Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Palvagasura


__ADS_3

Terkena pukulan yang sangat keras, tubuh Puguh terlempar hingga lima meter kemudian jatuh terhempas dan tergeletak di tanah.


Melihat hal itu, seketika Rengganis melesat terbang ke arah tubuh Puguh tergeletak. Hanya dalam sekejap, Rengganis sudah berada di samping tubuh Puguh.


Namun, saat Rengganis hendak mendekat, tiba tiba tubuh Puguh bergerak kemudian duduk dan kemudian bangkit berdiri.


"Kakang Puguh ?" ucap Rengganis dengan heran.


"Adik Rengganis, kenapa kau bisa berada di sini ?" jawab Puguh dengan nada pertanyaan juga.


Namun, Rengganis tidak menjawab dan Puguh pun tidak membutuhkan jawaban. Karena Rengganis langsung berlari mendekat dan memeluk Puguh dengan sangat erat.


Selama beberapa waktu, Puguh dan Rengganis berpelukan dalam diam. Seolah mereka berdua ingin mencurahkan dan menguras habis rasa rindu mereka yang selama ini telah mereka tahan.


----- * -----


Saat sosok manusia yang baru datang itu mengalirkan tenaga dalamnya ke puncak tiang pohon kayu hitam, Puguh yang telah mengeluarkan tenaga dalam sangat banyak dan dalam waktu yang cukup lama, merasa seperti terhantam dengan sangat keras. Membuat Puguh terlempar dan mengalami luka.


Pada saat Puguh terluka itulah, tubuh Puguh berusaha menyerap kekuatan dari energi sinar rembulan.


Kekuatan menyerap energi sinar rembulan pada tubuh Puguh memang sangat luar biasa, hingga bisa membuat selubung pelindung di atas pohon besar tempat Rengganis berlatih bersama Ibu Pohon, retak retak.


Ketika selubung pelindung itu retak, membuat siluman kera raksasa yang selalu mencari Puguh dan Rengganis, bisa merasakan getaran kekuatan dari selubung pelindung.


Maka, begitu bisa merasakan getaran kekuatan, siluman kera raksasa itu langsung melesat dan menghantamnya, hingga membuat selubung pelindung itu pecah dan terdengar seperti suara ledakan.


Saat selubung pelindung yang dibuat oleh Puguh itu pecah, tenaga dalam yang membentuknya seperti diserap dengan sangat cepat masuk ke tubuh Puguh lagi.


Begitu kuatnya tenaga dalam yang membentuk selubung pelindung itu, membuat Rengganis dan siluman kera raksasa serta benda benda di dalam selubung pelindung ikut terseret saat tenaga dalam itu melesat bagai kilat ke arah Puguh.


Saat Puguh sedang dalam proses pemulihan, siluman kera raksasa yang ikut terseret dan mendarat di dekatnya, langsung melayangkan pukulannya ke tubuh Puguh, yang membuat tubuh Puguh kembali terlempar.


Untungnya, saat siluman kera raksasa itu menghantam, kekuatan dan tenaga dalam Puguh hampir pulih, sehingga hanya membuat tubuh Puguh terlempar.


----- * -----


"Kakang Puguh tidak apa apa ?" tanya Rengganis, setelah mereka saling melepaskan pelukan.


"Kakang tidak apa apa, adik Rengganis. Terimakasih telah membantu kakang," jawab Puguh sambil tersenyum dan menggerak gerakkan seluruh tubuhnya seolah olah membetulkan posisi tulang tulangnya.

__ADS_1


"Kakang ... "


Rengganis baru saja akan mengatakan sesuatu, saat Puguh menyambar tangannya dan mengajak Rengganis mendekat ke arah lubang penjara.


"Ayo kita hajar siluman kera raksasa sialan itu, adik Rengganis !" kata Puguh.


Sementara itu di pinggir lubang penjara, siluman kera raksasa baru akan mengejar tubuh Puguh yang terlempar saat terkena pukulannya.


Namun, langkahnya terhenti saat mendengar suara geraman.


Grrrhhh !


Siluman kera raksasa menoleh cepat. Dilihatnya sesosok tubuh kera raksasa yang kurus kering, berdiri bersandar tiang dari pohon kayu bitam dengan leher yang masih terikat rantai.


Siluman kera raksasa juga melihat sesosok tubuh manusia yang duduk berlutut di pinggir lubang penjara di arah yang berseberangan dengan posisinya berdiri.


Sosok manusia itu adalah Pemimpin Tertinggi bangsa manusia yang bernama Daksawangsa, yang mendapat laporan, bahwa di lubang tahanan di tengah hutan, terjadi pertarungan.


Daksawangsa terduduk berlutut di pinggir lubang penjara, setelah terlempar karena ledakan saat dirinya mengalirkan tenaga dalamnya ke puncak tiang pohon kayu hitam tempat ujung rantai yang mengikat leher Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa, tertanam.


Selain terlempar, Daksawangsa juga mengalami luka dalam dalam ledakan karena benturan antara tenaga dalamnya dengan tenaga dalam Puguh.


Bersamaan dengan itu, tanpa memperdulikan hal lain, siluman kera raksasa itu mendekati Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa.


Mendengar perkataan itu, Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa hanya bisa menggerakkan kedua bola matanya ke atas, karena tubuhnya sudah sangat lemah.


Melihat keadaan Pemimpinnya yang sekaligus juga ayahnya yang sangat mengenaskan, membuat siluman kera raksasa itu, dengan cepat melompat ke puncak tiang pohon kayu hitam. Kemudian, dengan kedua tangannya yang kekar menarik ujung rantai yang tertanam di puncak tiang pohon kayu hitam. Rantai yang sudah tidak diselimuti tenaga dalam bermantera yang telah lenyap terdesak oleh pendaran sinar hijau terang yang keluar dari telapak tangan Puguh.


"Grrrhhh ! Aaaarrhhh !" teriak siluman kera raksasa itu sambil kemudian mengerahkan kekuatannya.


Setelah beberapa saat kemudian, ujung rantai itu akhirnya bisa ditarik keluar hingga akhirnya terlepas.


Kemudian, dengan cepat, siluman kera raksasa meloncat turun dan menangkap tubuh Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa yang terlihat limbung.


Setelah menghancurkan ujung ujung rantai yang mengikat pergelangan tangan, pergelangan kaki dan leher Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa, siluman kera raksasa segera mengalirkan tenaga dalamnya ke tubuh Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa.


"Grrrhhh ! Haaahhh ha ha ha ha ... ! Anakku ! Terimakasih telah membebaskanku !" ucap Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa yang tubuhnya semakin bertenaga," Aku Palvagasura, akan selalu mengingat kejadian ini !"


Setelah terlihat cukup sehat, siluman kera raksasa menghentikan aliran tenaga dalamnya pada Palvagasura, kemudian berniat mengajak Palvagasura pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, Puguh sudah terlihat mendekat ke arah Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa.


"Kera besar sialan ! Jangan pergi kau !" teriak Puguh pada siluman kera raksasa yang hendak melompat pergi.


"Grrhhh ! Hingga kemaren memang aku masih menunggu dan mencarimu ! Tetapi sekarang aku sudah tidak membutuhkanmu !" jawab siluman kera raksasa itu, "Tetapi, terimakasih, berkatmu, aku bisa sampai di Negeri Tanah Dewa ini, negeri para leluhur kami !"


"Kau bisa saja sudah tidak membutuhkan aku ! Namun, sekarang aku yang mencarimu. Dan kau tidak akan bisa lari dariku !" kata Puguh.


"Grrrhhh ! Pergilah, sebelum aku menghajarmu lagi !" sahut siluman kera.


"Huhhh ! Cobalah kalau kau mampu !" jawab Puguh lagi.


Kemudian, untuk beberapa saat Puguh dan siluman kera raksasa saling terdiam. Mereka berdua saling menatap, seolah olah saling mengukur kekuatan lawannya.


Tiba tiba, entah siapa yang mendahului, Puguh dan siluman kera raksasa telah melesat dan sesaat kemudian, mereka berdua sudah saling melayangkan pukulan.


"Siluman kera raksasa sialan ! Pulanglah ke Negerimu ! Bawalah pergi Pemimpin Tertinggi bangsa kalian !" kata Puguh di sela sela serangannya.


Terdengar suara ledakan berkali kali, setiap pukulan mereka bertemu.


Jdammm ! Jdammm ! Jdammm !


Hingga pada suatu saat, pukulan tangan kanan Puguh berhasil mengenai dada siluman kera raksasa itu.


Duackkk !


Tubuh siluman kera raksasa yang sangat besar itu, terpelanting, saat terkena pukulan Puguh. Kemudian, beberapa pukulan Puguh juga berhasil mendarat mengenai sasaran.


Plakkk ! Plakkk ! Plakkk !


Jdummm !


Terlihat, siluman kera raksasa itu terlempar cukup jauh dan kemudian jatuh.


Puguh baru saja akan menyusuli dengan serangan yang lain, saat tiba tiba dirasakannya munculnya getaran tenaga dalam yang sangat tinggi.


Puguh melihat, Palvagasura, Pemimpin Tertinggi bangsa kera raksasa telah pulih dengan cepat.


"Paman kera raksasa ! Pulanglah ke negerimu !" kata Puguh pada Palvagasura.

__ADS_1


"Grrrhhh ! Anak muda ! Aku akan ke negeri bangsaku, hanya kalau kau bisa mengalahkan aku !" jawab Palvagasura.


__________ ◇ __________


__ADS_2