia berdiri di daratan, sayap transparannya menghilang.


Terdengar suara beradunya logam berkali kali, saat Puguh kembali menggunakan jurus jurus dalam ilmu Pedang Elang Malam. Senjata pedangnya yang mengandung tenaga dalam yang sangat besar, berkelebatan mengincar senjata pusaka Kerajaan Banjaran Pura yang dipegang para siluman binatang.


Twaaannnggg ! Twaaannnggg !


"Aku harus bisa menjatuhkan semua senjata pusaka yang dipegang oleh para siluman binatang itu !" kata Puguh dalam hati.


Kemudian, dengan menambah lagi aliran tenaga dalamnya, Puguh berusaha merangsek dan mendesak para siluman binatang itu.


Puguh terus mendekat ke arah para siluman binatang. Puguh berusaha membuat terjadinya adu senjata lagi.


Twang twaaannnggg !


Twang twaaannnggg !


Setiap terjadi benturan senjata, Puguh meningkatkan sedikit tenaga dalamnya. Membuat senjata yang dipegang oleh siluman binatang itu, terpental dan akhirnya terlepas dan meluncur jatuh ke tanah.

__ADS_1


Setelah dua puluh lima jurus, semua senjata pusaka milik Kerajaan Banjaran Pura yang digunakan para siluman binatang itu terlepas dari tangan mereka dan berjatuhan.


          ---------- ◇ ----------


__ADS_2