Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Bertarung Melawan Pangeran Langit Barat


__ADS_3

Sambil menyeret sarung pedangnya yang sangat panjang, Pangeran Langit Barat melesat sangat cepat ke arah Puguh.


Saat mencapai jarak setengahnya, tangan kanan Pangeran Langit Barat mencabut pedang yang sangat panjang itu dengan cepat dan melakukan gerakan menebas tiga kali, dengan posisi atas, tengah dan bawah.


Seketika, dari tebasan pedang itu, keluar sinar yang menyerupai bilah pedang dan melesat cepat ke arah Puguh.


Melihat serangan yang sangat berbahaya, Puguh segera mencabut pedangnya sambil menambah aliran tenaga dalamnya.


Kemudian, dengan sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan, kaki kanan Puguh menjejak ke tanah. Seketika tubuh Puguh melesat ke arah datangnya sinar yang menyerupai pedang.


Sesaat kemudian, Puguh menebaskan pedangnya tiga kali ke arah sinar menyerupai pedang yang meluncur ke arahnya secara beriringan.


Terdengar seperti suara logam beradu, saat pedang Puguh membentur tiga sinar yang menyerupai pedang.


Twang ! Twang ! Twang !


Sesaat setelah tiga sinar menyerupai pedang itu hancur lenyap terkena pedang di tangan Puguh, Pangeran Langit Barat yang sudah tiba tepat di depan Puguh, segera mengayunkan pedangnya kembali dan melakukan tebasan berkali kali ke tubuh Puguh.


Tidak ada kesempatan untuk menghindar, Puguh segera melakukan gerakan memutar untuk menangkis datangnya serangan beruntun.


Trang ! Trang ! Trang ! Trang ! Trang !


Sesaat setelah suara beradunya senjata pedang, pada benturan yang terakhir, Puguh dan Pangeran Langit Barat sama sama melompat dan terdorong ke belakang hingga beberapa langkah.


"Diakah yang dipanggil Tuan Muda oleh tiga laki laki muda yang menyerangku kemaren ? Kemampuan dan tenaga dalam pria ini memang lebih tinggi dari ketiga laki laki muda ataupun dua perempuan yang tadi menghadangku !" kata Puguh dalam hati.


Sementara itu, Pangeran Langit Barat seolah tidak percaya, anak muda yang menjadi lawannya itu bisa mengimbangi kekuatannya. Karena selama dia malang melintang di dunia persilatan, belum ada yang mampu mengalahkannya. Bahkan, selama ini belum ada yang bisa mengimbanginya.


"Memang bukan sekedar kabar burung, kalau di Kerajaan Banjaran Pura ini ada pendekar yang mempunyai kesaktian yang sangat tinggi !" kata Pangeran Langit Barat dalam hati.


Dengan gerakan yang cepat, Pangeran Langit Barat menggeser pedangnya ke arah kanan, hingga ujung pedangnya bergesekan dengan tanah.


Sraaakkk !


Kemudian, Pangeran Langit Barat kembali melesat ke arah Puguh dengan pedang yang diseret dengan ujung bilah pedang menggesek tanah.

__ADS_1


Dengan sedikit menotolkan ujung jari kakinya, tubuh Pangeran Langit Barat melenting ke atas dan kemudian meluncur turun sambil menebaskan senjata pedangnya berkali kali ke arah Puguh.


Melihat Pangeran Langit Barat kembali menyerang, Puguh memapakinya dengan sabetan pedangnya.


Sesaat kemudian, terdengar kembali suara benturan senjata berkali kali.


Twang ! Twang !


Trang ! Trang ! Trang !


Dalam benturan senjata yang kesekian kalinya itu, Pangeran Langit Barat kembali dibuat terkejut. Setiap bilah pedangnya berbenturan dengan bilah pedang di tangan Puguh, Pangeran Langit Barat diam diam merasakan tangannya kebas dan bergetar hingga ke pangkal bahunya. Hal itu, semakin membuat Pangeran Langit Barat tidak bisa menerima.


Tiba tiba terdengar suara ledakan dari tubuh Pangeran Langit Barat.


Jdammm ! Jdammm ! Jdammm !


Bersamaan dengan suara ledakan itu, terjadi lonjakan getaran kekuatan dari tubuh Pangeran Langit Barat.


"Tidak sia sia aku jauh jauh dari negeriku, datang ke sini ! Menemukan lawan yang bisa mengimbangiku ! Ayo pendekar Puguh. Namamu Puguh kan ! Saatnya kita melakukan pertarungan yang sebenarnya !" kata Pangeran Langit Barat.


Terlihat, pedang yang sangat panjang itu bergetar dan mengeluarkan suara bergemerincing.


Kemudian, dengan gerakan yang sangat ringan, pedang yang sangat panjang itu dilemparkan ke atasnya. Saat pedang itu melayang ke atas, suara gemerincing itu semakin bertambah keras, hingga akhirnya muncul sebuah ledakan di atas mereka disertai dengan munculnya asap putih yang sangat tebal.


Blaaarrr !


Sesaat setelah suara ledakan itu, wujud pedang yang sangat panjang itu hilang, berganti dengan wujud siluman naga berwarna keemasan yang sangat besar.


Getaran kekuatan yang sangat besar, yang keluar dari tubuh siluman naga itu, terasa sangat menekan.


Sementara itu, bersamaan dengan itu. Saat merasakan adanya lonjakan kekuatan yang sangat besar keluar dari tubuh Pangeran Langit Barat, Puguh segera meningkatkan aliran tenaga dalamnya hingga jumlah yang cukup besar.


Terlihat, hembusan angin menyelimuti seluruh tubuh Puguh yang perlahan terangkat melayang.


Pedangnya mengeluarkan sinar hijau yang semakin terang. Muncul suara dengungan dari bilah pedangnya yang bergetar.

__ADS_1


Puguh dan Pangeran Langit Barat belum bergerak menyerang. Tetapi, masing masing getaran kekuatan mereka, sudah saling menekan.


Puguh dan Pangeran Langit Barat masih terdiam, seakan sedang saling mengukur kekuatan lawan.


Saat mereka berdua terdiam itu, tiba tiba, dari arah langit sebelah barat, melesat turun sesosok tubuh yang disertai oleh suara gemuruh angin, yang begitu sampai, segera mendekat ke arah Pangeran Langit Barat.


Begitu sosok itu mendarat di tanah, terlihat seorang laki laki paruh baya yang berpakaian layaknya seorang panglima perang, lengkap dengan senjata pedang yang menggantung di pinggang kirinya.


"Maaf Tuan Muda ! Seluruh armada sudah menepi dan seluruh pasukan sedsng bersiap untuk masuk ke daratan ! Siap menerima titah selanjutnya !" kata sosok panglima perang itu.


Mendengar perkataan sosok berpakaian panglima perang itu, Pangeran Langit Barat menarik kembali kekuatannya. Kemudian, sambil bibirnya bergerak gerak mengucapkan mantera, tangan kanannya terangkat di atas kepalanya.


Tiba tiba terdengar lagi suara ledakan saat wujud siluman naga itu menghilang dan berubah menjadi asap tebal. Saat asap tebal itu menghilang, terlihat sebatang pedang yang sangat panjang meluncur turun dan mendarat tepat dengan gagang yang tertangkap tangan kanan Pangeran Langit Barat.


Kemudian, dengan tubuh yang sudah berdiri di tanah, Pangeran Langit Barat menatap ke arah sosok berpakaian panglima itu.


"Panglima Angin, terimakasih atas kabarnya. Segera kalian persiapkan semuanya untuk perjalanan darat !" kata Pangeran Langit Barat memberi perintah.


"Siap melaksanakan perintah, Tuan Muda !" jawab sosok berpakaian panglima yang bernama Panglima Angin itu.


Kemudian, dengan disertai suara gemuruh angin lagi, tubuh Panglima Angin melayang ke atas perlahan.


Kemudian, dengan sedikit mengibaskan kedua tangannya, tubuh Panglima Angin melesat dengan sangat cepat, ke arah barat, arah dadi mana dia datang.


Setelah panglimanya jauh menghilang, Pangeran Langit Barat kembali menatap wajah Puguh yang juga sudah kembali turun ke tanah.


"Pendekar Puguh, terpaksa pertarungan kita, kita tunda dahulu. Maaf, ada hal yang harus segera aku urus. Maaf juga bila telah mengecewakanmu. Secepatnya, kita akan berjumpa kembali dan bertarung lagi !" kata Pangeran Langit Barat.


Kemudian, tanpa menunggu jawaban Puguh, Pangeran Langit Barat segera melesat ke atas, dan kemudian terbang melayang ke arah perginya Panglima Angin.


Sementara itu, Puguh yang ditinggalkan oleh lawannya, segera teringat akan nasib, Prabu Pandu Kawiswara, Senopati Roro Nastiti dan para punggawa yang lainnya lagi.


Segera saja Puguh melesat ke arah istana, untuk.memastikan keadaan Raja dan keadaan Kerajaan Banjaran Pura.


__________ ◇ __________

__ADS_1


__ADS_2