
Saat wujud siluman harimau dan wujud siluman naga menerjangnya, Puguh menghindarinya dengan terbang ke arah kanan sambil memutar tubuhnya, sehingga terhindar dari terjangan kepala kedua siluman binatang itu.
Tidak berhenti di situ, Puguh terus meluncur ke arah tubuh siluman naga. Dengan gerakan yang sangat cepat, Puguh menebaskan pedang di tangan kanannya hingga membuat tubuh siluman naga terpotong menjadi dua.
Craaassshhh !
Kemudian, dengan sambil terus terbang memutari tubuh siluman naga itu, pedang berbilah pendek di tangan kirinya menyusul berkelebat ke arah kepala siluman naga.
Dalam keadaan tubuh yang terpotong, potongan tubuh bagian kepala siluman naga itu langsung hancur menjadi serpihan api yang berwarna merah kehitaman, saat terkena tebasan pedang ditangan kiri Puguh.
Serpihan api merah kehitaman itu, hanya dalam beberapa saat misnah menjadi debu yang langsung lenyap terbawa angin dan hanya meninggalkan sedikit butiran merah kehitaman, yang perlahan melayang ke atas dan akhirnya hilang tidak terlihat, ditelan gelapnya malam.
Melihat siluman naga yang telah menemaninya bertahun tahun, hancur di tangan Puguh, Pangeran Langit Barat menggeram keras penuh dengan kemarahan.
"Aarrrccchhh ! Anak muda ! Kau telah menyinggungku ! Kau akan menerima akibatnya !" teriak Pangeran Langit Barat.
Kemudian dengan cepat Pangeran Langit Barat mengembangkan kedua lengannya ke samping sambil mendongak dan menghirup udara dengan kuat melalui mulutnya.
Sesaat kemudian, butiran merah kehitaman yang telah melayang jauh ke atas, kembali melesat turun terhisap dan masuk ke tubuh Pendekar Langit Barat melalui mulutnya.
Tidak berapa lama, terjadi perubahan pada tubuh Pangeran Langit Barat. Tubuhnya menjadi sedikit bertambah tinggi dan besar. Kepala hingga lehernya, berubah menjadi kepala siluman naga dengan leher yang agak panjang.
Bersamaan dengan itu, melihat siluman naga itu inti jiwanya hancur, Puguh sedikit terkejut, dan sesaat menunda gerakannya.
"Inti jiwa siluman naga itu juga hancur karena pedang Roro Nastiti ? Apakah siluman harimau juga akan bernasib demikian ?" kata Puguh dalam hati.
Saat Puguh masih terdiam, tiba tiba terdengar suara siluman elang di pikirannya.
"Puguh ! Jangan gunakan Pedang Elang Malam ! Langsung gunakan pedang berbilah pendek itu ! Sehingga nanti, inti jiwa siluman harimau itu bisa kita tangkap !"
Mendengar suara itu, Puguh menganggukkan kepalanya dan merasa sedikit lega.
Tetapi Puguh harus segera bergerak lagi, ketika tiba tiba Pangeran Langit Barat sudah berada di dekat Puguh dan melayangkan tebasan senjatanya beberapa kali.
__ADS_1
Dengan cepat Puguh menggunakan senjata pedang di tangan kanannya, untuk menangkis dan menahan serangan Pangeran Langit Barat.
Traaannnggg ! Traaannnggg !
Trang trang trang !
Tidak hanya menyerang menggunakan senjata pedang panjangnya, dengan lehernya yang ternyata bisa memanjang dan memendek, seperti halnya kedua tangannya yang juga bisa memanjang dan memendek, Pangeran Langit Barat juga menyerang dengan menggunakan kepalanya yang sudah berubah menjadi wujud kepala siluman naga.
Dalam pertarungan jarak dekat, wujud kepala siluman naga seringkali bergerak cepat, menggeliat untuk menyerang dan mengancam bagian ubun ubun, leher ataupun tengkuk Puguh.
Dan seperti sudah tahu bahayanya akan sebuah senjata pedang pendek di tangan kiri Puguh, wujud kepala siluman naga itu selalu menjauhi bagian kiri Puguh.
Tangan kiri Puguh masih memegang senjata pedang pendek yang dia pinjam dari Roro Nastiti. Hal itu karena Puguh berharap, siluman harimau yang masih terbang melayang agak di belakang Pangeran Langit Barat, kembali ikut mendekat dan mengeroyok.
Entah sudah berapa kali senjata pedang mereka berbenturan. Terkadang, benturan senjata itu membuat tubuh mereka berdua terdorong melayang ke belakang.
Dalam setiap kali benturan, Puguh merasakan, kekuatan Pangeran Langit Barat bukannya berkurang, justru semakin bertambah.
Merasakan hal itu, pada satu kesempatan, Puguh segera menyimpan senjata pedang pendeknya.
Kemudian, sambil terus memainkan jurus jurus dalam ilmu Pedang Elang Malam untuk menghadapi jurus jurus pedang Pangeran Langit Barat, tangan kiri Puguh mulai memainkan ilmu Bantala Wreksa.
Dengan tingkat tenaga dalam yang dimiliki Puguh sekarang ini, membuat jurus jurus dalam ilmu Bantala Wreksa berkali kali lipat kecepatan dan kekuatannya.
Dengan kecepatan dan kekuatannya, akhirnya setelah pertarungan berjalan sekitar dua puluh jurus, beberapa kali, pukulan telapak tangan kiri Puguh mulai mendarat di leher dan kepala Pangeran Langit Barat yang berwujud kepala siluman naga, walau beberapa kali, terjangan wujud kepala siluman naga itu juga berhasil mengenai punggung dan bahu Puguh.
"Kekuatan Pangeran Langit Barat ini sungguh luar biasa ! Semakin malam kekuatannya semakin bertambah !" kata Puguh dalam hati.
Pertarungan terus berlangsung, dalam kecepatan yang sudah tidak dapat diikuti dengan mata.
Hingga pada suatu kesempatan, setelah berkali kali saling menyambar dan menyerang, ketika Puguh dan Pangeran Langit Barat dalam pertarungan jarak dekat, senjata pedang Puguh berhasil menepis tebasan senjata pedang panjang yang dilakukan memdatar dengan setengah berputar.
Traaannnggg !
__ADS_1
Kemudian dengan memanfaatkan kecepatan terbangnya, Puguh menyusulinya dengan menebaskan senjata pedangnya ke arah samping, dan berhasil mengoyak perut Pangeran Langit Barat.
Sraaattt !
Terkena tebasan pedang pada perutnya, Pangeran Langit Barat agak terdorong sehingga terbang mundur dengan gontai.
Bersamaan dengan itu, wujud kepala siluman naga berhasil mengenai bahu kiri Puguh.
Buuuggghhh !
Karena hempasan wujud kepala siluman naga, tubuh Puguh oleng melayang ke kanan.
Segera saja Puguh mengalirkan tenaga dalam lebih banyak lagi ke bahu kirinya yang tergetar karena tehnik pantulan tenaga dalam, untuk menetralkan kembali bahu kirinya. Kemudian dengan cepat Puguh memperbaiki posisi terbangnya.
Begitu pulih kembali, Puguh segera kembali menatap ke depan. Dilihatnya Pangeran Langit Barat baru saja mengusap luka di perutnya. Dari tempatnya melayang, Puguh menyaksikan, di perut Pangeran Langit Barat, tidak ada bekas luka sedikitpun.
"Selain membuat kekuatan tenaga dalamnya seperti tidak pernah habis, rupanya tehnik memanfaatkan kekuatan siluman binatang yang dikuasai oleh Pangeran Langit Barat, bisa menyembuhkan luka dengan cepat !" gumam Puguh pelan.
Sementara itu, melihat Puguh terkejut menyaksikan lukanya bisa sembuh dengan cepat, Pangeran Langit Barat melayang mendekat sambil tersenyum lebar.
"Pendekar Puguh, ada yang ingin kau sampaikan sebelum tubuhmu terjatuh ke tanah ?" kata Pangeran Langit Barat.
"Pangeran Langit Barat ! Ilmumu sangat berbahaya ! Aku harus menghentikanmu !" jawab Puguh.
Kemudian, dengan senjata pedang yang melintang di depan dada, tangan kiri Puguh diangkat di atas kepala, dengan telapak tangan terbuka menghadap ke atas membentuk seperti cakar.
Sekilas tidak terjadi apapun pada Puguh dan sekelilingnya. Namun, kekuatan yang sangat besar, yang tidak kasat mata, yang berasal dari angkasa membanjir masuk ke tubuh Puguh melalui telapak kirinya yang terbuka. Hal itu terjadi dengan cepat, saat Puguh mulai menggunakan ilmu Jata Candrama untuk meningkatkan kekuatan tenaga dalamnya.
Sesaat kemudian, Puguh melesat ke arah Pangeran Langit Barat.
Bersamaan dengan itu, merasa bisa mengungguli dan mengalahkan lawannya, Pangeran Langit Barat kembali melesat ke depan menyambut datangnya serangan Puguh.
---------- ◇ ----------
__ADS_1