Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Serbuan Siluman Manusia ke Permukiman Trah Keluarga Asmara Dhatu


__ADS_3

Kala Soca yang berhadapan satu lawan satu dengan Kartika Dhatu, tanpa sungkan sungkan lagi, melesatkan gadanya berkali kali untuk menghantam Kartika Dhatu.


Namun dengan gerakan yang sangat cepat, Kartika Dhatu selalu bisa menghindari setiap gada besar milik Kala Soca mengarah ke tubuhnya.


Bahkan disela sela lompatan untuk menghindari serangan, Kartika Dhatu mulai memainkan ilmu silat 'Tarian Dewi Kematian'. Berkali kali tangannya melesatkan ujung kedua selendangnya untuk balas menyerang.


Hal itu membuat Kala Soca beberapa kali harus memutar senjata gada untuk melindungi tubuhnya. Hingga ujung ujung selendang itu berkali kali membentur senjata gada.


Setelah pertarungan berjalan sekitar lima puluh jurus, Kala Soca belum juga bisa mendesak manusia yang menjadi lawannya, yang hanya seorang wanita muda.


Maka, sambil berteriak sangat keras, Kala Soca meningkatkan aliran tenaga dalamnya.


Aarrrggghhh !


Segera saja getaran kekuatan yang sangat besar, keluar dari tubuh Kala Soca. Kedua bola matanya yang besar dan melotot, semakin bertambah menyala merah. Senjata gadanya bahkan sampai bergetar dan mengeluarkan suara dengungan.


Kemudian, diawali dengan melenting ke atas, Kala Soca melesat dengan sangat cepat ke arah Kartika Dhatu sambil mengayunkan senjatanya ke tubuh Kartika Dhatu berkali kali.


Melihat serangan siluman manusia yang semakin bertambah kuat dan cepat, Kartika Dhatu juga menambah kecepatannya. Tubuhnya bergerak seperti kilat, menghindari setiap terjangan senjata gada Kala Soca.


Sesaat kemudian, terdengar dentuman berkali kali, saat senjata gada Kala Soca berulang kali membentur tanah.


Jdammm ! Jdammm ! Jdammm !


Setelah berkali kali menghantam tanah, senjata gada Kala Soca beberapa kali berhasil menghempaskan tubuh kecil Kartika Dhatu. Namun, sebaliknya, senjata selendang Kartika Dhatu beberapa kali juga berhasil menyayat tubuh Kala Soca dan memberikan luka luka yang cukup panjang.


Sementara itu, di tempat yang tidak terlalu jauh dari pertarungan Kartika Dhatu melawan Kala Soca. Terjadi pertarungan yang tidak kalah seru. Para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu berusaha menghadang Kala Dupa dan pasukan siluman manusia yang hendak menerobos masuk ke permukiman.

__ADS_1


Walaupun mereka semua perempuan dan badan mereka sangat kecil bila dibandingkan dengan postur tubuh siluman manusia, tetapi para anggota Trah Keluarga Asmara Dhatu itu bergerak dengan sangat lincah dan cepat, menangkis datangnya serangan senjata gada dan membalas serangan dengan senjata selandang.


Meskipun hanya sebuah selendang, karena yang menggunakan adalah perempuan perempuan yang memiliki tingkat tenaga dalam yang sangat tinggi, membuat selendang itu setajam pedang dan sekokoh tombak. Sehingga menjadi senjata yang sangat berbahaya.


Pertempuran baru memasuki sekitar seratus jurus, namun sudah memakan beberapa korban. Lima murid dan tiga anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu harus tewas dengan dada dan kepala pecah terkena hempasan senjata gada. Sementara itu, sudah sepuluh siluman manusia yang melayang jiwanya terkena tusukan selendang di perut, dada, leher dan kepalanya.


Namun, walau lebih sedikit anggotanya yang menjadi korban dalam pertarungan itu, karena kalah dalam hal jumlah pasukan, membuat sedikit demi sedikit, pasukan Trah Keluarga Asmara Dhatu mulai terdesak. Selain itu, dikarenakan tidak ada anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu yang tingkat kekuatan tenaga dalamnya dan tingkat ilmu silatnya yang mampu mengimbangi Kala Dupa. Sehingga dalam menghadapi Kala Dupa, harus mengeroyok dengan empat sampai lima orang anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu.


Semua hal itu dikarenakan, separuh kekuatan Trah Keluarga Asmara Dhatu ditugaskan untuk mengamankan warga perkampungan yang sedang menuju ke tempat persembunyian mereka. Selain itu, ada juga yang bertugas menemani Iswara Dhatu, mengurus Padepokan Wukir Candrasa.


Kartika Dhatu yang perlahan mulai bisa mendesak Kala Soca, merasakan gelisah melihat pasukannya yang hanya terdiri dari beberapa anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu ditambah sepasukan anak murid, mulai terdesak dan mulai menjadi korban.


Selain itu, Kartika Dhatu melihat, cukup banyak pasukan siluman manusia yang tingkat kekuatan dan tenaga dalamnya hanya sedikit di bawah Kala Soca yang menjadi lawannya, berhasil menerobos pertahanan para anggota inti dan anak murid Trah Keluarga Asmara Dhatu


Tidak ingin mengorbankan nyawa anggota dan anak murid Trah Keluarga Asmara Dhatu lebih banyak lagi, tiba tiba sambil terus bergerak meladeni Kala Soca, Kartika Dhatu mengeluarkan suara pekikan yang sangat keras dan panjang. Kemudian disusul dengan gerakan dan serangan yang lebih cepat lagi. Bahkan, kali ini, Kartika Dhatu sudah mengeluarkan empat selendangnya sekaligus untuk mengurung Kala Soca.


Sementara itu, sambil terus mendesak Kala Soca, Kartika Dhatu menunggu hingga beberapa saat.


Setelah beberapa jurus berlalu, akhirnya Kartuka Dhatu mendengar pekikan seperti yang dia lakukan, sebanyak dua kali, walaupun hanya pelan.


Mendengar pekikan itu, Kartika Dhatu kembali memekik dua kali, kemudian secara tiba tiba, menambah kecepatan gerakannya.


Keempat selendangnya mematuk matuk dan menebas bagaikan pedang, mengurung dan mendesak Kala Soca.


Sementara itu, Kala Soca yang terkejut dengan peningkatan kecepatan manusia yang menjadi lawannya itu, segera meningkatkan aliran tenaga dalamnya dan berusaha menghalau setiap serangan senjata selendang yang mengarah ke tubuhnya dengan menggerakkan dan memutar senjata gadanya. Kala Soca tidak menduga sama sekali, kalau manusia yang masih muda yang menjadi lawannya itu, masih bisa bergerak dengan lebih cepat lagi.


Namun, bagaimanapun Kala Soca berusaha bertahan, kecepatan gerakannya tidak bisa lagi mengimbangi kecepatan gerakan Kala Soca.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa jurus, selendang Kartika Dhatu, berhasil membuat beberapa luka lagi di tubuh Kala Soca.


Sambil terus menyerang, tiba tiba Kartika Dhatu melakukan pekikan pelan satu kali.


Mendengar pekikan Kartika Dhatu, tiba tiba secara serentak, anak murid dan anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu melesat pergi meninggalkan tempat pertarungan.


Setelah memastikan seluruh anak murid dan anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu tidak ada yang tertinggal, Kartika Dhatu segera memfokuskan serangannya.


Sesaat kemudian, dua senjata selendangnya yang melakukan gerakan tebasan, tidak bisa ditangkis dan dihindari oleh Kala Soca dan berhasil membuat luka memanjang di dada dan bahu Kala Soca.


Srat ! Sraaattt !


Setelah berhasil melukai Kala Soca, Kartika Dhatu melenting ke belakang kemudian melesat meninggalkan tempat pertarungan.


Sebenarnya, satu lawan satu melawan Kala Soca ataupun Kala Dupa atau siluman manusia yang lainnya, Kartika Dhatu bisa mengatasinya. Bahkan andaikata dikeroyok dua siluman manusia yang memiliki kekuatan dan tenaga dalam setingkat Kala Soca, Kartika Dhatu masih mampu menghadapinya. Namun, karena pasukan yang dibawanya hanya sedikit, bahkan tadi tidak sampai setengah dari jumlah pasukan siluman manusia yang menyerbu bukit tempat tinggal Trah Keluarga Asmara Dhatu, Kartika Dhatu lebih memilih untuk menyelamatkan anggota inti dan anak murid Trah Keluarga Asmara Dhatu terlebih dahulu.


Melihat Kala Soca terluka, Kala Dupa segera mendekatinya untuk memberikan pertolongan. Sementara itu, para pasukan siluman manusia yang lainnya segera menyusul menyerbu masuk ke perkampungan Trah Keluarga Asmara Dhatu.


Sesampai di deretan bangunan milik Trah Keluarga Asmara Dhatu, para pasukan siluman manusia itu tidak menemukan satupun manusia yang menjadi penghuninya.


Akhirnya, bukit kecil tempat tinggal Trah Keluarga Asmara Dhatu itu diduduki oleh para manusia siluman, teman teman dan anak buah dari Kala Rekta.


__________ ◇ __________


Pembaca yang berbahagia.


Penulis mohon maaf yang sebesar besarnya, atas terjadinya update yang tidak lancar. Hal itu dikarenakan sudah selama dua minggu ini HP penulis mengalami masalah, sehingga menghambat dalam penulisan.

__ADS_1


Atas maklumnya, terima kasih.


__ADS_2