Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Pertarungan Melawan Pemilik Tongkat Naga Hitam


__ADS_3

Puguh berdiri bersiap dengan kuda kudanya sambil menatap tajam ke arah laki laki tua tinggi kurus yang baru saja datang. Sayap transparannya sudah kembali masuk ke dalam tubuhnya.


Saat ini kewaspadaan Puguh sangat tinggi namun diam diam Puguh sedikit khawatir dengan laki laki tua yang berdiri di depannya, di samping tubuh Ki Naga Kecil yang tergeletak di tanah.


Puguh merasakan getaran kekuatan yang samar keluar dari tubuh laki laki tua itu. Namun, hal itu justru menunjukkan kalau kekuatan tenaga dalam dari laki laki tua itu sudah dalam tingkat yang tidak bisa diukur lagi.


"Siapa kau dan apa hubunganmu dengan Pangeran Langit Barat dan Ki Naga Kecil !" tanya Puguh sambil bersiap menyerang.


Mendengar pertanyaan Puguh, laki laki tua itu hanya sedikit mendengus. Mereka berdua saling menatap tajam, seolah ingin mengukur kekuatan lawan.


Setelah memastikan kalau pendekar muda yang berdiri di depannya adalah Pendekar Elang Malam, laki laki tua yang memegang tongkat Naga Hitam itu segera menarik kembali tali kecil yang mengikat tubuh Ki Naga Kecil yang tergeletak di sampingnya.


Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat, laki laki tua tinggi kurus itu melakukan serangan ke arah Puguh. Senjata tongkat Naga Hitamnya yang tergenggam di tangan kanannya, diputar di atas kepalanya sebentar, lalu dilepas ke arah depan. Tongkat Naga Hitam itu meluncur dengan sangat cepat ke arah Puguh.


Bersamaan dengan itu, Puguh yang sudah bersiap sejak tadi, segera menggerakkan senjata pedangnya untuk menangkis datangnya serangan tongkat.


Terdengar suara ledakan yang sangat keras, saat pedang Elang Malam menghadang tongkat Naga Hitam yang meluncur ke arahnya. Begitu besar dan tingginya tingkat kekuatan tenaga dalam yang mengiringi kedua senjata yang beradu itu, hingga membuat udara dan tanah di sekitar tempat itu bergetar keras.


Dbaaannnggg !


Sesaat setelah berbenturan dengan pedang Elang Malam, tongkat Naga Hitam itu meluncur kembali ke arah laki laki tua itu. Setelah menangkap senjata tongkatnya yang meluncur kembali ke arahnya, laki laki tua itu terdorong ke belakang dua langkah dengan tubuh yang bergetar.


Sorot mata terkejut terlihat di wajah laki laki tua itu. Namun sesaat kemudian raut mukanya tampak datar lagi.


Kemudian, tanpa mengucapkan satu katapun, laki laki tua bertubuh tinggi kurus itu melesat ke arah Puguh.


Dalam sekali melesat, laki laki tua itu melakukan serangan totokan berkali kali dengan ujung tongkatnya.


Bersamaan dengan itu, sesaat setelah terjadi benturan senjata, tubuh Puguh juga terdorong kebelakang dua langkah.

__ADS_1


Namun, baru sempat menata kembali kuda kudanya, serangan laki laki tua itu sudah menghampirinya lagi. Terjadilah benturan senjata berkali kali, ketika semua totokan ujung tongkat laki laki tua itu bisa ditangkis oleh Puguh dengan menggunakan pedang Elang Malam.


Hingga pada suatu kesempatan, setelah melakukan serangan totokan beberapa kali, laki laki tua itu melakukan pukulan tangan kiri ke arah kepala Puguh.


Sementara itu, Puguh yang tidak pernah mengendorkan kewaspadaannya, segera memapaki pukulan itu dengan pukulan tangan kiri.


Tidsk terhindarkan lagi, dua pukulan yang menggunakan kekuatan tenaga dalam tingkat sangat tinggi kembali berbenturan hingga menimbulkan lagi suara ledakan yang sangat kuat, hingga tanah di sekitarnya bergetar.


Ddaaammm !


Dalam benturan pukulan itu, Puguh dan laki laki tua bertubuh kurus itu sama sama terdorong ke belakang. Puguh merasakan, ada hawa panas yang menyeruak menekan isi dadanya. Namun segera dinetralkannya dengan mengalirkan tenaga dalam ke arah dadanya.


"Orang tua ini, kesaktian dan kekuatan tanaga dalamnya lebih tinggi dari Pangeran Langit Barat dan Ki Naga Kecil ! Juga, apa hubungannya dengan Pangeran Indra Prana yang sempat memanggilnya dengan sebutan Guru ? Apakah laki laki tua itu vuru dari Pangeran Indra Prana ?" kata Puguh dalam hati.


Sementara itu, laki laki tua tinggi kurus itu segera mengusap sedikit darah yang mengalir di kedua sudut bibirnya dengan lengan baju kanannya. Selain itu, dirasakan juga nafasnya sedikit sesak dan tangan kiri yang bergetar hebat.


"Tenaga dalam pendekar muda ini sulit untuk kuukur ! Ada kemungkinan mampu mengimbangi kekuatanku ! Kalau sekarang kugempur dia, akan menjadi satu pertarungan yang sulit dan lama. Walaupun aku belum tentu kalah, namun juga belum tentu aku bisa menang ! Belum lagi para pendekar yang lainnya itu ! Akan aku hindari dulu berhadapan dengan pendekar ini !" kata laki laki itu berbadan kurus itu.


Namun, baru saja laki laki tua tinggi kurus itu merencanakan sesuatu, tiba tiba Pangeran Indra Prana maju mendekatinya.


"Guru ! Pendekar Puguh ! Hentikan pertarungan ! Kita orang sendiri !" teriak Pangeran Indra Prana sambil mendekati laki laki tua tinggi kurus itu.


Melihat Pangeran Indra Prana mendekat, laki laki tua tinggi kurus itu terkejut, namun segera muncul sedikit senyuman di bibirnya.


"Guru, kapan guru pulang ?" tanya Pangeran Indra Prana pada laki laki tua tinggi kurus itu.


"Pangeran Indra Prana muridku ! Nanti guru ceritakan semuanya padamu ! Sekarang guru ada urusan penting !" sahut laki laki tua bertubuh kurus itu.


Kemudian, dengan cepat tubuhnya berkelebat mendekati Pangeran Indra Prana. Lalu tangan kirinya memegang pundak Pangeran Indra Prana.

__ADS_1


Seketika, Pangeran Indra Prana merasakan adanya kekuatan tenaga dalam yang menekan tubuhnya yang membuat tubuhnya lemas dan tidak bisa digerakkan dan dikendalikan.


"Pangeran Indra Prana muridku ! Guru pergi dulu ! Tolong kau ambil alih urusan yang di sini !" kata laki laki tua tinggi kurus itu.


Kemudian, Pangeran Indra Prana merasa tubuhnya berbalik dan menghadap ke arah Puguh. Beberapa saat kemudian, tubuh Pangeran Indra Prana melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh.


"Gu ... ru ... ! A ... pa yang kau laku ... kan padaku ?" teriak Pangeran Indra Prana yang terkejut, tubuhnya melesat ke arah Puguh dengan sangat cepatnya.


Melihat Pangeran Indra Prana melesat ke arahnya seperti hendak menyerangnya, Puguh terkejut dan segera bersiap membalas serangan Pangeran Indra Prana.


Namun, bertambah lagi rasa terkejut Puguh, mendengar teriakan Pangeran Indra Prana, apalagi ketika melihat raut wajah Pangeran Indra Prana yang semakin mendekat ke arahnya.


Pada saat itulah, Puguh menyadari, ada yang tidak beres dengan semua kejadian itu.


Maka, ketika tubuh Pangeran Indra Prana hampir mengenai tubuhnya, Puguh segera menangkap tubuh Pangeran Indra Prana.


Saat memegang tubuh Pangeran Indra Prana, Puguh merasakan ada yang tidak beres dengan tubuh Pangeran Indra Prana. Segera saja Puguh mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Pangeran Indra Prana, yang ternyata aliran tenaga dalam pada tubuhnya kacau dan tersumbat karena terkena totokan di beberapa bagian tubuhnya. Beberapa saat kemudian, tubuh Pangeran Indra Prana kembali normal dan bisa berdiri sendiri.


"Terima kasih Pendekar Puguh, telah menolong aku !" ucap Pangeran Indra Prana dengan perasaan lega.


Sementara bersamaan dengan itu, Putri Cinde Puspita dan Roro Nastiti yang berdiri paling depan, jatuh terduduk berlutut sambil memegangi lehernya dengan kedua yangannya. Mereka berdua merasakan nafasnya tercekik, ketika leher mereka tiba tiba terjerat tali kecil yang digerakkan tangan kiri laki laki tua tinggi kurus itu setelah melemparkan tubuh Pangeran Indra Prana ke arah Puguh.


Sesaat kemudian, laki laki tua tinggi kurus itu melesat pergi meninggalkan tempat pertarungan, setelah sebelumnya menyambar tubuh Ki Naga Kecil dan memanggulnya di pundak kirinya.


Masih terdengar suara laki laki tua bertubuh kurus itu, walaupun sudah melesat pergi jauh.


"Pendekar Elang Malam ! Sayangnya aku harus segera pergi ! Mereka berdua akan segera tewas, jika kau mengejarku ! Kau memang pendekar hebat ! Kita akan bertemu secepatnya !"


Mendengar suara itu, Puguh segera menghampiri Putri Cinde Puspita dan Roro Nastiti yang hampir tidak sadarkan diri karena kehabisan nafas, dan terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengejar laki laki tua bertubuh kurus itu.

__ADS_1


         ---------- ◇ ----------


__ADS_2