Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Melawan Prabu Girindra Nata


__ADS_3

"Puguh, karena tujuan kita adalah merebut siluman elang dari tangan Ki Dahana Yaksa, maka akan kita lakukan penyatuan kekuatan. Untuk sementara, siluman serigala mata biru kita masukkan ke dalam pedangmu. Sehingga nanti, saat kamu menghadapi Ki Dahana Yaksa, siluman serigala mata biru bisa ikut bertarung dan apabila siluman elang muncul, siluman serigala mata biru bisa menghadapinya dulu sebelum kau tarik masuk ke dalam pedangmu !" kata Resi Wismaya menjelaskan.


"Setelah kau kuasai tehnik itu, secepatnya kita kembali ke Padepokan Wukir Candrasa untuk merebut siluman elang !" sambung Resi Wismaya.


Kemudian Resi Wismaya mengajarkan pada Puguh tehnik menarik dan memasukkan kekuatan siluman ke dalam senjata pedangnya.


Karena Puguh sudah mempunyai kemampuan dan tenaga dalam tingkat sangat tinggi, hanya butuh waktu setengah hari bagi Puguh untuk memahami tehnik itu.


Setelah Puguh berhasil menguasai tehnik itu, Puguh mencoba beberapa kali peningkatan kekuatan yang didapatkannya dengan berlatih tanding melawan Resi Wismaya yang dibantu oleh Dewi Laksita dan Rengganis hingga waktu tengah malam. Setelah itu barulah mereka beristirahat.


Saat waktu istirahat itulah, cincin pemberian siluman harimau yang melingkar di jari manisnya mengeluarkan getaran yang sangat kuat.


Puguh segera meraba mata cincin itu dan terdengarlah suara siluman harimau yang mengatakan kalau Prabu Girindra Nata serta rombongannya melewati Hutan Perbatasan. Dalam rombongan itu, banyak pendekar berkekuatan tinggi dan sangat tinggi.


"Resi Wismaya, terpaksa kita tidak bisa langsung menuju Padepokan Wukir Candrasa, karena aku harus menunaikan janjiku pada Kerajaan Banjaran Pura untuk menghadapi tantangan dari raja Kerajaan Kisma Pura, Prabu Girindra Nata !" kata Puguh.


"Tidak apa. Kebetulan kami juga berniat melakukan perjalanan ke Kerajaan Banjaran Pura. Kita bisa berangkat bersama !" jawab Resi Wismaya.


Kemudian, pada tengah malam menjelang dinihari itu juga, Puguh dan Rengganis serta Resi Wismaya dan Dewi Laksita melesat dengan sangat cepatnya menuju ke Kerajaan Banjaran Pura.


----- * -----


Pada pagi hari, Istana Kerajaan Banjaran Pura sudah sangat sibuk.


Setelah mendapatkan kabar mengenai kedatangan raja Kerajaan Kisma Pura, Prabu Girindra Nata, Prabu Pandu Kawiswara memerintahkan seluruh prajurit dan para Senopati untuk bersiap.


Beberapa pimpinan prajurit segera pergi untuk meminta bantuan pada beberapa tokoh dunia persilatan. Terutama untuk mencari keberadaan Puguh yang sudah bersedia mewakili Kerajaan Banjaran Pura.


Pada tengah hari, rombongan Prabu Girindra Nata akhirnya tiba. Rombongan yang hanya terdiri sekitar seratus orang itu menunggu di halaman depan Istana Kerajaan Banjaran Pura yang sangat luas. Karena Prabu Girindra Nata tidak mau disambut di dalam Istana.

__ADS_1


Rombongan itu adalah rombongan yang mengawal Prabu Girindra Nata yang disertai oleh beberapa pendekar tingkat sangat tinggi dari Kerajaan Kisma Pura.


Sementara rombongan yang sangat besar yang terdiri dari ribuan prajurit masih menyusul di belakangnya.


"Prabu Pandu Kawiswara, apakah Kerajaan Banjaran Pura sudah menyiapkan wakilnya untuk memenuhi tantanganku ?" tanya Prabu Girindra Nata yang tanpa basa basi langsung berbicara pada inti maksud kedatangannya.


"Tentu saja sudah, Prabu Girindra Nata. Kuharap kalian bersedia menunggu sebentar, karena yang akan mewakili Kerajaan Banjaran Pura sedang kami panggilkan !" jawab Prabu Pandu Kawiswara.


Sebenarnya Prabu Pandu Kawiswara masih merasa cemas, karena Puguh yang dia harapkan untuk mewakili Kerajaan Banjaran Pura, tidak diketahui keberadaannya. Dan seluruh prajurit serta punggawa Kerajaan Banjaran Pura merasakan ketegangan yang sangat luar biasa.


Karena, jika sampai Puguh tidak hadir untuk mewakili Kerajaan Banjaran Pura, maka Kerajaan Banjaran Pura berada diambang kehancuran. Hal ini dikarenakan, tidak ada tokoh tokoh dunia persilatan dari Kerajaan Banjaran Pura yang mampu menandingi Prabu Girindra Nata yang terkenal gemar akan ilmu silat dan pertarungan.


Selain itu, jika terjadi peperangan antar negeri, Kerajaan Banjaran Pura yang hanya sebuah Kerajaan kecil, jelas bukan tandingan dari Kerajaan Kisma Pura yang merupakan kerajaan besar dengan jumlah prajuritnya yang mencapai ratusan ribu orang.


Hari semakin siang dan Prabu Girindra Nata sudah tidak sabar, sehingga membuat kegelisahan dan ketegangan seluruh punggawa Kerajaan Banjaran Pura semakin meningkat.


"Prabu Pandu Kawiswara ! Kalau kalian tidak bisa mengirimkan wakil yangbakan menghadapi aku dan wakil dariku, pilihan kalian tinggal ada dua. Putri Cinde Puspita menjadi istriku atau Kerajaan Banjaran Pura aku hancurkan !" kata Prabu Girindra Nata.


"Aku sudah bersabar menunggu. Sudah cukup aku memberi kalian waktu. Tetapi aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Sekarang tinggal kita menunggu, mana yang lebih dahulu tiba di sini. Putri Cinde Puspita yang bersedia aku peristri atau pasukanku yang akan menghancurkan Kerajaan Banjaran Pura ini !" kata Prabu Girindra Nata.


Saat Prabu Pandu Kawiswara masih berpikir apa yang hendak dilakukan untuk sebisa mungkin mencegah peperangan, tiba tiba terdengar suara yang mengagetkan Prabu Pandu Kawiswara, tetapi sekaligus melegakannya.


"Maafkan aku yang datang terlambat, Prabu Pandu Kawiswara !" kata Puguh yang baru saja sampai di Istana Kerajaan Banjaran Pura.


"Puguh, terimakasih, kau bersedia mewakili Kerajaan !" jawab Prabu Pandu Kawiswara.


Sementara itu, melihat ada anak muda yang dijadikan wakil dari Kerajaan Banjaran Pura, Prabu Girindra Nata tertawa.


"Haahhh ha ha ha ha ! Anak muda inikah yang akan mewakili Kerajaan Banjaran Pura ? Aku dengar Putri Cinde Puspita sangat menyukaimu ! Akan aku lihat seberapa kuat kemampuanmu untuk membela Putri Cinde Puspita !" kata Prabu Girindra Nata sambil berdiri.

__ADS_1


Prabu Girindra Nata merasa tugasnya akan lebih ringan, karena yang mewakili Kerajaan Banjaran Pura bukan tokoh tokoh senior dunia persilatan Kerajaan Banjaran Pura, yang beberapa dia kenal namanya seperti Ki Dwijo, Ki Bhanujiwo dan yang lainnya.


"Anak muda, sebutkan siapa namamu ! Sebelum aku menghancurkanmu !" tanya Prabu Girindra Nata.


"Namaku Puguh ! Aku yang akan menghadapimu dan pendekar yang akan mewakilimu ! Tetapi, apabila kalian kalah dariku, seluruh pasukanmu harus kembali dan tidak akan terjadi peperangan !" jawab Puguh


"Haahhh ha ha ha ha ! Puguh, Baiklah ! Kalau kami kalah ditanganmu, kami semua akan pulang dan tidak akan terjadi perang. Sekarang rasanya aku sudah tidak sabar untuk mengakhiri pertarungan ini !" kata Prabu Girindra Nata.


Kemudian, seperti menghilang, tubuh Prabu Girindra Nata melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh dan langsung memberikan serangan beruntun.


Puguh yang juga merasa tidak senang dengan sikap Prabu Girindra Nata, tidak menghindari serangan itu. Setiap serangan Pandu Girindra Nata, ditepis dengan tangkisan tangkisannya.


Plak ! Plak ! Plak ! Plak !


Seketika, hanya Puguh dan Prabu Girindra Nata yang berdiri di tengah tengah halaman depan Istana Kerajaan Banjaran Pura, setelah semuanya menyingkir ke pinggir halaman.


"Prabu Girindra Nata ! Akan aku ikuti, cara apapun yang akan kau pilih !" kata Puguh.


"Bagus ! Aku suka dengan orang yang tidak menolak pertarungan !" sahut Prabu Girindra Nata sambil tubuhnya kembali melesat ke arah Puguh dan melakukan gempuran dengan serangkaian serangan.


Sesaat kemudian, di tengah halaman depan Istana dan disaksikan oleh banyak orang, terjadi pertarungan sengit yang mempertunjukkan benturan benturan tenaga dalam tingkat sangat tinggi.


Plak ! Plak ! Plak !


Deeesss ! Deeesss !


Dalam setiap benturan serangan, diam diam Prabu Girindra Nata terkejut, heran sekaligus kagum. Anak muda yang tidak dia kenal yang menjadi lawannya ini, selalu bisa mengimbangi setiap kali.dia meningkatkan dan menambah kekuatannya.


Namun, Prabu Girindra Nata yang pada dasarnya sangat gemar sekali dengan pertarungan, menjadi semakin bersemangat, saat mendapatkan lawan yang tangguh.

__ADS_1


Dengan kecepatan dan kekuatannya yang terus dinaikkan, Prabu Girindra Nata terus menyerang Puguh dan memberondongnya dengan pukulan ataupun tendangan.


__________ ◇ __________


__ADS_2