
Dalam ledakan karena benturan pukulan itu, Kartika Dhatu terdorong, tubuhnya terpental dan jatuh terperosot hingga ke dasar tumpukan senjata pedang. Sedangkan Ki Naga Hitam terdorong hingga melayang mundur dua langkah.
"Bocah perempuan ! Kau belum tahu tingginya langit dalamnya lautan !" kata Ki Naga Hitam sambil menatap tajam Kartika Dhatu.
"Kakek tua ! Kau ingin melanggar janji yang telah kau ucapkan sendiri ?" tanya Kartika Dhatu.
"Haahhh ! Maaf bocah perempuan ! Ada yang harus segera aku lakukan ! Jadi terpaksa aku harus membunuh kalian !" sahut Ki Naga Hitam.
Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat, Ki Naga Hitam melesat ke arah Kartika Dhatu.
"Mati kau bocah !" teriak Ki Naga Hitam.
Sesaat kemudian dengan tubuh setengah melayang, kedua tangannya melakukan gerakan memukul hingga dari kedua kepalan tangannya keluar gumpalan cahaya berwarna hitam yang membentuk kepala naga.
Dua wujud kepala naga hitam yang terbentuk dari kekuatan tenaga dalam Ki Naga Hitam itu, dengan dengan cepat mengenai tubuh Kartika Dhatu.
Bersamaan dengan itu, melihat begitu cepatnya serangan yang mengarah ke tubuhnya, Kartika Dhatu segera meningkatkan aliran tenaga dalamnya dan menggerakkan tangan kanannya yang masih memegang sarung pedang yang tadi dia ambil dari puncak tumpukan senjata pedang, untuk menangkis.
Segera saja terjadi suara ledakan saat dua kekuatan tenaga dalam dua kali berbenturan.
Jdaaammm ! Jdaaammm !
Dalam benturan kekuatan tenaga dalam yang pertama, tubuh Kartika Dhatu terdorong mundur dua langkah, sedangkan tubuh Ki Naga Hitam yang melesat mendekat, seketika berhenti.
Tetapi, dalam benturan kekuatan tenaga dalam yang kedua, tubuh Kartika Dhatu tetap kokoh berdiri. Dirasakannya ada arus getaran kekuatan yang aneh membanjir memasuki tubuhnya, hingga membuat seluruh tubuhnya tergetar. Arus getaran kekuatan itu berasal dari sarung pedang yang tergenggam di tangan kanannya.
Sementara itu, dalam benturan kekuatan yang kedua, Ki Naga Hitam merasakan seluruh tubuhnya tergetar hebat.
"Bocah perempuan ini, kenapa kekuatan tenaga dalamnya bisa meningkat drastis dalam waktu yang sangat singkat ?" kata Ki Naga Hitam dalam hati dengan perasaan heran, "Apakah bocah perempuan ini menyembunyikan kekuatan aslinya ?"
Merasa tidak terima jika harus kalah dari seorang bocah, sambil menggeretakkan giginya, Ki Naga Hitam melenting ke atas dan kemudian melayang, sambil mengeluarkan sebagian besar kekuatan tenaga dalamnya.
Sesaat kemudian, tubuh Ki Naga Hitam meluncur ke arah Kartika Dhatu. Dalam posisi tubuh melesat, Ki Naga Hitam mengayunkan kedua tangannya, kembali meluncur dua wujud kepala Naga Hitam. Disusul kemudian dengan kedua kakinya yang bergantian melakukan tendangan hingga dari kedua telapak kakinya juga melesat keluar wujud kepala Naga Hitam.
__ADS_1
Keempat wujud kepala Naga Hitam yang mengandung kekuatan tenaga dalam tingkat sangat tinggi itu dengan sangat cepat melesat ke arah Kartika Dhatu.
Bersamaan dengan itu, ketika melihat datangnya serangan lagi, Kartika Dhatu kembali meningkatkan kekuatan tenaga dalamnya hingga jumlah yang cukup besar dan mengalirkannya ke seluruh tubuhnya.
Saat keempat wujud kepala Naga Hitam itu mendekatinya, Kartika Dhatu secara reflek menggunakan sarung pedang yang berada di tangan kanannya untuk menangkis.
Kembali terdengar suara ledakan, saat sarung pedang di tangan Kartika Dhatu menghadang empat wujud kepala naga.
Jdaaammm jdaaammm !
Jdaaammm Jdaaammm !
Tidak berhenti sampai disitu, Ki Naga Hitam terus menyusulinya dengan serangan pukulan dan tendangan yang bertubi tubi untuk mengurung Kartika Dhatu.
Namun, semua serangan pukulan dan tendangan Ki Naga Hitam, ternyata mampu ditangkis oleh Kartika Dhatu. Bahkan beberapa kali benturan kekuatan tenaga dalam mereka, mampu membuat tubuh mereka terpental mundur.
Bersamaan dengan itu, diam diam Kartika Dhatu merasa heran, karena tubuhnya bergerak semakin ringan dan semakin bertambah kecepatannya. Kekuatan pukulan dan tendangannya juga semakin meningkat.
Hingga pada suatu saat, pukulan mereka berdua yang menggunakan kekuatan tenaga dalam tingkat sangat tinggi, kembali berbenturan hingga menimbulkan suara yang sangat keras.
Dbaaannnggg !
Benturan dua pukulan itu mengakibatkan tubuh mereka berdua terhuyung huyung mundur hingga beberapa langkah.
Setelah gerakan mundurnya terhenti dan bisa menguasai tubuhnya, Ki Naga Hitam segera membuat posisi kuda kudanya menjadi lebih lebar.
Kemudian kedua telapak tangannya dibenturkan di depan dada mereka, hingga menimbulkan suara tepukan yang sangat keras.
Plaaakkk !
Sesaat setelah suara tepukan itu, dari tanah di samping kiri kanan tempat Kartika Dhatu berdiri, muncul empat wujud kepala naga hitam.
Empat wujud kepala naga hitam itu melesat cepat ke arah kedua tangan dan kaki Kartika Dhatu. Begitu cepatnya kemunculan empat wujud kepala naga hitam itu, hingga tanpa bisa dihindari lagi, kedua lengan dan kaki Kartika Dhatu tergigit oleh wujud kepala naga hitam.
__ADS_1
Melihat gadis muda yang menjadi lawannya itu tidak bisa menggerakkan kedua tangan dan kakinya, Ki Naga Hitam berteriak sambil menghentakkan kaki kanannya ke tanah disertai kedua telapak tangannya saling menekan di depan dadanya.
"Meledaklah kau !" teriak Ki Naga Hitam.
Bersamaan dengan itu, merasa terancam dan tidak ada pilihan lain, Kartika Dhatu mengeluarkan seluruh kekuatan tenaga dalamnya dan mengalirkan ke seluruh tubuhnya, membuat keempat senjata selendang yang melilit di pinggangnya seketika keluar dan meluncur ke arah empat wujud kepala naga hitam yang menggigit kedua tangan dan kakinya.
Tepat saat empat senjata selendang itu mengenainya, keempat wujud kepala naga hitam itu meledak dengan sangat kerasnya hingga menggetarkan tanah dan udara di sekitar pertarungan.
Daaammm ! Daaammm ! Daaammm ! Daaammm !
Ledakan itu juga menimbulkan asap hitam yang sangat pekat, yang memenuhi seluruh ruangan bawah tanah itu.
Sesaat setelah empat ledakan itu, dalam keadaan udara masih hitam pekat, Ki Naga Hitam melayang pelan ke atas dengan selubung transparan yang melindungi tubuhnya.
"Sayang sekali, kau harus mati dengan tubuh hancur, bocah perempuan !" gumam Ki Naga Hitam.
Kemudian, setelah yakin lawannya telah tewas, Ki Naga Hitam segera melayang lebih tinggi lagi, kemudian tubuhnya melesat turun dan masuk ke dalam tumpukan senjata pedang melalui puncaknya.
Tidak berapa lama, kembali terjadi getaran dan ledakan yang membuat seluruh senjata pedang yang menumpuk terlempar dan melesat sangat cepat ke segala arah.
Dbaaannnggg !
Beberapa saat setelah ledakan itu, Ki Naga Hitam dengan menunggang Siluman Naga Putih yang sangat besar yang seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya putih, menerobos pekatnya asap hitam, dan keluar dari ruangan besar yang berada di perut gunung itu dengan menembus dinding atap ruangan.
"Haahhh ! Hah hah hah hah ! Siluman Naga Putih ! Kita menuju ke pesisir !" kata Ki Naga Hitam sambil tertawa.
Sementara itu, sepeninggal Ki Naga Hitam, ruangan bawah tanah yang telah hancur dan porak poranda itu kembali sunyi. Asap hitam perlahan keluar melalui lubang besar di langit langit akibat diterobos oleh Ki Naga Hitam dan Siluman Naga Putih.
Ratusan ribu senjata pedang, terlihat menancap sangat dalam pada seluruh permukaan ruangan bawah tanah. Di dinding, di langit langit dan di tanah penuh dengan senjata pedang yang menancap dalam.
Di tanah, dengan dikelilingi senjata pedang yang menancap dalam, terlihat tubuh Kartika Dhatu tergeletak diam tidak bergerak. Seluruh tubuhnya terselimuti oleh cahaya cokelat transparan yang keluar dari sarung pedang yang masih tergenggam di tangan kanannya.
---------- ◇ ----------
__ADS_1