
Ki Bhanujiwo dan Den Roro yang dulu sempat dipaksa membuat ramuan obat oleh Ki Kama Catra untuk menyempurnakan ilmunya, heran dengan perkembangan ilmu silat Ki Kama Catra, yang sekarang seperti menyerap tenaga dalam lawannya.
"Roro, langsung gunakan kekuatan dalam jumlah yang besar !" kata Ki Bhanujiwo pada muridnya.
Den Roro segera melakukan apa yang diperintahkan oleh gurunya. Membuat pertarungan semakin seru.
Walaupun Ki Dwijo, Ki Bhanujiwo dan Den Roro tidak terlalu serius mengeroyok Ki Kama Catra, namun tetap saja membuat Ki Kama Catra terdesak dan mulai menerima banyak pukulan.
Hingga suatu ketika, pukulan Ki Dwijo dan tongkat Ki Bhanujiwo melesat bersamaan yang memaksa Ki Kama Catra menangkis.
Plaaakkk ! Boooggghhh !
Mendapatkan dua serangan yang bersamaan dan berkekuatan tinggi, membuat tubuh Ki Kama Catra atau Tangan Iblis terlempar ke belakang hingga sepuluh meter kemudian terhempas ke tanah dengan keras dalam posisi tertelungkup.
Bruuukkk !
Melihat lawannya terlempar dan terjatuh dalam keadaan menderita luka, Ki Dwijo dan Ki Bhanujiwo serta Den Roro, tidak mengejar dan hanya memperhatikan dari tempatnya berdiri.
Selama beberapa saat, tubuh Ki Kama Catra terdiam. Namun kemudian, dengan seluruh tubuh bergemetaran, Ki Kama Catra berdiri.
Tiba tiba, Ki Kama Catra menggerak gerakkan kedua tangannya dengan pola tertentu. Beberapa saat kemudian, dari kedua telapak tangan Ki Kama Catra keluar asap yang semakin lama semakin banyak dan tebal yang disertai dengan suara mendesis, hingga akhirnya menutupi seluruh tubuhnya.
Kemudian, suara mendesis itu semakin lama semakin kencang. Lalu, diiringi suara tawa yang melengking dan terdengar menakutkan, dari dalam asap yang yang menutupi seluruh tubuhnya, keluar tiga tubuh yang sangat mirip dan semuanya berwujud tubuh Ki Kama Catra. Disusul kemudian dengan hilangnya asap itu.
Haaahhh ha ha ha haaa !
Melihat hal itu, Ki Dwijo dan Ki Bhanujiwo serta Den Roro terkejut.
"Inikah ilmu baru yang dipelajari oleh Ki Kama Catra !" gumam Ki Bhanujiwo.
Namun, Ki Dwijo dan Ki Bhanujiwo serta Den Roro tidak bisa berlama lama terkejut. Ketiga tubuh Ki Kama Catra itu sudah melesat bersamaan menuju ke arah Ki Dwijo, Ki Bhanujiwo dan Dan Roro berdiri dan kemudian melakukan serangan.
Tidak ada pilihan lain bagi Ki Dwijo dan Ki Bhanujiwo serta Den Roro, selain langsung menyambut serangan tiga tubuh Ki Kama Catra.
__ADS_1
Sesaat kemudian, terjadi tiga pertarungan secara bersamaan.
Setelah pertarungan berjalan sekitar dua puluh lima jurus, terlihat Den Roro mulai keteter. Namun Ki Dwijo dan Ki Bhanujiwo belum bisa membantu Den Roro, karena masih fokus pada lawan yang dihadapinya.
Saat Den Roro terdesak hebat dan hampir tidak mampu lagi bertahan, tiba tiba terlihat kelebatan pedang yang mengeluarkan suara seperti petir.
"Jangan takut gadis muda ! Kita hadapi bersama sama ! Kerahkan semua kemampuanmu !" kata orang yang baru saja datang dengan bersenjatakan pedang tipis.
Dengan bantuan orang yang baru datang itu, Den Roro bisa bernafas lega, terhindar dari kekalahan yang kemungkinan besar membahayakan nyawanya.
Sementara itu, Ki Dwijo dan Ki Bhanujiwo sangat terkejut dengan kedatangan orang yang bersenjata pedang tipis.
"Iblis Bermata Satu ! Ternyata dia masih hidup ! Kenapa dia ikut menyerang Ki Kama Crita ?" kata Ki Dwijo pelan.
Sementara itu, orang yang bersenjatakan pedang tipis atau Iblis Bermata Satu, segera melesat lagi ke arah Ki Kama Catra kemudian mengeluarkan serangkaian serangan.
Tidak mau ketinggalan, Den Roro segera kembali melesat, bergabung dengan Iblis Bermata Satu. Senjata pedangnya berkelebatan di sela sela serangan yang dilakukan oleh Iblis Bermata Satu.
Hingga akhirnya pada suatu kesempatan, pedang tipis Iblis Bermata Satu berkelebat dengan sangat cepat dan berhasil membabat putus leher Tangan Iblis.
Plaaasss ! Sraaattt !
Disaat yang bersamaan, pedang di tangan Den Roro berhasil menghujam di dada Tangan Iblis.
Jleeebbb !
Tubuh Tangan Iblis seketika terdorong ke belakang, terhempas ke tanah dan tidak bergerak lagi.
Melihat lawannya sudah tewas, Iblis Bermata Satu segera melesat ke arah pertarungan Ki Dwijo. Sementara Den Roro juga menghampiri Ki Bhanujiwo gurunya.
Mendapatkan bantuan dari Iblis Bermata Satu, Ki Dwijo dengan cepat mendesak Ki Kama Catra atau yang sekarang dikenal dengan julukan Tangan Iblis, dan memaksanya untuk terus menerus menghindar dan menangkis.
Hingga akhirnya tidak sampai sepuluh jurus, telapak tangan kanan Ki Dwijo berhasil mendarat dada Tangan Iblis dan menghancurkan organ dalamnya.
__ADS_1
Tubuh Ki Kama Catra terkulai lemas dan kemudian jatuh berdebam di tanah.
Sementara itu, pada pertarungan yang lainnya, Ki Bhanujiwo yang dibantu oleh Den Roro hampir menyudahi perlawanan Ki Kama Catra.
Hingga beberapa jurus kemudian, sabetan tongkat Ki Bhanujiwo dengan tehnik memutarnya, menghantam keras punggung Tangan Iblis, yang langsung terhuyung ke depan sambil memuntahkan darah hitam. Disusul tusukan pedang Den Roro yang mengenai dadanya, membuat Tangan Iblis terjatuh terduduk dan tidak bergerak lagi.
Dengan jatuhnya Tangan Iblis yang ke tiga, pertarungan pun telah usai.
Sejenak suasana menjadi hening. Hanya suara tarikan nafas mereka masing masing yang terdengar. Hingga kemudian Ki Dwijo teringat akan kedatangan Iblis Bermata Satu.
"Iblis Bermata Satu, angin apakah yang membuatmu berubah arah dan ikut membantu kami dalam pertarungan ini ?" tanya Ki Dwijo setelah memutar badan dan menatap ke arah Iblis Bermata Satu.
"Aku memang bukan orang baik. Tetapi, aku juga tidak suka jika nafsu dan kekuatan iblis menguasai manusia !" jawab Iblis Bermata Satu sambil kemudian membalikkan badan, memunggungi mereka bertiga, " Namun, ada satu orang yang membuatku begini. Iblis Bermata Elang, yang telah menolongku walau tahu aku adalah musuhnya. Itulah yang menyadarkanku ! Satu hal, kita semua harus waspada, akan ada kekuatan iblis yang lebih besar lagi, yang berniat menghancurkan kerajaan !"
Sesaat Iblis Bermata Satu memutar kepala untuk melihat ke belakang.
"Sampai jumpa lagi !" sambung Iblis Bermata Satu. Suaranya masih terdengar dengan jelas, namun, tubuhnya sudah hilang melesat ke arah hutan yang lebih dalam lagi.
Melihat kepergian Iblis Bermata Satu itu, Ki Dwijo dan Ki Bhanujiwo serta Den Roro, sesaat terdiam. Namun tiba tiba terdengar suara ledakan beberapa kali disertai keredepan nyala sinar di langit dari arah atas istana kerajaan.
"Serangan apa yang membuat kerajaan dalam bahaya sehingga harus menyalakan api tanda bahaya ?" kata Ki Dwijo pelan.
"Kita harus memastikan keadaan istana aman, Ki Dwijo !" jawab Ki Bhanujiwo. Kemudian, tiga tubuh itu melesat ke arah istana kerajaan.
----- * -----
Pagi hari berikutnya, Puguh dan Rengganis bertemu lagi dengan kera raksasa, setelah selesai mempelajari ilmu Jata Candrama.
Pada kesempatan itu, kera raksasa menyampaikan pada Puguh, bahwa ada tugas bagi Puguh, untuk membasmi kekuatan Iblis yang kembali muncul ke alam manusia, setelah selubung gaib yang mengurung dan menahan kekuatan mereka retak dan memberi celah bagi kekuatan iblis itu untuk keluar.
Kemudian, Puguh dan Rengganis segera keluar dari tempat itu, dan berencana untuk pergi ke arah istana. Sedangkan kera raksasa kembali lagi ke arah hutan yang lebih dalam setelah mengatakan, kalau belum saatnya dia keluar ke alam manusia sepenuhnya.
__________ ◇ __________
__ADS_1