Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Kisah Resi Baruna II


__ADS_3

Dalam perjalanan waktu, selama menunggu sumpah mereka terlaksana, jiwa resi Baruna menyatu dengan pohon kayu hitam raksasa.


Kera raksasa yang sudah terlebih dahulu tinggal di pohon kayu hitam raksasa itu dengan setia menunggu dan menemani jiwa resi Baruna.


Hingga suatu saat, karena waktu yang sudah berjalan puluhan tahun raga kera raksasa itu juga akhirnya tidak kuat dan tiba masanya mengalami kerusakan.


Karena membutuhkan bantuan kera raksasa itu jika besok suatu saat tiba masanya sumpahnya terlaksana, resi Baruna menawarkan pada kera raksasa itu, apakah mau jiwanya tetap hidup, walaupun raganya sudah tidak ada, dengan menjadi siluman.


Kera raksasa yang bersedia itu, akhirnya diajarkan ilmu oleh resi Baruna untuk yang pertama kalinya, yaitu suatu ilmu untuk mempertahankan jiwanya dengan menjadi siluman.


Setelah kera raksasa itu menjadi siluman dan merasakan manfaatnya akan sebuah ilmu, maka kera raksasa itu mulai menagih janji resi Baruna untuk menjadikannya murid.


Karena sudah berjanji, akhirnya resi Baruna mengajarkan ilmu pada siluman kera raksasa itu dengan sedikit demi sedikit, terutama ilmu silatnya.


Karena resi Baruna tidak percaya sepenuhnya pada kejernihan hati siluman kera raksasa itu, maka resi Baruna mengajarkan ilmu silat dan ilmu ilmu lainnya sesedikit mungkin.


Ilmu yang resi Baruna ajarkan itu, sebagian dia goreskan pada dinding dalam batang pohon kayu hitam yang di kemudian hari ditemukan oleh Puguh.


Namun, walaupun hanya sedikit ilmu, karena dilakukan terus menerus dalam waktu yang sangat lama dan dibuat berlatih terus menerus oleh siluman kera raksasa selama ratusan tahun, hal itu sudah cukup membuat siluman kera raksasa menjadi sangat sakti dan jarang sekali ada yang mampu menandinginya.


Sementara itu, karena jiwanya berada di dalam raga yang berwujud pohon raksasa, membuat semua indranya menjadi lebih peka.


Saat ada anak manusia yang terdampar di dalam batang pohon kayu hitam tempat jiwanya berada, resi Baruna merasakan firasat, akan segera tiba waktunya selubung gaib yang dia buat menjadi rusak.


Maka, setelah mengamati dan bisa merasakan kebersihan jiwa anak manusia yang terdampar itu, apalagi anak itu mampu mempelajari ilmunyang dia goreskan di dinding dalam batang pohon hitam, resi Baruna menitipkan ilmunya pada siluman kera raksasa, setelah sebelumnya menyumpah siluman kera itu dan juga menandai tubuhnya dengan suatu mantra, yang apabila siluman kera raksasa itu memakai sendiri ilmu itu, ilmu dan tenaga dalam yang sudah dia miliki, akan musnah.


Hingga akhirnya seperti yang sudah dialami oleh Puguh.

__ADS_1


Mendengar cerita dari resi Baruna.itu, Puguh sesaat terdiam. Ada satu hal yang membuatnya penasaran.


"Resi Baruna, kemudian, apa yang membuat Putri Mahatariti mengatakan kalau siluman kera raksasa itu jahat ?" tanya Puguh.


"Kalau dikatakan jahat, sebenarnya siluman kera raksasa itu tidak benar benar jahat. Saat aku menitipkan ilmu yang diajarkan padamu, siluman kera raksasa itu meminta upah diajarkan ilmu untuk berubah wujud menjadi manusia. Saat dalam wujud manusia itulah, mungkin perasaan iri dan ingin memiliki serta perasaan lainnya muncul. Apalagi kalau sudah sempat menghisap asap tipis yang keluar dari setiap jiwa apapun yang meninggal," jawab resi Baruna.


"Disitulah resi Baruna. Dalam peperangan melawan pasukan iblis kemaren, aku beberapa kali melihat, kera raksasa itu menghisap banyak asap tipis yang melayang saat keluar dari jasad manusia ataupun iblis yang tewas," kata Puguh menambahkan.


"Ahh ... Ternyata siluman kera raksasa itu jadi ketagihan dengan hal yang aku ajarkan. Aku hanya meminta dia untuk menghisap asap tipis yang keluar dari jasad manusia yang baru saja meninggal, sekali saja, kalau dia berniat mempelajari ilmu untuk berubah ke dalam wujud manusia," jawab resi Baruna.


"Mungkin kera raksasa itu merasakan hal lain dari menghisap asap tipis itu, atau mungkin merasakan kekuatan silumannya ikut meningkat," lanjut resi Baruna.


"Kemudian resi, kenapa dia mau membantuku asal aku memberinya upah. Dan kira kira apa upah yang akan akan dia minta padaku ?" tanya Puguh.


"Saat ini, karena aku kurang percaya padanya, sehingga tanpa sepengetahuan dia, kekuatan dan tenaga dalamnya aku kunci. Dia memang sangat kuat dan hampir sekuat dirimu, namun kekuatan yang dia miliki tidak bisa untuk membunuh. Karena jika dia membunuh makhluk apapun, kekuatannya akan berkurang menjadi setengahnya !" kata resi Baruna menjelaskan.


"Tetapi dia membawa lari temanku, resi," kata Puguh lagi.


"Jangan khawatir. Kera raksasa itu tidak akan bisa membunuh temanmu, dalam keadaan yang sekarang ini !" jawab resi Baruna.


"Sekarang yang penting, kau warisi semua ilmu yang aku miliki. Dengan ilmu itu dan dengan kekuatan yang akan kau miliki, kau bisa mencegah ratu iblis atau Dewi Kilagni berbuat kerusakan di bumi atau alam manusia, atau bahkan membunuhnya. Kemudian aku memintamu dengan sangat, untuk juga membunuhku. Agar jiwa kami bisa segera bersatu !" sambung resi Baruna.


Mendengar perkataan dan permintaan resi Baruna, Puguh terdiam tidak bisa menjawab.


Puguh belum sempat berpikir, harus menjawab apa saat tiba tiba kedua kakinya dililit oleh akar akar pohon sebesar lengan orang biasa dan menariknya masuk ke dalam tanah hingga tubuhnya amblas ke dalam tanah sampai pinggang.


Dengan cepat, Puguh pun mengeluarkan tenaga dalamnya dalam jumlah yang besar dan dengan cepat mengalirkannya ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Puguh, jangan kau lawan ! Agar ssmuanya berjalan dengan lancar !" kata resi Baruna, yang merasakan getaran yang sangat besar dari tenaga dalam Puguh.


Mendengar semua perkataan resi Baruna, akhirnya Puguh menarik kembali semua tenaga dalamnya.


Saat semua tenaga dalam Puguh sudah disimpan kembali, tiba tiba tubuh Puguh ditarik masuk ke dalam tanah seluruhnya seperti ditelan tanah.


Di dalam tanah, Puguh merasakan seluruh bagian tubuhnya dililit akar dengan ukuran besar yang berbeda beda.


Sesaat kemudian, Puguh merasakan seluruh tubuhnya dari ubun ubun hingga ke ujung jari kakinya, sakit yang sangat luar biasa, saat serabut akar yang sangat lembut masuk ke seluruh pori pori kulitnya. Dari setiap serabut akar yang sangat lembut itu keluar getaran tenaga dalam seperti petir yang masuk ke setiap pori pori kulitnya dan bergerak menuju ke setiap ujung ujung syaraf dan ototnya.


Entah sudah berapa lama hal itu berlangsung. Karena, begitu sangat sakitnya dirasakan Puguh, hingga akhirnya membuat Puguh tidak bisa lagi merasakan apa apa.


Setelah beberapa lama, samar samar Puguh merasakan hembusan angin lembut menerpa permukaan kulitnya.


Puguh segera membuka matanya, dan merasakan, tubuhnya sudah tergeletak di atas tanah lagi. Tanah yang terlihat datar dan bersih, seperti tidak pernah terjadi apa apa.


Tiba tiba Puguh mendengar suara resi Baruna.


"Hehhh he he he he ... Kau sudah terbangun, Puguh ? Bagaimana keadaanmu ?" tanya resi Baruna.


Puguh yang merasakan, tubuhnya biasa saja, seperti tidak terjadi apa apa pada tubuhnya, menjawab, "Aku baik baik saja resi."


"Kau sudah tidak merasakan sakit lagi ?" tanya resi Baruna lagi.


Puguh hanya menggeleng.


"Kalau begitu, bersiaplah untuk proses selanjutnya !" sahut suara resi Baruna.

__ADS_1


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


__ADS_2