Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Bertarung Melawan Lima Iblis


__ADS_3

Setelah Puguh yakin, para prajurit tidak ada yang memperhatikan arah jalannya, Puguh segera berbelok ke arah ruangan samping dan tidak jadi ke arah dapur.


Dari ruangan samping, Puguh berencana untuk mendekat ke ruangan dalam yang kemaren dipergunakan untuk pertemuan.


Saat Puguh berjalan ke pintu yang menghubungkan dengan ruangan dalam, tiba tiba Puguh merasakan, di depannya ada lonjakan getaran tenaga dalam yang sangat tinggi.


Puguh baru saja melihat ada sesuatu yang bergerak sangat pelan di dinding ruangan samping. Tiba tiba dari dinding itu ada sosok tubuh yang melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh berdiri sambil melakukan satu serangan. Dengan cepat Puguh menepis datangnya pukulan dengan telapak tangannya.


Wuuussshhh !


Plaaakkk !


Begitu serangannya bisa ditangkis Puguh, sosok itu kembali melesat ke dinding ruangan samping. Tubuhnya tidak terlihat seolah masuk ke dalam dinding. Namun, mata Puguh masih bisa melihat dan mengetahui keberadaan sosok tubuh itu.


"Percuma kau menyembunyikan getaran tenaga dalammu, anak muda ! Karena kami akan tetap bisa merasakannya !" kata sosok yang seperti masuk ke dalam dinding itu pelan.


"Tubuhnya bisa menyatu di dinding, seperti menghilang. Mungkin juga bisa menyatu dengan benda apapun yang berada di dekatnya. Apa ini yang namanya ilmu Sirna Raga yang dulu pernah diceritakan oleh guru. Sungguh ilmu yang sangat berbahaya !" kata Puguh dalam hati.


Tidak lama berselang, tiba tiba Puguh menggeser tubuhnya sambil sedikit memutar. Kemudian tangannya seperti menahan sesuatu, saat dari samping kirinya agak ke belakang, kembali melesat bayangan tubuh yang mengarah ke tempatnya berdiri sambil melayangkan serangan.


Plak ! Plak ! Plak !


Dalam benturan itu, sesosok bayangan itu kembali terpental ke arah dinding.


"Ternyata ada dua orang yang bersembunyi di dinding. Kemampuan dan tenaga dalam mereka sangat tinggi. Aku harus hati hati. Mereka semakin berbahaya jika bertarung dalam kegelapan atau malam hari !" kata Puguh dalam hati.


Kemudian, sambil berdiri di tengah tengah ruangan samping, Puguh meningkatkan aliran tenaga dalamnya. Beberapa saat kemudian, terjadi luapan getaran tenaga dalam dari dalam tubuh Puguh.


Baru sesaat Puguh menunggu, kedua sosok bayangan itu sudah kembali melesat ke arah Puguh.


Dengan sangat waspada, Puguh menunggu datangnya serangan kedua lawannya.


Sesaat kemudian, dari arah kiri dan kanannya Puguh, melesat dua sosok tubuh yang kemudian melayangkan beberapa kali serangan.


Plak.! Plak ! Plak !


Paaaccckkk ! Paaaccckkk !


Dengan tingkat tenaga dalam yang Puguh gunakan, mampu membuat kedua sosok tubuh itu terpental kembali ke belakang hingga kembali ke tembok lagi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, terlihat dua sosok tubuh keluar dari tembok yang berada di sebelah kanan dan kiri Puguh.


"Baru kali ini, aku jumpai anak muda sehebat kamu. Bagaimana kalau kita bermain main dengan senjata ?" kata salah seorang dari mereka sambil menarik senjatanya.


Sreeettt ! Sreeettt !


Satu menggunakan senjata golok dan yang satunya lagi bersenjatakan pedang.


Kemudian, seperti diberi aba aba, mereka berdua bergerak bersamaan, melayangkan serangan ke arah Puguh.


Sementara itu, melihat kedua lawannya mengeluarkan senjata, Puguh pun mengeluarkan pedangnya.


Saat kedua lawannya menyerang, Puguh memapaki datangnya tebasan dan tusukan senjata mereka dengan jurus yang Puguh pelajari dari kitab ilmu silat yang Puguh dapatkan dari makam Pendekar Pengendara Elang.


Dengan gerakan jurus jurusnya yang seperti gerakan burung elang, pedang Puguh mampu menangkis dan menahan serangan kedua lawannya.


Berkali kali terjadi benturan senjata yang mengeluarkan suara berdentangan berkali kali.


Tang ! Tang ! Tang !


Klang ! Klang !


Dalam setiap benturan senjata itu, senjata pedang dan golok kedua sosok itu selalu terpental ke belakang dengan keras. Diam diam mereka berdua merasa terkejut, anak muda yang menjadi lawannya itu memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi. Dan yang membuat mereka berdua terkejut adalah jurus jurus yang dimainkan oleh Puguh.


Pertarungan baru memasuki jurus ke lima, Puguh mulai bisa mendesak kedua sosok itu.


Saat pertarungan memasuki jurus ke sepuluh dan kedua sosok itu terdesak hebat, tiba tiba terdengar suara seseorang.


"Haaahhh ha ha ha ha .... ! Iblis Barat ! Iblis Timur ! Kenapa kalian berpesta tidak mengajak kami ?" terdengar tawa dan ucapan sosok yang baru datang dari luar dan langsung mendekat ke pertarungan.


"Iblis Utara dan Iblis Selatan, jangan terlalu menilai terlalu dini dulu ! Cepat bergabung dengan kami !" jawab sosok yang memegang senjata pedang, yang dikenal dengan julukan Iblis Barat.


Dua sosok yang baru tiba, yaitu Iblis Utara yang menggunakan senjata rantai dengan bandul besi berduri dan Iblis Selatan yang bersenjatakan dua pedang pendek, segera masuk ke dalam partarungan.


Dikeroyok dari empat arah, Puguh merasakan berat. Selain itu keempat sosok itu masing masing memiliki tenaga dalam yang sangat tinggi.


Memasuki jurus ke lima belas, Puguh pertarungan masih berjalan seimbang. Waupun belum mendapatkan luka luka, namun Puguh juga belum bisa memaksa keempat lawannya pada posisi bertahan. Pada suatu kesempatan, Puguh melesat keluar dari ruangan samping, untuk memperlebar ruang gerak pertarungan.


Pada tengah malam itu, pertarungan berpindah tempat di halaman samping.

__ADS_1


Dengan medan yang lebih luas, Puguh lebih leluasa memainkan jurus jurus pedangnya.


Memasuki jurus ke delapan belas dan jurus ke sembilan belas, Puguh mulai sedikit di atas angin. Hingga berlanjut ke jurus ke duapuluh, Puguh mulai bisa mendesak keempat lawannya.


Namun, situasi pertarungan kembali ke awal lagi saat Puguh memulai lagi dari jurus jurus awal.


Keempat lawannya yang sebenarnya sudah mulai terdesak, awalnya dibuat bingung dengan cara Puguh bertarung.


Karena pengalaman mereka berempat yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia persilatan, akhirnya mereka berempat mengetahui kalau ilmu silat yang lawannya kuasai belum selesai dan belum sempurna.


Mereka pun saling melihat dan saling mengangguk. Kemudian, cara bertarung keempat orang itu berubah. Saat Puguh memainkan jurus jurus akhir dari ilmu pedangnya, mereka bertahan sepenuhnya dan saling melindungi. Tetapi begitu Puguh kembali mengulang jurusnya dari awal, mereka serentak menyerang dengan gencar.


Hal yang berulang ulang itu cukup membuat tenaga dalam Puguh terkuras. Sehingga lambat laun, Puguh mulai terdesak dan harus bertahan.


Keadaan itu akhirnya memaksa Puguh meningkatkan aliran tenaga dalam ke seluruh tubuhnya dan juga ke bilah pedangnya.


Kemudian secara perlahan, bilah pedang Puguh mulai memancarkan sinar hijau terang, setelah menerima aliran tenaga dalam dalam tingkat yang tinggi.


Melihat perubahan pada pedang di tangan Puguh, keempat lawannya itu terkejut. Namun akhirnya, ingatan mereka tentang jurus jurus yang dimainkan oleh Puguh dan pedang yang digunakan oleh Puguh mulai terbuka.


"Tangkap anak itu ! Dan rebut pedangnya dan paksa dia untuk menyerahkan kitabnya !" kata Iblis Barat.


Kemudian, dengan mengerahkan hampir seluruh tenaga dalamnya, mereka berempat berusaha untuk mendesak Puguh.


Saat keadaan Puguh mulai terdesak, tiba tiba melesat sesosok tubuh masuk ke dalam pertarungan.


"Heeehhh he he he he .... ! Kalian berempat sengaja tidak mengundang aku ya ?" kata sosok itu.


"Iblis bermata satu, jangan banyak bicara dulu. Lekas bantu tangkap anak itu !" teriak Iblis Barat sambil terus menyerang Puguh.


Dengan gerakan yang sangat cepat, Iblis Bermata Satu langsung ikut menyerang sambil menatap lawannya, yang membuatnya terkejut dan berteriak. Teriakan yang membuat keempat Iblis lainnya terkejut.


"Iblis Bermata Elang !" teriak Iblis Bermata Satu.


Sementara itu, melihat masuknya Iblis Bermata Satu ke dalam pertarungan, membuat situasi Puguh semakin terdesak.


Merasa keadaan berbahaya, Puguh pun melesat pergi saat kelima lawannya sejenak terkejut.


Namun sesaat kemudian mereka berlima tersadar.

__ADS_1


"Kejar anak itu !" teriak Iblis Barat, dan seketika keempat Iblis itu melesat mengejar, meninggalkan Iblis Bermata Satu sendirian di tempat itu.


__________ ◇ __________


__ADS_2