
"Kenapa kalian selalu mengganggu kami ?" kata pemuda kurus itu.
"Kami tidak mengganggu kalian ! Kami hanya mengundang kalian sebagai tamu, karena pemimpin kami ingin meminta bantuanmu," jawab laki laki paruh baya itu.
"Maaf, kami tidak bisa memberikan bantuan apa apa. Jadi kami tidak bisa menghadiri undangan kalian, daripada kalian kecewa," jawab pemuda kurus itu.
"Haahhh ha ha ha .... tidak apa apa kalian tidak bisa membantu kami. Yang penting kalian hadir dulu memenuhi undangan pemimpin kami !" kata laki laki paruh baya tadi.
"Maaf, kami tidak bisa memenuhi undangan kalian," sahut pemuda kurus itu sambil memakai capingnya lagi. Kemudian dia bangkit dari kursinya, hendak berjalan ke arah pemilik warung makan.
"Bocah bau rumput ! Kau tidak bisa pergi seenaknya sendiri ! Pilihanmu hanyalah ikut dengan kami atau engkau kami tangkap !" teriak Laki laki paruh baya itu.
Pemuda kurus itu hanya menatap laki laki paruh baya itu sejenak. Kemudian tetap melangkah menuju pemilik warung makan.
"Bocah tidak tahu diuntung !" teriak laki laki paruh baya itu sambil melesat mendekati pemuda kurus itu. Kemudian tangan kanannya melakukan gerakan menampar beberapa kali. Namun semua tamparan itu bisa dihindari oleh pemuda kurus itu.
Wuuuttt ! Wuuuttt ! Wuuuttt !
Kemudian, pemuda itu menangkis tamparan yang terakhir.
Plaaakkk !!!
Terlihat keduanya terdorong mundur beberapa langkah, namun pemuda kurus itu agak terhuyung.
"Huuhhh ... ! Menyerahlah, atau terpaksa aku menangkapmu !" bentak laki laki paruh baya itu.
Kemudian laki laki paruh baya itu kembali melesat menyerang pemuda kurus itu.
Melihat kenekatan laki laki paruh baya itu, pemuda itu segera keluar warung makan menuju ke halaman warung makan.
Laki laki paruh baya itu mengejarnya dan kembali menyerang.
Terjadilah pertarungan yang sengit di depan warung makan itu.
Sementara itu, di dalam warung, Puguh dan Rengganis yang diam diam memperhatikan kejadian itu, mencoba melihat pertarungan pemuda kurus melawan laki laki paruh baya itu dari tempat mereka.
Puguh menilai, pertarungan itu berjalan seimbang walaupun sang pemuda sedikit kalah dalam hal tenaga dalam, namun sedikit unggul dalam kecepatan. Jika pertarungan tetap berjalan seperti ini, akan berjalan lama dan masih sulit untuk dikatakan siapa yang akan menang.
Tiba tiba terdengar suara seorang perempuan.
"Bagus paman Sambi ! Tangkap pemuda itu !" teriak gadis cantik yang tadi menyuruh keenam orang yang mengikutinya, menyebar untuk mencari seseorang.
"Serahkan pada paman, Putri Mahatariti !" jawab laki laki paruh baya yang dipanggil debgan paman Sambi.
__ADS_1
Melihat datang gadis cantik yang bernama Putri Mahatariti, pemuda kurus itu agak memucat wajahnya. Hal itu membuat agak sedikit kacau gerakannya.
Ditambah lagi, ketika melihat ke sedikit di belakang Putri Mahatariti, tiga saudara seperguruannya berhasil ditangkap oleh pengikut Putri Mahatariti.
Membuat gerakannya semakin kacau. Hingga beberapa pukulan Sambi berhasil mengenainya.
Tiba tiba terdengar teriakan yang bernada memperingatkannya.
"Kakang Jalu ! Larilah ! Jangan sampai kakang juga tertangkap oleh orang orang Perkumpulan Jaladara Langking ! Jangan khawatirkan kami, yang penting kakang tetap selamat !" teriak seorang gadis yang tertangkap oleh pengikut Putri Mahatariti.
Mendengar teriakan gadis yang tertangkap itu, yang menyebut nama Perkumpulan Jaladara Langking, Puguh segera mengajak Rengganis keluar dari warung makan itu dan memperhatikan pertarungan yang terjadi di depan warung makan dari jarak yang tidak terlalu jauh.
Pertarungan terlihat akan segera selesai, setelah Jalu menjadi kacau gerakannya, karena cemas memikirkan saudara seperguruannya.
Hingga akhirnya, satu pukulan Sambi mengenai tengkuk Jalu yang membuat Jalu jatuh terkapar dan pingsan.
Kemudian Sambi menghampiri tubuh Jalu dan melakukan beberapa totokan disekitar leher dan tengkuk Jalu, yang membuat sebentar kemudian, Jalu terbangun dari pingsannya.
Untuk beberapa saat, Putri Mahatariti dan yang lainnya menunggu sampai Jalu benar benar tersadar dari pingsannya.
"Sekarang kalian berempat kami bawa ke tempat pemimpin kami berada, karena pemimpin kami membutuhkan bantuan kalian !" kata Putri Mahatariti.
"Kami tidak bisa membantu kalian dan kami tidak akan bergabung dengan kalian !" jawab Jalu dengan keras.
"Sekali kami mengatakan tidak akan, kami tetap tidak akan bergabung dengan kalian !" sahut Jalu.
"Paman ! Ringkus mereka semua dan masukkan ke tahanan !" perintah Putri Mahatariti.
Saat keenam laki laki paruh baya itu akan membawa Jalu dan saudara seperguruannya, tiba tiba terdengar sebuah suara.
"Sebaiknya kalian tidak melakukan itu !"
Mendengar suara itu, Putri Mahatariti segera melihat ke arah sumber suara, dimana terlihat Puguh dan Rengganis berjalan mendekat.
Begitu menatap wajah Puguh, Putri Mahatariti sejenak tertegun. Untuk beberapa saat tatapan matanya terpaku pada wajah Puguh.
Namun sebentar kemudian, Putri Mahatariti melangkah mendekati Puguh dan Rengganis.
"Owwhhh ... siapa kalian ? Dan ada hubungan apa mereka dengan kalian ?" tanya Putri Mahatariti dengan suara yang berubah lembut. Mata Putri Mahatariti terus menatap wajah Puguh.
"Kami hanya pengembara. Kami tidak ada hubungan dengan mereka. Tapi kami juga tidak bisa membiarkan pemaksaan kehendak terjadi di depan kami," jawab Puguh.
"Kami tidak akan memaksa mereka. Mereka boleh pergi, tetapi, ...." ucap Putri Mahatariti sambil sedikit lebih mendekat ke arah Puguh, "Kamu yang kami undang menjadi tamu kami."
__ADS_1
"Heeiii ... perempuan pucat ! Kami tidak akan menjadi tamu kalian !" sahut Rengganis.
"Kamu memang tidak akan menjadi tamu kami, karena kami tidak mengundangmu ! Kami mengundang dia, kakang yang bagus ini !" jawab Putri Mahatariti sambil matanya melirik ke arah Puguh.
"Tidak bisa ! Kami datang bersama sama !" sahut Rengganis lagi.
"Kau mau menentang kami ?" tanya Putri Mahatariti.
"Aku tidak menentang siapapun ! Tapi kalau kalian mencelakakan kakang Puguh, kalian akan berhadapan dengan aku !" jawab Rengganis.
"Akan aku lihat, kau punya kemampuan apa !" sahut Putri Mahatariti sambil melesat ke arah Rengganis untuk melakukan serangan.
Rengganis yang sejak tadi sudah bersiap diri menghadapi segala kemungkinan, segera menyambut serangan Putri Mahatariti.
Sesaat kemudian terjadi saling tukar serangan di antara mereka berdua.
Melihat hal itu, Puguh segera mendekat ke arah pertarungan antara Rengganis melawan Putri Mahatariti. Kemudian melompat ke tengah tengah pertarungan dan mengulurkan kedua tangannya untuk menangkis serangan Rengganis dan serangan Putri Mahatariti.
Packkk !
Plaaakkk !
Ketika serangan pukulannya bertemu dengan telapak tangan Puguh, Putri Mahatariti merasakan tenaga dalam yang sangat besar, menolak tenaga dalamnya.
Karena penasaran, Putri Mahatariti pura pura tidak tahu dan terus menyerang ke arah Puguh.
Putri Mahatariti melayangkan beberapa pukulan dan tendangan ke arah Puguh.
Puguh pun menangkis semua serangan Putri Mahatariti.
Plak plak plak !
Setelah beberapa pukulannya ditangkis oleh Puguh, satu pukulan Puguh berhasil mengenai bahu kirinya.
Deeesss !!!
Terlihat Putri Mahatariti terhuyung mundur hingga lima langkah.
Melihat pemimpin mereka bertarung dan terlihat keteter, Sambi dan kelima rekannya melompat hendak membantu pemimpin mereka.
"Namun tiba tiba terdengar suara menghentikan mereka.
"Berhenti ! Lepaskan mereka semua !" kata Putri Mahatariti.
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_