Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Pertarungan Melawan Tangan Iblis


__ADS_3

"Kakang, kakek tua itu seperti menyerap tenaga dalamku !" kata Rengganis.


"Adik Rengganis hati hati di sini. Biar kakang yang menghadapinya," jawab Puguh, "Sepertinya tehnik penyerapan itu yang mengakibatkan korban korbannya mati dengan tubuh menghitam."


Puguh pun segera melompat mendekati kakek tua, yang dijuluki Tangan Iblis. Melihat ada orang lain yang mendekat, Tangan Iblis hanya menatap. Cumping hidungnya bergerak gerak seperti membaui sesuatu.


Karena tidak membaui sesuatu seperti yang diharapkan, Tangan Iblis menggerakkan tangan kanannya ke arah Puguh seperti menghalau anak kecil.


Melihat gerakan Tangan Iblis yang asal asalan itu, Puguh memapaki gerakan itu dengan tangan kanannya.


Plaaakkk !


Tangan Iblis sangat terkejut. Kedua bola matanya melotot. Orang yang tidak dia rasakan getaran kekuatannya, bisa membuat tubuhnya terdorong mundur dua langkah saat menangkis serangan tangannya.


Maka, Tangan Iblis segera melompat kembali ke arah Puguh, kedua tangannya melakukan gerakan menampar beberapa kali. Gerakan yang dia lakukan berkali kali setiap menghadapi korbannya. Karena, begitu tersentuh oleh kedua tangannya, kekuatan dan tenaga dalam lawannya akan terserap olehnya hingga tubuhnya kering menghitam. Kemudian jiwanya dia hisap.


Beberapa kali tamparan Tangan Iblis selalu ditangkis oleh Puguh. Itulah yang diharapkan oleh Tangan Iblis.


Plak ! Plak ! Plak ! Plak !


Namun, kali ini, menghadapi Puguh, tangkisan lawan bukan membuat tangan lawan menempel hingga bisa dia serap kekuatan dan jiwanya, namun justru membuatnya terpental kembali ke belakang.


Akhirnya, Tangan Iblis menggunakan jurus jurus ilmu silatnya.


Puguh yang kekuatan dan tenaga dalamnya sudah meningkat lagi, unggul dalam tingkat tenaga dalam.


Beberapa kali, setiap benturan serangan, Tangan Iblis selalu terpental bahkan terlempar ke belakang hingga terjatuh bergulingan. Bahkan beberapa kali pukulan Puguh berhasil mengenai dada dan bagian tubuh yang lain Tangan Iblis. Hingga terlihat Tangan Iblis mulai mengalami luka, bahkan luka dalam.


Namun, semua luka itu seperti tidak berpengaruh pada Tangan Iblis. Karena, setiap mendapatkan luka, baik luka luar ataupun luka dalam, dengan cepat Tangan Iblis bisa menyembuhkan diri sendiri, dengan cara, melapisi setiap luka yang dia terima, dengan asap dari jiwa jiwa korbannya yang dia hisap dan dia kumpulkan. Setiap lukanya sembuh, asap dari jiwa yang melapisi luka itu akan musnah.


Hal itu membuat Puguh seperti melawan orang yang tenaga dan kekuatannya selalu baru dan tidak ada habisnya.

__ADS_1


Untung bagi Puguh, hasil latihannya yang diberikan oleh kera raksasa membuat kekuatan dan tenaga dalamnya meningkat pesat, sehingga setiap terjadi benturan, tenaga dalamnya belum sempat diserap oleh Tangan Iblis, karena kecepatannya, tenaga dalam itu terlebih dahulu berhasil mengenai tubuh ataupun organ dalam Tangan Iblis.


Hampir setengah hari, Puguh dan Tangan Iblis bertarung. Ingin segera mengakhiri pertarungan itu, Puguh segera meningkatkan lagi aliran tenaga dalamnya ke seluruh tubuhnya. Kemudian, dengan sedikit melenting ke atas, Puguh melesat ke arah Tangan Iblis dan dengan cepat melayangkan satu pukulan yang mengarah ke kepala Tangan Iblis, tanpa bisa dihindari lagi oleh Tangan Iblis.


Blaaammm !


Begitu kuatnya pukulan Puguh, membuat kepala dan seluruh tubuh Tangan Iblis hancur dan jatuh terhempas di tanah.


Namun, beberapa saat kemudian, tubuh hancur Tangan Iblis itu perlahan bergerak dan kemudian membentuk wujud tubuh Tangan Iblis lagi.


Melihat hal itu, diam diam Puguh terkejut. Tidak ingin mengulang hal itu, Puguh segera meloloskan pedangnya.


Saat tubuh Tangan Iblis yang sudah pulih kembali itu melesat ke arahnya, Puguh segera memapakinya dengan jurus pedang yang berisi gerakan serangkaian tebasan. Pedang Puguh yang sudah menyalakan warna hijau terang, berkelebatan menyasar beberapa bagian tubuh Tangan Iblis.


Sraaattt ! Sraaattt ! Sraaattt !


Craaakkk ! Craaakkk !


Selama beberapa saat, Puguh menunggu, bila mana tubuh Tangan Iblis menyatu lagi dan hidup lagi.


Setelah beberapa waktu, tidak ada hal yang mencurigakan pada tubuh Tangan Iblis, Puguh segera mengajak Rengganis untuk melihat keadaan kampung itu, apakah ada korban warga kampung.


Setelah dipastikan tidak ada korban warga kampung, Puguh dan Rengganis kembali melanjutkan perjalanan mereka, sambil melihat lihat keadaan kampung kampung yang lainnya. Tetapi mereka berdua tidak pergi terlalu jauh, karena bulan purnama juga tidak lama lagi.


Selama beberapa hari Puguh dan Rengganis melakukan perjalanan keluar masuk kampung.


Setelah bulan purnama tinggal dua hari lagi, Puguh dan Rengganis segera melakukan perjalanan pulang ke tempat yang telah ditentukan oleh kera raksasa. Kali ini mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh yang mereka kuasai, yang telah mencapai tingkat sangat tinggi.


----- * -----


Sementara itu di tempat pertarungan Puguh melawan Tangan Iblis. Setelah waktu memasuki petang hari, dan telah jauh ditinggal oleh Puguh dan Rengganis, terjadi hal yang mengejutkan pada tubuh Tangan Iblis.

__ADS_1


Tepat setelah sinar matahari pergi meninggalkan bumi, terlihat tiga kepulan asap tipis yang bergerak mendatar di atas tubuh Tangan Iblis yang telah hancur.


Tiga asap tipis itu, seperti di serap, meresap ke dalam tubuh Tangan Iblis di tiga titik.


Sesaat kemudian, tubuh Tangan Iblis yang telah hancur itu, terlihat bergerak pelan. Bersamaan dengan gerakan itu, terlihat asap hitam mengepul di tiga titik tempat asap tipis tadi terserap.


Kemudian perlahan, di masing masing tiga titik itu, tubuh Tangan Iblis yang telah hancur, terlihat perlahan lahan bergerak menyatu lagi.


Setelah beberapa waktu, akhirnya terbentuk tiga sosok tubuh yang sangat persis dengan wajah dan bentuk tubuh Ki Kama Catra, atau Tangan Iblis.


Begitu tiga sosok tubuh kembar yang sama persis dengan Tangan Iblis itu terbentuk sempurna, seperti dikomando, mereka bertiga melesat dengan sangat cepat, menyebar menuju ke arah yang berbeda.


----- \* -----


Sesampainya di pinggiran hutan Setra Jenggala, tempat yang telah dijanjikan oleh kera raksasa, Puguh dan Rengganis melihat, mereka telah ditunggu oleh sang kera raksasa.


Setelah mereka berdua mendekat, terlihat kera raksasa itu menatap tajam tubuh Puguh dari kaki hingga ujung rambut kepala.


"Ngger Puguh, apakah kau sempat bertarung dengan salah satu dari mereka para iblis ?" tanya kera raksasa.


"Aku memang baru saja bertarung. Dengan salah satu dari para iblis, atau tidak, aku tidak tahu. Tetapi sekarang dia telah tewas," jawab Puguh.


"Ketahuilah Puguh. Lawanmu itu belum tewas. Bahkan, dengan ilmu yang sempat dia ciptakan sebelum dia sepenuhnya dikuasai Ratu dari Alam Iblis, sekarang ini lawanmu hidup lagi. Bahkan, dari getaran kekuatan yang sempat aku tangkap, lawanmu yang kemaren menjadi tiga sosok tubuh, yang tingkat kekuatan, tingkat tenaga dalam dan tingkat kecepatannya sama dan seimbang dengan yang sudah kamu bunuh," kata kera raksasa itu menjelaskan.


"Sekarang kekuatan dan tenaga dalammu memang telah berada pada tingkatan yang sangat tinggi, bahkan melebihi tingkat dan kekuatan lawanmu kemaren. Namun kekuatan yang kau miliki itu belum cukup untuk bisa memusnahkan iblis iblis itu. Bertarung sampai dengan kekuatanmu habis pun, kau tidak bisa membunuhnya. Para iblis itu tidak hanya dibunuh, namun harus dimusnahkan. Kau harus segera menguasai ilmu yang dititipkan padaku, agar kau mampu menghadapi para iblis itu !" lanjut kera raksasa itu.


"Kalau kau dititipi ilmu itu, kenapa tidak kau saja yang memusnahkan mereka para iblis itu ? Kekuatanmu sepertinya melebihi tingkat kemampuanku !" tanya Puguh.


"Kemampuan dan tenaga dalamku, saat ini memang masih satu tingkat di atasmu. Namun sayangnya, aku hanya dititipi ilmu itu. Aku tidak bisa mempelajari dan menggunakannya. Karena hanya yang terpilih yang bisa menguasai dan menggunakan ilmu yang dititipkan padaku. Dan yang terpilih itu adalah kamu, Puguh !" jawab kera raksasa itu, "Tugasku adalah membantumu dalam melawan dan membasmi kejahatan para iblis itu."


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_

__ADS_1


__ADS_2