
Akhirnya, gabungan pasukan perang dari Kerajaan Banjaran Pura dan pasukan perang dari Kerajaan Kisma Pura berhasil merebut Istana Kerajaan Banjaran Pura dan membebaskan Prabu Pandu Kawiswara serta para pegawai istananya.
Sedangkan pasukan perang dari Kerajaan Menara Langit, sebagian tertangkap dan menyerahkan diri. Sebagian lagi lari tercerai berai keluar kotaraja sehingga menjadi buronan prajurit Kerajaan Banjaran Pura dan prajurit Kerajaan Kisma Pura.
Karena waktu yang sudah memasuki sore hari, Prabu Pandu Kawiswara, Putri Cinde Puspita dan Pangeran Indra Prana serta para pendekar yang lain, lebih mengutamakan untuk mengobati semua yang terluka, sehingga belum sempat memeriksa semua tempat dan ruangan di area Istana Kerajaan Banjaran Pura.
Hingga pada petang hari, tepat dengan saat matahari masuk ke peraduan, terdengar suara ledakan yang sangat keras dari arah gedung pusaka, tempat menyimpan senjata senjata pusaka Kerajaan Banjaran Pura.
Sesaat setelah suara ledakan itu, dari atap gedung pusaka yang jebol terkena ledakan, perlahan muncul melayang ke atas suatu wujud yang sangat mengerikan.
Wujud mengerikan itu adalah Ki Naga Kecil, yang di punggung dan kepalanya muncul banyak sekali wujud beraneka siluman binatang yang berdiri seperti manusia. Siluman siluman binatang itu masing masing memegang bermacam macam senjata yang merupakan senjata pusaka milik Kerajaan Banjaran Pura.
"Haahhh ! Kalian akan membayarnya karena telah menggangguku !" kata Ki Naga Kecil dengan suara yang berubah menyeramkan.
Sementara itu, mendengar suara ledakan dan suara teriakan Ki Naga Kecil, para prajurit dan beberapa pendekar segera mendekat dan mengepungnya.
Melihat ada prajurit yang mendekat, Ki Naga Kecil mengacungkan tangan kirinya ke arah para prajurit. Seketika dari punggung dan kepala sebelah kiri Ki Naga Kecil melesat keluar dua siluman binatang.
Siluman binatang yang ukuran wujudnya dengan cepat berubah menjadi sangat besar itu menerjang ke arah sekumpulan prajurit dan kemudian melakukan serangan yang menimbulkan suara ledakan dan menghempaskan para prajurit hingga terlempar dan berjatuhan.
Jdaaammm ! Jdaaammm !
Melihat hal itu, para pendekar meminta seluruh prajurit untuk menyingkir. Kemudian, para pendekar itupun hanya mengepungnya dan tidak berani melakukan serangan untuk menunggu datangnya para pendekar yang tingkatannya sudah lebih dari sangat tinggi.
Mendengar munculnya sosok yang sangat menyeramkan, Puguh, Rengganis dan Iswara Dhatu serta Kartika Dhatu, segera melesat ke tampat munculnya sosok itu. Sisusul kemudian oleh Prabu Pandu Kawiswara, Putri Cinde Puspita dan Pangeran Indra Prana serta para pendekar lainnya.
Sesampainya di depan sosok menyeramkan itu yang ternyata adalah Ki Naga Kecil, Puguh meminta yang lainnya untuk waspada dan berjaga jaga, andaikata Pangeran Langit Barat juga muncul.
"Bibi, biar aku yang menghadapinya !" kata Puguh sambil bersiap.
" Khehh heh heh heh heh ! Anak muda ! Ternyata kau masih hidup juga ya ? Tetapi kali ini, akan kupastikan, kau tidak akan bisa selamat lagi !" kata Ki Naga Kecil dengan suara yang serak.
__ADS_1
"Kita buktikan ! Siapa yang akan kehilangan nyawa !" jawab Puguh.
"Orangtua bertubuh kecil ini, sepertinya baru saja mendapatkan ilmu baru ! Akan sangat berbahaya jika manusia jahat ini dibiarkan tetap hidup !" kata Puguh dalam hati.
Kemudian, perlahan terjadi peningkatan getaran kekuatan dari tubuh Puguh. Kali ini, tidak terlihat adanya pendaran sinar hijau yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Namun getaran kekuatan yang keluar dari tubuh Puguh, terasa jauh lebih kuat.
Baru saja meningkatkan aliran tenaga dalamnya, tiba tiba dari punggung Ki Naga Kecil melesat keluar dua siluman binatang.
Dengan sangat cepat, dua siluman binatang yang berubah menjadi sangat besar itu, tiba didepan Puguh dan kemudian mengayunkan senjatanya ke arah Puguh.
Mendapatkan serangan yang sangat cepat itu, Puguh menotolkan ujung jari kakinya ke tanah. Tubuh Puguh melesat ke atas, tepat saat dua senjata menghujam di tanah tempatnya berdiri tadi.
Dhuuummm ! Dhuuummm !
Namun, baru saja tubuh Puguh melayang ke atas, tiga siluman binatang sudah meluncur keluar dari punggung dan kepala Ki Naga Kecil. Ketiga siluman binatang itupun langsung membesar dan melayangkan serangan ke arah Puguh.
Begitu cepatnya serangan serangan itu, membuat satu serangan yang hampir mengenai tubuhnya, ditangkis oleh Puguh dengan kibasan senjata pedangnya
Dbaaannnggg !
Sesaat setelah benturan senjata itu, tubuh Puguh terlempar melayang ke belakang. Sementara Ki Naga Langit tertawa terkekeh kekeh melihat lawannya terlempar.
"Heehhh heh heh heh heh ! Aku menjadi semakin kuat ! Tidak ada lagi yang bisa menandingiku !" gumam Ki Naga Kecil sambil terkekeh.
Dengan sedikit mengangkat kepalanya, Ki Naga Kecil sesaat menatap ke arah Puguh. Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat, tubuh Ki Naga Kecil melesat ke arah Puguh.
Bersamaan dengan itu, beberapa siluman binatang keluar dari punggung dan kepalanya yang langsung berubah menjadi sangat besar kemudian melepaskan serangan ke arah Puguh.
"Kecepatannya meningkat drastis dan tubuhnya bisa menampung banyak sekali siluman binatang ! Tehnik ilmu apa yang sudah dia pelajari !" kata Puguh dalam hati.
Namun, belum sempat mempelajari jurus jurus yang digunakan lawannya, tubuh Puguh sudah harus pontang panting menghindari serangkaian serangan dari para siluman binatang itu.
__ADS_1
Selama menghindar terus itu, beberapa kali tubuh Puguh harus terlempar, setiap kali menangkis serangannyang hampir mengenai tubuhnya.
"Heehhh heh heh heh heh ! Anak muda ! Bersiaplah ! Nyawamu akan melayang hari ini !" kata Ki Naga Kecil.
Kemudian, merasa serangannya berhasil, Ki Naga Kecil mengeluarkan lebih banyak lagi siluman binatang dari punggung dan kepalanya. Siluman siluman binatang itu dengan sangat cepat melesat dan melakukan serangan ke arah Puguh.
Sambil terus terusan melenting menghindar, Puguh meningkatkan aliran tenaga dalamnya hingga cukup besar. Membuat senjata pedangnya bergetar dan mengeluarkan suara mendengung. Sinar hijau terang bercampur keemasan menyelimuti bilah pedangnya.
Dengan tebasan tebasan senjata pedangnya yang mengandung tenaga dalam yang sangat besar, Puguh menangkis dan menghadapi setiap serangan para siluman binatang yang menggunakan bermacam senjata pusaka milik Kerajaan Banjaran Pura.
Kali ini, tubuh Puguh tidak terlempar ke belakang, namun setiap benturan senjatanya menimbulkan dentuman seperti suara ledakan.
Jdaaammm ! Jdaaammm !
Daaammm ! Daaammm ! Daaammm !
Saat Puguh masih disibukan dengan menangkis serangan para siluman binatang, dari bawah para siluman binatang ìtu, tubuh Ki Naga Kecil melesat dengan sangat cepat ke arah Puguh dengan senjata tombak bermata ganda di tangan kanannya.
Saat tubuh Puguh sudah di dalam jangkauan serangannya, Ki Naga Kecil mengayunkan tangan kanannya. Senjata tombak bermata ganda yang berwarna hitam legam itu meluncur deras dan menghujam ke dada Puguh, hingga menimbulkan suara ledakan yang sangat keras.
Begitu kerasnya ledakan itu, hingga menimbulkan hembusan angin yang menyebar ke segala arah.
Ssiiiuuuttt !
Dbaaannnggg !
Dalam ledakan yang sangat keras itu, tubuh Puguh kembali terlempar kebelakang cukup jauh. Terdengar teriakan keras dari mulut Puguh.
Aarrrccchhh !
Melihat lawannya yang terkena serangannya terlempar sangat jauh, Ki Naga Kecil semakin bersemangat. Tubuhnya kembali melesat dengan sangat cepatnya, mengejar ke arah Puguh terlempar.
__ADS_1
---------- ◇ ----------