
Pada saat terjadi bertarungan antara Puguh dan siluman elang di dimensi tempat bertemunya kekuatan Puguh dengan kekuatan siluman elang, setiap kali tubuh Puguh mendapatkan hantaman dari siluman elang, di dimensi kehidupan manusia, tubuh Puguh yang tergeletak di ruang pengobatan istana, bergerak seperti dihentak hentakkan
Kemudian saat kekuatan Puguh mencoba mengikat butiran sinar hijau yang berasal dari leburnya wujud siluman elang hingga terjadi pergumulan kekuatan yang bergulung gulung dan berputar mengitari tubuh Puguh, di dalam ruang pengobatan, seluruh tubuh Puguh mengalami getaran yang sangat kuat dan terjadi dalam waktu yang cukup lama.
Pada waktu yang bersamaan, di suatu tempat di dalam istana Kerajaan Banjaran Pura. Rengganis dengan dibimbing oleh Resi Wismaya dan Ki Dwijo serta Dewi Laksita, melakukan ikatan darah dengan siluman serigala mata biru.
Walaupun proses terjadinya pengikatan kekuatan Rengganis dan siluman serigala mata biru, sama dengan proses yang dialami Puguh, tetapi proses yang dialami Rengganis berlangsung lebih mulus dan lancar.
Hal itu karena, selain Rengganis dibimbing dan dibantu langsung oleh Resi Wismaya, Ki Dwijo dan Dewi Laksita, juga karena siluman serigala mata biru tidak melakukan perlawanan. Dan yang paling utama, karena kekuatan tenaga dalam Rengganis mengambil dari kekuatan tumbuhan dan di dalam simpul simpul syaraf, darah dan seluruh pembuluh darah Rengganis terdapat sedikit kekuatan dari Ibu Pohon atau Dewi Kehidupan.
Siluman serigala mata biru tidak mungkin menolak menyatukan kekuatannya dengan manusia yang memiliki kekuatan Dewi Kehidupan.
Setelah proses yang dijalani Rengganis selesai, dan Rengganis sudah mencobanya berulang ulang, akhirnya Resi Wismaya memberikan tugas pada Rengganis.
"Heehhh he he he he ! Hebat nduk, cah ayu ! Kau bisa memiliki kekuatan yang hebat namun sangat unik. Karena tidak semua pendekar bisa memiliki kekuatan itu !" kata Resi Wismaya.
"Itu semua karena bimbingan dari Guru semua !" jawab Rengganis.
"Sekarang segeralah kau jemput Puguh. Masuklah ke dimensi tempat meleburnya kekuatanmu dengan kekuatan siluman serigala mata biru. Disana kau akan berdampingan ruang dengan Puguh yang bersama siluman elang ! Lakukanlah bersama dengan siluman serigala mata biru !" kata Resi Wismaya.
"Sebenarnya Puguh akan bisa kembali sendiri saat penyatuan kekuatannya sudah sempurna, tetapi emtah kapan, kita tidak tahu. Aku khawatir, akan terjadi hal hal yang berbahaya selama Puguh belum kembali. Karena bisa kita rasakan, akhir akhir ini, banyak bermunculan getaran getaran kekuatan di Kerajaan Banjaran Pura !" tambah Ki Dwijo yang secara berkala berkeliling wilayah Kerajaan Banjaran Pura.
Maka, dengan duduk bersila, Rengganis masuk ke dimensi tempat meleburnya kekuatan siluman dengan kekuatan manusia.
Sesampai di dimensi itu, Rengganis melihat, Puguh sedang duduk bersimpuh dengan kepala yang tertunduk dalam.
__ADS_1
"Kakang ..... Puguh !" ucap Rengganis memanggil Puguh sambil mendekat. Tangan kanannya dengan tidak dialiri kekuatan apapun, menyentuh pundak kiri Puguh.
"Maaf, pergilah Putri Cinde Puspita, Roro Nastiti ! Jangan bahayakan jiwamu dengan menolongku !" ucap Puguh dengan berbisik dan masih dalam keadaan kepala tertunduk.
Mendengar ucapan Puguh, sesaat Rengganis terhenyak dan pikiran serta hatinya berkecamuk. Ingin rasanya Rengganis mengamuk, menghempaskan semua yang akan mengambil Puguh darinya. Namun, Rengganis teringat kembali akan tugasnya membawa kembali Puguh.
Kemudian, dengan tangan kanan yang dialiri sedikit tenaga dalam, Rengganis menyentuh lagi pundak Puguh.
"Kakang Puguh, ayo kita Pulang !" kata Rengganis.
Terkena sentuhan sedikit tenaga dalam, tubuh Puguh segera bereaksi. Kekuatannya yang tadinya masih terdiam dan mengendap di dalam seluruh simpul syaraf dan pembuluh darahnya, seperti terbangun dan bergerak ke seluruh tubuh Puguh dan keluar.
Gelombang kekuatan yang sangat besar seketika memenuhi tempat sekitar Puguh dan Rengganis berada. Bergulung gulung mengitari mereka berdua, menebal dan menjadi semakin pekat dan akhirnya lenyap dengan seketika, meninggalkan ruangan kosong yang sangat luas seperti tidak berbatas. Tubuh Puguh dan Rengganis pun juga ikut lenyap tanpa meninggalkan bekas.
----- \* -----
Dadanya mulai terlihat naik turun dengan nafasnya yang halus.
Perlahan, kedua kelopak matanya bergerak gerak dan akhirnya terbuka sedikit. Jari jari tangannya pun mulai memperlihatkan gerakan.
Bersamaan dengan itu di ruangan lain di dalam istana Kerajaan Banjaran Pura. Tubuh Rengganis yang terdiam dalam posisi duduk bersila, perlahan mulai memperlihatkan tanda tanda kembalinya kesadarannya.
Berita telah kembalinya kesadaran Puguh segera menyebar di seluruh sudut istana. Bahkan Prabu Pandu Kawiswara dan Putri Cinde Puspita menyempatkan untuk mengabarkan keadaan Puguh.
Berita tentang pulihnya Puguh, membuat kelegaan yang luar biasa di lingkungan Kerajaan Banjaran Pura.
__ADS_1
----- \* -----
Pada hari berikutnya, setelah sempat beristirahat selama semalam, Puguh langsung disibukkan dengan pembicaraannya dengan para tokoh tokoh dunia persilatan Kerajaan Banjaran Pura.
Puguh mendapatkan kabar, jika akhir akhir ini, ada beberapa ada gerakan gerakan mencurigakan di berbagai tempat di wilayah Kerajaan Banjaran Pura. Gerakan yang membawa getaran kekuatan yang sangat tinggi itu, sangat sulit untuk dipastikan keberadaannya, karena selalu bergerak berpindah tempat.
Bahkan menurut hasil pengamatan yang dilakukan oleh Ki Dwijo dan beberapa tokoh senior dunia persilatan Kerajaan Banjaran Pura, kehadiran mereka di Kerajaan Banjaran Pura, ada hubungannya dengan berita yang menyebar, tentang kemunculan kembali senjata pedang dan siluman elang milik Pendekar Penunggang Elang.
Yang membuat resah para pendekar dan pihak kerajaan adalah, sekelompok orang asing berkekuatan sangat tinggi yang datang ke Kerajaan Banjaran Pura, ada yang membuat kerusuhan dan berbuat jahat di wilayah Kerajaan Banjaran Pura.
Karena tingkat kekuatan orang orang asing itu rata rata sudah mencapai tingkat sangat tinggi, membuat pihak pasukan Kerajaan tidak bisa berbuat banyak. Bahkan, beberapa pendekar ada yang mendapatkan luka luka saat mencoba mencegah perbuatan mereka.
"Puguh, Kerajaan Banjaran Pura akan berusaha membantumu dengan seluruh kekuatan yang ada, untuk menghadapi orang orang atau kelompok yang akan merebut apa yang sudah engkau warisi dari Pendekar Pengendara Elang !" ucap Prabu Pandu Kawiswara, saat mengadakan pertemuan dengan seluruh Senopati, dan semua pendekar di Kerajaan Banjaran Pura.
"Maaf beribu maaf, Baginda Prabu. Dengan terpaksa, aku menolak bantuan dari Baginda Prabu Pandu Kawiswara dan seluruh senopati yang terhormat. Karena ini menjadi tanggung jawabku pribadi !" jawab Puguh.
Saat para pendekar yang turut hadir di istana menyampaikan hal serupa, untuk membantu Puguh, Puguh dengan terpaksa menolak.
Akhirnya, Puguh menyampaikan, kalau dirinya tidak ingin membahayakan Kerajaan Banjaran Pura beserta seluruh rakyatnya. Serta tidak ingin membuat para pendekar yang berniat membantunya terjatuh dalam lingkaran dendam karena pertarungan yang bukan menjadi tanggungjawab mereka semua.
Kemudian Puguh juga menyampaikan, kalau dirinya akan mencari tempat yang jauh dari para penduduk, dan kalau perlu, Puguh akan pergi dari Kerajaan Banjaran Pura, yang penting, tidak membahayakan para pendekar lainnya.
Akhirnya, pada hari itu juga, Puguh pergi meninggalkan istana kerajaan, untuk mencari tempat yang memungkinkan untuk pertarungan berlangsung.
Kepergian Puguh hanya ditemani oleh Rengganis.
__ADS_1
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_ ◇ \_\_\_\_\_\_\_\_\_\_