Pendekar Elang Malam

Pendekar Elang Malam
Tinggal di Istana Kepangeranan


__ADS_3

Setelah menemui Ki Pande, dalam perjalanannya menuju ke pusat kotaraja, Ki Dwijo masih menemui beberapa sahabat lamanya. Selain untuk meminta bantuan saat kelak tiba waktunya dibutuhkan, juga untuk mendengar berita berita tentang Perkumpulan Jaladara Langking.


Bersamaan dengan itu, berbeda dengan yang dilakukan oleh Ki Dwijo, Puguh dan Rengganis, dari Kadipaten Randu Beteng, langsung menuju arah kotaraja.


Namun, sesampai di pinggiran kotaraja, Puguh dan Rengganis tidak langsung masuk ke kotaraja, tetapi mereka pergi ke tempat yang biasanya menjadi tempat berkumpul dan bertemu para pendekar. Dan tempat yang paling tepat untuk dituju adalah warung makan ataupun tempat hiburan.


Selama dua hari, Puguh dan Rengganis menghabiskan waktu untuk mencari dan mendengarkan sebanyak mungkin informasi yang bisa mereka dapatkan.


Ada satu informasi yang cukup menarik perhatian mereka, berdasarkan cerita cerita yang beredar di warung makan itu, yaitu beberapa bulan ini, banyak pendekar dan tokoh dunia persilatan dari berbagai daerah yang datang ke kotaraja.


Hingga pada suatu sore, saat mereka berdua sedang berada di sebuah warung makan yang belum banyak pengunjungnya, di seberang jalan, Puguh melihat sesosok tubuh tua. Saat Puguh menatapnya, sosok tua itu dengan cepat melesat ke arah pinggiran kotataja, setelah sebelumnya, tangannya memberikan suatu tanda pada Puguh.


Puguh pun segera mengajak Rengganis untuk keluar dari warung makan dan melesat ke arah yang diambil sosok tua itu.


Beberapa saat mereka berdua berlari, hingga sampailah mereka di bawah sebuah pohon yang cukup besar. Terlihat sosok tua itu telah menunggu di bawah pohon itu.


"Guru, apakah ada yang hendak guru sampaikan kepada kami ?" kata Puguh setelah sampai di dekat sosok tua yang ternyata adalah Ki Dwijo.


"Ngger muridku, ada hal yang mungkin akan menguntungkan dan memudahkan kita, yang akan guru sampaikan pada kalian," jawab Ki Dwijo.


Kemudian Ki Dwijo menceritakan tentang kebiasaan Pangeran Pandu. Mereka bisa memanfaatkan dengan mendekati Pangeran Pandu, hingga memungkinkan mereka dengan mudah masuk atau mendekat di sekitar istana.


Pada kesempatan itu, Ki Dwijo mengajak untuk berusaha mengikuti ke mana saja Pangeran Pandu dan mencari kesempatan untuk mendekati dan berkenalan.


Setelah beberapa hari mereka bertiga menunggu, akhirnya kesempatan itu datang, saat Pangeran Pandu terancam nyawanya karena dikeroyok dua orang bersenjata belati yang belum diketahui siapa mereka.


----- * -----


Di dalam Istana Kepangeranan milik Pangeran Pandu, pada sore menjelang malam itu, beberapa prajurit sedang sibuk menyiapkan peralatan dan bahan bahan untuk mengobati luka luka Pangeran Pandu.

__ADS_1


Setelah semua peralatan siap, Puguh segera mengobati luka tebasan belati yang membentuk garis melintang di dada kanan dan luka tusukan di perut sebelah kiri Pangeran Pandu.


Tidak sampai semalam, Puguh selesai menutup semua luka di tubuh Pangeran Pandu. Dengan obat obatan hasul racikan Ki Dwijo yang turut diminumkan, membuat kondisi tubuh Pangeran Pandu membaik dan bisa tidur dengan nyenyak.


Keesokan paginya, Pangeran Pandu sudah terlihat baik dan hanya tinggal memulihkan tenaganya. Karena, dengan dibantu aliran tenaga dalam Puguh, membuat luka luka Pangeran Pandu cepat mengering dan hampir pulih kembali.


Walaupun masih lemah karena tenaga luarnya belum pulih dan juga lukanya belum benar benar kering, Pangeran Pandu tetap mengadakan pertemuan demi mendapatkan laporan dari pemimpin prajurit pengawalnya.


Di ruang pertemuan, selain Pangeran Pandu dan dua pemimpin prajuritnya, diminta ikut dalam pertemuan itu, Ki Dwijo, Puguh dan Rengganis.


Dalam pertemuan itu, pemimpin prajurit menyampaikan jika akhir akhir ini sering terjadi hal hal yang mencurigakan.


Beberapa hari terakhir ini, terlihat ada prajurit kerajaan yang sepertinya mengawasi Istana Kepangeranan yang ditinggali oleh Pangeran Pandu. Anehnya, prajurit kerajaan itu saat didekati, segera menghilang dan sepertinya mempunyai ilmu silat yang tinggi. Bahkan sempat ada yang berusaha memasuki Istana Kepangeranan milik Pangeran Pandu, namun ketahuan oleh salah satu pemimpin prajurit lalu melarikan diri. Dan menurut laporan prajurit pengawal, ada dua orang yang menyerang Pangeran Pandu dengan tanpa alasan, serta, ciri ciri penyerang itu mirip dengan orang orang yang beberapa hari terakhir ini mengawasi Istana Kepangeranan.


Mendengar penuturan kedua pemimpin prajurit itu, Pangeran Pandu memandang ke arah pintu depan, namun matanya terlihat menerawang jauh.


"Apakah ini ada hubungannya dengan kejadian sebulan yang lalu saat ada pertemuan dengan ayahanda Raja di Istana Kerajaan ?" kata Pangeran Pandu.


Saat mengatakan itu, tatapan mata Pangeran Panji ke arah Pangeran Pandu terlihat sinis.


Sesaat kemudian, Pangeran Pandu teringat dan pikirannya kembali pada pertemuan yang dia adakan.


"Ki Dwijo, tanpa mengurangi rasa hormatku pada kalian semua sebagai tokoh dunia persilatan, mengingat kejadian kejadian yang terjadi kemaren, yang sangat mungkin terulang dan akan mengancam nyawaku, bersediakah kalian menjadi pengawal pribadiku ?" tanya Pangeran Pandu dengan raut wajah yang sangat mengharap kesediaan Ki Dwijo, Puguh dan Rengganis.


"Pangeran Pandu, bukannya kami menolak kehormatan yang anda berikan kepada kami. Namu Pangeran Pandu bisa memahami sendiri, kami orang orang dari dunia persilatan, adalah orang orang yang tidak mau terikat dengan segala hal yang membatasi gerakan kami. Kalau sebagai pengawal pribadi, sepertinya kami tidak bisa, karena itu berat bagi kami. Namun, kalau masalah keamanan Pangeran Pandu, ijinkan kami bisa tinggal di Istana Kepangeranan ini, sehingga kalau ada yang hendak berbuat jahat pada Pangeran Pandu, kami bisa membantu mengawasinya," jawab Ki Dwijo.


Mendengar jawaban Ki Dwijo, Pangeran Pandu tersenyum lega dan mengijinkan Ki Dwijo, Puguh dan Rengganis tinggal di dalam Istana Kepangeranan.


Namun Ki Dwijo memberikan satu syarat lagi, yaitu, mereka bertiga bebas keluar masuk Istana Kepangeranan, karena mereka juga terkadang ada kepentingan di dunia persilatan, sehingga harus keluar Istana Kepangeranan.

__ADS_1


Dengan syarat itu, Pangeran Pandu menyetujuinya. Bahkan berjanji akan memberikan lencana kerajaan pada mereka bertiga yang bisa membuat mereka bertiga memasuki gedung perpustakaan, gedung senjata dan gedung seni dan sastra tanpa harus meminta ijin petugas jaga masing masing gedung.


Akhirnya, sejak saat itu, Ki Dwijo dan Puguh serta Rengganis tinggal di dalam Istana Kepangeranan.


Selain ikut menjaga keamanan dan keselamatan Pangeran Pandu, mereka bertiga diam diam juga berusaha menyelidiki hal hal yang mencurigakan yang terjadi di sekitar mereka dan juga berusaha mempelajari perkembangan yang terjadi di Istana Kerajaan.


----- * -----


Pada tengah malam setelah beberapa hari Puguh tinggal di Istana Pangeran Pandu. Pada malam itu, Puguh ikut berjaga walaupun tidak ikut bergabung dengan para prajurit penjaga.


Puguh melompat diantara atap atap genteng dan mencoba mengawasi sekelilingnya dengan berkeliling dalam kegelapan.


Saat lewat di atas deretan kamar, Puguh melihat sesuatu yang mencurigakan. Segera saja Puguh menggunakan kain penutup wajahnya dan kemudian berendap mendekatinya. Dalam penglihatan Puguh yang sangat tajam, terlihat dua sosok tubuh berusaha bersembunyi dibalik gelapnya dinding bangunan.


Mereka berdua berbicara menggunakan bahasa isyarat tangan. Sepertinya mereka sedang menentukan pilihan, untuk bergerak ke arah mana.


Kemudian, dengan ringannya dan tanpa menimbulkan suara, mereka berdua melompat ke atas genting yang kebetulan arahnya tepat di depan Puguh, sehingga mereka membelakangi Puguh.


Dengan berendap dan tidak bersuara, mereka berpindah tempat. Terkadang mereka sedikit genteng untuk mengamati ruangan di bawah mereka.


Begitu ringannya mereka berdua bergerak, sehingga para prajurit yang berjaga tidak menyadari gerakan mereka berdua.


Saat tepat di atas kamar tidur Pangeran Pandu, mereka saling memberi kode dengan mengangguk dan kemudian hendak turun menyelinap ke bawah.


Namun, baru saja mereka berdua akan melompat, mereka dikejutkan dengan terdengarnya sebuah suara pelan.


"Kalian berdua berani turun, berarti kalian tidak akan bisa keluar dari sini !" kata Puguh pelan.


Kedua sosok tubuh itu langsung membalikkan badan menatap ke arah datangnya suara.

__ADS_1


Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat dan tanpa berkata kata lagi, tubuh mereka melesat ke arah Puguh dengan senjata belati yang tiba tiba sudah berada di tangan kanan mereka.


__________ ◇ __________


__ADS_2