
"Ibu Dyah Astari ..," kata Rengganis lagi.
"Panggil saja aku Ibu Pohon !" sahut Dyah Astari.
"Ibu Pohon, apakah kakang Puguh atau kera raksasa atau siapapun orang yang berada di sini bisa merasakan keberadaan Ibu Pohon ?" tanya Rengganis.
"Aku adalah Ibu Pohon, aku adalah Dewi Pohon dan aku adalah Dewi Kehidupan. Hanya siapapun yang kupilih, siapapun yang kukehendaki yang bisa merasakan keberadaanku. Bahkan laki laki tua yang dengan ilmu dan kekuatannya meminjam pokok pohon ini untuk meletakkan jiwanya, tidak bisa merasakan kehadiranku !" jawab Dyah Astari atau Ibu Pohon.
"Terimakasih Ibu Pohon, telah membantu aku," kata Rengganis.
"Aku hanya bisa membantu melatihmu meningkatkan kekuatan dan tenaga dalammu. Aku belum bisa membantumu keluar dari selubung pelindung yang dibuat oleh anak muda yang bernama Puguh itu. Tetapi beruntungnya, selubung pelindung itu sangat kuat, sehingga bisa dikatakan tidak ada orang lain yang bisa merasakan keberadaannya, kecuali orang yang membuatnya. Atau kecuali orang yang membuatnya sedang dalam keadaan lemah, sehingga selubung pelindung itu ikut melemah dan akhirnya bisa dirasakan oleh orang lain, seperti beberapa hari kemaren !" kata Ibu Pohon menjelaskan.
"Rengganis cah ayu ! Mulai saat ini waktumu hanya untuk berlatih. Selama kamu berada di sini, kamu tidak akan merasakan lapar dan dahaga. Karena semua asupan yang dibutuhkan oleh tubuhmu, telah tersedia dalam udara yang kau hirup !" lanjut Ibu Pohon.
Akhirnya, di hari hari berikutnya, Rengganis sibuk berlatih dan dibimbing oleh Ibu Pohon.
Pada hari hari pertama, Rengganis terus berlatih melatih pernafasannya dengan bersemedi.
Cara olah pernafasan yang diajarkan oleh Ibu Pohon, sedikit berbeda, sehingga butuh beberapa hari bagi Rengganis untuk bisa memahami dan mempraktekkan dalam latihan.
Hingga pada hari ke lima, di pagi hari. Muncul asap hitam dari seluruh permukaan kulit Rengganis, saat Rengganis berlatih bersemedi. Selain itu, seluruh tubuh Rengganis terlihat bergetar. Hingga kemudian asap hitam yang keluar itu semakin menipis dan akhirnya habis.
Setelah asap hitam itu habis, terlihat seluruh permukaan kulit Rengganis , basah oleh keringat.
Sesaat setelah itu, Rengganis merasakan pernafasannya menjadi ringan. Seluruh permukaan kulit Rengganis bisa merasakan pergerakan udara sekecil apapun. Bahkan pori pori kulitnya bisa menyerap udara seperti bernafas.
__ADS_1
Beberapa waktu kemudian, Rengganis mulai bisa merasakan munculnya gejolak kekuatan dari dalam tubuhnya. Syaraf syarafnya, bahkan yang kecil kecilpun penuh dengan tenaga dalam. Sehingga sekarang tubuhnya bisa menyimpan tenaga dalam lebih banyak lagi.
Begitu kuatnya tenaga dalam yang memenuhi seluruh tubuhnya, hingga membuat kepala Rengganis mengeluarkan uap tipis berwarna putih.
Ketika hari telah siang, Rengganis menghentikan semedinya. Saat berdiri, Rengganis merasakan, tubuhnya menjadi sangat ringan.
"Cobalah untuk melompat ataupun berlari, cah ayu !" kata Ibu Pohon.
Rengganis pun segera mengindahkan perintah Ibu Pohon. Tubuhnya segera melenting ke atas dan kedua kakinya menapak di dahan dengan ringannya. Kemudian, dengan sangat ringannya Rengganis meloncat dari satu dahan ke dahan lainnya.
Hingga tanpa terasa, Rengganis menapaki semua dahan pohon besar itu dengan berpindah pindah hanya dalam waktu sesaat.
Bahkan Rengganis mengulang setiap gerakannya itu hingga dua kali, sebelum akhirnya turun lagi ke tanah tanpa terengah engah.
"Bagus cah ayu, pengaturan keluarnya tenaga dalam dan tehnik menyimpan tenaga dalam kamu sudah bagus. Sekarang yang perlu kau pelajari adalah tehnik menyerap kekuatan dari sumbernya untuk kau olah menjadi tenaga dalam !" kata Ibu Pohon.
Kemudian, hari hari berikutnya, Rengganis berlatih tehnik menyerap kekuatan dari tumbuh tumbuhan.
Walaupun sudah bisa menguasai tehnik itu, namun Ibu Pohon tetap menuruh Rengganis untuk mengulang dan mengulang lagi, agar gerakan tehnik itu menjadi gerakan yang reflek, tanpa harus diperintah oleh otak, seperti halnya pernafasan dan denyut jantung.
Setelah beberapa hari, akhirnya Rengganis berhasil menguasai tehnik menyerap energi dan kekuatan dari tumbuhan.
Tidak hanya menyerap kekuatan tumbuhan melalui olah pernafasannya. Namun Rengganis sudah bisa menyerap kekuatan tumbuhan dengan seluruh pori pori kulitnya.
Setelah berhari hari berlatih, Akhirnya Rengganis berhasil menguasai tehnik itu.
__ADS_1
"Rengganis anakku ! Kau sudah menguasai dua tehnik yang aku ajarkan itu dengan sangat bagus. Tehnik itu bisa kau gabungkan dengan jurus ilmu silat yang sudah kau miliki !" kata Ibu Pohon menjelaskan.
"Setelah kau menguasai dua tehnik tadi, aku akan mengajarkan ilmu silat khusus, yang gerakannya berdasarkan pada gerakan tumbuhan atau pohon. Ilmu silat itu bernama jurus Sara Jiwana. Mulai besok, kamu mulai mempelajari jurus Sara Jiwana itu !" sambung Ibu Pohon.
Setelah itu, keesokan harinya, Rengganis melatih jurus Sara Jiwana. Jurus yang meniru gerakan sebuah pohon. Mulai dari gerakan daunnya, rantingnya, dahannya, cabangnya, batangnya dan bahkan gerakan akarnya.
Walaupun gerakan gerakannya sulit, akhirnya Rengganis berhasil menguasai jurus Sara Jiwana.
"Cah Ayu Rengganis, kau sudah berhasil menguasai semua yang ku ajarkan. Jurus Sara Jiwana bisa kau mainkan dengan senjata apapun, termasuk senjata pedang yang kau miliki. Namun jurus Sara Jiwana akan menjadi lebih dahsyat lagi, jika dimainkan dengan senjata selendang !" kata Ibu Pohon.
"Di dalam rongga yang ada di pokok pohon besar ini, tersimpan empat buah selendang yang terbuat dari kulit pohon besar ini !" kata Ibu Pohon lagi, "Besok ambilah dan gunakan selendang itu menjadi senjatamu."
"Terimakasih Ibu Pohon !" jawab Rengganis lagi.
Keesokan harinya, Rengganis mengambil selendang yang berada di dalam rongga Pokok Pohon besar. Dan dengan selendang itu, Rengganis kembali melatih jurus Sara Jiwana
____ * ____
Di tempat yang sangat jauh, di Negeri Tanah Dewa, Puguh sedang berbincang dengan seorang kepala suku dari bangsa manusia setengah kera.
Dari kakek tua kepala suku itu, Puguh mendapatkan cerita yang sama tentang sejarah dahulu dan alasan kenapa sekarang bangsa manusia dan bangsa manusia setengah kera saling bermusuhan.
Mendengar kisah yang dengan versi yang lain itu, Puguh menyampaikan kalau dirinya mau membantu mencari penyelesaian masalah mereka semua.
Namun, Puguh meminta mereka semua menahan diri dulu, jangan ada yang melakukan perbuatan yang bisa memperparah permusuhan.
__ADS_1
Pada kesempatan itu, Puguh minta diceritakan tentang bangsa kera raksasa dan bangsa siluman, di saat sekarang ini. Kedua bangsa itu dimana dan apa yang mereka lakukan saat ini.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_