Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Ilmu Pukulan Cakra Maruta


__ADS_3

Puguh dan Rengganis yang sejak awal sudah dalam kewaspadaan tinggi, segera melenting ke atas, saat gelombang angin hampir menerjang tubuhnya.


Namun, ada satu hal yang membuat Puguh dan Rengganis sedikit terkejut. Gelombang angin yang dilepaskan oleh Ki Naga Besar, bisa mengeluarkan ledakan, saat sampai di tempat Puguh dan Rengganis tadi berdiri.


Srraaakkk !


Jdaaammm ! Jdaaammm !


Ledakan gelombang angin itu, mengeluarkan hembusan angin yang lebih cepat dan lebih kuat lagi ke segala arah. Sehingga sempat membuat tubuh Puguh dan Rengganis terhempas melayang ke belakang.


Itulah keistimewaan ilmu Pukulan Cakra Maruta milik Ki Naga Besar. Pukulan yang mengandung kekuatan tenaga dalam yang sangat besar, yang membuat udara di sekelilingnya membentuk putaran kecil kecil yang sangat kencang. Ketika mengenai sasaran atau tubuh lawannya, putaran angin kecil kecil itu meledak dan mengoyak tubuh lawannya hingga hancur dan tidak berbentuk lagi.


Selama ini, belum ada lawan yang mampu terhindar dari serangan jurus Cakra Maruta yang diciptakan sendiri oleh Ki Naga Besar.


Kebanyakan, lawan lawannya tewas dengan tubuh hancur terkoyak putaran angin berkekuatan sangat tinggi, yang bertubi tubi datangnya. Kalau ada yang selamat, pasti melarikan diri dari pertarungan dengan tubuh terluka atau dengan tangan atau kaki yang putus dan hancur.


Namun, dalam pertarungan kali ini, dengan cepat Puguh dan Rengganis kembali melesat ke depan ke arah Ki Naga Besar berdiri.


Sejenak Ki Naga Besar terkejut, melihat dua anak muda yang menjadi lawannya, bisa meredam serangan pertamanya.


Namun, seolah tidak ingin membuang waktu, Ki Naga Besar segera kembali melancarkan serangan.


Dari kedua telapak tangan Ki Naga Besar, keluar gelombang angin kecil kecil. Gelombang angin kecil kecil itu melesat ke arah Puguh dan Rengganis, dengan gerakan memutar yang sangat cepat.


Mendapatkan serangan jarak jauh yang sangat cepat itu, Puguh segera memainkan jurus Bantala Wreksa untuk menghalau gelombang angin kecil kecil yang mengarah ke tubuhnya.


Terdengar suara ledakan, setiap gelombang angin kecil kecil yang mendekat, bertemu dengan tangan Puguh.


Daaabbb ! Daaabbb ! Daaabbb !


Jdaaammm !


Benturan dua kekuatan dan suara ledakan itu, membuat tubuh Puguh sedikit terdorong mundur.


"Kakek tua ini bisa membuat gelombang angin yang berubah menjadi ledakan, setiap kali membentur sasaran. Penguasaannya pada kekuatan angin sudah sangat tinggi !" kata Puguh dalam hati.


Sementara itu, setiap menangkis gelombang angin yang mengarah ke tubuhnya, Rengganis seperti terlempar melayang ke belakang. Tetapi dengan jurus Sara Jiwana, tubuh Rengganis laksana dahan pohon yang dihembus angin. Tubuh Rengganis dengan cepat melesat kembali ke tempatnya semula dan seperti tidak mengakibatkan apa apa pada tubuhnya.

__ADS_1


Merasa serangannya berhasil, Ki Naga Besar melakukan lagi serangan dengan pukulan jarak jauh, saat kedua lawannya belum sempat mendekatinya.


Gelombang angin kecil kecil yang lebih banyak lagi meluncur dengan sangat cepat, menghujani tubuh Puguh dan Rengganis.


Daaabbb ! Daaabbb !


Daaabbb ! Daaabbb ! Daaabbb !


Jdaaammm ! Jdaaammm !


Serangan Ki Naga Besar yang bertubi tubi itu berhasil mendorong mundur tubuh Puguh dan Rengganis. Tetapi dengan kecepatan dan kekuatan tenaga dalamnya yang sudah sangat tinggi, Puguh dan Rengganis bisa meredam semua ledakan itu dengan tanpa terluka sedikitpun walau tubuhnya harus sedikit terdorong ke belakang. Dan dengan cepat, Puguh dan Rengganis sudah melesat lagi ke arahnya.


Setelah melakukan serangan serupa beberapa kali dengan hasil yang sama, akhirnya Ki Naga Besar menyadari kalau serangannya tidak memberikan dampak yang serius pada kedua lawannya.


"Dua anak muda ini bisa meredam efek ledakan pukulanku ! Bahkan bisa mengimbangi kecepatanku ! Apakah dia yang mewarisi ilmu kesaktian peninggalan Pendekar Penunggang Elang ?" kata Ki Naga Besar dalam hati.


"Anak muda ! Apakah kau yang berjuluk Pendekar Elang Malam ?" tanya Ki Naga Besar.


"Benar kakek tua ! Sepertinya kalian ada hubungannya dengan Pangeran Langit Barat !" jawab Puguh.


"Pantas Pangeran Langit Barat tidak mampu melawannya, dan untungnya Ki Naga Hitam bisa menyelamatkan Ki Naga Kecil ! Kalau tidak, dia bisa ikut tewas juga !" kata Ki Naga Besar dalam hati.


"Aahhh ! Bocah Pangeran itu adalah murid dari Ki Naga Kecil, saudara kami ! Orang yang telah kalian lukai ! Kebetulan sekali kalian datang kesini untuk membayar hutang ! Hutang nyawa dibayar dengan nyawa !" kata Ki Naga Besar.


Kemudian, tangan kanannya sedikit digerakkan, hingga cambuk hitam legam yang sangat panjang itu, berputaran melingkar lingkar di sebelah kanannya agak ke atas.


Putaran senjata cambuk yang tidak terlalu kencang itu menimbulkan gerakan angin memutar mengitari tubuh Ki Naga Besar disertai suara menderu.


Kemudian, tubuh Ki Naga Besar disertai putaran angin mengitari tubuhnya, melesat ke arah Puguh dan Rengganis.


Seakan sambil menaiki angin badai, Ki Naga Besar mengayunkan senjata cambuknya berkali kali ke arah Puguh, hingga menimbulkan rentetan ledakan petir yang sangat keras.


Ctaaarrr ! Ctaaarrr ! Ctaaarrr ! Ctaaarrr !


Dbaaannnggg ! Dbaaannnggg !


Sementara itu, Puguh dan Rengganis, begitu melihat Ki Naga Besar mengeluarkan senjata cambuknya, segera bersiap dan mengeluarkan senjata pedang mereka. Tubuh mereka berdua melayang tidak terlalu tinggi.

__ADS_1


Kemudian, saat lecutan ujung cambuk mengarah ke tubuh mereka, Puguh dan Rengganis segera menggerakkan senjata pedang mereka untuk menangkis.


Tangkisan mereka berdua membuat suara petir yang ditimbulkan semakin keras.


Jdaaannnggg ! Jdaaannnggg !


Putaran angin yang terbentuk cukup besar itu, berputar dan bergerak sangat cepat ke arah Puguh dan Rengganis. Putaran angin itu merusak dan menghancurkan apapun yang dilewatinya.


Ki Naga Besar yang berdiri di atas putaran angin itu, mengarahkan lecutan senjata cambuknya, mengejar kemanapun Puguh dan Rengganis bergerak, bagaikan kilatan petir yang menyambar nyambar tiada hentinya.


Seketika, sepanjang pantai dan lautan itu seperti kembali terkena angin badai yang sangat dahsyat, bahkan lebih dahsyat lagi dari yang tadi.


Air lautan di sekitar pantai itu bergolak, memunculkan ombak ombak besar yang menghempas ke pantai. Langit menjadi gelap, tertutup awan awan yang menjadi menghitam.


Tanpa terasa, lima puluh jurus berlalu. Selama pertarungan itu, senjata cambuk Ki Naga Besar melesat berkesiutan, berusaha mengurung Puguh dan Rengganis dari segala arah.


Namun kali ini, yang dihadapi oleh Ki Naga Besar adalah pendekar muda yang telah memiliki kekuatan tenaga dalam yang sangat tinggi dan sulit untuk diukur lagi.


Setiap benturan ujung cambuk dengan senjata pedang milik Puguh dan Rengganis, selalu membuat ujung cambuk itu terpental kembali.


Hal itu diam diam membuat Ki Naga Besar sangat terkejut.


"Kedua bocah ini kekuatan tenaga dalamnya sudah mencapai tingkat sangat tinggi yang sudah tidak dapat diukur !" kata Ki Naga Besar dalam hati.


Melihat kekuatan kedua lawannya, Ki Naga Besar meningkatkan menambah aliran tenaga dalamnya.


Putaran angin yang terbentuk pun perlahan menjadi semakin besar, semakin membesar sehingga akhirnya seluruh kawasan pantai dan lautan di dekatnya diselimuti awan hitam. Tanah dan pasir pantai beterbangan. Air laut di seluruh kawasan pesisir itu pun bergolak semakin hebat.


Tiga manusia berkekuatan tenaga dalam sangat tinggi itu, terus bertarung di tengah tengah badai angin yang semakin membesar dan meluas.


Tanpa disadari oleh Puguh dan Rengganis, badai angin yang sangat besar itu perlahan bergerak meninggalkan pantai dan menuju ke arah lautan luas, meninggalkan kerusakan di seluruh kawasan pantai itu.


Saat badai angin itu sudah jauh dari garis pantai, putaran angin yang besar itu perlahan masuk ke dalam lautan yang dalam.


Rengganis yang seluruh indra dan syaraf syaraf tubuhnya sudah sangat kenal dengan lautan, segera merasakan kalau selama bertarung, mereka dibawa masuk ke dalam air lautan.


Segera saja Rengganis mendekat ke arah Puguh. Kemudian, dari seluruh tubuhnya, keluar getaran kekuatan yang dia serap dari tumbuhan yang hidup di dasar lautan. Seketika, dari tubuh Rengganis, keluar cahaya transparan yang mengelilingi tubuhnya dan tubuh Puguh, sehingga mereka bisa tetap bernafas dsn bergerak di dalam lautan, seperti halnya mereka bergerak di daratan.

__ADS_1


---------- ◇ ----------


__ADS_2