Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Pertarungan di Dekat Air Terjun IV


__ADS_3

Dbaaannnggg !


Terdengar suara ledakan yang sangat keras karena benturan dua tenaga dalam tingkat sangat tinggi, saat Puguh menebaskan senjata pedangnya dengan sangat cepat ke arah atas, untuk menahan serangan tombak yang menebas dari atas mengarah ke kepalanya.


Dalam benturan tenaga dalam itu, tubuh Puguh tersurut dua langkah ke belakang. Sedangkan Ki Naga Kecil terdorong kembali ke belakang.


Mengira tangkisan Puguh hanya kebetulan, Ki Naga Kecil kembali bergerak setengah lingkaran ke arah kanan. Kemudian, saat dirinya berada tepat di belakang Puguh, Ki Naga Kecil segera melesat ke arah Puguh.


Dalam gelapnya selubung hitam yang dibuatnya, kelebatan senjata tombak Ki Naga Kecil tidak terlihat, tahu tahu mata tombaknya sudah sangat dekat dengan tengkuk Puguh.


"Mati kau !" kata Ki Naga Kecil dengan pelan, karena merasa yakin, senjata tombaknya akan memenggal leher Puguh.


Namun, sesaat kemudian, Ki Naga Kecil dibuat terkejut, saat terdengar suara dentangan senjata beradu.


Traaannnggg !


Disusul dengan terdorongnya tubuh Ki Naga Kecil ke belakang.


"Anak muda ini, dalam keadaan gelap, masih bisa menangkis seranganku !" kata Ki Naga Kecil dalam hati.


"Kakek tua kecil ! Percuma kau menggunakan selubung hitam ! Selubung hitam itu tidak ada pengaruhnya bagiku !" kata Puguh.


Mendengar perkataan Puguh, Ki Naga Kecil merasa penasaran. Maka, sambil melenting ke atas, Ki Naga Kecil kembali menyiapkan serangan.


Tubuh Ki Naga Kecil melayang ke atas dengan tidak terlalu cepat. Telapak tangan kanannya terbuka setinggi dada dan telapak tangan kirinya terbuka mengarah ke bawah. Sedangkan senjata tombaknya ditinggal dalam posisi melayang di tempatnya berdiri tadi.


Kemudian, tanpa mengeluarkan suara, Ki Naga Kecil melesat ke arah Puguh dengan memutar dari arah kanan, sedangkan senjata tombaknya dengan sangat cepat melesat lurus ke arah Puguh.


"Tidak mungkin anak ini bisa melihat dalam kegelapan !" kata Ki Naga Kecil dalam hati.


"Sekarang kau rasakan ini !" teriak Ki Naga Kecil dalam hati lagi sambil telapak tangan kanannya bersiap melakukan pukulan ke arah ubun ubun Puguh.

__ADS_1


Sementara itu Puguh, segera kembali bersiap. Walau dalam gelap karena adanya selubung hitam, mata Puguh yang sudah terlatih melihat dalam tempat yang hampir tidak ada cahaya, melihat gerakan Ki Naga Kecil yang melayang ke atas sementara senjata tombaknya melayang di bawahnya.


"Kakek tua kecil ini rupanya hendak melakukan serangan tersembunyi dengan mendadak !" kata Puguh dalam hati.


Dengan sedikit menambah aliran tenaga dalamnya, tubuh Puguh dan bilah pedangnya mengeluarkan pendaran sinar hijau yang tidak begitu terang, karena tidak bisa menembus selubung hitam yang dibuat oleh Ki Naga Kecil.


"Selubung hitam ini sangat berbahaya bagi lawan yang inderanya kurang cepat dalam merasakan gerakannya !" gumam Puguh pelan.


Kemudian, dengan menggenggam gagang pedang dengan kedua tangan, Puguh mengayunkan senjata pedangnya ke samping kanan, tepat saat ujung mata tombak tiba dalam jarak satu lengan di depannya.


Kembali terdengar suara benturan senjata saat pedang Puguh menyapok senjata tombak yang meluncur ke arahnya.


Traaannnggg !


Tangkisan pedang Puguh itu, membuat senjata tombak itu terpental ke atas dan meluncur ke arah Ki Naga Kecil yang sudah melesat ke arah Puguh dan bersiap melakukan pukulan telapak tangan kanan, sambil menyambar senjata tombaknya dengan tangan kirinya.


Taaappp !


Sementara itu, begitu ayunan pedangnya berhasil menangkis luncuran senjata tombak, tangan kiri Puguh segera melepaskan pegangannya pada gagang pedang dan langsung memapaki datangnya pukulan telapak Ki Naga Kecil dengan jurus Bantala Wreksa yang telah dipersiapkannya.


Seketika terjadi luapan getaran tenaga dalam yang sangat kuat di dalam selubung hitam yang dibuat oleh Ki Naga Kecil, saat terjadi benturan dua pukulan telapak tangan yang sama sama dilapisi dengan tenaga dalam tingkat sangat tinggi dan dalam jumlah yang sangat besar.


Luapan getaran tenaga dalam itu dengan sangat cepat menyebar dan membesar hingga akhirnya merobek selubung hitam itu dan menimbulkan ledakan.


Dbaaammm !


Selain robeknya selubung hitam, tubuh Ki Naga Kecil juga terdorong ke belakang hingga cukup jauh melewati kulit selubung hitam yang robek dan juga menyebar ke segala penjuru. Ki Naga Kecil akhirnya mendarat di dekat dasar tebing dengan posisi berjongkok. Nafasnyà terlihat sedikit ngos ngosan.


"Anak muda ini, dari mana dia bisa mendapatkan tenaga dalam setinggi itu ! Matanyapun bisa melihat di kegelapan !" gumam Ki Naga Kecil sambil berdiri lagi.


"Guru, kenapa kita tidak menggunakan ilmu yang baru saja guru ciptakan ?" kata Pangeran Langit Barat yang sudah selesai bersemedi untuk mengembalikan tenaga dalamnya dan sudah sembuh lukanya.

__ADS_1


"Aku sedang mempertimbangkan untuk menggunakannya, Pangeran !" jawab Ki Naga Kecil.


Sementara itu, tubuh Puguh juga tersurut mundur sekitar empat langkah dengan posisi kuda kuda yang tidak berubah.


"Pantas orang tua ini bisa menjadi guru dari Pangeran Langit Barat ! Tenaga dalam dan ilmu silatnya sudah diatas tingkat sangat tinggi !" kata Puguh dalam hati.


Namun Puguh harus menghentikan penilaiannya pada lawannya, saat dilihatnya, Ki Naga Kecil melakukan gerakan yang agak aneh, tidak seperti biasanya.


Terlihat, Ki Naga Kecil guru dari Pangeran Langit Barat, mengangkat senjata tombaknya di atas kepalanya dan kemudian melepaskannya. Senjata tombak itu bergerak maju sedikit dan kemudian melayang diam dengan salah satu mata tombak menghadap ke arah Puguh.


Saat Ki Naga Kecil mengarahkan kedua telapak tangannya yang terbuka ke atas, ke arah tombak itu, aliran tenaga dalam tingkat sangat tinggi yang sangat besar mengalir dari kedua telapak tangan Ki Naga Kecil ke arah senjata tombak yang melayang itu.


Senjata tombak itu terlihat bergetar hebat hingga mengeluarkan suara dengungan seperti suara lebah. Getaran yang sangat besar itu membuat senjata tombak itu tidak terlihat secara jelas dan sesaat kemudian benar benar tidak terlihat, karena seluruh permukaan senjata tombak itu seperti tertutup asap hitam.


Saat asap hitam yang menyelimuti senjata tombak itu semakin tebal, Ki Naga Kecil melemparkan ke arah asap hitam, empat bola hitam kecil yang diambilnya dari saku baju kirinya.


"Para siluman ! Keluarlah ! Pinjamkan kekuatan kalian !" kata Ki Naga Kecil sambil melemparkan empat bola hitam kecil.


Empat bola hitam kecil itu melesat ke atas dan segera menyebar, masing masing dua bola hitam ke arah bilah tombak.


Begitu keempat bola hitam kecil itu masuk ke dalam asap hitam yang menyelimuti senjata tombak, tiba tiba terdengar terdengar suara ledakan empat kali.


Jdaaannnggg ! Jdaaannnggg !


Jdaaannnggg ! Jdaaannnggg !


Sesaat setelah suara ledakan itu, muncul empat siluet siluman binatang, yang terdiri dari siluman harimau, siluman ular, siluman kuda dan siluman kerbau.


Keempat siluman binatang itu adalah sebagian siluman binatang yang menghuni dan menguasai Hutan Perbatasan.


Siluman siluman binatang yang biasanya menguasai Hutan Perbatasan itu ditaklukkan dan ditangkap oleh Ki Naga Kecil yang dibantu oleh Pangeran Langit Barat.

__ADS_1


---------- ◇ ----------


__ADS_2