
Selama pertarungan berlangsung, Puguh merasa heran dengan lawannya yang hanya mengandalkan kekuatan ilmu silat dan tenaga dalam.
"Orang ini bisa menjadi salah satu Panglima Perang di Kerajaan Menara Langit, hanya dengan mengandalkan ilmu silat dan tenaga dalam ? Tenaga dalamnya memang secara bertahap terus meningkat !" kata Puguh dalam hati.
Tetapi, pertanyaan di hati Puguh itu harus terhenti ketika Panglima Perang Gardapati kembali mempercepat gerakannya sekaligus menambah kuat serangan senjata golok bergagang panjangnya ataupun serangan tendangan dan pukulannya.
Hingga suatu ketika, tebasan senjata golok bergagang panjang berkelebat datang dengan sangat cepat dari arah kiri.
Tidak ada waktu untuk mengelak, sambil menambah aliran tenaga dalamnya, Puguh pun menebaskan senjata pedangnya yang mengeluarkan sinar hijau terang, untuk memotong arah gerak senjata golok lawannya.
Sekejap kemudian, terjadi ledakan saat kedua senjata berbenturan di udara.
Dbaaannnggg !
Ledakan dalam benturan kedua senjata itu bahkan mengakibatkan munculnya gelombang udara yang merambat ke segala arah.
Gelombang udara itu, dalam sesaat membuat segala sesuatu yang terlihat, seolah goyah. Dan setelah gelombang udara itu hilang, Puguh sudah dikelilingi oleh banyak sekali wujud Panglima Perang Gardapati yang semuanya bersiap dan mengarahkan senjata tombak bergagang panjangnya ke arah Puguh.
"Mereka semua hanya wujud bayangan Panglima Perang ini, tapi terlihat sangat nyata !" kata Puguh dalam hati.
"Haahhh ha ha ha ha ! Tampaknya sudah tidak ada harapan bagimu untuk lolos dari kematian, bocah !" kata wujud Panglima Perang Gardapati yang berada di sebelah kanan Puguh.
"Ayo kita potong tubuhnya menjadi banyak bagian !" sahut wujud Panglima Perang Gardapati yang berada di sebelah kiri Puguh.
"Ternyata, masing masing wujud Panglima Perang ini, bisa berbicara sendiri !" kata Puguh dalam hati lagi.
Kemudian, sambil mengalirkan tenaga dalamnya hingga jumlah yang sangat besar, Puguh kembali memasang kuda kudanya untuk bertarung.
Pedangnya yang melintang di depan dada, mengeluarkan sinar hijau yang semakin terang. Sebagian sinar hijau terang itu membentuk siluet wujud siluman elang yang sangat besar di atas kepala Puguh.
"Siluman elang ! Bisakah kita berbagi tugas ?" kata Puguh dalam pikirannya.
__ADS_1
"Kraaakkk ! Ayo kita musnahkan tubuh tubuh yang hanya ilusi itu !" jawab siluman elang.
Mendengar jawaban siluman elang itu, Puguh segera melesat ke arah depan, arah dimana tadi Panglima Perang Gardapati yang asli berada. Sementara itu, siluman elang dengan menggunakan sayapnya, mengarahkan serangannya ke wujud Panglima Perang Gardapati yang berada di sekitarnya.
"Siluman elang ! Hati hati dengan tehnik ilusinya !" teriak Puguh dalam pikirannya sambil mengarahkan tebasan senjata pedangnya pada Panglima Perang Gardapati yang tepat di depannya.
Terdengar suara logam berbenturan, saat wujud Panglima Perang Gardapati itu menangkis tebasan pedang Puguh.
Sementara bersamaan dengan itu, kibasan kedua sayap siluman elang itu berhasil ditangkis oleh beberapa wujud tubuh Panglima Perang Gardapati yang berdiri di arah samping.
Traaannnggg !
Braaakkk ! Braaakkk ! Braaakkk !
Dalam benturan senjata itu, wujud Panglima Perang Gardapati itu terdorong mundur dan terhuyung huyung hingga beberapa langkah, namun dengan bibir yang tersenyum, dan kemudian, wujud ilusi tadi menghilang. Sedangkan tempat dia berdiri tadi, sudah diisi oleh wujud Panglima Perang Gardapati yang lainnya.
"Haahhh ha ha ha ha ! Anak muda, pilihlah sesukamu, seranglah dengan seluruh kemampuanmu ! Sebelum kami melangkah untuk menghancurkanmu !" kata salah satu wujud Panglima Perang Gardapati yang berdiri di depan Puguh.
Mendengar perkataan wujud Panglima Perang Gardapati, untuk sesaat, Puguh terdiam dengan tatapan mata yang tetap fokus ke arah lawannya.
"Siluman elang ! Ayo kita ulangi dengan tebasan yang lebih banyak lagi !" kata Puguh dalam pikirannya.
Tanpa menunggu jawaban siluman elang, Puguh segera melesat dengan lebih cepat lagi ke arah lawannya yang di depan. Kemudian, senjata pedangnya berkelebat dengan sangat cepat, melakukan tebasan berkali kali ke arah lawannya.
Sementara itu, beberapa wujud Panglima Gardapati yang diserang oleh Puguh, segera memutar senjata golok bergagang panjangnya, untuk menangkis semua serangan Puguh.
Kembali terdengar suara benturan senjata saat senjata pedang Puguh membentur setiap golok bergagang panjang.
Trang ! Trang ! Trang ! Trang !
Setiap kali senjata pedangnya tertangkis, Puguh menyambung dengan serangan tebasan ataupun tusukan dengan kecepatan yang luar biasa.
__ADS_1
Dengan terus menerus mencecar ke satu arah, perlahan serangan Puguh mulai membawa hasil. Pedangnya berhasil menebas dan memberikan luka pada setiap wujud Panglima Perang Gardapati.
Bahkan karena begitu cepatnya gerakan Puguh, beberapa wujud Panglima Perang Gardapati yang terlambat dalam menghindar atau kurang kuat dalam menangkis, harus terbelah tubuhnya atau putus anggota badannya, tertebas pedang Puguh.
Puguh bisa memusatkan serangannya, karena wujud Panglima Perang yang lainnya, yang menyerang dari samping kiri dan kanan ataupun dari belakang, telah terdorong mundur bahkan terhempas, terkena kepakan sayap siluman elang.
Lima puluh jurus berlalu dengan cepat. Sudah banyak wujud Panglima Perang Gardapati yang tumbang karena tewas ataupun terluka dan kemudian musnah. Tetapi Puguh merasakan, jumlah lawan seperti belum berkurang juga. Karena, setiap ada wujud Panglima Perang Gardapati yang musnah, langsung ada yang muncul lagi untuk mengisi tempatnya.
Selain itu, ada yang membuat Puguh sedikit terkejut. Setiap wujud Panglima Perang Gardapati, tingkat kesaktian dan tenaga dalamnya juga sangat tinggi. Hingga setiap wujud Panglima Perang Gardapati membutuhkan beberapa waktu untuk bisa dijatuhkan.
"Kraaakkk ! Puguh, kamu serang tubuh Panglima Perang itu yang asli !" kata siluman elang itu di dalam pikiran Puguh.
"Siluman elang, apa mata elang milikmu tidak bisa membedakan tubuh yang asli ?" tanya Puguh dalam pikirannya.
"Mata elangku tidak bisa membedakannya, karena yang digunakan Panglima Perang itu bukan kekuatan siluman. Ini seperti kekuatan sihir atau mungkin kekuatan ilusi yang dikendalikan dengan tenaga dalam !" jawab siluman elang.
"Tetapi tunggu ! Aku akan masuk kembali ke tubuhmu ! Gunakan tehnik Mata Elang dariku dengan menggunakan matamu !" sambung siluman elang.
Sementara itu, melihat Puguh dan siluman elang, sesaat berhenti dan tidak menyerang, para wujud Panglima Perang Gardapati bersiap untuk menyerang. Apalagi, saat wujud siluet siluman elang semakin pudar.
"Haahhh ha ha ha ha ! Anak muda, kalau kau sudah selesai menyerang, ganti kami yang akan menyerang ! Bersiaplah !" kata salah satu wujud Panglima Perang Gardapati.
Kemudian, saat wujud siluet siluman elang semakin pudar dan mulai masuk ke dalam tubuh Puguh, para wujud Panglima Perang Gardapati secara serentak melesat ke arah Puguh kemudian menyerang.
Sesaat kemudian, puluhan golok bergagang panjang berkelebatan mengancam berbagai bagian tubuh Puguh.
Puguh pun segera memutar senjata pedangnya sambil kembali menambah aliran tenaga dalamnya, untuk menangkis dan menghalau datangnya serangan.
Trang ! Trang ! Trang ! Trang !
Terus menerus dihujani tebasan senjata golok bergagang panjang dari segala arah, sambil terus memutar senjata pedangnya, Puguh teringat tehnik Mata Elang yang dipinjamkan padanya.
__ADS_1
Kemudian, sambil terus dalam posisi bertahan, Puguh mencoba mengalirkan sinar hijau terang ke kedua bola matanya.
---------- ◇ ----------