Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Pertarungan Kartika Dhatu Melawan Pangeran Langit Barat


__ADS_3

Mendengar nama Pangeran Langit Barat disebut, udara di sekitar tempat Kartika Dhatu berdesir, ketika sedikit lonjakan getaran tenaga dalam keluar dari tubuh Kartika Dhatu.


"Nenekku sedang tidak ada di sini ! Aku tidak peduli kau seorang pangeran, bagiku kalian tetaplah orang asing ! Pergilah ! Datanglah lain waktu kalau nenekku sudah kembali ke sini !" kata Kartika Dhatu.


"Tingkat kekuatan dan tenaga dalam gadis ini sudah sangat tinggi. Mungkin aku bisa menghadapinya, tetapi sayangnya kekuatan pasukan yang aku bawa, hanya kecil ! Aku terlalu meremehkan sekelompok orang yang tinggal di bukit ini ! Tapi aku tetap akan mengukur kekuatannya !" kata Pangeran Langit Barat dalam hati.


"Aahhh ! Sayangnya Iswara Dhatu tidak berada di sini ! Tapi sudahlah, akan aku cari sendiri, barang yang aku butuhkan yang berada di sini !" jawab Pangeran Langit Barat.


"Di tempat ini tidak ada benda berharga yang bisa kalian ambil ! Kalian pergilah !" sahut Kartika Dhatu.


"Haahhh ha ha ha ha ! Aku akan pergi setelah mendapatkan Bunga Hitam yang aku inginkan !" jawab Pangeran Langit Barat.


"Tidak ada Bunga Hitam di sini ! Pergi atau terpaksa aku usir kalian !" kata Kartika Dhatu.


"Usir mereka semua ! Pangeran ini biar aku sendiri yang mengusirnya !" kata Kartika Dhatu memberi perintah pada para pengikutnya.


Segera saja, sekitar lima puluh anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu bergerak membentuk formasi mengepung dua puluh orang pasukan Pangeran Langit Barat.


Kemudian, lima puluh orang anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu itu menyerang dadi arah kiri dan kanan, dengan serangan yang berpola.


Sementara itu, ketika melihat Pangeran Langit Barat hendak bereaksi terhadap serangan para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu, Kartika Dhatu segera melesat ke arah Pangeran Langit Barat. Dua ujung selendangnya melesat sangat cepat ke arah leher dan perut Pangeran Langit Barat.


Melihat serangan yang sangat cepat dan berbahaya itu, segera saja Pangeran Langit Barat menghunus senjata pedangnya dan membuat gerakan memutar di depannya untuk menangkis serangan Kartika Dhatu.


Twang ! Twang !


Dalam dua kali benturan senjata itu, Pangeran Langit Barat terkejut, melihat senjata selendang lawannya berani berbenturan dengan senjata pedangnya.


"Senjata selendang anak gadis ini bisa dibuat menyerupai bilah pedang !" kata Pangeran Langit Barat dalam hati.

__ADS_1


Namun Pangeran Langit Barat tidak bisa berlama lama di dalam rasa terkejutnya. Karena Kartika Dhatu sudah kembali melesat ke arahnya dan melakukan serangkaian serangan.


Sesaat kemudian, Pangeran Langit Barat disibukkan oleh serangan serangan Kartika Dhatu yang seperti tidak ada putusnya.


Tidak jauh dari tempat pertarungan Pangeran Langit Barat melawan Kartika Dhatu, terjadi pertempuran antara pasukan yang dibawa oleh Pangeran Langit Barat melawan lima puluh anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu.


Walau baru sebagian anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu yang ikut bertarung, namun saat pertarungan baru memasuki tiga puluh jurus, pasukan yang mengiringi Pangeran Langit Barat mulai terdesak. Hal itu dikarenakan, di dalam pasukannyang hanya berjumlah sekitar dua puluh orang itu tidak ada yang kemampuan ilmu silatnya seperti para Panglima Perang Kerajaan Menara Langit.


"Pulanglah kalian semua ke negeri kalian, sebelum kami berubah pikiran !" teriak salah satu pimpinan anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu.


"Puuiiihhh ! Serahkan dulu Bunga Hitam pada kami !" jawab salah satu pasukan yang mengiringi Pangeran Langit Barat.


"Kami sudah memberikan kesempatan kepada kalian semua untuk pergi. Karena kalian tidak mengambil kesempatan itu, kami yang akan menghentikan kalian !" kata salah satu pimpinan Trah Keluarga Asmara Dhatu.


Kemudian, salah satu pimpinan anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu itu memberikan aba aba pada anggota yang lainnya untuk menyerang.


Sesaat kemudian, anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu yang maju bertarung membentuk suatu formasi. Dalam satu formasi serangan itu, setiap anggota yang memegang senjata selendang yang berbeda beda warna, melakukan serangan totokan, tusukan ataupun tebasan yang teratur bergantian.


Serangan yang penuh dengan penggunaan tenaga dalam disertai kelebatan senjata selendang yang warna warni, membuat pasukan yang dibawa oleh Pangeran Langit Barat kewalahan dan kebingungan.


Senjata selendang anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu itu kadang meluncur lurus sekuat dan secepat senjata tombak. Terkadang, senjata selendang itu terkembang lebar dan melakukan tebasan setajam senjata pedang. Tidak jarang pula, senjata selendang itu meliuk liuk dan mematuk seganas senjata cambuk.


Sehingga hanya dalam sepuluh jurus, sekitar setengah dari jumlah pasukan itu terjatuh dan tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan, karena terluka terkena tebasan ataupun tusukan. Bahkan beberapa ada yang memuntahkan darah segar kemudian tewas.


Melihat pasukan kecil yang diajaknya tidak berkutik melawan pasukan dari anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu, Pangeran Langit Barat yang sedang menghadapi Kartika Dhatu, meraung keras, kemudian melesat terbang ke atas.


Sesaat kemudian, getaran lonjakan kekuatan tenaga dalam, keluar dari seluruh tubuhnya. Senjata pedangnya mengeluarkan suara lengkingan saat teraliri tenaga dalam yang besar.


Saat Pangeran Langit Barat melempar senjata pedangnya ke atas, tiba tiba, muncul sebentuk naga yang sangat besar. Wujud naga yang berwarna emas dengan pola garis garis hitam.

__ADS_1


Dengan wujud tubuhnya yang sangat besar, gerakan ekor naga itu bahkan mampu menyapu ke arah anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu.


Sraaakkk ! Draaammm !


"Kalian pergilah menuju ke pasukan induk ! Aku akan menyusul kalian !" teriak Pangeran Langit Barat pada sisa sisa pasukannya.


Maka dari itu, begitu ada kesempatan pergi, sisa sisa pasukan Pangeran Langit Barat segera melesat meninggalkan tempat pertempuran.


Melihat sisa sisa pasukan yang dibawa oleh Pangeran Langit Barat melarikan diri meninggalkan pertempuran, para anggota inti Trah Keluarga Asmara Dhatu yang merasa sudah di atas angin dan sebentar lagi bisa memenangkan pertempuran, segera mengejar.


Sementara itu, ditinggal oleh seluruh pasukannya dan anak buahnya, di gerbang masuk ke perkampungan tempat tinggal Trah Keluarga Asmara Dhatu, tinggal menyisakan pertarungan antara Pangeran Langit Barat melawan Kartika Dhatu.


Melihat lawannya melesat terbang ke atas, Kartika Dhatu pun menyusul melayang terbang sambil meningkatkan aliran tenaga dalamnya.


Begitu di udara dan sejajar dengan Pangeran Langit Barat, terlihat, jumlah selendang yang dimainkan oleh Kartika Dhatu bertambah menjadi empat buah.


Keempat senjata selendang yang warnanya berbeda beda itu, terlihat melayang layang bagaikan ular yang terbang.


Bersamaan dengan Pangeran Langit Barat mengayunkan tangan kanannya, hingga wujud naga raksasa yang berwarna hitam keemasan itu melesat ke arahnya, Kartika Dhatu pun mengalirkan tenaga dalamnya ke arah senjata selendangnya.


Tiba tiba terdengar empat kali ledakan kecil, saat keempat senjata selendang miliknya itu berubah wujud menjadi empat ekor naga yang lebih kecil dari wujud naga yang keluar dari senjata pedangnya.


Dummm ! Dummm ! Dummm ! Dummm !


Sesaat kemudian, terjadi pertarungan dan benturan benturan antara wujud naga raksasa berwarna hitam keemasan dengan empat wujud naga yang berbeda beda warna, yang ukuran tubuhnya lebih kecil.


Jdaaammm ! Jdaaammm ! Jdaaammm ! Jdaaammm !


---------- ◇ ----------

__ADS_1


__ADS_2