
Karena waktunya yang sempit, membuat Nyi Chandra Praya harus memukul pelipis Puguh, agar Puguh bisa dipaksa menelan ramuannya.
Namun, saat tangan kanan Nyi Chandra Praya diangkat untuk memukul pelipis Puguh, tiba tiba terdengar suata Putri Mahatariti, di belakangnya.
"Nyi ! Apa yang kau lakukan !" teriak Putri Mahatariti dengan histeris.
Nyi Chandra Praya terkejut mendengar suara Putri Mahatariti. Untuk sejenak gerakan tangannya berhenti, namun otaknya segera bekerja dengan cepat. Ulahnya telah terlanjur diketahui Putri Mahatariti. Maka tangan kanannya segera memukul pelipis Puguh.
Plaaakkk !!!
Terkena pukulan di pelipisnya, Puguh langsung kehilangan kesadarannya. Cepat cepat Nyi Chandra Praya segera memasukkan sesuatu ke dalam mulut Puguh.
Melihat itu, Putri Mahatariti yang khawatir dengan keselamatan Puguh, segera menerjang Nyi Chandra Praya.
"Nyi Chandra Praya ! Hentikan apa yang kau lakukan !" teriak Putri Mahatariti sambil melayangkan pukulan ke arah punggung Nyi Chandra Praya.
Paaaccckkk !
Buuuggghhh !
Nyi Chandra Praya yang tidak mengira Putri Mahatariti akan memukulnya, langsung terlempar cukup jauh.
Setelah tubuhnya jatuh bergulingan, Nyi Chandra Praya segera berusaha bangun kembali.
Dengan susah payah, Nyi berdiri, nafasnya tersengal sengal.
"Bocah tidak tahu diuntung ! Dibantu mendapatkan pemuda bagus ini, malah marah !" teriak Nyi Chandra Praya dalam hati, "Tapi perempuan ini tenaga dalamnya memang tinggi. Aku harus menghindari berurusan dengannya !"
Sementara itu, Putri Mahatariti segera menangkap Puguh yang hampir terjatuh. Dilihatnya ke dalam mulut Puguh, hanya ada sisa sisa cairan hitam yang ada di sudut bibir Puguh.
"Nyi Chandra Praya ! Apa yang kau berikan padanya !" bentak Putri Mahatariti sambil melesat mendekati Nyi Chandra Praya.
"Anu Putri .... cairan agar pemuda ini bisa jatuh cinta pada Putri ... " jawab Nyi Chandra Praya sambil dalam hati berharap, Putri Mahatariti senang mendengar jawabannya.
__ADS_1
"Apa ?! Kau meracuninya. Ku bunuh kau ! Tidak peduli kau diutus oleh ayahku !" teriak Putri Mahatariti sambil melesat menggempur Nyi Chandra Praya.
Pontang panting Nyi Chandra Praya menghindari serangan Putri Mahatariti. Akhirnya, untuk menghindari hal yang lebih buruk lagi, Nyi Chandra Praya menghindar menjauh, kemudian melesat pergi.
Saat lari itu, Nyi Chandra Praya berteriak, "Putri, Aku hanya disuruh ayahmu !"
Melihat Nyi Chandra Praya lari, Putri Mahatariti kembali mendekati Puguh. Telihat badan Puguh lunglai bergantung pada kedua tangannya yang dirantai.
Putri Mahatariti segera memegangi tubuh Puguh untuk melepaskan rantai yang mengikat pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
Namun, betapa terkejutnya, Putri Mahatariti, ketika tangan kanannya menyentuh tubuh Puguh, tubuh Puguh terasa sangat panas. Seluruh permukaan kulit tubuhnya kemerahan seperti terbakar.
Beberapa saat kemudian, tubuh Puguh gemetaran dengan sangat hebatnya. Disusul dengan keluarnya kepulan asap hijau kehitaman dari kepalanya. Jarak beberapa waktu, dari seluruh tubuhnya juga keluar asap yang berwarna sama. Dari mulut Puguh, keluar suara suara menceracau.
Karena begitu paniknya melihat keadaan Puguh, Putri Mahatariti langsung menyambar tubuh Puguh, dibawa melesat mengejar Nyi Chandra Praya yang melarikan diri.
"Nyi Chandra Praya ! Jangan lari kau ! Berikan obat penawarnya !" teriak Putri Mahatariti sambil melesat dengan sangat cepatnya.
Apabila Puguh bisa melihat, dia akan terkejut. Tingkat kecepatan dan tenaga dalam Putri Mahatariti tidak seperti yang dia perlihatkan, saat bentrok dengan Puguh di halaman rumah makan. Kecepatan Putri Mahatariti bisa dikatakan setingkat dengan guru Puguh, Ki Dwijo.
Tanpa terasa, Nyi Chandra Praya berlari sudah sangat jauh, begitu juga dengan Putri Mahatariti yang mengejarnya sambil memanggul tubuh Puguh.
Setelah hampir setengah hari Putri Mahatariti mengejar Nyi Chandra Praya, akhirnya Putri Mahatariti menghentikan larinya, karena merasakan tubuh Puguh semakin panas.
Putri Mahatariti menurunkan dan membaringkan tubuh Puguh di tanah datar di bawah pohon yang cukup besar.
Putri Mahatariti hanya bisa menangis sambil menyalurkan tenaga dalamnya melalui punggung Puguh. Namun hal itu semakin menambah gemetarnya tubuh Puguh.
Akhirnya Putri Mahatariti menghentikan penyaluran tenaga dalamnya. Kemudian berdiri dan berlari beberapa langkah ke arah larinya Nyi Chandra Praya.
"Nyi Chandra Praya !!! ..... Awas kau !!!" teriak Putri Mahatariti dengan kemarahan yang meluap luap.
Tetapi sesaat kemudian, Putri Mahatariti kembali teringat pada Puguh. Diapun dengan cepat membalikkan badannya kembali ke arah Puguh yang tergeletak.
__ADS_1
Namun Putri Mahatariti terkejut saat melihat di samping Puguh sudah duduk dua orang. Seorang kakek tua yang duduk bersila di belakang Puguh yang sudah duduk, dan seorang perempuan muda dan cantik yang memegangi Puguh agar tidak tersungkur jatuh.
Putri Mahatariti baru saja hendak berteriak marah, namun tidak jadi saat melihat, kedua orang itu sedang mencoba mengobati Puguh.
Seketika timbul harapan di hati Putri Mahatariti untuk kesembuhan Puguh.
"Siapapun kalian orang baik, aku titip, tolong jaga temanku, sampai aku mendapatkan obat penawarnya !" kata Putri Mahatariti pelan dan kemudian tubuhnya melesat cepat ke arah larinya Nyi Chandra Praya.
Putri Mahatariti mengerahkan kecepatan dan tenaga dalam tertingginya untuk segera dapat menemukan dan menangkap Nyi Chandra Praya.
Rasa cemas Putri Mahatariti terhadap keadaan Puguh yang sangat tinggi, membuatnya kurang menyadari waktu dan keadaan.
Setelah mengejar dan mencari dengan menggunakan kemampuan tertingginya sambil terus berusaha merasakan getaran tenaga dalam Nyi Chandra Praya, hingga akhirnya, menjelang sore, Putri Mahatariti berhasil mengejar dan menemukan Nyi Chandra Praya.
"Nyi Chandra Praya, berikan ramuan penawarnya untuk tahananku, atau kau akan kuhabisi di sini ! Akuntidak peduli walaupun kau disuruh oleh ayahku !" teriak Putri Mahatariti setelah larinya hanya di belakang Nyi Chandra Praya.
Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya Nyi Chandra Praya menghentikan larinya dan langsung membalikkan tubuh menghadap ke arah datangnya Putri Mahatariti.
"Putri, akan kuberikan ramuan penawarnya, tapi tolong biarkan aku pergi. Aku akan kembali ke markas utama !" ucap Nyi Chandra Praya.
"Lekas berikan ramuan penawar itu !" sahut Putri Mahatariti.
"Tapi Putri berjanji dulu, tidak akan mengganggu keselamatanku !" kata Nyi Chandra Praya.
"Baiklah baiklah ! Cepat kau berikan ramuannya ! Dan segera pergi dari wilayahku dan jangan pernah berani muncul di wilayah kekuasaanku lagi !" jawab Putri Mahatariti.
Kemudian Nyi Chandra Praya melemparkan bungkusan ramuan ke arah samping Putri Mahatariti sambil tubuhnya meluncur cepat, menjauh dari Putri Mahatariti.
Sambil berlari, Nyi Chandra memberikan cara memberikan ramuan ramuan itu, agar tidak ada yang keliru.
Karena sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, Putri Mahatariti segera melesat kembali ke arah dimana tadi Puguh dia tinggalkan.
Menjelang tengah malam, sampailah Putri Mahatariti di tempat dia meninggalkan Puguh. Namun, yang dia temui hanyalah suasana sepi. Puguh sudah tidak berada di bawah pohon.
__ADS_1
Putri Mahatariti mencoba mencari Puguh di sekeliling tempat itu, sambil memanggil pelan nama Puguh. Namun dia tetap belum bisa menemukan Puguh.
\_\_\_\_\_\_^\_\_\_\_\_\_